Minggu, 23 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Perbankan & Keuangan » “Ngopi Bareng Bank Sumsel Babel: Laba Ngalir, Rumah Warga pun Jadi Makin Adem”

“Ngopi Bareng Bank Sumsel Babel: Laba Ngalir, Rumah Warga pun Jadi Makin Adem”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
  • visibility 552
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

(Cerita tentang Bank yang Bukan Cuma Jago Ngitung, Tapi Juga Pandai Menata Hidup Warga)

KOTA Palembang, sebuah kota yang dialiri Sungai Musi, ada lembaga keuangan yang tidak cuma jago menata angka, tapi juga mulai bisa diajak ngobrol soal hati. Namanya Bank Sumsel Babel, Dikalangan jurnalis “Wong Kito” menyebutnya BSB.

Tapi, jangan salah, ini bukan bank yang cuma sibuk ngitung margin dan cari nasabah bermodal tebal. Bank ini juga punya hati dan ternyata hatinya tidak berbentuk rekening, tapi rumah warga.

Iya.., rumah warga. Yang tadinya bocor waktu hujan, panas kayak oven waktu siang, dan bolong-bolong kayak cerita cinta yang gagal dilanjutkan.

Rumah-rumah itu sekarang mulai bersolek, berkat program CSR yang gak cuma formalitas. Ini bukan CSR yang dipajang di papan nama lalu hilang kayak mantan pas habis gajian. Namun CSR yang beneran turun ke lapangan, nyentuh tanah, dan nyapu debu.

Nah, di balik dinding kantor ber-AC dan seragam formal itu, ternyata ada kabar bahagia laba Bank Sumsel Babel semester I tahun 2025 tembus Rp367,4 miliar.

Itu artinya udah 112,79 persen dari target RBB. Kalau ini pertandingan bola, skornya udah menang jauh sebelum peluit akhir. Bahkan komentator pun belum sempat nyeruput kopi, eh bank ini udah cetak goal terus.

Total aset mereka juga naik, jadi Rp38,1 triliun. Itu kalau ditukar jadi gorengan, bisa bikin planet Mars buka cabang tukang bakwan. Tapi yang menarik bukan cuma duitnya, tapi bagaimana duit itu dikelola. Dana pihak ketiga (DPK) tembus Rp28,4 triliun, naik 4,89 persen yoy. Kredit pun ngalir, naik 3,47 persen yoy ke angka Rp24,9 triliun.

Jangan kaget juga, indikator kesehatan bank ini lebih sehat dari anak muda yang rajin minum infused water dan yoga tiap pagi. CAR 22,39 persen, LDR 87,52 persen. ROA-nya 1,95 persen, ROE 12,15 persen, dan NPL-nya cuma 0,63 persen rendah banget, kayak kadar gula di teh tawar.

Artinya apa? Ini bank bukan cuma ‘besar karena rakus’, tapi besar karena rapi. Dia tahu cara jaga uang, tahu cara muter duit, dan tahu bahwa ‘uang bisa tumbuh kalau dia tahu tanah mana yang subur’.

Pepatah bilang “Orang bijak menanam padi, bukan benalu”. Nah, bank ini kayaknya lebih suka jadi petani daripada makelar.

Laba jadi Lumbung, Kantor jadi Kampung

Tapi tunggu dulu, di sinilah letak drama dan kehangatan cerita kita.

Apa jadinya kalau bank gak cuma nyetor bunga, tapi juga nyumbang genteng? Inilah yang terjadi ketika mereka turun tangan bantu rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) di Sumsel dan Babel.

Rumah warga yang dulu catnya luntur, atapnya miring, dan kamar mandinya hanya punya dua kemungkinan becek atau jeblos, sekarang sudah punya atap yang bisa tidur nyenyak tanpa mimpi kehujanan.

“Melalui program CSR RTLH, Bank Sumsel Babel berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai lembaga keuangan, tetapi juga sebagai mitra pembangunan daerah,” kata Pak Teddy Kurniawan, Pemimpin Divisi Sekretaris Perusahaan. Gaya bicaranya mungkin formal, tapi isinya bikin adem kayak habis minum es cendol waktu panas-panas.

Laba besar? Bagus..Mantap!, Aset tumbuh? Keren…Tapi ketika uang itu berubah jadi senyum nenek-nenek yang rumahnya gak bocor lagi, itu yang gak bisa ditulis di laporan keuangan.

Karena sejatinya, pembangunan itu bukan cuma tentang angka-angka, tapi juga tentang siapa yang merasa hidupnya lebih nyaman hari ini dibanding kemarin.

Bank Sumsel Babel bukan bank dongeng. Tapi kisahnya bisa kita ceritakan ke anak-anak nanti tentang lembaga keuangan yang tahu bahwa “sebaik-baiknya investasi adalah membetulkan atap rumah warga yang nyaris roboh”.

Oleh karena itu, jangan salah kira, bank itu bukan cuma tempat naruh uang dan nabung pensiun. Bank juga bisa jadi tukang servis atap kalau mereka mau turun dari menara gading dan main ke lorong-lorong kampung.

Pepatah Palembang versi update berkata “Bank yang bijak bukan yang cuma ngitung untung, tapi yang ngerti kalau rakyat tenang, ekonomi pun senang”

Jadi, kalau kamu masih mikir bank itu urusan jas dan dasi, coba ngopi sebentar di teras rumah yang baru direnovasi Bank Sumsel Babel. Di sana kamu akan lihat, bahwa laba bisa tumbuh di laporan, tapi kasih sayang tumbuh di kampung-kampung.

Dan mungkin, itulah laba yang sebenarnya.[***]

 

Narasi ini ditulis sebagai bentuk apresiasi atas inovasi keuangan dan kepedulian sosial Bank Sumsel Babel. Semoga makin banyak lembaga keuangan yang tahu, uang bisa dicetak, tapi empati harus ditanam.

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Vaksinasi Indonesia Berlaku Internasional, Bagaimana Cara Mengaksesnya ?

    Vaksinasi Indonesia Berlaku Internasional, Bagaimana Cara Mengaksesnya ?

    • calendar_month Minggu, 30 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 781
    • 0Komentar

    SERTIFIKAT vaksin Indonesia berlaku secara internasional sehingga jangan khawatir bila berpergian ke luar negeri. Kabar baik itu datang pekan ini. Kini masyarakat Indonesia tak perlu lagi khawatir jika ingin bepergian ke luar negeri. Sebab, saat ini pemerintah secara resmi telah mengeluarkan sertifikat vaksin internasional sesuai standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Langkah itu dilakukan, guna mengantisipasi […]

  • Lakukan Fogging dan Penerapan 3 M, Dinkes OKI Kolaborasi dengan Puskesmas Celikah  

    Lakukan Fogging dan Penerapan 3 M, Dinkes OKI Kolaborasi dengan Puskesmas Celikah  

    • calendar_month Jumat, 25 Jan 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.197
    • 0Komentar

    Sumselterkini,co,id, Kayuagung – Cuaca Ekstrem yang terjadi sejak 2018 hingga kini berdampak buruk pada Masyarakat Kabupaten OKI, pasalnya masyarakat banyak yang terjangkit Demam Berdarah Dengue (DBD). Berdasarkan laporan yang diterima pihaknya dari tanggal 1 sampai 23 Januari, ada 23 pasien DBD dari Kabupaten OKI dan 8 orang dari kabupaten tetangga. Dari hasil penyelidikan epidemologi positif pasien […]

  • IMMUBA Segera Dilantik, Pengurus Temui Bupati

    IMMUBA Segera Dilantik, Pengurus Temui Bupati

    • calendar_month Senin, 29 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 756
    • 0Komentar

      KETUA Umum terpilih periode 2021 – 2023 Ikatan Mahasiswa Musi Banyuasin (IMMUBA), Vortuna Unmabsi beserta enam orang pengurus lainnya melaksanakan audiensi dengan Bupati Musi Banyuasin (Muba) Dr H Dodi Reza Alex Noerdin di Ruang Audinesi Bupati Muba, Senin (29/3/2021) untuk persiapan pelantikan pengurus. Dalam pertemuan tersebut, Vortuna menyampaikan bahwa pihaknya merencanakan pelantikan pengurus IMMUBA […]

  • GrabBike Lounge Diluncurkan

    GrabBike Lounge Diluncurkan

    • calendar_month Selasa, 4 Des 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 993
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, JAKARTA – Grab hari ini, Selasa (4/12/2018), meresmikan GrabBike Lounge kedua di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Peluncuran GrabBike Lounge merupakan upaya Grab meningkatkan layanan terhadap mitra pengemudi dan bagian dari inisiatif ‘Grab Mitra Sejahtera’ yang menjadi program utama untuk meningkatkan kesejahteraan mitra pengemudi dan keluarganya. Ridzki Kramadibrata, Managing Director Grab Indonesia menjelaskan, fasilitas […]

  • Pesan Plt Bupati  untuk Warganya Jelang Tahun Baru 2022

    Pesan Plt Bupati untuk Warganya Jelang Tahun Baru 2022

    • calendar_month Jumat, 31 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 742
    • 0Komentar

    COVID-19 yang masih terjadi, membuat Plt Bupati Beni Hernedi SIP menghimbau warga masyarakat Muba untuk menyambut tahun baru 2022 dengan kegiatan yang berlebihan. Hal ini juga ditegaskan Plt Bupati melalui Surat Himbauan Nomor B-400/627/III/2021 Tentang Menyambut Tahun Baru 2022. “Lebih baik berkumpul bersama keluarga di rumah, doa dan zikir bersama. Jadikan sebagai momentum untuk ibadah […]

  • Pempek Sangat Familiar Bagi Warga Semarang

    Pempek Sangat Familiar Bagi Warga Semarang

    • calendar_month Rabu, 3 Jul 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 890
    • 0Komentar

    “Oleh-oleh Pempeknya mana?” ujar seorang warga Semarang. Pertanyaan ini kerap dilontarkan warga kepada Tim Pawai Budaya Pemerintah Kota Palembang di sepanjang jalur gelaran Pawai Budaya Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Apeksi 2019 di Semarang, Rabu (3/7/2019). Iringan tim Kota Palembang di awali dengan ditampilkannya busana kreasi adaptasi dari pakaian tradisional khas Palembang yang digunakan Nayla,  siswa […]

expand_less
WordPress Archive New Learning | Premium Moodle Theme New Zealand Post Shipping For WooCommerce Newark – Writing and Personal Blog WordPress Theme Newpress – Blog Magazine WordPress Theme News Addons for Elementor – Ultimate News, Blog and Magazine Widgets News Magazine Papr – News Magazine WordPress Theme News Revolution Layouts for Elementor WordPress Plugin News Ticker For Elementor News24 – Elementor Blog Magazine NewsAtlas – News & Magazine Elementor Template Kit