Minggu, 27 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Obyek Wisata » Liburan Bukan Uji Nyali, Ini Bedanya Wisata & Wisatawan yang Waras

Liburan Bukan Uji Nyali, Ini Bedanya Wisata & Wisatawan yang Waras

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 24 Jul 2025
  • visibility 572
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kalau naik gunung bawa tenda,
kalau ke pantai jangan cuma bawa celana dalam!
Liburan boleh senang, tapi keselamatan jangan dilupakan!

LIBURAN itu ibarat makan mie instan tengah malam, nikmat, murah meriah, tapi kalau kebanyakan micin, bisa-bisa semalaman begadang sambil garuk-garuk perut. Nah, begitu juga pariwisata indah di depan mata, tapi kalau gak aman, bisa berakhir drama di ruang UGD.

Makanya, Kementerian Pariwisata kita tak mau kecolongan lagi, mereka menguumpulkan para pemangku kepentingan lewat acara FGD alias Forum Guyub Demi-selamatin wisatawan,  meski aslinya sih “Focus Group Discussion”. Tapi kita plesetin aja biar gak tegang!.

Ibarat bikin rujak, FGD ini ngumpulin segala rasa ada perwakilan Basarnas yang kayak sambel ulek pedes tapi nyelametin, ada BPOM yang mirip mangga muda kecut-kecut bikin sadar diri, sampai Diageo Indonesia yang jadi kacang gorengnya nambahin renyah urusan alkohol. Pokoknya, semua rasa dikumpulin biar hasilnya gak bikin perut turis mules!

Nah, ini yang bikin Kemenpar gatel telinganya, ternyata pemerintah Australia dan Inggris sudah pasang travel advice buat warga mereka. Isinya mirip surat cinta yang dikirim mantan: manis di awal, pedih di akhir.

Mereka ngingetin warganya soal bahaya pendakian gunung, wisata air yang sering kelelep, dan bahkan soal minuman beralkohol yang bisa jadi tiket kilat ke rumah sakit karena metanol. Waduh, jangan sampai turis niatnya nge-wine malah ke-wong (kehilangan nyawa).

Martini Mohamad Paham, Deputi Kemenpar yang pasti paham bener urusan ini, bilang “Kalau kita nggak tanggap, bisa-bisa turis lari ke negara tetangga yang lebih aman. Mereka cari yang adem-adem kayak Selandia Baru, bukan yang bikin deg-degan kayak naik odong-odong tanpa rem”.

Negara lain sudah sat-set sat-set, seperti Selandia Baru, negara ini kayak emak-emak bawel tapi sayang setiap spot wisata ada papan peringatan, petugas siap siaga, dan semua wisata alamnya di-cek berkala. Bahkan jembatan kayu ke air terjun pun ada helmnya, cuy!.

Jepang, di Gunung Fuji, pendaki harus daftar resmi dan ada pengecekan peralatan. Mereka juga punya sistem notifikasi gempa real-time yang bikin turis gak cuma selfie tapi juga siap lari kalau alam ngamuk.

Thailand, di daerah wisata pantai seperti Phuket dan Krabi, mereka punya standar keselamatan laut termasuk pelampung, lifeguard, dan SOP evakuasi. Bahkan tukang sewa jetski pun wajib ikut pelatihan pertolongan pertama.

Staf Ahli Menteri Pariwisata, Mas Fadjar Hutomo, ngasih wejangan penting “Jangan semua dilempar ke Basarnas. Kalau di gunung meletus jam 2 pagi, masa kita nunggu Basarnas terbang dari Jakarta ke puncak Merbabu? Yang paling cepat ya warga lokal yang siap siaga”.

Ini sama kayak kalau ada kucing tetangga nyebur ke sumur, masa nunggu tim SAR nasional? Padahal Pak RT juga bisa angkatin pake serokan jemuran.

Makanya, SDM lokal harus disiapin, diberi pelatihan, minimal bisa CPR, bukan cuma bisa ngegombal turis.

Minuman keras juga masuk pembahasan serius, banyak kasus turis teler bukan karena over dosis cinta, tapi karena minuman oplosan.

Diageo Indonesia nyumbang ide edukatif lewat program DrinkIQ, ngajarin bagaimana cara minum tanpa jadi mabuk cinta (atau mabuk metanol). Mixology, katanya, harus kayak memasak sop buntut pakai takaran dan hati-hati, bukan asal campur lalu bilang “ini khas lokal”.

Wisata bukan sekadar destinasi, tapi juga keselamatan di tiap detiknya, oleh sebab itu jangan sampai anak muda kita semangat jadi travel vlogger, tapi akhirnya jadi travel blogger dari ranjang rumah sakit. Kita ini negara tropis yang cantik, jangan sampai kecantikannya ternoda karena teledor soal keamanan.

Pasang tanda peringatan yang unik, misalnya di tebing curam: “Yang jatuh bukan cuma harga diri, tapi juga kamu kalau nekat manjat tanpa pengaman”

Latih warga lokal jadi duta keselamatan wisata, kasih insentif, biar mereka semangat bantu, bukan cuma jadi tukang parkir dadakan dan edukasi alkohol dengan gaya kampung. Bikin video kocak kayak “Oplosan dari mulut ke kubur” versi millennial, libatkan influencer.

Bukan buat promosi endorse doang, tapi juga jadi penyampai pesan aman. Biar follower mereka gak cuma dapat promo hotel, tapi juga tips hidup selamat.

Wisata itu seharusnya menyegarkan jiwa, bukan membikin trauma, jangan sampai slogan kita jadi “Wonderful Indonesia” tapi turisnya bilang, “Oh no… I almost died in Indonesia!”

Pariwisata tanpa keselamatan itu kayak nasi goreng tanpa nasi, gak masuk akal dan destinasi kita kayak merawat pacar penuh perhatian, konsisten, dan jangan cuma pas butuh doang.

Dengan sinergi, SDM siap siaga, dan edukasi kreatif, Indonesia bisa jadi bintang pariwisata Asia, bukan bintang tamu acara investigasi!.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemda Dapat Lokasikan Anggaran, Terbitnya Perpres No 82 Wujud Komitmen Besar Pemerintah ke Pesantren

    Pemda Dapat Lokasikan Anggaran, Terbitnya Perpres No 82 Wujud Komitmen Besar Pemerintah ke Pesantren

    • calendar_month Selasa, 14 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 591
    • 0Komentar

    PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) telah meneken Peraturan Presiden No 82 Tahun 2021 tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren. Terbitnya Perpres ini diharapkan kian meningkatkan kualitas pendidikan pesantren di Indonesia karena ada regulasi baru yang memperkuat bagi pemerintah daerah untuk membantu dalam hal alokasi anggaran. “Terbitnya Perpres ini adalah sebuah momentum besar bagi dunia pesantren. Kami berterima kasih […]

  • Kalau Migas Mau Lestari, SDM Jangan Cuma Modal Seragam Safari!

    Kalau Migas Mau Lestari, SDM Jangan Cuma Modal Seragam Safari!

    • calendar_month Minggu, 1 Jun 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 828
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,- Kalau ada pepatah lama yang patut direnungkan oleh para pejabat dan pelaku industri migas hari ini, mungkin bunyinya begini. “Takkan tumbuh sumur emas di ladang orang, bila sekop dan cangkul sendiri masih dipinjam dari tetangga”. Pepatah itu tepat betul menggambarkan kondisi pengelolaan sumber daya manusia (SDM) di sektor migas terutama di daerah kaya sumber […]

  • Gubernur Rasakan Efek Positif  Pasca Divaksin Sinovac Dua Kali Ajak   Warga Sumsel Berkontribusi  Cegah Corona

    Gubernur Rasakan Efek Positif  Pasca Divaksin Sinovac Dua Kali Ajak   Warga Sumsel Berkontribusi  Cegah Corona

    • calendar_month Jumat, 29 Jan 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.093
    • 0Komentar

    Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel)  H Herman Deru merasakan efek positif usai disuntik vaksin sinovac dua kali sekaligus mengajak masyarakat untuk berkontribusi dalam penanganan covid-19 di Sumsel. Termasuk untuk tidak ragu melakukan vaksinasi yang sedang digalakkan pemerintah. Menurut dia, tidak ada alasan masyarakat untuk ragu divaksin. Sebab vaksin tersebut sudah melalui berbagai tahapan pengujian sehingga dipastikan aman […]

  • Prinsip hidup, semoga bisa jadi renungan ente

    Prinsip hidup, semoga bisa jadi renungan ente

    • calendar_month Sabtu, 17 Jun 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.172
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Ente hidup pasti punya tujuan, dan prinsip yang harus dipegang agar berupaya berjalan mulus. Ada beberapa hal yang penting untuk diingat dalam hidup. Berikut adalah beberapa prinsip yang dapat membantu: Hargai diri sendiri: Cintai dan hargai dirimu sendiri. Jaga kesehatan fisik dan mentalmu, dan cari waktu untuk melakukan hal-hal yang membuatmu bahagia.   […]

  • Pemprov Sumsel Terima Ribuan Alat Bantu Cegah Covid-19 

    Pemprov Sumsel Terima Ribuan Alat Bantu Cegah Covid-19 

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 953
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Prov. Sumsel kembali menerima bantuan ribuan bantuan alat penanganan dan mencegah covid-19, Kamis (16/4/2020). Bantuan yang diterima langsung Gubernur Herman Deru diantaranya datang dari Bank Sumsel Babel berupa wash hand tank 10 unit, masker BSB 1.000, hand sanitizer 600 botol, sepatu boot 150, APD 150, Shieldface 150 dan handscoon 3.000. Kemudian dari PT. Bara […]

  • PMI Banyuasin Santuni 100 Anak Yatim &Kaum Dhuafa

    PMI Banyuasin Santuni 100 Anak Yatim &Kaum Dhuafa

    • calendar_month Jumat, 27 Des 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.055
    • 0Komentar

    PALANG merah Kabupaten Banyuasin menyalurkan santunan kepada 100 anak yatim dan kaum dhuafa, kegiatan itu dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Relawan Se-dunia tahun 2019. Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Banyuasin Dr. Sri Fitria Askolani didampingi Camat Rantau Bayur Hasanul Hak dan Kepala Puskesmas dan Puskesdes Kecamatan memberikan bingkisan satu persatu untuk para yatim dan […]

expand_less
WordPress Archive TRAVOL — Travel Agency Elementor WordPress Theme Travon - Hotel, Flights and Tour Meta Search Affiliate Theme Travosca – Travel Elementor Template Kit Trawell – Travel Blog Elementor Template Kit Treck – Immigration and Visa Consulting WordPress Theme Treely Landscape & Gardening Elementor Template Kit Treina – Personal Trainer & Fitness Elementor Template Kit TrekOn – Extreme Sports and Adventure WordPress Theme Trena – Sport & Fitness Trainer Services Elementor Template Kit Trendy Travel | Tour, Travel & Travel Agency Theme