Selasa, 29 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sosial » “Operasi Karung Beras, Negara Gendong Emak-Emak Lewat Tanggal Tua”

“Operasi Karung Beras, Negara Gendong Emak-Emak Lewat Tanggal Tua”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 24 Jul 2025
  • visibility 633
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

LANGIT Sekayu belum sempat cemberut, matahari pun baru buka satu mata ketika Fitri Yanti, emak-emak pejuang dapur dari Kelurahan Soak Baru, sudah berdandan rapi seperti mau kondangan, namun  bukan kondangan yang dituju melainkan halaman Kantor Bupati Muba, tempat launching penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) alias beras bantuan dari negara.

“Mak, serius ini kita dikasih dua karung?” tanya Dira, tetangganya, sambil nahan senyum kayak habis disuruh tampil dadakan di arisan RT.
“Iya, Ri. Dua karung. Satu buat Juni, satu buat Juli. Tapi dibagi sekarang juga. Alhamdulillah, nggak usah ngutang dulu ke warung Mak Jum” Fitri menjawab sambil melirik bungkusan beras seberat 20 kilogram di tangannya. Matanya berbinar. Suaranya lebih bening daripada siaran pagi radio lokal.

Wakil Bupati Muba, Kyai Rohman yang pagi itu tampil kalem seperti ustaz pembuka pengajian, berdiri di atas podium. Ia menatap lautan manusia dengan senyum teduh ala orang tua yang baru gajian dan tahu semua cucunya minta jajan.

“Kita di sini bukan sekadar bagi beras, ini bentuk cinta negara, bukan cinta palsu kayak janji mantan. Bantuan ini bagian dari program nasional, untuk meringankan beban dapur rakyat” katanya.
Tepuk tangan menggelegar bahkan burung gereja yang biasa nongkrong di atas pohon kantor bupati ikut bersiul.

Ali Badri, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, menyambung “Jumlah penerima kita di Muba ini 35.380 keluarga, Pak Wabup. Total 707,6 ton beras. Satu ton aja bisa bikin kenyang satu kampung seminggu, ini lebih dari tujuh ratus ton. Bayangkan!”
Penonton terdiam, sebagian hitung-hitungan di kepala. Sebagian lagi malah ingat belum masak nasi di rumah.

Sebetulnya, program ini bukan sulap bukan sihir, ini hasil gotong royong lintas lembaga dari Badan Pangan Nasional, Kementerian Sosial, Bulog, sampai aparat desa dan Satgas Pangan, kayak tim sepak bola nasional, kalau striker-nya Bulog, playmaker-nya Kemensos, dan bek tangguhnya perangkat desa.

Semua satu tim, satu tujuan yang bikin rakyat nggak lapar, dan dapur tetap ngebul walau harga-harga kadang naik kayak layangan putus benang.

Distribusinya pun digarap serius. Nggak asal lempar. Dari laporan resmi, Kecamatan Sekayu jadi raja penerima dengan 6.556 keluarga. Disusul Lais (4.680 keluarga) dan Sungai Lilin (2.621 keluarga). Ini bukan kompetisi, tapi kalaupun lomba—mereka pasti juara sabar nunggu bantuan datang.

Kalau boleh jujur, program ini datang tepat waktu. Menurut data BPS (Badan Paling Serius, eh, Statistik maksudnya), angka kemiskinan di Muba memang butuh pelampung.

Dalam laporan terakhir, sekitar 13% warga Muba hidup di bawah garis kemiskinan. Dan program seperti ini bisa jadi pelampung darurat. Bukan cuma soal beras, tapi juga jaminan bahwa negara hadir, meski kadang lewat kiriman karung.

“Kalau setiap dua bulan dapat, lumayanlah. Kita bisa atur. Yang penting anak-anak tetap sarapan. Nggak harus mewah. Yang penting kenyang, sehat, dan masih bisa senyum walau utang numpuk di warung,” kata Endang, satu lagi penerima bantuan, sambil menggulung ujung kerudungnya dan nyengir malu-malu.

Tentu kita semua paham, beras bantuan ini bukan solusi jangka panjang. Ini hanya satu sisi dari rubik kesejahteraan. Yang harus dikerjakan lebih dari sekadar bagi-bagi. Harus ada jaring pengaman sosial yang lebih kuat. Pendidikan yang mengangkat, lapangan kerja yang layak, dan harga sembako yang nggak bikin jantung jedag-jedug tiap akhir bulan.

Tapi untuk hari ini, syukuri apa yang datang, karena seperti kata pepatah warung kopi “Kalau belum bisa makan daging tiap hari, ya minimal nasi jangan absen. Rejeki boleh kecil, asal nasinya cukup dan senyumnya tetap lebar.”

Program bantuan pangan di Muba ini adalah contoh bagaimana negara dalam segala kelambatannya, kadang masih tahu caranya menyapa rakyat. Bukan lewat baliho, tapi lewat beras. Bukan lewat janji, tapi lewat karung-karung putih berisi harapan.

Dan buat warga seperti Fitri Yanti, Dira, dan Endang, dua karung beras bisa berarti dua bulan hidup tanpa deg-degan. Dua bulan anak-anak tetap bisa kenyang. Dua bulan dapur bisa tetap bernyanyi walau belum bisa memasak rendang.

Semoga, ini bukan akhir. Tapi awal dari pola pikir baru bahwa negara bukan hanya hadir di musim kampanye, tapi juga di dapur rakyat kecil yang selalu memasak cinta di atas bara pengharapan.[***]

Tulisan ini menggabungkan fakta dan fiksi. Tokoh-tokoh seperti Fitri dan Dira hanyalah perwakilan imajinatif dari ribuan warga Muba yang menerima bantuan beras. Programnya nyata, datanya akurat, dan senyumnya tidak direkayasa. Kami hanya membumbui ceritanya agar tidak hambar, karena informasi yang baik harus juga lezat untuk dinikmati.

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Berhenti Sebar Hoaks, Mari Bijak Bermedia Sosial

    Berhenti Sebar Hoaks, Mari Bijak Bermedia Sosial

    • calendar_month Sabtu, 5 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 673
    • 0Komentar

    BIDANG Hubungan Masyarakat (Humas) Polda Kalteng mengajak masyarakat untuk bijak dalam bermedia sosial dengan tidak menyampaikan berita HPUS (hoaks, pornografi, ujaran kebencian dan SARA). “Saking mudahnya menyebar informasi sehingga sekarang marak pula terjadinya penyalahgunaan medsos seperti penyebaran hoaks, penyebaran ujaran kebencian, dan hal-hal fatal lainnya yang bisa merugikan orang lain,” ujar Kasubbid Penmas Polda Kalteng, […]

  • Terima anugerah birokrat peduli pers dari PWI, Pj Bupati OKI : Semoga insan pers kian profesional

    Terima anugerah birokrat peduli pers dari PWI, Pj Bupati OKI : Semoga insan pers kian profesional

    • calendar_month Selasa, 26 Mar 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 921
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Pj. Bupati OKI Asmar mengatakan Pers dan Pemerintah merupakan mitra yang memiliki tujuan sama untuk mencerdaskan masyarakat dan mendorong kemajuan daerah melalui peran dan tugasnya masing-masing. “Terimakasih, agar ke depan Pers dan Pemkab OKI semakin bersinergi. Insan pers kian profesional menjadi jurnalis yang bermartabat,” ujar Asmar. Dia menilai agar ke depan Pers dan Pemkab […]

  • Atlet Muba Ikutin Kejuraan Internasional Lari Gawang di Negeri Gajah Putih

    Atlet Muba Ikutin Kejuraan Internasional Lari Gawang di Negeri Gajah Putih

    • calendar_month Senin, 10 Jun 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 985
    • 0Komentar

    ATLET muda asal Kabupaten Musibanyuasin [Muba], Aldinda Dedek [16] bakal mengikuti kejuaraan Internasional Lari Gawang ke Negeri Gajah Putih [Thailand]. Gadis kelahiran Sekayu 25 Desember 2003 ini rencananya akan bertanding pada Juli mendatang. “Saya mohon doa warga Muba supaya nantinya bisa mendapatkan hasil yang terbaik,” ujar siswi Sekolah Olahraga Ragunan di Jakarta Selatan tersebut,”paparnya, Senin [10/6/2019]. […]

  • Gegara Tak Download Astra Pay, Suami Tidak Boleh Bayar Kredit Motor Istri

    Gegara Tak Download Astra Pay, Suami Tidak Boleh Bayar Kredit Motor Istri

    • calendar_month Sabtu, 23 Jan 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.833
    • 0Komentar

    GEGARA hanya tak men-download aplikasi Astra Pay aplikasi berbayar FIF Pangkalan Balai Kabupaten Banyuasin, seorang suami konsumen tidak diperkenankan untuk membayar angsuran kredit sepeda motor milik istrinya. Hal ini diungkapkan Madi (34), Warga Desa Tanjung Agung, Kecamatan Banyuasin III Kabupaten Banyuasin. Ia mengaku terkejut saat bayar ansuran sepeda motor milik istrinya. Ia disuruh men -download […]

  • Indonesia Terancam Batal Jadi Tuan Rumah  Piala Dunia U-20 2023

    Indonesia Terancam Batal Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20 2023

    • calendar_month Selasa, 28 Mar 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.122
    • 0Komentar

    INDONESIA ditunjuk oleh FIFA sebagai Tuan Rumah Piala Dunia U-20 setelah bersaing dengan Peru dan Brasil pada tahun 2019, tapi sebenarnya Indonesia telah siap untuk menjadi tuan rumah pada tahun 2021, karena adanya pandemi covid-19, jadi acara ini di laksanakan pada tahun 2023. Namun langkah Indonesia untuk menjadi tuan rumah terancam mubazir atau terhentikan setelah […]

  • ASN Masuk Kerja Lagi,  “Jangan Sampai Mesin Pelayanan Masyarakat Cuma Ngebul Tapi Gak Jalan!”

    ASN Masuk Kerja Lagi,  “Jangan Sampai Mesin Pelayanan Masyarakat Cuma Ngebul Tapi Gak Jalan!”

    • calendar_month Selasa, 8 Apr 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 853
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Seperti traktor tua yang seminggu ngendon di garasi karena sopirnya mudik dan lupa narik rem tangan, ASN dan Non ASN di Palembang akhirnya dipanasi lagi mesinnya. Tapi bukan buat nyangkul sawah atau narik gerobak semangka, melainkan buat melayani warga yang udah ngebul dari subuh datang ke kantor kelurahan dengan harapan setinggi langit,tapi kadang […]

expand_less
WordPress Archive The Events Calendar Event Tickets Plus The Events Calendar Eventbrite Tickets The Events Calendar Filter Bar The Events Calendar PRO WordPress Plugin The Events Calendar Shortcode and Templates Pro – WordPress Plugin The Events Calendar Single Event Page Builder The Experts – Business Consulting and Professional Services WordPress Theme The Food Truck – WordPress Theme The Frog = Creative News / Blog Magazine & Front-end Submission WP Theme The Galison – Multi-Concept News and Magazine Theme