Senin, 12 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Olahraga & Otomotif » Dari Lapangan Sebelah Rumah Hingga ke Panggung Dunia, Pelajaran Hidup dari Sosok Iie Sumirat”

Dari Lapangan Sebelah Rumah Hingga ke Panggung Dunia, Pelajaran Hidup dari Sosok Iie Sumirat”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 23 Jul 2025
  • visibility 924
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

HIDUP Iie Sumirat barangkali tidak viral di linimasa, tapi jejaknya menempel kuat di sejarah bulu tangkis Indonesia. Ia bukan selebritas lapangan yang hobi disorot kamera, melainkan sosok bersahaja yang diam-diam menabur benih juara.

Tak banyak bicara, tapi langkahnya membentuk arah, dari tangan dan latihannya –lah, lahir Taufik Hidayat, bocah Pangalengan yang kelak mengguncang dunia, mengangkat piala, dan kini berdiri sebagai Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga RI.

Bila hidup ini pertandingan, maka Iie adalah pelatih yang tak hanya mengajarkan pukulan, tapi juga memahat mental juara dalam diam.

Subuh-subuh buta, pukul dua dini hari, jalanan Bandung masih dingin seperti sisa embun yang belum pamit. Tapi langkah kaki Wamenpora Taufik terasa mantap menuju rumah duka di Jl. Sukabakti VII No.60.

Bukan sekadar takziah biasa, ini seperti pulang ke asal ke tempat di mana ia pertama kali menggenggam raket dengan tangan kecil dan harapan besar.

“Saya tidur di rumah beliau, lapangan dan rumahnya sebelahan, kalau nggak latihan ya tidur di situ,” kenang Taufik dengan mata berkaca.  Bukan lebay, tapi memang begitu adanya, di rumah itulah, di bawah bimbingan almarhum Iie, Taufik kecil dibentuk teknik, disiplin, bahkan mungkin juga mental untuk tidak gampang tumbang saat smash lawan datang bertubi-tubi seperti tagihan listrik akhir bulan.

Guru tak sekadar mengajar

Di dunia bulu tangkis, nama Iie Sumirat bukan kaleng-kaleng, dua kali juara Thomas Cup, perunggu Kejuaraan Dunia edisi pertama, dan pemenang di Kejuaraan Asia 1976 yang legendaris.

Tapi kehebatannya bukan cuma di angka dan medali, ia adalah pelatih yang tahu cara menanamkan keyakinan, bukan sekadar teknik saja, kalau yang lain mungkin mengajarkan cara memukul shuttlecock, Iie mengajarkan kapan harus memukul bahkan yang  lebih penting lagi, kenapa kita harus terus berjuang meski kalah dengan angin.

Perumpamaan gampang, kalau hidup itu seperti pertandingan tiga set, maka Iie adalah orang yang selalu tahu cara bangkit meski sudah ketinggalan poin di set kedua.

Ia mengajarkan filosofi sederhana “Olahraga itu ada batasnya, tapi semangat juang itu harus terus ada”. Sebuah kalimat yang sederhana, tapi dalamnya seperti lobang got yang belum ditutup, jatuh ke situ, bisa membuat kita merenung berhari-hari.

Di saat banyak legenda memilih pensiun ke villa atau cafe instagramable, Iie tetap memilih lapangan bulu tangkis. Di PB SGS Bandung, ia menjadi kompas bagi para pemain muda, ia juga tidak mencari panggung, tapi menciptakan panggung bagi yang lain, seperti pelita di sudut ruangan, sinarnya kecil, tapi cukup untuk membuat orang lain menemukan jalan.

Taufik mengaku, “Kalau tidak ada beliau, mungkin saya bukan siapa-siapa, dari umur 9 sampai 14 tahun, saya dibina sama beliau”. Itu bukan sekadar nostalgia, tapi juga testimoni dari seorang murid kepada guru yang sudah seperti orang tua, dan benar saja  ungkap pepatah Guru yang baik menginspirasi, guru yang luar biasa menyalakan api.

Meski suasana duka menyelimuti, tetap saja terselip kenangan lucu. “Kalau saya bolos latihan, beliau tinggal ke rumah dan bilang ke ibu saya, ‘Bu, Taufik mana?. Dia harus latihan, masa kalah sama yang badannya lebih kecil!” kata Taufik sambil tersenyum. Bahkan dalam kenangan masa kecil, ada gurat disiplin yang dibungkus humor khas pelatih lapangan tegas tapi tetap manusiawi.

Mungkin di situlah letak kunci kesuksesan seorang Iie Sumirat, ia melatih bukan hanya dengan ilmu, tapi dengan hati. Ia tahu kapan harus marah, tapi tahu juga kapan harus menghibur, seperti kopi hitam tanpa gula pahit, tapi bikin melek dan sadar diri.

Kisah Iie Sumirat bukan hanya tentang bulu tangkis, namun tentang ketulusan, tentang proses, dan tentang bagaimana jejak kecil bisa membawa orang lain berlari jauh, sebab seorang Iie tidak pernah meminta dipanggil pahlawan, tapi tindakannya membuatnya layak mendapat julukan itu.

Untuk kita semua, baik yang atlet maupun bukan, kisah ini mengingatkan  dalam hidup, kadang kita tidak butuh banyak panggung, tapi cukup satu hati yang percaya bahwa kita bisa.

Karena kadang, orang yang mengubah hidup kita bukanlah yang tampil di baliho besar, tapi dia yang duduk di bangku kayu lapangan, memegang raket usang, dan berkata, “Ayo, ulangi lagi, bisa itu”.

Tak ada smash yang abadi, begitu pula hidup, tapi semangat, pengorbanan, dan keteladanan bisa terus hidup dalam cerita dan ingatan.

Iie Sumirat boleh berpulang, tapi pelajaran hidup darinya terus mengalir, seperti kok yang melayang ke seberang net, tak pernah lelah memberi makna.

Selamat jalan, pelatih, terima kasih telah membuat bulu tangkis Indonesia, dan kehidupan murid-muridmu, menjadi lebih dari sekadar permainan.

“Jangan pernah meremehkan orang yang mengajarkanmu hal kecil, karena dari sanalah kamu bisa jadi besar” – (Petuah dari lapangan bulu tangkis dan kehidupan).[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kemenkumham Doa untuk Negeri

    Kemenkumham Doa untuk Negeri

    • calendar_month Sabtu, 2 Okt 2021
    • account_circle Asri
    • visibility 640
    • 0Komentar

    JAKARTA | Pandemi Covid-19 masih melanda Indonesia di tengah upaya jajaran Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) memberikan bakti kepada masyarakat. Bagi Kemenkumham, mengandalkan ikhtiar semata belumlah lengkap tanpa doa. Kondisi ini menggerakkan Kemenkumham untuk menaikkan doa bersama bagi Indonesia, Jumat (1/10/2021). Kegiatan Doa Kumham untuk Negeri dipimpin oleh para pemuka dari perwakilan lima agama yaitu […]

  • BNPB Pusat: Penanganan Covid-19 yang Agresif di Muba Patut Jadi Contoh Kepala Daerah Lain

    BNPB Pusat: Penanganan Covid-19 yang Agresif di Muba Patut Jadi Contoh Kepala Daerah Lain

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 855
    • 0Komentar

    PENANGANAN penyebaran wabah Covid-19 di Kabupaten Musi Banyuasin mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. Kali ini,  LO Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat Brigjen TNI Antoni Simamora, yang menyampaikan rasa bangga dan apresiasi kepada Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covdi-19 Bupati Dr Dodi Reza Alex Lic Econ MBA bersama jajaran atas upaya maksimal yang telah dilakukan […]

  • Tangani COVID-19, Banyuasin Alokasikan Dana Rp4,2 Miliar

    Tangani COVID-19, Banyuasin Alokasikan Dana Rp4,2 Miliar

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.290
    • 0Komentar

    PEMKAB Banyuasin mengalokasikan dana sebesar Rp4,2 miliar untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Dalam Rapat Koordinasi, Bupati Banyuasin Askolani menyebutkan tak main-main dan terus berupaya untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19 Oleh karena itu, katanya Pemkab mengalokasikan dana sebesar Rp4,2 miliar. “Kita berupaya terus berupaya melakukan pencegahan wabah virus ini, “ Dalam Rapat Koordinasi Pencegahan […]

  • Gubernur Sosialisasikan Asian Games kepada Masyarakat se-Kecamatan Sako

    Gubernur Sosialisasikan Asian Games kepada Masyarakat se-Kecamatan Sako

    • calendar_month Jumat, 20 Apr 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 972
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Palembang- Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin bersilaturahmi dan mensosialisasikan Asian Games XVIII tahun 2018 kepada masyarakat se-Kecamatan Sako Palembang di Gedung Serbaguna Metasari, Sako Palembang, (20/4). Nampak hadir juga Pjs. Wali Kota Palembang, Akhmad Najib, Camat Sako, Achmad Iryanto serta ribuan masyarakat se-Kecamatan Sako. Dalam kesempatan silaturahmi itu, Gubernur Sumsel Alex Noerdin menyampaikan tentang manfaat […]

  • Samsung dan Warner Bros, Pictures Bersatu Untuk Hadirkan Trailer Film ke Konsumen dalam Kualitas 8K yang Memukau

    Samsung dan Warner Bros, Pictures Bersatu Untuk Hadirkan Trailer Film ke Konsumen dalam Kualitas 8K yang Memukau

    • calendar_month Jumat, 21 Jul 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.029
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Samsung – Kemitraan ini menghadirkan trailer film populer ke ribuan peritel global, menghadirkan kualitas gambar 8K mutakhir lebih dekat ke konsumen daripada sebelumnya. Samsung Electronics, produsen TV terkemuka dunia selama 17 tahun berturut-turut, hari ini mengumumkan kemitraan dengan Warner Bros. Pictures yang akan menghadirkan trailer film yang sangat dinantikan ke layar Neo QLED 8K […]

  • Ramanas, Si Kembar Rambutan Miliki Cita Rasa Khas, Penasaran ke Muba Yuk!

    Ramanas, Si Kembar Rambutan Miliki Cita Rasa Khas, Penasaran ke Muba Yuk!

    • calendar_month Sabtu, 26 Jan 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.606
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Sekayu – Ternyata Kabupaten Musi Banyuasin [Muba] kaya juga dengan buah-buahan unik. Selain ada Durian Daun atau Dian Imbe atau durian hutan,  ada juga buah disebut dengan buah Ramenas mirip buah rambutan. Si kembaran buah rambutan ini memiliki cita rasa yang khas,  manisnya tak jauh berbeda dengan rambutan. Anda penasaran ingin mencicipin ? mampir […]

expand_less
WordPress Archive FOX - WooCommerce Currency Switcher Professional - Multi Currency [WOOCS] Wood Workshop – Carpenter and Craftsman WordPress theme WoodArt – Artisan Template Kit WooDelivery | Delivery & Pickup Date Time for WooCommerce Woodex – Carpenter and Craftman Business WordPress Theme WoodMart – Responsive WooCommerce WordPress Theme Woodstock – Electronics Responsive WooCommerce Theme Woody – Elementor Coming Soon WordPress Theme Woodzone – Carpenter & Craftsman Elementor Template Kit WooEvents – Calendar and Event Booking