Minggu, 20 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Peristiwa » Pulau Disegel, Laut Menggugat, Saat Tambang Tak Punya SIM & Laut Jadi Korban

Pulau Disegel, Laut Menggugat, Saat Tambang Tak Punya SIM & Laut Jadi Korban

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 22 Jul 2025
  • visibility 632
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SEANDAINYA laut bisa ngomong, mungkin dia sudah bikin status “Lelah, Bang. Aku dijarah terus, tanpa tanya, tanpa izin, tanpa salam…”
Dan mungkin Pulau Citlim pun bakal curhat di TikTok, pakai backsound sedih, lengkap dengan tulisan “Sakitnya tuh di dasar karang”.

Baru-baru ini, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bak Satpol PP-nya laut, turun tangan menyegel tiga pulau di Kepulauan Riau. Pulau Citlim, Pulau Kapal Besar, dan Pulau Kapal Kecil kena ‘garis polisi’. Tapi jangan salah sangka, bukan karena nonton konser dangdut ilegal, tapi karena aktivitas tambang dan reklamasi di sana nggak punya surat-surat lengkap. Ibarat pengendara motor masuk tol, tanpa helm, STNK, SIM, dan malah ngebut sambil selfie. Ya wajar ditilang.

Coba bayangin laut dan pulau-pulau kecil itu kayak rumah kos. Kalau mau numpang tinggal atau bahkan renovasi kamar mandi, ya harus izin dulu dong sama yang punya. Dalam hal ini, KKP adalah ibu kos yang megang kunci gembok. Tapi nyatanya, ada saja penyewa liar yang masuk tanpa permisi, malah ngebor pasir, bangun bangunan, dan bikin reklamasi.

Kalau sudah rusak, laut pun murung. Terumbu karang jadi pecah, ikan-ikan stres, dan nelayan melongo nunggu ikan yang nggak datang-datang.

Kegiatan tambang oleh PT. JPS di Pulau Citlim bahkan disebut-sebut belum punya rekomendasi pemanfaatan pulau kecil, apalagi izin PKKPRL dan reklamasi. Itu kayak mau bangun mall di halaman rumah orang, tanpa izin RT, RW, dan tetangga sebelah. Keren bener.

Pepatah Lama Bilang “Air Beriak Tanda Tak Dalam, Tapi Air Tercemar Tanda Ada Tambang Nakal. Direktur Jenderal PSDKP, Bapak Ipunk (yang nama resminya Pung Nugroho Saksono), ngomong dengan nada tegas tapi adem seperti wedang jahe di musim angin tenggara.

Beliau bilang KKP hadir sebagai respon dari jeritan masyarakat. Warga sekitar ternyata bukan hanya curhat di grup WhatsApp RT, tapi juga kirim aduan resmi. Hasilnya, pengawasan dari Polisi Khusus PWP3K membuktikan bahwa kegiatan di tiga pulau itu ibarat main layangan di tengah bandara sangat berbahaya dan penuh potensi bencana.

Sesuai aturan terbaru (PMKP Nomor 10 Tahun 2024 dan PMKP Nomor 28 Tahun 2021), semua kegiatan yang mau menggunakan ruang laut atau pulau kecil wajib punya surat izin yang sah. Biar jelas siapa ngapain di mana. Kayak daftar hadir saat upacara bendera. Tanpa itu, ya dianggap bolos.

Bukan hanya di Kepri, persoalan ini ibarat fenomena gunung es. Yang kelihatan cuma segel dan penyegelan, tapi di bawah permukaan, ada dugaan rusaknya ekosistem, hancurnya terumbu karang, berkurangnya populasi ikan, dan hilangnya mata pencaharian nelayan. Semua demi kepentingan investasi yang kadang lebih mirip praktik serakah.

Nah, yang lebih menarik lagi, KKP sekarang nggak kerja sendirian. Mereka ngajak rame-rame Kementerian Investasi, Dinas Kelautan, Dinas Energi, Dinas Lingkungan Hidup, sampai Dinas Penanaman Modal.

Pokoknya semua “Dinas Avengers” dikerahkan, karena yang ngotori laut itu kerja bareng, maka bersihinnya juga harus bareng-bareng. Baru adil, bukan?

Apa susahnya sih minta izin dulu?, bukankah nelayan kecil yang cuma mau masang jaring aja kadang masih harus mikir gelombang dan arah angin? Masa tambang gede-gedean malah main asal gali?

Bukan anti-investasi, loh, tapi kita cuma nggak mau laut kita jadi korban cinta satu malam: digoda, dirusak, lalu ditinggalkan.

Negara kita punya 17 ribu pulau lebih. Tapi yang benar-benar kita jaga baru sedikit. Jangan sampai nanti anak cucu kita hanya bisa belajar soal laut biru dari buku pelajaran atau lukisan dinding restoran seafood.

Laut itu bukan tempat buang sial atau lahan bancakan elite. Dia sumber kehidupan. Ia bisa kasih kita ikan, wisata, bahkan inspirasi lagu. Tapi kalau dia terus dilukai, jangan salahkan kalau suatu hari laut akan kembali marah.

Kalau pulau-pulau kecil bisa ngomong, mereka pasti bakal bilang, “Kami kecil, tapi jangan diremehkan. Kami tak ingin jadi korban kerakusan yang besar”

Dan untuk kalian yang suka menyelundup masuk ke pulau tanpa izin: ingatlah pepatah lama dari nelayan tua,
“Jangan menebar jaring di lautan hukum, kalau tak siap tersangkut di kapal hukum”.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • lrt-palembang-mock

    Waduh..! Menhub Takut LRT Palembang Jadi Pajangan Saja, Tapi Sebutnya Palembang Keren

    • calendar_month Minggu, 27 Agt 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.390
    • 0Komentar

    Menteri Perhubungan (Menhub) RI Budi Karya Sumadi mengaku cemas dengan selesainya pembangunan Light Rail Transit (LRT) Kota Palembang. Pasalnya setelah usai Asian Games di Jakarta – Palembang, transfortasi kereta ini akan menjadi.

  • Sekda Prov. Sumsel : Generasi Masa Depan Harus Sehat & Cerdas Jauh dari 3 Penyakit Ini..

    Sekda Prov. Sumsel : Generasi Masa Depan Harus Sehat & Cerdas Jauh dari 3 Penyakit Ini..

    • calendar_month Selasa, 23 Agt 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.395
    • 0Komentar

    Sekretaris Daerah (Sekda) Sumsel, S.A Supriono apresiasi Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sumsel menyelenggarakan Sosialisasi Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2021 tentang Fasilitas Pencegahan dan Pemberantasan Penyelagunaan dan Perederan Gelap Narkotika (P4GN) dan  Prekursor Narkotika bertempat di Hotel Beston, Senin (22/8). Menurut Sekda sosialisasi ini sangat penting hal tersebut bentuk seriusnya pemerintah untuk memberantas […]

  • Palembang Bakal Kaji Non ASN Masuk Jaminan dari Taspen

    Palembang Bakal Kaji Non ASN Masuk Jaminan dari Taspen

    • calendar_month Jumat, 11 Jan 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.120
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,  Palembang – Walikota Palembang H Harnojoyo mengatakan, Pemerintah Palembang akan mengkaji kemungkinan non ASN masuk dalam jaminan Taspen. “Ini akan menjadi bahan bagi kami bagaimana ASN dan non ASN dapat sejahtera di hari tua nanti. Akan dikaji serta dipelajari bagaimana sistem Taspen untuk Non ASN,” ujarnya, saat audiensi dengan Walikota Palembang H Harnojoyo di […]

  • Siak Bermadah &Festival Kabupaten Lestari 2019 

    Siak Bermadah &Festival Kabupaten Lestari 2019 

    • calendar_month Jumat, 11 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 841
    • 0Komentar

    KEBAKARAN hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah daerah khususnya Kabupaten yang tergabung dalam Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) menjadi catatan khusus bagi Ketua Umum LTKL Dodi Reza yang juga Bupati Muba. Tercatat, di tahun 2019 ini 6 dari 11 Kabupaten anggota LTKL yakni diantaranya Muba, Batanghari, Rokan Hulu, Sanggau, Siak, dan Sintang mengalami Karhutla maupun terdampak […]

  • Archicad Collaborate dari Graphisoft jadikan Teknologi BIM Terdepan Lebih Mudah Diakses melalui Penawaran Subscription yang Baru

    Archicad Collaborate dari Graphisoft jadikan Teknologi BIM Terdepan Lebih Mudah Diakses melalui Penawaran Subscription yang Baru

    • calendar_month Rabu, 22 Mar 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 802
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Graphisoft, pengembang solusi perangkat lunak Building Information Modeling (BIM) terkemuka untuk arsitektur dan arsitektur, memperkenalkan Archicad Collaborate pada hari ini. Penawaran berbasis langganan ini menggabungkan Archicad pemenang penghargaan untuk desain arsitektural dengan BIMcloud SaaS untuk akses yang cepat, efisien, dan aman terhadap proyek bersama secara real time, dan semuanya dengan harga yang terjangkau. […]

  • Beras-Minyak Goreng Murah, Diserbu Warga

    Beras-Minyak Goreng Murah, Diserbu Warga

    • calendar_month Selasa, 13 Feb 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 720
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, -Subsidi pangan pasar murah yang digelar di Desa Lebuh Rarak, Kecamatan Pedamaran oleh Pemerintah Kabupaten OKI bersama Bulog, Baznas dan Bank Sumsel Babel diserbu masyarakat, Selasa (12/2/24). Pasar murah  yang digelar tiga kali dalam sepekan itu untuk menstabilkan harga dan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari. . “Harga pangan pokok khususnya komoditas beras mengalami kenaikan […]

expand_less
WordPress Archive Megazine – Responsive WordPress Theme Meki – Artist Makeup Business Services Elementor Template Kit Melady – Creative Blog & Magazine WordPress Theme Melier Hair & Beauty Salon Elementor Template Kit Melina – Personal Blog & Magazine WordPress Theme Mellifera – Beekeeping and Honey Shop WordPress Theme Mellow – Personal Portfolio WordPress Theme Melodica – Music Band & Musician WordPress Theme Member Mouse Jetpack CRX Addon Memberlist layouts for UserPro