Sabtu, 22 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Industri Kreatif & UKM » “Menari Bersama Cuan: ATRAKSI Bukan Sekadar Lenggokan, Tapi Lompatan Ekonomi!”

“Menari Bersama Cuan: ATRAKSI Bukan Sekadar Lenggokan, Tapi Lompatan Ekonomi!”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 16 Jul 2025
  • visibility 594
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MENARI itu soal panggung, tepuk tangan, dan kadang amplop yang lebih ringan dari harapan, tapi kini, lewat ATRAKSI bukan atraksi sirkus ya, tapi Asosiasi Tari dan Koreografer Indonesia semua berubah.

Penari bukan lagi cuma penghias acara pembukaan, tapi siap jadi pelaku ekonomi kreatif yang goyangnya mengguncang ekonomi nasional.

Peresmian ATRAKSI di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta, Selasa, 15 Juli 2025, kemarin dihadiri Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, dan di situ bukan cuma tepuk tangan yang berbunyi, tapi juga peluang dan strategi yang mulai berdenting.

Ibarat pepatah, “Kalau bisa menari di atas panggung, kenapa tidak sekalian menari di atas grafik pertumbuhan ekonomi nasional?”.

Bahkan Wamen Ekraf dalam sambutannya, beliau menyampaikan harapan agar para pelaku tari tetap bersatu tanpa memusingkan genre, karena ujungnya satu  Indonesia.

“Yang penting jangan bertengkar soal siapa lebih lentur, tapi siapa yang bisa lebih cuan,” tambahnya dengan gaya kocak namun menggigit.

Ini penting buat para emak-emak sedunia terutama yang sering bikin status WhatsApp soal nilai ulangan anak. Kita perlu sadar bahwa potensi anak bukan cuma di dalam kelas, tapi juga di luar kelas, bahkan di halaman rumah saat anak joget-joget gak jelas. Siapa tahu itu bibit koreografer masa depan, bukan cuma pecinta TikTok.

Menurut Dr. Howard Gardner, profesor dari Harvard University, dalam teori Multiple Intelligences-nya, kecerdasan itu gak tunggal, tapi beragam, ada kecerdasan linguistik, logika-matematika, sampai kinestetik. Nah, penari dan koreografer itu termasuk yang punya kecerdasan kinestetik-jasmani, mereka mengekspresikan ide lewat gerak tubuh. (Gardner, Frames of Mind: The Theory of Multiple Intelligences, 1983).

Jadi, kalau anak kita suka nari daripada ngitung pecahan, jangan langsung dilarang, siapa tahu kelak dia justru lebih sukses lewat pentas daripada lewat kalkulus.

Pendidikan karakter dan kreativitas gak cuma dibangun di bangku sekolah, tapi juga dari lantai sanggar, karpet ruang tamu, dan panggung-panggung lokal.

ATRAKSI hadir sebagai rumah bagi 500 penari profesional lintas genre, dari tari tradisional sampai freestyle kontemporer. Tapi rumah ini bukan cuma tempat latihan kibas selendang, tapi juga melatih arah masa depan. Di sinilah titik baliknya penari bukan lagi figuran, tapi pionir ekonomi kreatif.

Wamen Ekraf Irene Umar menegaskan, “ATRAKSI ini bukan cuma soal nari, tapi juga narik -narik perhatian, narik investor, narik peluang”. Bahkan dalam sambutannya, beliau menyampaikan harapan agar para pelaku tari tetap bersatu tanpa memusingkan genre, karena ujungnya satu Indonesia.

“Yang penting jangan bertengkar soal siapa paling lentur, tapi siapa paling kreatif dan kolaboratif,” tambahnya.

Kalau bicara soal cuan dari kreativitas, lihatlah Korea Selatan. Awalnya, boyband dan tarian mereka dicemooh. Tapi sekarang? Industri K-pop dan tari mereka menghasilkan lebih dari USD 10 miliar per tahun.

Menurut laporan Korea Creative Content Agency (KOCCA), budaya pop mereka, termasuk seni tari, menyumbang 1,5% dari total PDB negara. Nah, kenapa Indonesia tidak bisa?.

Brasil bukan cuma jago main bola, tapi juga jago ngejual budaya. Lihat aja karnaval Rio de Janeiro, tiap tahun festival itu menghasilkan lebih dari USD 1 miliar buat ekonomi lokal. Puluhan ribu penari Samba dari berbagai komunitas tampil selama berhari-hari. Hotel penuh, UMKM laris, turis berdatangan. Itu baru satu event, Bro!

Pelajarannya,  ternyata seni tari bisa jadi magnet wisata dan ladang rejeki sepanjang tahun, asal dikemas dengan branding dan infrastruktur yang solid.

Tari di India bukan cuma hobi, tapi industri raksasa. Setiap film Bollywood pasti ada tarian bahkan yang judulnya Film Horor Pun Boleh Joget Dulu. Dari situ, penari dan koreografer India dikontrak internasional dari panggung Broadway sampai koreografi untuk upacara pembukaan Olimpiade.

Menurut Federation of Indian Chambers of Commerce and Industry, industri hiburan India bernilai lebih dari USD 25 miliar, dan tari jadi komponen pentingnya. Kalau seni tari disinergikan dengan industri film, musik, dan pariwisata hasilnya? Bukan cuma panggung, tapi panggungan cuan!

Di Tiongkok, tari jadi alat soft power. Lewat program seperti Confucius Institute, mereka mengirim tim kesenian ke lebih dari 150 negara. Tari tradisional seperti tarian kipas, tarian singa, dan tari klasik Tiongkok tampil dalam berbagai forum internasional. Itu bukan cuma buat budaya, tapi juga buat citra, wisata, dan investasi.

Tahun 2019, sektor budaya dan hiburan menyumbang sekitar 4,5% dari PDB Tiongkok. Nah loh artinya kalau dikemas serius, tari bisa jadi senjata diplomasi dan jembatan ekonomi global.

Prancis juga punya institusi seperti Centre National de la Danse yang mendukung pengembangan koreografi dan tari kontemporer. Dari sana lahir nama-nama besar yang manggung di seluruh dunia.

Tari di Prancis masuk dalam ekosistem ekonomi kreatif Eropa yang terintegrasi, dan didukung dana pemerintah serta swasta. Koreografer bisa dapet dana riset, residensi, dan produksi. Kalau negara kasih ruang riset dan support buat penari, hasilnya bukan cuma gerakan indah, tapi juga prestasi dan devisa.

Bayangkan Tari Saman jadi tantangan TikTok global, Jaipongan berkolaborasi dengan DJ internasional, atau Reog tampil di Coachella, semua itu bisa jadi nyata asal ada rumahnya dan ATRAKSI inilah rumah itu. Seperti kata pepatah “Kalau bisa bikin penonton bergoyang, kenapa gak sekalian bikin devisa berdendang?”.

Jadi, tari itu bukan cuma soal panggung dan kostum, tapi bisa jadi pilar ekonomi asal disertai Ekosistem yang suportif (macam ATRAKSI), dukungan kebijakan dan pembiayaan, akses ke pasar global, pendidikan kreatif sejak dini termasuk dari para emak-emak!.

Punya rumah

Muhammad Reza, Ketua ATRAKSI, bilang asosiasi ini lahir dari keresahan bukan karena gagal split, tapi karena selama ini para penari dan koreografer sering bekerja sendiri-sendiri. “Kami ingin punya rumah yang bukan cuma teduh, tapi juga punya dapur yang ngebul,” ungkapnya.

Dengan slogan “lintas generasi, lintas genre”, ATRAKSI memfasilitasi pelatihan, advokasi, hingga perlindungan sosial seperti BPJS Ketenagakerjaan. Nah, ini baru namanya goyang sambil bergaransi. Apalagi dengan dukungan dari pemerintah, lembaga pendidikan, dan tokoh-tokoh kreatif nasional.

Kita perlu ajak semua kalangan, termasuk para orang tua, guru, hingga pengambil kebijakan, untuk tidak memaksa anak jadi sama, tapi membiarkan mereka menari sesuai irama bakatnya.

Kalau hari ini anakmu joget mulu dan malas matematika, jangan buru-buru frustrasi. Lihatlah dia dengan kacamata baru. Barangkali dia bukan gagal, tapi belum diberi panggung yang sesuai. Dan kalau dia beruntung masuk ekosistem ATRAKSI, bisa jadi dia bukan cuma nari, tapi juga ngajar, bikin koreo, sampai punya studio sendiri.

Peresmian ATRAKSI ini bukan sekadar seremonial, ini launching peradaban kreatif. Indonesia tidak kekurangan penari. Yang kita butuhkan adalah sistem yang mendukung, wadah yang menyatukan, dan mentalitas yang menghargai semua bentuk kecerdasan.

Untuk para penari jangan cuma lihai melenggok, tapi juga lihai menyusun strategi, untuk emak-emak jangan cuma bangga kalau anak ranking satu, tapi juga kalau anak bisa pentas dan disorot dunia dan untuk bangsa ini mari kita tarikan kekuatan budaya menjadi gerakan ekonomi, karena di setiap goyangan, ada potensi peradaban. “Kalau bisa cuan sambil joget, kenapa harus kerja sambil stres?” -Filosofi ATRAKSI, 2025.

Karena kadang, masa depan anak tidak datang dari seberapa tinggi nilai UN-nya, tapi seberapa besar dia berani menari di panggung yang dia percaya.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • “Karhutbunlah Muba, Api Tak Pernah Kapok, Komitmen Jangan Sekadar Seremonial”

    “Karhutbunlah Muba, Api Tak Pernah Kapok, Komitmen Jangan Sekadar Seremonial”

    • calendar_month Jumat, 29 Agt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 987
    • 0Komentar

    DI Musi Banyuasin [Muba], asap itu seperti tamu tak diundang yang bandel, tiap tahun, ia datang seenaknya, bikin hidung pedih, mata perih, dan nama daerah tercoreng. Kebakaran hutan, kebun, dan lahan (Karhutbunlah) ibarat drama sinetron Ramadan sudah tahu alurnya, tetap saja tayang tiap tahun, bedanya, kalau sinetron bisa bikin baper, kalau Karhutbunlah bikin sesak nafas. […]

  • Ketum Perbasi Sumsel Latih 400 Pelatih di Indonesia Via Virtual

    Ketum Perbasi Sumsel Latih 400 Pelatih di Indonesia Via Virtual

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.200
    • 0Komentar

    SEBANYAK 400 pelatih bola basket di Indonesia mengikuti pelatihan “Team offense concept” serta pentingnya pendidikan karakter bagi pemain basket, di Guest House Griya Bumi,kemarin. Pelatihan tersebut dihadiri juga Coach Ricky Gunawan, mantan Gubernur Sumsel dua periode H Alex Noerdin. Kegiatan tersebut dilakukan secara virtual [zoom meeting], disaat pandemi covid-19, guna menambah knowledge para pelatih bola […]

  • Pemkot Salurkan Bantuan Untuk Warga Terdampak Covid-19

    Pemkot Salurkan Bantuan Untuk Warga Terdampak Covid-19

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2020
    • account_circle Yosep Indra Praja
    • visibility 1.242
    • 0Komentar

    DALAM waktu kurun beberapa pekan terakhir Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang mengajak masyarakat untuk tetap berdiam diri dirumah, tujuannya untuk memutus mata rantai penyebaan Virus Corona di Kota Palembang. Hal tersebut berdampak pada warga kurang mampu yang tidak memiliki penghasilan tetap. Melihat kondisi ini, Pemkot akan memberikan bantuan berupa beras kepada warga, Jumat (17/4/2020) beras beras […]

  • Pemerintah Prioritaskan Kesehatan dan Keamanan Masyarakat Libur Nataru

    Pemerintah Prioritaskan Kesehatan dan Keamanan Masyarakat Libur Nataru

    • calendar_month Sabtu, 25 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 698
    • 0Komentar

    PEMERINTAH memprioritaskan perlindungan Kesehatan dan keamanan masyarakat selama libur Natal & Tahun Baru (Nataru) 2021-2022 karena itu sudah menjadi prioritas. Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny Gerard Plate, menjelaskan, perlindungan kesehatan dilakukan dengan terus mengingatkan dan mengimbau masyarakat untuk terus menjaga protokol kesehatan (prokes) dan menjaga ketertiban di rumah dan tempat umum. “Perlindungan kesehatan dan […]

  • Meski Gedung Disdukcapil Alami Kebakaran, Pelayanan Masyarakat Nggak Boleh Terganggu, Harus Bergerak Cepat, Jumput Bola ke Pusat Agar Pelayanan Normal Kembali

    Meski Gedung Disdukcapil Alami Kebakaran, Pelayanan Masyarakat Nggak Boleh Terganggu, Harus Bergerak Cepat, Jumput Bola ke Pusat Agar Pelayanan Normal Kembali

    • calendar_month Jumat, 10 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 714
    • 0Komentar

    PELAYANAN administrasi penduduk yang terus mendesak, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Palembang pasca insiden kebakaran yang belum lama ini terjadi disarankan Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda harus bergerak cepat. Fitri mengajak Disdukcapil  harus proaktif jemput bola raih bantuan pusat untuk bantuan perbaikan ruangan dan peralatan yang tidak bisa diselematkan saat amukan si jago […]

  • Presiden Nyatakan, Makna Iduladha sebagai Momentum Penguatan Solidaritas Bangsa

    Presiden Nyatakan, Makna Iduladha sebagai Momentum Penguatan Solidaritas Bangsa

    • calendar_month Selasa, 20 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 901
    • 0Komentar

    PRESIDEN Joko Widodo memaknai Iduladha tahun ini sebagai momentum untuk menguatkan solidaritas untuk bangkit bersama menghadapi pandemi Covid-19. Menurut Presiden, Iduladha mengandung pesan mulia, pengorbanan, dan kemanusiaan yang patut menjadi pegangan bagi bangsa dan negara. Hal tersebut disampaikan Presiden dalam acara Takbir Akbar Hari Raya Iduladha 1442 H yang dilaksanakan melalui konferensi video dari Istana […]

expand_less
WordPress Archive Claire – Personal Portfolio Elementor Template Kit Clamby – Fashion Ecommerce Elementor Template Kit ClanyEco– Cleaning Services WordPress Theme ClaPat – Creative Masonry Blog WordPress Theme Classiads - Classified Ads WordPress Theme Classiera – Classified Ads WordPress Theme Classified Ads Script – Infinity Market Classifieds – Classified Ads WordPress Theme Classima – Classified Ads WordPress Theme Classipress Theme Compatibility for AMP