Jumat, 4 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » SUMSELGLOBAL » PENDIDIKAN : Sekolah di Tengah Sawit, Hafalan di Tengah Hati, Antara Tebu, Tafsir & Cita-cita Anak Desa

PENDIDIKAN : Sekolah di Tengah Sawit, Hafalan di Tengah Hati, Antara Tebu, Tafsir & Cita-cita Anak Desa

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 14 Jul 2025
  • visibility 1.093
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Artikel ini tersedia dalam dua bahasa, versi Bahasa Inggris tersedia di bawah setelah garis pemisah.

DI tengah daun sawit yang nyaris tak sempat gugur, karena angin pun segan mampir, tiba-tiba terdengar suara anak kecil mengeja
“A… Ba… Ta… Tsa…”
Bukan sulap, bukan sihir, itu bukan bunyi jangkrik lapar, tapi suara masa depan yang mulai dibentuk di SDIT At-Tibyan, sebuah sekolah dasar Islam terpadu yang baru saja resmi berdiri di Desa Dawas, Kecamatan Keluang, Kabupaten Musi Banyuasin.

Kalau biasanya anak-anak desa disuruh jaga kebun, ini justru mereka disuruh jaga hafalan, kalau biasanya orang tua mikir, “Sekolah dekat mana?”, sekarang bisa mikir, “Sekolah ini dekat ke surga atau nggak?”

Boleh dibilang, SDIT At-Tibyan ini ibarat rebung yang tumbuh di antara tunggul sawit. Kecil, tapi lentur dan penuh harapan. Di tempat yang orang kota mungkin cuma lihat di Google Maps, di sinilah sekolah ini berdiri. Bukan gedung mewah, tapi hati yang mewah. Bukan kursi empuk, tapi cita-cita yang tegak lurus ke langit.

KH Syarofi, pimpinan pondok, menyebutnya sebagai bentuk ikhtiar.
“Biar anak-anak sini gak cuma bisa motong buah sawit, tapi juga bisa memetik ayat satu-satu dari mushaf,” katanya dengan gaya yang tenang, tapi menusuk sanubari.

Ini bukan soal papan nama sekolah atau jumlah siswa yang baru 38. Ini tentang keberanian menanam benih di tanah keras.

Seperti pepatah “Setinggi-tinggi bangau terbang, akhirnya kembali juga ke kubangan”. Oleh karena itu, setinggi-tinggi harapan orang tua, tetap ingin anaknya kembali pada nilai.

Dan siapa bilang anak desa tak bisa bersaing?, justru dari sinilah biasanya muncul kejutan, karena seperti kata pepatah nenek kita dulu, “Batu kerikil di ladang kadang lebih tajam dari mata pedang”
Mereka belajar Qur’an, belajar hidup, belajar mengenal huruf dan mengenal Tuhan. Apa tidak manis hidup itu?

Kalau sekolah kota kadang jadi pabrik nilai ujian, sekolah desa ini jadi rumah nilai kehidupan.

Aan Cipta Mandiri, anggota dewan yang bantu urus izin sekolah ini, pantas kita ucapkan terima kasih. Tapi lebih dari itu, kita harus ucapkan terima kasih pada orang tua, guru, dan anak-anak yang sudah berani mimpi di tengah kebun, di tengah ketidakpastian.

Karena pendidikan itu seperti menanam tebu, awalnya pahit dirawat, akhirnya manis dipanen.

Dan seperti kata motivator favorit kita, ya kita sendiri “Kalau kamu tak bisa sekolah di Istana, buatlah sekolahmu jadi tempat yang bisa mengantar anak-anak masuk Surga”.

SDIT At-Tibyan mungkin baru berdiri, mungkin belum punya lapangan basket, belum ada kantin, belum ada tempat parkir motor guru yang rapi. Tapi sekolah ini sudah punya satu yang sangat penting semangat untuk tidak menyerah pada keadaan.

Mereka tidak menunggu semua sempurna, baru mulai, mereka mulai dari yang ada dengan doa, dengan Qur’an, dan dengan cinta.

Dan kita semua yang baca ini, yang tahu ceritanya, yang masih bisa merasa haru dan lucu di waktu bersamaan harus percaya satu hal “Masa depan bangsa ini bisa dimulai dari satu kelas kecil di tengah sawit. Asal ada guru, ada murid, dan ada harapan”.


This article is bilingual. English version starts here

GB, EDUCATION: A School in the Palm Fields, and a Heart Full of Qur’an: Between Sugarcane, Surahs, and Rural Dreams

AMID the vast palm oil plantations where even the wind hesitates to blow, a soft voice breaks the silence:
“A… Ba… Ta… Tsa…”
No, it’s not a lost jungle chant. It’s the voice of the future slowly forming inside SDIT At-Tibyan, a newly inaugurated integrated Islamic elementary school in Dawas Village, Keluang District, Musi Banyuasin.

While most village kids are told to watch over the farm, these ones are watching over their Qur’an memorization. And where most parents ask “Where’s the nearest school?”, now they can ask, “Is this school leading my kid to heaven?”

SDIT At-Tibyan is like a bamboo shoot sprouting between stumps of oil palm. Small, but flexible and full of promise. Forget shiny buildings and luxury chairs this is a school of determination and sky-high dreams.

KH Syarofi, the head of the At-Tibyan Islamic Boarding School, calls it a sacred effort.
“So these kids don’t just harvest palm fruits, but also harvest verses,” he said calmly, with a smile that could soften stone.

This isn’t about a fancy signboard or having 38 students. It’s about courage the courage to plant hope in hard soil. Because as the old proverb goes “No matter how high the crane flies, it returns to the swamp”
Likewise, no matter how high the parents’ hopes, they want their children grounded in values.

Who says village kids can’t compete? Often, surprises come from the smallest corners. Like grandma used to say,
“Pebbles in the field can be sharper than any sword”
These children learn the Qur’an and learn life. They learn to read letters and recognize the Creator. What could be sweeter?

If urban schools are sometimes factories of grades, this rural school is a home of life values.

Special thanks to Mr. Aan Cipta Mandiri, the local lawmaker who helped smoothen the licensing. But above all, let’s thank the brave parents, teachers, and students who dared to dream in the middle of oil palms, in the middle of uncertainty.

Because education is like planting sugarcane: bitter to manage at first, sweet to harvest in the end.

And as our favorite self-made motivator once said (yes, it’s us) “If you can’t study in a palace, make your humble school a place that leads children to paradise”

SDIT At-Tibyan may be new. It may lack a basketball court, a snack bar, or a fancy motorcycle parking lot. But it has one thing money can’t buy the courage to begin.

They didn’t wait for perfection.
They started with what they had prayer, Qur’an, and love.

And all of us who read this, who feel it, who can laugh and cry in the same breath must believe this “The future of this country might begin in a single, humble classroom among palm trees as long as there are teachers, students, and hope”.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menata Anggaran, Menata Masa Depan Sumsel

    Menata Anggaran, Menata Masa Depan Sumsel

    • calendar_month Selasa, 8 Jul 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 638
    • 0Komentar

    DI Ruang Rapat Paripurna DPRD Provinsi Sumsel, Senin (7/7/2025), aroma serius menyelimuti udara. Tapi jangan salah, meskipun kelihatan tegang dan penuh kertas tebal, di balik semua itu ada aroma kopi kental hangat, pahit-pahit manis, dan kalau kebanyakan gula bisa bikin diabetes fiskal. Pak Gubernur H. Herman Deru hadir dalam Rapat Paripurna ke-XV yang membahas soal […]

  • Dapur Cerdas dari Muba, Saat Gizi Jadi Strategi

    Dapur Cerdas dari Muba, Saat Gizi Jadi Strategi

    • calendar_month Kamis, 15 Mei 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 734
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Kalau kita ibaratkan pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Musi Banyuasin ini sebagai sebuah hidangan, maka ini bukan sembarang masakan rumahan, melainkan hidangan istimewa yang diramu dengan resep nasional dan sentuhan lokal yang khas. Rapat MoU yang digelar Rabu (14/5/2025), di ruang Sekda, adalah momen awal penyusunan resep itu yang nantinya […]

  • Rokok dan Rebahan Jadi Ancaman Jantung Remaja

    Rokok dan Rebahan Jadi Ancaman Jantung Remaja

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 20
    • 0Komentar

    Gaya hidup minim gerak, begadang hingga kebiasaan merokok mulai memicu risiko hipertensi dan penyakit jantung pada pelajar PENYAKIT jantung kini tidak lagi identik dengan usia lanjut. Di tengah gaya hidup modern, ancaman gangguan jantung dan hipertensi perlahan mulai menyasar kalangan remaja. Kebiasaan rebahan terlalu lama, kurang olahraga, begadang, konsumsi makanan cepat saji hingga rokok menjadi […]

  • Pergerakan Pesawat Masa Pandemi Capai 1.054 Flighti

    Pergerakan Pesawat Masa Pandemi Capai 1.054 Flighti

    • calendar_month Minggu, 1 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.292
    • 0Komentar

    PERGERAKAN pesawat di Bandara Internasional Soekarno Hatta pada Kamis (28/04/2022) atau H-4 kemarin, menembus 1.054 flight hampir menyamai sebelum Pandemi Covid. Pergerakan ini merupakan capaian tertinggi pergerakan pesawat di masa pandemi. Sebelum pandemi, pergerakan pesawat bisa mencapai hingga 1.200 flight per hari. Saya gembira sekali. Ini pertama kali melampaui 1.000 flight dalam dua tahun terakhir […]

  • Dari Era-nya Oemar Bakrie & Hingga Kini, Nasibmu Guru….

    Dari Era-nya Oemar Bakrie & Hingga Kini, Nasibmu Guru….

    • calendar_month Jumat, 14 Feb 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.094
    • 0Komentar

    WACANA penghapusan tenaga honorer oleh pemerintah pusat menimbulkan keresahan tersendiri di kalangan guru honorer lingkungan  di Provinsi Sumsel. Untuk mendapatkan dukungan, sejumlah perwakilan guru honorer inipun memberanikan diri untuk curhat langsung ke Wakil Gubernur Sumsel H.Mawardi Yahya, di Kantor Gubernur, Jumat [14/2/2020]. Para perwakilan guru dan tenaga pendidikan yang mereka namai honorer Non K (GTKHNK […]

  • HUT RI- 79 : Tabur bunga di TMP Kesuma Negara Kayuagung

    HUT RI- 79 : Tabur bunga di TMP Kesuma Negara Kayuagung

    • calendar_month Minggu, 18 Agt 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 846
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, – Dalam rangkaian acara memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2024 tingkat Kabupaten Ogan Komering Ilir, Pj Bupati OKI Ir. Asmar Wijaya, M.Si bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah melakukan ziarah nasional ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Kesuma Negara Kayuagung. Ziarah dilakukan usai Upacara penaikan bendera Merah Putih yang dilaksanakan […]

expand_less
WordPress Archive Neurai – AI Agency & Technology WordPress Theme Nevia – Responsive HTML5 Template New Estate – Real Estate Elementor Template Kit New-High Fashion WooCommerce WordPress Theme New Learning | Premium Moodle Theme New Zealand Post Shipping For WooCommerce Newark – Writing and Personal Blog WordPress Theme Newpress – Blog Magazine WordPress Theme News Addons for Elementor – Ultimate News, Blog and Magazine Widgets News Magazine Papr – News Magazine WordPress Theme