Sabtu, 3 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Olahraga & Otomotif » Kristian Tareo & Rahasia Kemenangan Tanpa Rapat Tim

Kristian Tareo & Rahasia Kemenangan Tanpa Rapat Tim

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 11 Jul 2025
  • visibility 966
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DUNIA sepak bola, ada dua hal yang tak bisa diajarkan oleh pelatih mana pun naluri mencetak gol dan hati yang tak kenal lelah.

Nah, di pertandingan perempat final HYDROPLUS Piala Pertiwi 2025 antara Papua vs Yogyakarta kemarin, dua-duanya nongol kayak sinyal WiFi tetangga nggak bisa ditebak tapi mematikan.

Adalah Kristian Tareo Bapan, kapten yang tak cuma punya nama panjang macam formulir pendaftaran kuliah, tapi juga kaki yang seperti sudah disponsori oleh energi matahari. Empat gol ia borong sendirian, dengan tempo yang mirip promo flash sale: menit 2, lalu gas lagi di 53, 55, dan 58. Gawang Yogyakarta sampai kayak ATM rusak tiap ditekan malah keluar angka.

Sementara itu, tim Yogyakarta sempat membalas satu lewat penalti sang kapten, Ratu Aisha Binar. Tapi sayangnya, setelah gol itu, stamina mereka mulai seperti baterai ponsel jadul hanya tahan sampai WhatsApp dibuka dua kali.

Pelatih Papua, Touskha Oktafia Stevelien Iba yang namanya kalau diundang ke acara seminar bisa makan dua baris spanduk menyampaikan rasa syukur dan sadar betul bahwa timnya baru ngumpul dua hari sebelum latihan. Boro-boro uji coba, kumpul buat kenalan aja baru sempat. Tapi seperti kata pepatah, “Air bisa menemukan jalannya sendiri, apalagi kalau dibantu doa dan semangat kolektif yang nyala kayak kompor gas empat tungku”

Touskha tahu persis bahwa timnya belum sempurna. Tapi toh di dunia ini siapa sih yang sempurna? Bahkan Lionel Messi pun pernah kena offside. Yang penting, katanya, “Kami akan terus memperbaiki semua lini, dari belakang sampai kiper, termasuk gaya selebrasi kalau menang”. Nah, ini baru pelatih yang paham bahwa sepak bola juga soal drama.

Di sisi lain, pelatih Yogyakarta, Ixsan Fajar Pranoto, dengan jujur mengakui bahwa anak asuhnya kalah dari segi fisik. Ini seperti balapan lari antara yang tiap pagi jogging sama yang tiap pagi rebutan kerupuk. Niatnya kuat, tapi nafasnya pendek.

Menurut Ixsan, lima menit terakhir jadi neraka kecil bagi timnya. Tiga gol Papua seperti hujan es di tengah konser bikin buyar semua konsentrasi. Tapi tetap, Yogyakarta tampil sportif dan menunjukkan bahwa semangat tak harus selalu dibayar dengan skor.

Coba tengok Jepang saat membentuk tim sepak bola wanita mereka sebelum jadi juara dunia 2011. Tim itu dulunya bukan siapa-siapa. Tapi dengan latihan disiplin, semangat pantang menyerah, dan nasi kotak yang penuh cinta, mereka mampu mengejutkan dunia.

Atau lihat Islandia, negeri kecil yang bahkan jumlah penduduknya kalah sama penonton konser dangdut. Tapi sepak bolanya bisa tembus Piala Dunia. Kuncinya? Sistem pembinaan dan mentalitas baja. Sisanya tinggal percaya dan nari Viking Clap rame-rame.

Seperti kata Nelson Mandela “Sport has the power to inspire. It has the power to unite people in a way that little else does”. [“Olahraga punya kekuatan untuk menginspirasi. Ia punya kekuatan untuk menyatukan orang-orang dengan cara yang tak bisa dilakukan oleh hal lain”].

Dan benar saja, semangat anak-anak Papua ini bukan cuma bikin gol, tapi bikin kita semua percaya bahwa dengan persiapan seadanya pun, kemenangan bisa dicetak asal hati dan kaki satu ritme.

Di dunia yang penuh kompetisi ini, kadang yang kita butuh bukan teknologi canggih atau taktik luar biasa. Tapi cukup dengan niat yang jujur, usaha yang ulet, dan satu dua doa yang dikirim dari rumah-rumah di pelosok Papua. Maka hasilnya pun manis, bahkan lebih manis dari teh manis di warung padang.

Kemenangan Papua ini bukan sekadar skor. Ini cerita tentang semangat, tentang kerja keras yang tak menunggu sempurna dulu baru jalan. Ini juga tentang doa dan keyakinan yang seringkali diremehkan di zaman serba hitung-hitungan statistik.

Kristian Tareo bukan cuma pencetak gol. Ia simbol bahwa kalau kita percaya dan terus menekan hidup dengan semangat press, press, press, lama-lama dunia juga akan memberikan ruang untuk kita mencetak gol-gol terbaik dalam hidup.

Dan kalaupun nanti kalah di semifinal, setidaknya Papua sudah membuktikan satu hal Bahwa dalam sepak bola dan hidup, semangat tak pernah tahu arti kekalahan.

Sebab seperti kata pepatah lama dari tanah Bugis, “Sekali layar terkembang, pantang surut ke tepian” atau kalau dalam bahasa fans bola “Sekali tendang kena mistar, besok tetap latihan, bukan nyerah jadi komentator”

Salam semangat, dan jangan lupa: kalau hati masih panas, jangan langsung komentar di medsos komentarlah di lapangan, biar lebih berbobot dan nggak bikin jempol orang lain panas juga.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pesan Sekda Pemprov Sumsel Soal RTRW

    Pesan Sekda Pemprov Sumsel Soal RTRW

    • calendar_month Selasa, 30 Agt 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.462
    • 0Komentar

    Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel melalui Dinas PU Bina Marga dan Tata Ruang mengelar   rapat  Konsultasi Publik ke-I Revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) 2016-2036 Tahun 2022. Rapat tersebut dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda)  Ir. S.A. Supriono bertempat   di Ballroom Hotel Santika Premiere Bandara Palembang, Selasa (30/8). Dalam arahannya  Sekda  berharap melaluai  rapat konsultasi […]

  • Gubernur Tinjau Vaksinisasi, Bangkitkan Ekonomi, Pemprov Gencarkan Vaksinasi Bagi Pelaku Usaha Digencarkan 

    Gubernur Tinjau Vaksinisasi, Bangkitkan Ekonomi, Pemprov Gencarkan Vaksinasi Bagi Pelaku Usaha Digencarkan 

    • calendar_month Kamis, 9 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 599
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumatera Selatan (Sumsel) H Herman Deru meninjau langsung pelaksanaan vaksinasi covid 19 bagi 4400  masyarakat Sumsel yang digelar di Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Palembang, Kamis (9/9). Dimana vaksinasi yang di fasilitasi oleh Poltekpar Palembang tersebut  bekerjasama dengan Gojek Indonesia itu diberikan untuk para driver Gojek di Sumsel baik pengemudi ojek online roda dua maupun roda […]

  • Ini yang Dilakukan Fitri untuk Memotivasi Penggerak Sosial di Palembang

    Ini yang Dilakukan Fitri untuk Memotivasi Penggerak Sosial di Palembang

    • calendar_month Jumat, 26 Okt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.210
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Momen inspiratif, secara langsung Wakil Walikota Palembang, Fitrianti Agustinda membagikan 500 porsi makan siang untuk kaum duafa dan fakir miskin di pelataran Monpera, Jumat (26/10/2018). Fitri menerangkan, bersama penggerak sosial dirinya membagikan 500 porsi makanan bagi kaum duafa dan fakir miskin setiap hari Jumat siang.“Ya ini sudah minggu ketiga, diharapkan ini akan […]

  • Sederhanakan Birokrasi Pemkab Muba

    Sederhanakan Birokrasi Pemkab Muba

    • calendar_month Sabtu, 1 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 745
    • 0Komentar

    Plt Bupati Musi Banyuasin Beni Hernedi SIP melakukan Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Pejabat Administrasi yang Disetarakan Kedalam Jabatan Fungsional Terkait Pelaksanaan Penyederhanaan Birokrasi di Lingkungan Pemkab Musi Banyuasin (Muba). Tercatat, ada sebanyak 371 persetujuan jabatan yang telah disetujui Kementerian Dalam Negeri terdiri dari 367 orang jabatan pengawas dan 4 orang jabatan administrator. Plt Bupati Beni […]

  • Tabungan Nyai Minah & Rahasia Celengan Ember Cat

    Tabungan Nyai Minah & Rahasia Celengan Ember Cat

    • calendar_month Sabtu, 19 Jul 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.014
    • 0Komentar

    Di Lorong Daun paling ujung, Palembang, hiduplah seorang nenek bernama Nyai Minah. Umurnya 79 tahun, badannya kecil, jalannya pelan, rambutnya udah putih semua kayak nasi yang kelamaan ditanak tapi gak dimakan, tapi mulutnya… masih bisa ngalahkan grup WhatsApp keluarga plus reuni SD digabung jadi satu. Rumahnya rumah panggung kayu, tiangnya masih pakai stok jaman PON […]

  • Pemprov. Sumsel Berang, Stop Pengerjaan Utilitas PLN dan Pertagas

    Alex : Meski Strategis Nasional, PLN dan Pertagas Jangan Seenaknya Kerjakan Proyek

    • calendar_month Rabu, 4 Okt 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.261
    • 0Komentar

    Gubernur Sumsel Alex Noerdin mengatakan, PLN dan Pertagas tidak boleh seenaknya mengerjakan proyek, meski itu merupakan salah satu proyek strategis nasional, oleh sebab itu Pemrov. Sumsel menstop proyek yang berada di Jalan Pandji Noerdin.

expand_less
WordPress Archive Hotline Call Center &Telemarketing Elementor Template Kit HotLock | Locksmith & Security Systems WordPress Theme + RTL Hotte – Take Away Food Elementor Template Kit Housedeco – Interior Design Elementor Template Kit Houseland – Real Estate WordPress Theme Houzez – Real Estate WordPress Theme Houzing – Real Estate WordPress Theme Hover Box Elementor Page Builder Addon Hoverex Cryptocurrency & ICO Elementor Template Kit Howello : Hotel and Resort WordPress Theme