Jumat, 9 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Inspirasi » Dari Tanah Muba ke Negeri Sakura, Cerita 4 Anak Muda yang Nekat, tapi Sukses Tembus Jepang!

Dari Tanah Muba ke Negeri Sakura, Cerita 4 Anak Muda yang Nekat, tapi Sukses Tembus Jepang!

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 5 Okt 2025
  • visibility 1.723
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KALAU ada lomba “Siapa yang paling gigih ngejar mimpi sampai ke luar negeri tanpa drama sinetron?”, jawabnya yakni, empat anak muda asal Musi Banyuasin (Muba) Sumatera Selatan ini pasti juaranya.

Bayangkan di tengah sibuknya warga Muba nan asyik rebahan sambil scroll TikTok, mereka malah sibuk ngafalin hiragana-katakana, latihan ngomong “Ohayou Gozaimasu” di depan kaca, sampai bikin otak ngebul karena grammar Jepang yang bisa bikin pusing tujuh keliling.

Tapi hasil tak pernah khianati usaha, “air tenang memang menghanyutkan, tapi air kopi sore lebih menenangkan” (kata pepatah Muba modern).
Empat pemuda-pemudi ini kini resmi menembus seleksi ketat dan bersiap angkat koper ke Jepang!

Kenalin dulu, ini dia empat jagoan kita yang bakal mewakili Muba di Negeri Sakura itu, antara lain, pertama, Muhammad Ali (Sungai Keruh), bukan petinju, tapi semangatnya mirip Mike Tyson!, lolos Program Magang IM Japan dari Kemnaker RI, dan siap pakai visa magang.

Ke dua, Laura Julia (Sekayu), sang duta muda berprestasi yang bakal kuliah di Osaka Gaigo Gakuin (iya, di Jepang beneran, bukan di samping warung gaigo).

Ke tiga, M. Wahyu Septiyono (Sungai Lilin) dan M. Depri Perdiansyah (Sekayu), dua sahabat sejoli yang lolos Program Kerja Tokutei Ginou, spesialis bidang pengolahan makanan di Kabushiki Gaisha Japan Create. Katanya, mereka bakal jadi ahli sushi dan onigiri, bukan cuma ahli masak mie instan tengah malam.

Empat-empatnya ini bukan anak pejabat, bukan pula anak sultan, mereka ini  hanya anak muda biasa, tapi dengan tekad luar biasa. Mereka belajar sendiri, nabung sendiri, dan latihan sendiri. Kalau pepatah bilang, “Biar lambat asal selamat, biar kecil asal niat besar”

Meski semuanya hasil kerja keras mandiri, mereka tetap nyengir waktu dengar kabar Pemkab Muba lewat Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) ngadain pelatihan gratis bahasa Jepang.

Laura Julia sampai bilang sambil ketawa, “Program pelatihan gratis berbahasa Jepang di Disnakertrans ini keren banget!, dulu kami belajar sendiri, tapi sekarang warga Muba bisa belajar bareng dan gratis pula, jangan sia-siain, ini peluang emas!”.

Sementara Wahyu,  yang katanya udah latihan makan nasi pakai sumpit dari sendok nasi di rumah, menimpali. “Ayo, anak-anak Muba! Program ini gratis, udah difasilitasi. Kami aja dulu belajar mandiri, sekarang malah dikasih wadah resmi. Sayang banget kalo dilewatin!”

Lucunya, waktu mereka diundang Kadisnakertrans Herryandi Sinulingga, AP, suasananya bukan formal tegang kayak rapat dinas. Malah lebih kayak ngopi bareng senior yang udah sukses duluan. Wahyu cerita, mereka dikasih motivasi, tapi juga dikasih kesempatan balas motivasi balik ke generasi muda, win-win banget!.

Kalau diibaratkan tim sepak bola, Pemkab Muba ini pelatihnya yang nggak cuma teriak dari pinggir lapangan, tapi ikut turun bantu latihan.

Bupati HM Toha dan Wakil Bupati Kyai Rohman bilang kalau Muba nggak cuma mau bangun jalan dan jembatan, tapi juga mau “bangun otak dan semangat anak muda Muba”, tujuannya jelas kalau SDM Muba harus bisa Go International, bukan cuma jago di pasar lokal.

Program pelatihan bahasa Jepang gratis ini bukti konkritnya, gratis, difasilitasi, dan bisa jadi pintu karier ke luar negeri. Bahkan katanya, ke depan bukan cuma Jepang, tapi juga Korea dan Jerman bakal disasar.

Namun menariknya di balik senyum cerah pas foto bareng paspor baru, ada banyak kisah lucu, misalnya, Ali sempat cerita kalau dulu dia latihan wawancara magang sambil nonton anime. Alhasil waktu ditanya pewawancara dari Jepang, dia refleks jawab “Hai! Watashi wa Naruto desu!”, padahal maksudnya mau bilang namanya Ali.

Laura juga pernah salah baca Kanji di kelas, yang seharusnya artinya “selamat pagi”, malah jadi “aku lapar”. Untung dosennya ketawa, bukannya marah.

Dari situ mereka belajar, bahasa bukan cuma kata, tapi niat dan usaha, yang penting pede dulu, grammar belakangan.

Kisah empat pemuda Muba ini bukan cuma soal berangkat ke Jepang, tapi juga soal mental baja dan semangat mandiri.

Keluar zona

Oleh karena itu, ini bukti nyata bahwa “globalisasi itu bukan ancaman, tapi kesempatan”. Kalau anak Muba bisa tembus Jepang lewat usaha sendiri, berarti potensi daerah ini luar biasa. Tinggal didorong terus lewat program, seperti pelatihan gratis, beasiswa, dan dukungan moral.

Kadisnakertrans Muba, Herryandi Sinulingga menambahkan lagi “Kita ingin Muba punya generasi muda yang berani keluar zona nyaman. Dunia kerja sekarang luas, yang penting siap, disiplin, dan bisa bahasa asing”.

Pendapat itu,  sangatlah  on point!, karena di era sekarang, yang kalah bukan yang bodoh, tapi yang malas belajar hal baru.

Buat kamu yang mulai penasaran dan pengen nyusul empat jagoan tadi, Pemkab Muba lagi buka Pelatihan Bahasa & Budaya Jepang Gratis!, hubungi   WA: 0822 8065 7569 (Ridwan)  dengan email:pelatihankerjajepangmuba@gmail.com

Syarat singkatnya:

  • Minimal tamatan SMA/SMK/MA/D3/S1

  • Usia 18–25 tahun

  • Sehat jasmani (dan mental, karena belajar Jepang butuh sabar

Cerita ini bukan cuma bikin bangga, tapi juga ngakak dan nyentuh, empat anak muda Muba membuktikan, kalau niat udah kuat, nggak ada yang mustahil, bahkan dari Sungai Keruh sampai Osaka, dari Sekayu sampai Tokyo,  semuanya bisa asal mau belajar dan nekat.

Jadi, kalau masih ngeluh hidup susah, ingatlah pepatah lama “Kalau kapal tak berlayar, jangankan sampai Jepang, ke seberang sungai pun takkan nyampai”.

Selamat jalan para Samurai Muba!, semoga sukses di Negeri Sakura, dan jangan lupa kirim oleh-oleh cerita lucu buat kita di tanah air!, dan ingat buat kamu yang masih duduk di kursi bambu sambil ngeluh, lihatlah empat anak muda ini,  mereka bukan hanya membawa nama Muba ke Jepang, tapi juga membawa harapan baru bahwa anak daerah bisa bersaing di panggung dunia.

Siapa tahu, beberapa tahun lagi kita nggak cuma dengar kabar mereka di berita, tapi malah nonton mereka diwawancarai di TV Jepang pakai bahasa fasih sambil bilang, “Saya dari Muba, Indonesia… dan saya bangga!”.

Oleh karena itu, pada akhirnya, mimpi itu nggak cuma soal pergi jauh, tapi soal berani melangkah dari titik nol dengan senyum, tekad, dan sedikit bumbu kocak biar hidup nggak terlalu serius. Muba, teruslah melangkah, karena hari ini ke Jepang, besok siapa tahu ke dunia.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • ‘Abis Libur Kok Lupa Jalan ke Kantor? ASN di MPP Jakabaring Kena Sidak, Kena Sentil, Belum Tentu Sadar’

    ‘Abis Libur Kok Lupa Jalan ke Kantor? ASN di MPP Jakabaring Kena Sidak, Kena Sentil, Belum Tentu Sadar’

    • calendar_month Rabu, 11 Jun 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 838
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Di negeri antah berantah bernama Palembang, yang punya pempek sekuat silat dan jembatan seindah senja, ada satu kisah klasik nan menggelitik sekelompok ASN (Aparatur Sering Nganggur?) yang mendadak lenyap dari radar kantor usai libur Idul Adha. Bukan karena hilang diculik alien atau jadi korban kripto amblas, tapi tampaknya memang karena lupalupa kalau mereka […]

  • Bergerak Bersama “Ampera Tourism Run 2025”, Palembang Harus Lari Lebih Jauh Lagi!

    Bergerak Bersama “Ampera Tourism Run 2025”, Palembang Harus Lari Lebih Jauh Lagi!

    • calendar_month Selasa, 17 Jun 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 991
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Pagi buta, akhir pekan lalu, saat ayam masih semedi di pojokan kandang dan kopi belum sempat minta diseduh, ribuan manusia dari berbagai pelosok Nusantara dan bahkan dari negeri-negeri tetangga ASEAN sudah berdiri tegap di kaki Jembatan Ampera. Tapi mereka bukan mau demo harga beras atau rebutan sembako. Mereka siap… lari. Yes, L-A-R-I. Namun […]

  • Inovasi Limbah Cangkang Sawit jadi Briket Antar Siswa SMP 6 Unggul Wakili Sumsel ke Korsel

    Inovasi Limbah Cangkang Sawit jadi Briket Antar Siswa SMP 6 Unggul Wakili Sumsel ke Korsel

    • calendar_month Selasa, 1 Agt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 908
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Sekayu, – Inovasi Pemanfaatan limbah cangkang dan tangkos kelapa sawit menjadi bahan bakar briket berhasil menghantarkan kakak beradik M Zafa P Alfarobby dan M Kianzhu P Alfarobby sebagai salah satu finalis lomba Indonesia Stem Creativity Copetition 2023, mewakili Kabupaten Muba dan membawa nama Provinsi Sumatera Selatan di tingkat Nasional.Tak hanya bahan bakar dari limbah […]

  • Membongkar Mitos: Apakah Harga Kaca Tempered Sebanding dengan Keamanan?

    Membongkar Mitos: Apakah Harga Kaca Tempered Sebanding dengan Keamanan?

    • calendar_month Sabtu, 16 Des 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.129
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, [vritimes] – Apakah harga kaca tempered benar-benar sepadan dengan tingkat keamanan yang dijanjikannya? Ketika kita berbicara tentang kaca tempered, pikiran kita sering kali langsung meloncat ke pertanyaan seputar keamanan dan seberapa sebandingnya dengan harga yang ditawarkan. Apakah harga kaca tempered benar-benar sepadan dengan tingkat keamanan yang dijanjikannya? Harga Kaca Tempered: Menyelusuri Realitas Pasar Sebelum kita memutuskan […]

  • Tips Agar Tubuh Tetap Bugar di Musim Pancaroba

    Tips Agar Tubuh Tetap Bugar di Musim Pancaroba

    • calendar_month Selasa, 7 Nov 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 980
    • 0Komentar

    Salah satu yang paling sering dialami adalah penyakit flu dan demam akibat suhu yang tidak menentu

  • MagangHub Batch 1 Masih Dibuka, Catat Jadwal Seleksinya

    MagangHub Batch 1 Masih Dibuka, Catat Jadwal Seleksinya

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 42
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Pendaftaran MagangHub Angkatan II Batch 1 masih dibuka hingga 28 Juli 2026. Program pemagangan nasional yang diselenggarakan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) ini memberikan kesempatan kepada lulusan perguruan tinggi dan pendidikan profesi untuk memperoleh pengalaman kerja sekaligus meningkatkan kompetensi sebelum memasuki dunia kerja. Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker, Darmawansyah, mengatakan MagangHub […]

expand_less
WordPress Archive RoadPedal – Bicycle Store Elementor Template Kit Roast – Coffee Shop WordPress Theme Robbie & Magie – Wedding Event Invitation Elementor Template Kit Robin – Cute & Colorful Blog Theme Robor – AI and Automation Integration WordPress Theme Robust – Premium Bootstrap 4 Admin, Dashboard & WebApp Kit Template Rocket Board – Metro WordPress Theme Rocket – Creative Multipurpose WordPress Theme RockON DJ – Music Club & Night Club WordPress Theme Rockway – Music Band & Musician Elementor Template Kit