Senin, 28 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Seni & Budaya » Sapuan Kuas, Mewarnai Negeri

Sapuan Kuas, Mewarnai Negeri

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 7 Jul 2025
  • visibility 708
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DI sebuah Aula Tua yang pernah menjadi saksi bisu sejarah Palembang, kini terdengar suara yang tak bersuara, datang dari kertas gambar, dari sapuan warna, dari mata anak-anak yang berbinar saat menggambar wajah pahlawan.

Mereka tak sedang menggambar demi lomba semata, tapi sedang menenun ulang benang merah kebangsaan dengan cara yang paling jujur lewat seni.

Bertempat di Museum Sultan Mahmud Badaruddin [SMB] II dan disambung makan-makan (eh, maksudnya seremoni) di Guns Café, ratusan anak, remaja, hingga orang dewasa berkumpul bukan untuk rebutan diskon, tapi adu kreatifitas.

Lebih dari 120 peserta datang dari berbagai usia, menggenggam kuas dan pensil warna, seperti pejuang memegang bambu runcing, bedanya, yang ini tujuannya bukan usir penjajah, tapi menyuarakan cinta tanah air lewat warna.

Museum yang biasanya sepi kayak kos-kosan saat tanggal tua, hari itu mendadak hidup. Aura semangat patriotisme berkibar dari dinding ke dinding, dari langit-langit sampai lantai yang masih bau semir.

Lukisan wajah Sultan Mahmud Badaruddin II dan Dr. A.K. Gani tampil bukan kayak foto ijazah yang kaku, tapi penuh ekspresi dan gaya kekinian, ada yang pakai kacamata hitam, ada yang latarnya mirip film Marvel.

“Ini bukan tentang menang atau kalah, tapi tentang bagaimana generasi muda menyampaikan rasa cinta Tanah Air lewat seni” kata Topan Arifin, Ketua Panitia sekaligus seniman dari Komunitas Suwarna Rupa, dengan gaya tenang tapi dalam hati mungkin deg-degan juga karena pesertanya bejibun.

Kalau dulu semangat nasionalisme ditulis dalam puisi Chairil Anwar, kini semangat itu dicoret-coret pakai crayon. Bahkan, workshop yang digelar juga bukan kaleng-kaleng.

Ada workshop melukis, ada juga bela diri Kuntau, seni pukul-pukulan khas lokal yang bisa bikin otot kencang dan nasionalisme makin kentang.

Coba bayangin, habis mewarnai gambar AK Gani, langsung latihan kuntau. Patriotismenya lengkap, dari otak sampai urat kaki.

Muhamad Nasir dari Dewan Kesenian Palembang berharap lomba ini jadi agenda tahunan, semoga bukan cuma harapan di udara, tapi juga terealisasi di kalender, karena kalau tidak dilanjutkan, itu ibarat nyalain kompor tapi nggak jadi masak sayang gasnya, sayang harapannya.

Bibit kebangsaan

Sementara itu, Iqbal Rudianto dari DKSS bilang ini bukan sekadar lomba, tapi tempat menggali potensi dan menyiram bibit kebangsaan dengan air seni rupa. Tepuk tangan dulu buat pernyataan ini, lebih segar dari quote motivasi di WhatsApp grup keluarga.

Jangan salah, dewan jurinya pun bukan sembarangan. Taufan Arifin, Dr. A. Erwan Suryanegara, dan Joko Susilo punya rekam jejak yang panjang dalam dunia seni rupa.

Jadi, peserta nggak usah khawatir dinilai sembarangan, mereka tahu mana yang seni, mana yang cuma iseng nyoret gara-gara bosan.

Di tengah maraknya game online dan algoritma yang bikin anak-anak lebih hafal nama YouTuber daripada nama pahlawan nasional, lomba ini seperti sambal di tengah opor membangkitkan selera nasionalisme yang hampir pudar.

Museum yang biasanya jadi tempat foto-foto prewedding atau pelarian saat hujan mendadak filosofis, hari itu berubah jadi tempat ziarah semangat.

Anak-anak yang biasanya lari-lari di mall, kini duduk manis menggambar wajah pahlawan, ada yang warnanya miring-miring, ada yang kuasnya belepotan, tapi semua punya satu benang merah: semangat.

Seperti kata pepatah, “Kalau tak bisa jadi mentari yang menyinari bumi, jadilah lilin yang menerangi jalan”.

Nah, anak-anak ini walau belum bisa orasi, seperti Bung Karno, setidaknya bisa menoreh warna seperti Van Gogh versi lokal yang telinganya utuh dan masih tinggal sama emak.

Lomba ini bukan sekadar acara iseng, tapi langkah kecil menuju bangsa besar, karena semangat kebangsaan itu bukan hanya milik bendera yang dikibarkan setahun sekali di tiang sekolah, namun juga milik anak-anak yang mencintai tanah air lewat crayon, lukisan, dan satu sapuan kuas.

Semoga tahun depan, sapuan kuas ini tetap hidup, siapa tahu, dari lomba ini lahir pelukis legendaris yang karyanya nanti dipajang di Louvre… atau minimal di ruang tamu rumah Wak RT.[***]

Daftar Lengkap Pemenang
Kategori Melukis (SMA & Umum – 16 tahun ke atas):
Juara I: Andriansyah
Juara II: Abdurrahman RH
Juara III: Maradona
Harapan I: Aira Ummairah A
Harapan II: Almira
Harapan III: Rahmat Kurniawan
Kategori Mewarnai (SMP – 13–15 tahun):
Juara I: Putri Nabila
Juara II: Felicia Juliano
Juara III: Nisa Elsyifa Kamila
Harapan I: Nyayu Eka Winda K
Harapan II: Nadiva Aprillia
Harapan III: Alika Davina Putri
 Kategori Mewarnai (SD – 6–12 tahun):
Juara I: Fatimah Azzahra
Juara II: Anggun Adelia Safitri
Juara III: Alya Jalizah
Harapan I: Zahra Nur Indah R
Harapan II: Alisya Mitfathul Janna
Harapan III: Floren Cataleya
Dewan Juri: Profesional dan Kredibel
Taufan Arifin – Praktisi Seni Rupa, Ketua Suwarna Rupa, Pengurus DKP
Dr. A. Erwan Suryanegara, M.Sn – Akademisi & Praktisi Seni Rupa
Joko Susilo – Ketua Komite Seni Rupa DKP
  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Disaksikan Binsar, PKS Pengolahan Sampah Jadi Energi di Palembang Akhirnya Diteken, Begini Paparan Walikota

    Disaksikan Binsar, PKS Pengolahan Sampah Jadi Energi di Palembang Akhirnya Diteken, Begini Paparan Walikota

    • calendar_month Rabu, 9 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 840
    • 0Komentar

    SETELAH melalui proses yang cukup panjang, Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Kota Palembang bersama pihak ketiga akhirnya resmi dilakukan dengan disaksikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan. Selain Kota Palembang, penandatanganan PKS PSEL yang dilakukan langsung di Kantor Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Jalan […]

  • AN CUP 2019, 7 Gol Diselatkan Timnas All Star ke Gawang Sebimbing FC

    AN CUP 2019, 7 Gol Diselatkan Timnas All Star ke Gawang Sebimbing FC

    • calendar_month Sabtu, 16 Feb 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 963
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, OKU – Pada pertandingan pertama Alex Noerdin Cup 2019 zona Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), skuad Timnas All Star menang telak atas lawannya Sebimbing FC di Stadion Madya Kemiling, Baturaja, Jum’at (15/2/2019) . Tujuh gol bersarang ke gawang tuan rumah. Masing-masing dicetak oleh Cristian Carrasco atau yang akrab dijuluki  Sang Spiderman tiga gol, Ronald […]

  • Tingkatkan Kompetensi SDM, Pemkab Muba Gelar Sosialisasi Penyusunan Usulan Dana APBD dan CSR

    Tingkatkan Kompetensi SDM, Pemkab Muba Gelar Sosialisasi Penyusunan Usulan Dana APBD dan CSR

    • calendar_month Kamis, 21 Des 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 947
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,  – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) menggelar sosialisasi Penyusunan Usulan Dana APBN dan Dana CSR Pemkab Muba, bersama Direktorat Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Acara berlangsung di Meeting Room Hotel Grand Ranggonang Sekayu, Rabu (20/12/2023). Pj Bupati Muba H Apriyadi Mahmud diwakili Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan Drs H M Thabrani […]

  • Lepas Peserta Jalan Sehat, Alex Noerdin Ajak Warga Sukseskan Asian Games

    Lepas Peserta Jalan Sehat, Alex Noerdin Ajak Warga Sukseskan Asian Games

    • calendar_month Minggu, 13 Mei 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.040
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Palembang – Gubernur Sumsel Alex Noerdin melepas ribuan peserta jalan sehat di Lapangan Parkir Kantor Gubernur Sumsel, Minggu pagi (13/5/2018). Kegiatan bertajuk Melangkah Bersama Sripo-Tribun 2018 diselenggarakan oleh harian Sriwijaya Post-Tribun Sumsel yang bekerjasama dengan Paramex. Sebelum melepas para peserta jalan sehat, Gubernur Alex Noerdin menyapa para peserta jalan sehat. “Apo kabar bapak-bapak, ibu-ibu, […]

  • KPK Bentuk Komite Advokasi Daerah Anti Korupsi Sumsel

    KPK Bentuk Komite Advokasi Daerah Anti Korupsi Sumsel

    • calendar_month Selasa, 3 Apr 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 954
    • 0Komentar

    Kini di tahun 2018 telah bertambah menjadi 26 provinsi.

  • SIAPPBUN bakal paksa pelaku usaha perkebunan di Muba untuk disiplin

    SIAPPBUN bakal paksa pelaku usaha perkebunan di Muba untuk disiplin

    • calendar_month Kamis, 4 Agt 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 695
    • 0Komentar

    Aplikasi SIAPPBUN (Sistem Aplikasi Pelaporan Pelaku Usaha Perkebunan) bisa memaksa pelaku usaha perkebunan di Muba untuk disiplin. “Selama ini laporan pelaku usaha sektor perkebunan di Muba sering telat dan bisa dikatakan kurang taat,” ” tegas Pj Bupati Drs Apriyadi MSi saat Coffee Morning dengan Pelaku Usaha Perkebunan sekaligus Launching Sistem Aplikasi Pelaporan Pelaku Usaha Perkebunan […]

expand_less
WordPress Archive Otaru – Technology & Digital Agency WordPress Theme Otello – Personal Blog and Magazine WordPress Theme Otmil – Diet & Clean Food Catering Services Elementor Template Kit Otowash – Car Washing & Cleaning Services Elementor Template Kit OTT Platform & Video Streaming WordPress Theme with AI OuiOui - Multi Vendor MarketPlace Elementor WooCommerce Theme Our Mission – Charity WordPress Theme Out Of Stock Product Reservation for WooCommerce Out-of-the-Box | Dropbox plugin for WordPress Outdoor – Creative Photography / Portfolio WordPress Theme