Kamis, 20 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Inspirasi » CATATAN PINGGIR : TUA [Dulu Kencang Sekarang Kendor]

CATATAN PINGGIR : TUA [Dulu Kencang Sekarang Kendor]

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 15 Jun 2025
  • visibility 1.153
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id,- Tua itu ibarat baterai hape jadul, awalnya tahan dua hari, sekarang baru bangun tidur aja udah 5%. Dulu, badan kita masih kayak shockbreaker motor trail, mau dibanting gimana pun, tetap lentur dan gesit. Sekarang? baru salah posisi tidur semalam, bangun pagi udah kayak bekas lipatan karpet gulung, kaku semua, tak tahan dengan dingin ubin.

Dulu bangun pagi kayak tentara, langsung tegak, mandi, dan siap kerja. Sekarang? bangun aja susah pake tahan sepuluh jari ke dinding kamar untuk keseimbangan tubuh, udah itu butuh pemanasan, stretching, dan sedikit motivasi spiritual. Bahkan ada fase “loading otak”, ha hay…, sebelum kaki nyentuh lantai. “Tunggu, aku siapa? Ini hari apa? Masih hidup?” Baru setelah itu kaki bisa mulai jalan dengan drama punggung kriuk-kriuk kayak membuka bungkus kerupuk.

Dulu, rambut masih hitam legam, tajam kayak garis eyeliner Syahrini. Sekarang? Udah kayak lahan sawah siap panen—putih, merata, dan makin hari makin banyak. Dulu  nungguin salju turun di drama Korea, sekarang kita malah jadi tokoh utamanya, rambut putihnya lebih natural dari efek visual.

Waktu kecil, kita pengen cepet tua biar bisa bebas. Eh, pas udah tua, malah pengen jadi bocah lagi, karena jadi tua itu banyak notifikasi dari tubuh lutut bilang capek, pinggang ngambek tiap naik tangga, nafas ngos-ngosan, jantung debar, berkeringat serta perut? Nah ini… dia punya cerita sendiri.

Kalau soal makan, dulu kita bagaikan kerbau lepas dari kandang. Semua dimakan, tanpa rem. Nasi goreng dua piring luder diembat gak mikir yang lain? Gampang. Keripik satu toples? Habis sebelum sinetron mulai. Sekarang? Baru nyicip sambal aja, perut langsung siaran pers. “Maaf, perut ini tidak menerima makanan pedas tanpa jadwal konsultasi terlebih dahulu”.

Kata orang bijak, “Isi piring menunjukkan isi hati”. Tapi makin tua, isi piring kita makin minimalis. Dulu isinya penuh sampe tumpah-tumpah, sekarang isinya cuma nasi setengah sendok, sayur dua lembar, dan lauk kecil yang keliatan lebih cocok buat boneka Barbie. Takut darah naik, diabet, asam urat, kalestrol..he..he!!.

Dulu kita makan steak, burger, mie pedas level 20. Sekarang? Bubur ayam pun dipesan yang tanpa lada, tanpa bawang goreng, tanpa kerupuk, pokoknya bubur versi zen. Kita udah lebih kenal dengan makanan rebus, kukus, dan kukusannya kadang malah lebih menggoda dari lauknya, alasannya ? ya salah satunya gigi udah mulai berkurang.

Yang paling kocak itu kalau kita mulai cerewet soal bahan makanan. Kayak detektif gizi. Beli biskuit aja diperiksa “Ini gulanya berapa gram? Ada pengawetnya gak? MSG-nya natural atau kimia?” Dulu yang penting enak, sekarang yang penting gak bikin jantung goyang.

Kadang makanan sederhana jadi luar biasa. Dulu tempe goreng cuma makanan selingan, sekarang bisa jadi highlight harian. Kita makan tempe sambil bilang, “Hidup ini nggak butuh mewah, asal bisa senyum dan kenyang”.

Dan tentu, makin tua itu kita makin sayang sama isi perut. Karena sekarang, makan itu bukan soal kenyang, tapi soal perasaan. Makan bareng keluarga, meski menunya sederhana, rasanya kayak pesta ulang tahun penuh tawa, penuh syukur, dan tentu penuh rempah kebersamaan.

Nah, perut yang dulu rata, sekarang mulai ngebentuk apa yang disebut dengan buncit. Udah gak bisa bohong, kalau tiap kali liat cermin, “Ini apa, ya, kok makin nyentuh meja?”.
Tapi ya, meskipun fisik kita mulai berubah, ternyata kita jadi lebih sabar ngadepin diri sendiri.

Dulu, mungkin kita benci sama perubahan itu, tapi sekarang kita cuma bisa ketawa dan bilang, “Ya, emang sih, fisik makin berubah, tapi yang penting kan tetap sehat dan bisa ketawa.” Bahkan, tubuh yang mulai kendor ini kadang bikin kita sadar, meskipun kita nggak bisa lari cepet lagi, kita masih bisa meraih kebahagiaan dengan cara yang lebih santai.
Yang paling seru, sih, perubahan fisik ini sering jadi bahan banyolan di keluarga. Misalnya, lagi makan bareng, lo bilang, “Coba liat deh, kok tiba-tiba badan gue nggak kayak dulu ya? Kayaknya pas udah tua, ukuran baju ikut bertambah juga!”. Anak-anak lo cuma bisa ketawa sambil bilang, “Ya, gitu deh, pak. Kita semua jadi korban gravitasi!”.

Tua itu bukan akhir dari segalanya. Tapi awal dari pertunjukan baru di mana tubuh mulai melambat, tapi hati jadi lebih peka. Di mana isi piring menyusut, tapi rasa syukur membuncah.  Meskipun tubuh ini mulai kendor, cinta kita ke hidup justru makin kencang. Ingat pepatah Jawa, “Sepuh kuwi dudu lemah, mung ngalih posisi saka mlayu dadi mlaku, saka mlaku dadi lungguh, saka lungguh dadi nyantai, tapi isih iso ngguyu kenceng!”.[***]/bersambung

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Siap Sukseskan Pesta Demokrasi 2024,981 PPS di OKI Resmi Dilantik

    Siap Sukseskan Pesta Demokrasi 2024,981 PPS di OKI Resmi Dilantik

    • calendar_month Selasa, 24 Jan 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 630
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, OKI- Sebanyak 981 Orang Panitia Pemungutan Suara (PPS) tingkat Kelurahan/Desa se Kabupaten Ogan Komering Ilir, Selasa (24/1/23) resmi dilantik. Pelantikan tersebut dilaksanakan dengan metode hybrid secara daring dan luring, di Gedung Kesenian Kayuagung dan 2 Kecamatan secara Daring yaitu kecamatan Tulung Selapan & Sungai Menang. Bupati Ogan Komering Ilir H. Iskandar, SE melalui Staf […]

  • Bupati Muba  Dinobatkan Jadi Tokoh Pembina Wilayah Pelopor Perdamaian

    Bupati Muba Dinobatkan Jadi Tokoh Pembina Wilayah Pelopor Perdamaian

    • calendar_month Selasa, 2 Apr 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 904
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Lubuk linggau- Komitmen zero konflik yang terus dijaga di bumi Serasan Sekate terus menuai apresiasi dari berbagai pihak di tingkat nasional, kali ini atas komitmen bersama seluruh stakeholder terkait untuk menjaga dan mempertahankan zero konflik di Muba, Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin dinobatkan dari  Kementerian Sosial sebagai Tokoh Pembina Wilayah Pelopor Perdamaian […]

  • Program Sedekah Aparatur Sipil Negara Dilaunching

    Program Sedekah Aparatur Sipil Negara Dilaunching

    • calendar_month Rabu, 5 Agt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 826
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kota (Pemkot) Palembang melalui Badan Kepegawaian Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Palembang melaunching program sedekah Aparatur Sipil Negara (ASN) bersama aplikasi Si Abuh di Lingkungan Pemkot setempat. Walikota Palembang H.Harnojoyo mengajak  jajaran pegawai negeri di lingkungan pemerintahan setempat gemar bersedekah. “Hanya dengan Rp2.000 setiap hari, Jika dilakukan dengan ikhlas, secara matematis sudah bisa […]

  • Hari Bersih-Bersih Dunia, Muba Kerahkan 2.100 Relawan di Trash Hero Indonesia 

    Hari Bersih-Bersih Dunia, Muba Kerahkan 2.100 Relawan di Trash Hero Indonesia 

    • calendar_month Selasa, 24 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 904
    • 0Komentar

    KABUPATEN Musi Banyuasin [Muba] mengerahkan sebanyak 1.200 relawan di Hari Bersih-bersih Dunia 2019 [World Clean Up Day/WCD 2019].Relawan yang dikerahkan tersebut merupakan bagian dari 13 juta relawan Indonesia dalam kegiatan tersebut. Leader Trash Hero Indonesia  Muba, Rojaki M.Pd. dan Amrulloh menerangkan pada September ini World Clean Up Day (WCD) 2019 yang merupakan hari Bersih-bersih Dunia di 157 […]

  • Keren, Ada Kontes Arwana, KKP Selipkan Juga Pesan Ini

    Keren, Ada Kontes Arwana, KKP Selipkan Juga Pesan Ini

    • calendar_month Kamis, 2 Mar 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 633
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id – Kontes Arwana “Arowana Club Pontianak” (ACP) Cup I yang diikuti oleh peserta dari dalam maupun luar negeri.  Dalam kontes itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Pontianak sebagai salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Ditjen PRL) mengajak juga masyarakat untuk melindungi Arwana Kalimantan (Scleropagesformosus) […]

  • “Ramadhan Rumah Impian” Wujudkan Cita-cita Halifa

    “Ramadhan Rumah Impian” Wujudkan Cita-cita Halifa

    • calendar_month Selasa, 20 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.143
    • 0Komentar

    KUNJUNGAN Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda bersama anggota DPD Real Estate Indonesia (REI) secara langsung menjawab permohonan ibu Halifa (50) yang mengharapkan rumahnya untuk dibangun kembali kini terwujud melalui program ramadhan rumah impian. Dengan syarat kepemilikan rumah sendiri dan lengkap, program tersebut bisa dijalankan melalui bedah rumah. Menurut Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda ini adalah […]

expand_less
WordPress Archive Everest Forms Survey, Polls and Quiz Everest Google Places Reviews Everly – Blog & Magazine Elementor Template Kit Evernet – Broadband & Internet Service Provider Elementor Template Kit Evior – Modern Magazine WordPress Theme Evisa – Immigration and Visa Consulting WordPress Theme Evne – Creative Portfolio WordPress Theme Evomind – Home Healthcare Services Elementor Template Kit Evont – Event And Conference WordPress Theme Ewa – Beauty & Spa Salon Elementor Template Kit