Rabu, 14 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Uncategorized » PP No. 49 Diterbitkan, Apakah Mampu Menjawab Tuntutan ASN Honorer yang Lagi ‘Galau’  

PP No. 49 Diterbitkan, Apakah Mampu Menjawab Tuntutan ASN Honorer yang Lagi ‘Galau’  

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 22 Des 2018
  • visibility 1.767
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BELUM lama ini pemerintah menerbitkan Peraturan Presiden [PP] No.49 Tahun 2018 tentang Manejemen Pemerintah dengan Perjanjian Kerja [PPPK], guna membuka peluang bagi kalangan prefesional, diaspora, hingga eks tenaga honorer untuk menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Salah  satu bunyi dalam PP tersebut, yakni PPPK dapat mengisi Jabatan Fungsional (JF) dan Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) tertentu sesuai kompetensi masing-masing. Namun pertanyaannya dari PP tersebut, apakah PP itu mampu menjadi solusi bagi seluruh ASN honorer yang jumlahnya  mencapai ribuan di seluruh Tanah Air?

Pasalnya dalam PP tersebut masih banyak  prosedur yang harus dipenuhi oleh ASN honorer, salah satunya mereka harus mengikuti seleksi. Artinya dari ribuan ASN yang statusnya masih honorer tersebut belum tentu semuanya akan diterima menjadi ASN tetap.

Hal ini tentu menjadi Pekerjaan Rumah pemerintah, pasalnya  keberadaan dari salah satu poin tersebut masih membuat ASN honorer ‘Galau’.  Dari peraturan yang terdapat di PP tersebut belum menjanjikan mereka untuk menjadi ASN tetap.

Dalam sebuah dialag dengan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) di Jakarta, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Syafruddin  menyebutkan ditetapkannya Peraturan Pemerintah (PP) terkait P3K ini, memberikan ruang kepada profesional, antara lain eks pegawai honorer.

Menteri berharap, melalui kebijakan ini para diaspora yang berada di luar negeri dapat kembali ke Indonesia dan berkesempatan untuk membangun bangsa dengan ilmu yang dimiliki.

Selain itu PPPK juga dapat menjadi tempat para honorer yang telah mengabdi kepada negara selama puluhan tahun, dengan mempertimbangkan kualifikasi dan kompetensi yang dimiliki.

Menteri Syafruddin mengatakan untuk eks tenaga honorer akan diprioritaskan, seperti guru, tenaga kesehatan, dan penyuluh pertanian.

Namun demikian, bukan berarti eks tenaga honorer dapat serta merta menjadi PPPK. Berdasarkan PP 49/2018,  karena mereka akan tetap melalui proses seleksi, agar memperoleh SDM yang berkualitas.

Bahkan sesuai amanat Undang-Undang No. 5/2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN), Ada dua tahapan seleksi, yakni seleksi administrasi dan seleksi kompetensi. Pelamar yang telah dinyatakan lulus seleksi pengadaan PPPK, wajib mengikuti wawancara untuk menilai integritas dan moralitas sebagai bahan penetapan hasil seleksi.

Menteri menyebutkan untuk pelamar JPT utama tertentu dan JPT madya tertentu yang telah lulus seleksi pengadaan PPPK, selain mengikuti wawancara untuk menilai integritas dan moralitas, juga mempertimbangkan masukan masyarakat sebagai bahan penetapan hasil seleksi.

Setiap ASN yang berstatus PPPK mendapat hak dan fasilitas yang setara dengan PNS. PPPK memiliki kewajiban serta hak yang sama dengan ASN yang berstatus PNS. Kecuali jaminan pensiun, PPPK juga mendapat perlindungan berupa jaminan hari tua, jaminan kesehatan,  jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian, serta bantuan hukum.

PP tersebut sebenarnya langkah tepat pemerintah, tapi jika mereka masih ikut tes berarti mereka tidak semua bisa menjadi pegawai tetap,  rasa keadilan tetap menjadi priorita utama pemerintah.

Seleksi yang ketat pasti akan membuat semua ASN ragu, apalagi dalam tuntutan mereka mutlak harus diangkat tanpa syarat alias tanpa ‘embel-embel’ menjadi ASN tetap.

Selain itu jangan sampai ada tanggapan bahwa pengabdian mereka hingga belasan tahun sepertinya sia-sia, tidak menjadi perhatian pemerintah. Harusnya ini diakomodir dengan cara yang bisa membuat mereka puas.

Misalnya untuk prioritas pengangkatan PNS mesti guru honor dan guru kontrak berdasarkan klasifikasi yang sudah mengabdi 10- 15 tahun bahkan lebih, dan untuk di bawah itu untuk mengikuti proses selanjutnya di masa yang akan datang. Tanpa mengangkat lagi pegawai honor yang baru

Sebelumnya sejak semua instansi pemerintah membuka lowongan untuk ASN tetap membuat puluhan ribu ASN tenaga honorer melakukan aksi demo di seluruh Tanah Air. Bahkan puluhan ribu honorer K2  menggelar aksi demo di depan Istana Negara, Jakarta, Selasa (30/10/2018).

Mereka yang datang dari seluruh Indonesia itu menyuarakan dua tuntutan utama dalam aksi bertajuk 3010 tersebut. Dua tuntutan itu, yakni menolak konsep pengangkatan P3K dan mendesak pemerintah mengangkat semua K2 menjadi CPNS. Tuntutan menjadi CPNS dinilai sudah harga mati.

Ketua Forum honorer K2 Merangin Efendi mengatakan kedatangannya ke Istana Negara agar pemerintah segera mengesahkan revisi UU ASN No 5 tahun 2014.

Pemerintah  juga sudah sepantasnya memprioritas untuk ASN honorer, agar mereka menjadi pegawai tetap, karena jika tidak, PP tersebut sebaliknya akan menjadi ‘boom waktu’ sewaktu-waktu meledak, apalagi saat ini suhu politik terus memanas mendekati Pilpres 2019.

Presiden RI Jokowi Widodo merupakan calon pertahana yang akan maju kembali. Tentu PP ini diterbitkan jangan sampai juga  dinilai beberapa kalangan  sebagai alat untuk melanggengkan Joko Widodo menuju periode ke dua.  Diharapkan PP tersebut memang murni  sebagai salah satu solusi ASN honorer.[**]

 

Penulis : One

 

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • “Sawah Nggak Perlu Colok Listrik, Matahari Jadi Tukang Siram di Muara Enim”

    “Sawah Nggak Perlu Colok Listrik, Matahari Jadi Tukang Siram di Muara Enim”

    • calendar_month Jumat, 17 Okt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.093
    • 0Komentar

    DULU petani Muara Enim nyetrum sawah kayak nyolok hape ke powerbank, sekarang cukup bilang, “Matahari, tolong!” dan air langsung ngalir, Kamis (16/10/2025) kemarin, Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Irigasi di Desa Matas dan Desa Tanjung Karangan, Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muara Enim sekaligus, Gubernur bagi-bagi hadiah Lomba Desa […]

  • “Madhucon & PR yang Tak Bisa Ditambang”

    “Madhucon & PR yang Tak Bisa Ditambang”

    • calendar_month Kamis, 19 Jun 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 978
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Kalau pepatah bilang, “Datang tak diundang, pulang tak diantar,” maka perusahaan tambang yang datang tanpa lengkap izin itu ibarat tamu kondangan yang nyelonong ambil rendang padahal belum salam-salaman sama empunya rumah. Nah, ini kira-kira yang terjadi di Muba, saat PT Madhucon Indonesia ngajuin permohonan pakai jalan kabupaten dari Dawas ke Simpang C2, padahal […]

  • blibli bigpayday

    Takut Beli Baju Online? Intip 10 Tips Berikut!

    • calendar_month Rabu, 20 Okt 2021
    • account_circle Bono
    • visibility 2.480
    • 0Komentar

    Tips beli baju online penting diketahui oleh para online shopper agar tidak salah pilih barang atau kehilangan uang.

  • Dukung Sumsel Mandiri Pangan, BSB  Kucurkan CSR Bantu Bibit  Sayuran dan  Benih Ikan

    Dukung Sumsel Mandiri Pangan, BSB Kucurkan CSR Bantu Bibit  Sayuran dan  Benih Ikan

    • calendar_month Jumat, 18 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 820
    • 0Komentar

    BEBERAPA waktu yang lalu puluhan warga Kelurahan Wonosari, Kecamatan Prabumulih Utara, Kota Prabumulih menerima bantuan ikan, ayam petelur, drum dan sayur-sayuran sebagai bekal mereka bercocok tanam melalui Bank Sumsel Babel (BSB) Kota Prabumulih di halaman Kantor Lurah Wonosari baru-baru ini. Kepala Bank Sumsel Babel Cabang Kota Prabumulih, Tian Kedaumpun Yamin didampingi Penyedia Umum dan Akuntansi […]

  • Peroleh Bantuan dari DPR Dapil II Sumsel, Bupati OKI Pamerkan Pusat ODP Center Hotel Kembar Danau Teluk Gelam

    Peroleh Bantuan dari DPR Dapil II Sumsel, Bupati OKI Pamerkan Pusat ODP Center Hotel Kembar Danau Teluk Gelam

    • calendar_month Rabu, 25 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 848
    • 0Komentar

        RUMAH Sakit Umum Daerah Kayuagung di Kabupaten Ogan Komering Ilir terpilih menerima bantuan Ventilator dari Komisi I DPR RI setelah dilakukan assessment kemampuan sumber daya dan kinerja yang sangat baik dalam penanganan Covid-19. “Bantuan Ventilator ini kita berikan dengan tujuan untuk dimanfaatkan oleh rumah sakit di wilayah Dapil Sumatera Selatan II dalam penanganan […]

  • Simbol Jari dalam Politik

    Simbol Jari dalam Politik

    • calendar_month Kamis, 10 Jan 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 5.949
    • 0Komentar

    DALAM pandangan sosiolinguistik, bahasa digunakan sehari-hari oleh siapa saja dalam transaksi apa saja sebagai alat komunikasi antarmanusia, yang dicirikan dengan penggunaan simbol-simbol lisan dan tertulis secara acak (arbitrer) sesuai makna yang diterima masyarakat penutur. Bahasa dipandang sebagai suatu sistem yang berkaitan dengan struktur masyarakat yang tidak terlepas dari ciri-ciri penutur dan dari nilai-nilai sosiobudaya yang […]

expand_less
WordPress Archive Scroll Magic – Animation Builder WordPress Plugin Scroll Magic – Animation Builder WordPress Plugin ScrolleUP – Creative One Page WordPress Theme Scrollfolio – Parallax Scrolling Effect portfolio Scuola – Language School WordPress Theme Seabreeze – Restaurant and Cafe WordPress Theme Seadive – Scuba Diving Centre Elementor Template Kit SeaFood Company – Fish Restaurant WordPress Theme Sealosca – Sea Adventure Travel Template Kit Search and Filter for WooCommerce