Kamis, 10 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Uncategorized » Politik Pengakuan dan Multikulturalisme

Politik Pengakuan dan Multikulturalisme

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 22 Mar 2019
  • visibility 1.538
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ARUS globalisasi sangat berpengaruh terhadap seluruh aspek kehidupan masyarakat, di tambah lagi era informasi yang semakin maju, dan sebagai konsekuensi dari itu semua cenderung menghilangkan batasan-batasan geografi dan budaya. Persentuhan antara satu budaya dengan budaya lain ini bukanlah tanpa resiko dan hal ini berimplikasi pada relasi sosial dalam masyarakat. Begitupun pandangan tentang multikulturalisme terus berkembang cepat. Dan hal ini juga berpengaruh terhadap pandangan politik.

Masyarakat multikulturalisme dihadapakan dengan berbagai macam problem yang semakin kompleks, karena adanya klaim masing-masing kelompok terhadap kelompok yang lainnya. Untuk  itu diharapkan adanya pluralisme yaitu paham untuk saling menerima, berlapang dada terhadap perbedaan tersebut tanpa melepaskan atribut masing-masing kelompok. Dalam satu negara yang di dalamnya banyak terdapat etnis, ras, budaya yang berbeda sehingga sangat rentan terjadinya sensitifitas politik, beberapa kasus para kaum minoritas merasa dipinggirkan oleh mayoritas  dalam relasi sosial, sehingga mereka tidak diberikan ruang yang maximal dalam interaksi sosial maupun aksesnya. Sebagai contoh misalnya komunitas seks, gender di berbagai wilayah dunia yang menginginkan persamaan hak terhadap mayoritas, begitu juga dengan para aktivis gender yang menuntut persamaan dalam ruang publik. Oleh karena itulah multikulturalisme menjadi suatu dorongan kepentingan kaum minoritas atau kelompok subaltern atau kelompok kelas dua.

tindakan-tindakan kultural bukan hanya bersifat pribadi atau subjektif melainkan dibentuk secara sosial, atau bersifat intersubjektif, yang artinya tindakan tersebut tidak hanya berasal dari satu arah akan tetapi terkonstruk oleh realitas sosial itu sendiri. Para subaltern yag merasa disingkirkan karena perbedaan ini menjelma menjadi suatu gerakan politik yang menginginkan suatu pengakuan yang sama dengan yang lainnya dan berhak mendapatkan hak yang sama juga. pengakuan disebabkan oleh adanya tuntutan akan suatu kebutuhan. Sebagian besar tuntutan datang dari kalangan minoritas dalam politik multikultural.

pluralisme merupakan sebuah keadaan bukan sebagai tujuan, hanya dengan penerimaan perbedaan-perbedaan budayalah yang menyebabkan terciptanya sebuah masyarakat yang utuh dan berintegritas. Hal ini cukup beralasan karena legitimasi yang berada di tangan negara terkadang tidak bisa menangkap berbagai aspirasi masyarakat maka dari itu perlu adanya kelompok-kelompok dan organisasi masyarakat sipil sehingga aspirasi tersebut bisa diekspresikan dan dinyatakan, dan inilah yang menjadi landasan gerakan-gerakan kaum minoritas dalam memperjuangkan hak-hak mereka mendapatkan pengakuan.

Hak mendapatkan pengakuan adalah gerakan yang terus menerus dilakukan oleh kaum minoritas karena tidak ada yang lebih penting menurut mereka selain daripada itu, itulah keadilan yang sesungguhnya dimana setiap individu mempunyai kebebasan dan individu tersebut berhak mendapatkan apresiasi publik seperti yang lainnya tanpa adanya kesenjangan. Pengakuan bukanlah pembicaraan tentang identitas suatu etnis atau kelompok akan tetapi pengakuan terhadap hak-hak invidu yang terlepas dari identitas kelompok tertentu.[**]

 

Penulis     : Yulion Zalpa, M.A.

Dosen Politik Islam

UIN Raden Fatah Palembang dan Peneliti Lembaga

Riset Politik Mahija Institute Yogyakarta

 

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dihadapan Peserta Andalas Forum II, Bupati Muba Paparkan Inovasi dari Sawit

    Dihadapan Peserta Andalas Forum II, Bupati Muba Paparkan Inovasi dari Sawit

    • calendar_month Kamis, 13 Feb 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.030
    • 0Komentar

    RATUSAN peserta Andalas Forum II asal  Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat, Bengkulu, Jambi dan Sumatera Selatan terpukau oleh ide pengembangan sawit di Musi Banyuasin [Muba]. Acara  digelar oleh Gabungan  Pengusaha Kelapa Sawit (Gapki) Sumatera Selatan di Ballroom Hotel Harper Palembang, Kamis (13/2/2020). Rangkaian acara yang digelar selama dua hari ini membahas  promosi dan […]

  • Pascagempa, Enam Ribu Warga Sumatera Barat Mengungsi

    Pascagempa, Enam Ribu Warga Sumatera Barat Mengungsi

    • calendar_month Sabtu, 26 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.305
    • 0Komentar

    SEBANYAK 6.002 warga Sumatera Barat mengungsi akibat dampak gempa M6,1 yang terjadi pada Jumat (25/2), pukul 08.39 WIB. Sebagian besar warga mengungsi tersebar di 35 titik Kabupaten Pasaman Barat. Data BNPB per Sabtu dini hari (26/2), pukul 02.35 WIB, mencatat total warga meninggal dunia 8 orang, luka berat 10 orang dan luka ringan 76 orang. […]

  • Terbitkan Surat Edaran, Kemenkes Ajak Masyarakat Waspada Akan Kasus Hepatitis Akut

    Terbitkan Surat Edaran, Kemenkes Ajak Masyarakat Waspada Akan Kasus Hepatitis Akut

    • calendar_month Rabu, 4 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 726
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) melalui Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Dirjen P2P) mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor HK.02.02/C/2515/2022 tentang Kewaspadaan terhadap Penemuan Kasus Hepatitis Akut yang Tidak Diketahui Etiologinya (Acute Hepatitis Of Unknown Aetiology) dan SE itu mengajak agar selalu waspada. SE tersebut ditandatangani oleh Direktur Jenderal (Dirjen) P2P Maxi Rein Rondonuwu pada tanggal 27 […]

  • Begini Cerita Sekda Nasrun Umar Kenapa Palembang Dibangun LRT ?

    Begini Cerita Sekda Nasrun Umar Kenapa Palembang Dibangun LRT ?

    • calendar_month Kamis, 8 Mar 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 897
    • 0Komentar

    “Banyak pakar-pakar yang mumpuni kita kumpulkan agar bisa memberi masukan yang konstruktif,”

  • Asian Games, EO Asing Tapi Tetap Usung Budaya Indonesia

    Asian Games, EO Asing Tapi Tetap Usung Budaya Indonesia

    • calendar_month Rabu, 30 Mei 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 884
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Jakarta – Direktur Kreatif Pembukaan Asian Games, Wishnutama, menegaskan bahwa meskipun menggunakan jasa event organizer (EO) asing, baik di dalam acara pembukaan dan penutupan, Asian Games 2018 tetap mengusung budaya Indonesia. “Saya bertanggung jawab dari segi kreatif dan memastikan kekuatan lokal budaya Indonesia harus kita tampilkan. Tidak ada campur tangan dari luar. Semua adalah kreativitas […]

  • Sumsel Siap Tuan Rumah Fornas

    Sumsel Siap Tuan Rumah Fornas

    • calendar_month Jumat, 10 Jun 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.155
    • 0Komentar

    TAK hanya sukses menjadi tuan rumah penyelenggara, Provinsi Sumsel mematok target minimal masuk lima besar pada perhelatan akbar Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS) VI yang akan digelar bulan Juli 2022 mendatang.  Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Sumsel H. Mawardi Yahya saat menggelar jumpa pers, di Kantor Gubernur Sumsel, Kemaren.    Karena itu, Ia mengajak semua […]

expand_less
WordPress Archive Assyrian – Responsive Fashion WordPress Theme Ast Fulfillment Manager ( Formerly Advanced Shipment Tracking Pro ) Astana – Real Estate & Architecture Elementor Template Kit Asteno – Wine & Vineyard WP Theme Astero WordPress Weather Plugin Astia – Minimal Portfolio WordPress Theme for Photographers Asting – Charity & Donation WordPress Theme Astones – American Football Team & Sports Elementor Template Kit Astra Premium Sites Plugin + Agency Demos Astra Pro Addon