Jumat, 14 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Uncategorized » Patut Dicontoh Tuh, Yayasan Dhuafa Mulia Teladani Keluarga Ibrahim AS

Patut Dicontoh Tuh, Yayasan Dhuafa Mulia Teladani Keluarga Ibrahim AS

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 10 Sep 2017
  • visibility 1.311
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.ID, Palembang – Kajian dengan Tema ‘ Meneladani Keluarga Ibrahim AS patut di contoh seluruh umat muslim di Palembang, pasalnya Yayasan Dhuafa Mulia bersama Ketua Pembina Yayasan Dhuafa Mulia, Ustadz Ahmad Ghozali Assegaf LC MA di Masjid AL-RA’IYAH komplek DPRD Provinsi Sumsel, mengajak ratusan santri dari seluruh penjuru Sumsel.

Kajian dibuka dengan penyampaian materi dari Ketua Pembina Yayasan Dhuafa Mulia, Ustadz Ahmad Ghozali Assegaf LC MA. Menurutnya, suatu hari Nabi Ibrahim diuji keimanannya pada Allah untuk mengukur seberapa besar kecintaannya terhadap Sang Khalik.

Lewat mimpi Nabi Ibrahim diperintah Allah untuk menyembelih Ismail, putra tercinta yang sangat dinantikan kehadirannya selama bertahun-tahun. Beliau kaget, keraguan dan kebimbangan menyelimuti hatinya benarkah ini sebuah perintah dari Allah atau jangan-jangan ini hanya tipudaya setan. Hingga akhirnya beliau mendapat mimpi dan perintah yang sama hingga terulang tiga kali dan Nabi Ibrahim pun menetapkan tekad dan menguatkan hati lalu meyakini kalau ini adalah benar-benar perintah Allah yang harus dilaksanakan.

Nabi Ibrahim pun pergi menemui putranya dan menyampaikan apa yang diperintahkan oleh Allah melalui mimpinya. Semula beliau khawatir akan jawaban anaknya, tapi Ismail menjawab: “Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan Allah kepadamu. Insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.” Betapa terharunya beliau mendengar jawaban dari anaknya yang shaleh sehingga makin menambah rasa sayangnya sekaligus menambah kesedihannya karena teringat bahwa beliau akan kehilangan anak yang dikasihinya.

Akhirnya ayah dan anak ini pun membulatkan tekad dengan penuh keimanan dan ketaatan untuk segera melaksanakan perintah Allah tersebut, parang yang sangat tajam pun disiapkan dan mereka berangkat menuju suatu tempat untuk melaksanakan perintah tersebut. Dan akhirnya saat-saat terberat bagi Nabi Ibrahim pun tiba, dengan mengumpulkan segenap keyakinan dan dengan penuh kepasrahan Nabi Ibrahim tetap menjalankan perintah Allah tanpa keraguan meskipun setan terus menggodanya. Beliau pun mengayunkan parang ke leher Ismail dan mulai menyembelihnya.

“Namun parang yang tajam seakan-akan menjadi tumpul dan tidak mampu melukai leher Ismai, tak ada setetes darahpun keluar dari leher Ismail, Nabi Ibrahim pun mengulangi dan tetap saja Ismail tidak terluka sedikitpun. Hingga akhirnya Allah mengganti dengan seekor hewan sembelihan yang besar (sejenis kambing atau domba),” kata Ustadz Ahmad Ghozali Assegaf LC MA bersemangat.

Dari kajian hebat itu sambung Ustadz Ahmad Ghozali Assegaf, ada beberapa hal yang bisa dambil dari keimanan dan ketaatan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail.

“Maka dari itu mari kita tanyakan pada diri kita masing-masing, seberapa besar keimanan kita pada sang pembuat hidup saat benar-benar diuji dengan sebuah ujian yang diberikan oleh-Nya. Terkadang kita lupa, saat kita senang, dan akan menemuiNya saat kita merasa susah. Padahal iman seharusnya ada saat kita senang maupun susah. Secinta apapun Ibrahim pada Ismail, Ibrahim tetap mencintai Allah sehingga apapun yang Allah perintahkan tetap ia jalankan, walaupun harus mengorbankan sesuatu yang sangat ia cintai,” ujarnya.

Belum lagi contoh kesabaran yang ditunjukkan. Sebagaimana diketahui Nabi Ibrahim tetap bersabar saat bertahun-tahun tidak mendapatkan keturunan. Setelah ia mendapatkannya, Allah memerintahkannya untuk menyembelih hal yang paling ia cintai.
“Dengan penuh kesabaran dan penuh keyakinan, ia pun menjalankan perintah. Bagaimana dengan kita? Jika kita diuji dengan sedikit sakit, seberapa banyakkah dari kita yang tidak mengeluh,” tanyanya.

Selain beriman, taat dan sabar, Nabi Ibrahim pun memiliki keikhlasan yang luar biasa. Ikhlas menjalankan perintah Allah sekalipun itu berat.

“Itulah yang bisa kita teladani dari Nabi Ibrahim AS. Jujur, berapa banyak diantara kita yang sholatnya masih sering bolong? berapa banyak diantara kita yang ikhlas bersedekah saat kita sendiri sedang kekurangan? Ikhlas memang sangat susah. Hanya Allah lah yang tahu tulusnya kita. Maka jika meneladani sifat yang satu ini, maka InsyaAllah Allah akan memberi kita nikmat yang luar biasa,” ungkapnya.

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ada Kecurangan & Korupsi, Silahkan Masyarakat Laporkan VIA Aplikasi Ini

    Ada Kecurangan & Korupsi, Silahkan Masyarakat Laporkan VIA Aplikasi Ini

    • calendar_month Kamis, 16 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 685
    • 0Komentar

    WALIKOTA Kota Palembang, H. Harnojoyo berpartisipasi pada Webminar Whistleblowing System (WBS) terkait Tindak Pidana Korupsi Terintegrasi Pembangunan Budaya Organisasi dan Peningkatan Pemahaman dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK-RI) melalui Video Conference (Vidcon) via Aplikasi Zoom. “Alhamdulillah hari ini kita melaksanakan Rapat Webminar Whistleblowing System, terkait aplikasi yang disediakan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan untuk pelaporan kecurangan […]

  • Hadiri Milad ke-40  UMP, Ini Petuah Gubernur

    Hadiri Milad ke-40 UMP, Ini Petuah Gubernur

    • calendar_month Sabtu, 15 Jun 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 861
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumatera Selatan H. Herman Deru menghadiri sidang senat khusus terbuka dengan acara pidato ilmiah dalam rangka milad ke 40 tahun Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP), di Kampus B, Sabtu (15/6/2019). Dalam sambutan Gubernur Sumsel mengakui bahwa UMP merupakan salah satu universitas dengan perkembangan yang sangat pesat di Sumsel. Hal itu bisa dilihat dari makin banyaknya lulusan […]

  • 2 Hal Ini Dinilai Jadi Kunci Utama untuk Jalani Hidup Damai dengan Covid-19

    2 Hal Ini Dinilai Jadi Kunci Utama untuk Jalani Hidup Damai dengan Covid-19

    • calendar_month Senin, 20 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.494
    • 0Komentar

    PANDEMI  COVID-19 belum berakhir. Tidak ada yang bisa memprediksi kapan virus Corona akan musnah atau hilang dari muka bumi ini, termasuk di Indonesia. Namun, roda kehidupan harus terus berjalan. Untuk itu, kita semua harus siap untuk hidup damai berdampingan dengan COVID-19. Hal ini perlu dilakukan guna menuju tatanan kehidupan yang baru. Menteri Komunikasi dan Informatika […]

  • Kembangkan Teknologi Katalis Secara Mandiri, Pertamina Tingkatkan Produksi Produk Migas Bernilai Tinggi

    Kembangkan Teknologi Katalis Secara Mandiri, Pertamina Tingkatkan Produksi Produk Migas Bernilai Tinggi

    • calendar_month Sabtu, 26 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.177
    • 0Komentar

    PT Pertamina (Persero) terus mengembangkan inovasi untuk mendukung kegiatan operasional perusahaan, salah satunya yaitu pengembangan teknologi untuk memproduksi katalis Fluid Catalytic Cracking (“FCC”). Saat ini, Fungsi Research Technology & Innovation (RTI) Pertamina bersama Subholding Refining & Petrochemical Pertamina, PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) telah melakukan uji coba katalis FCC pada Kilang Plaju dengan volume injeksi […]

  • Muba Siap Garap SPBU BBM Satu Harga

    Muba Siap Garap SPBU BBM Satu Harga

    • calendar_month Rabu, 29 Jan 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.783
    • 0Komentar

    PEMBANGUNAN SPBU bahan bakar minyak (BBM) satu harga yang saat ini mulai digarap di seluruh Indonesia langsung disikapi oleh Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Bahkan, dalam waktu dekat Kabupaten Muba telah mendapatkan jatah tiga SPBU BBM satu harga dari BPH Migas untuk pembangunan di Kecamatan yakni di Kecamatan Plakat Tinggi, Keluang, dan Babat Toman. Tidak […]

  • “Bumi Tak Minta Banyak, Hanya Sedikit Peduli”

    “Bumi Tak Minta Banyak, Hanya Sedikit Peduli”

    • calendar_month Rabu, 9 Jul 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 719
    • 0Komentar

    ADA pepatah lama yang bilang, “jangan biarkan rumput tetangga lebih hijau, apalagi kalau rumput sendiri udah pada gundul, gersang, dan jadi tempat nongkrong belalang stres”. Nah, kurang lebih itulah keadaan sebagian lahan kita hari ini. Saking keringnya, jangankan nanam jagung, nanam niat baik aja bisa layu sebelum berkembang. Maka dari itu, peringatan Hari Penanggulangan Degradasi […]

expand_less
WordPress Archive Inovado | Retina Responsive Multi-Purpose Theme InPulse – Creative Agency WordPress Theme Input – Data Science & Analytics SaaS WordPress Theme Insecta – Pest Control & Disinfection Elementor Template Kit Insigne – Financial Business & Investment Elementor Template Kit Insolan – Insurance Agency Elementor Template Kit Inspect – WooCommerce Product Filter & Search Instagram Element – Instagram Plugin for jQuery Instagram Feed For Elementor Instagram For WooCommerce