Minggu, 11 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Uncategorized » Mundur Bukan Karena Malu

Mundur Bukan Karena Malu

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 24 Apr 2020
  • visibility 1.596
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

 

“(Aku mundur alon alon mergo sadar aku sopo) Aku mundur pelan-pelan karna sadar aku siapa

(Mung digoleki pas atimu perih) Cuma kau cari saat hatimu pedih

(Aku mundur alon alon mergo sadar aku sopo) Aku mundur pelan-pelan karna sadar aku siapa

(Mung dibutuhno pas atimu loro) Cuma kau butuhkan saat hatimu sakit”

 

Potongan bait di atas adalah sepenggal bait lagu “Mundur Alon-Alon” yang dinyanyikan  penyanyi dangdut Nella Kharisma. Seseorang yang tidak sanggup lagi mempertahankan cintanya, lebih baik ia mundur. Ia sadar dengan keadaan dirinya. Untuk apa mempertahankan yang tidak bisa ia pertahankan.

Dalam kehidupan yang kita jalani, tak selamanya sesuatu itu kekal milik kita. Semuanya hanyalah titipan. Demikian halnya dengan jabatan dalam suatu pekerjaan. Jabatan adalah sebuah amanah yang dititipkan kepada seseorang untuk dijalankan sebaik-baiknya. Orang tersebut dianggap mampu untuk mengemban amanah tersebut. Jabatan tersebut akan ada masanya. Berakhir dengan sendirinya atau sebelum masanya sudah berhenti di tengan jalan. Orang yang mempunyai jabatan tersebut saat dia tidak sanggup lagi menjalankannya, selayaknya dia mundur dengan sendirinya. Akan tetapi, tidak semua orang yang ikhlas untuk mundur dari sebuah jabatan. Terkadang walaupun sudah tidak layak, orang tersebut akan tetap ngotot untuk mempertahankan jabatan tersebut.

Mundur dalam kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) adalah berkurang (mutu, kecakapan, dan sebagainya). Artinya, seseorang yang tidak cakap lagi dalam mengemban sebuah jabatan, sejatinya harus mundur dari jabatan tersebut. Mundur pun bukan hanya karena tidak cakap lagi, melainkan karena ada beberapa sebab akibatnya. Di antaranya, orang tersebut ketahuan (harus dibuktikan terlebih dahulu oleh hukum yang berlaku) menjalankan amanahnya dengan cara-cara curang atau tidak melalui prosedur resmi. Jabatan sering disalahgunakan demi kepentingan pribadi. Ambisi dan tamak mengambil keuntungan pribadi yang sering dilakukan seorang pejabat, termasuk pejabat strategis.

Di luar negeri mundur dari jabatan sudah tidak menjadi asing lagi. Banyak di antara pejabat tersebut mundur hanya karena masalah sepele. Misalnya, Michael Bates salah satu menteri utama di Inggris mundur dari jabatan hanya karena terlambat dalam sebuh rapat Kemudian, salah seoang menteri di Negara Jerman bernama Annette Schavan, melakukan pengunduran diri dengan alasan diduga melakukan plagiarisme “ringan” dalam upaya mendapatkan gelar pendidikannya. Lantaran merasa malu dengan plagiarisme ringan itu Schavan memilih mundur dari jabatan. Di Jepang, Negara terkenal dengan ajaran Bushido, sebuah landasan etika penduduk Jepang yang menjadi akar keumuman itu. Awalnya, Bushido merupakan kode etik bagi para Samurai yang terdiri dari nilai-nilai seperti integritas, keberanian, hormat, kejujuran, menjaga kehormatan hingga menghargai tradisi. Nilai-nilai dalam konsep Bushido masih dipraktikkan oleh pemimpin dan penduduk Jepang. Salah satu nilai dalam Bushido adalah Meiyo, yaitu nilai menjaga nama baik atau menjaga harga diri dengan memiliki perilaku yang terhormat. Pemimpin Jepang banyak yang lebih memilih mundur terhormat. (Boye Lafayette De Mente dalam bukunya Japan’s Cultural Code Words: 233 Key Terms That Explain the Attitudes and Behavior of the Japanese, 2004:49). Seperti, Perdana Menteri Jepang Yukio Hatoyama mengundurkan diri lantaran gagal memenuhi janjinya saat kampanye pemilu untuk memindahkan sebuah pangkalan militer Amerika Serikat keluar dari wilayah Okinawa pada  tahun 2010. Kasus lainnya, mantan Menteri Ekonomi Jepang Akira Amari, mengundurkan diri karena tuduhan korupsi kepadanya. Walaupun, setelah ditelusuri lebih dalam, mantan menteri ini ternyata tidak melakukan apa yang sudah dituduhkan.

Lain lagi di Negeri ini. Sebuah kasus yang lagi menjadi pembicaran hangat tentang Staf khusus Milenial Peesiden. Setelah banyak mendapat desakan dari warga net (netizen) Belva Devara akhirnya memutuskan mundur dari jabatannya sebagai staf khusus milenial Presiden. Belva mundur karena adanya tudingan potensi konflik kepentingan atas keikutsertaan startup pendidikan yang didirikannya, Ruangguru, dalam program Kartu Prakerja. Belva Devara sendiri sudah menyangkal adanya konflik kepentingan dan menyatakan tidak terlibat dalam proses pembicaraan dan pengambilan keputusan Ruangguru sebagai mitra Kartu Prakerja.

Di Republik ini, mundur dari jabatan bukan hal yang biasa. Andaikan pejabat tersebut mundur lebih karena desakan dari masyarakat termasuk masyarakat netizen. Setelah sebuah kasus terbongkar dan menjadi viral, barulah seorang pejabat tersebut mengundurkan diri. Dan lebih fenomenal lagi, walaupun sudah didesak untuk mundur, seorang pejabat tidak juga mau melepaskan jabatan tersebut.

Mundur dari jabatan bukanlah sebuah aib. Malah lebih terhormat saat pejabat dengan jiwa besar dan ksatria mengakui kealpaan atau kekhilafan Sekali lagi, jabatan adalah sebuah titipan yang sewaktu-waktu akan diambil oleh yang menitipkannya. Mundur bukan karena malu.[***]

 

Penulis:

Dr. Darwin Effendi, M.Pd.

Dosen Universitas PGRI Palembang

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wawako & BPOM Palembang Sidak Pasar 10 Ulu, Begini Hasilnya

    Wawako & BPOM Palembang Sidak Pasar 10 Ulu, Begini Hasilnya

    • calendar_month Selasa, 17 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.320
    • 0Komentar

    WAKIL Walikota Palembang Fitrianti Agustinda bersama (Badan Pengawas Obat dan Makanan – Republik Indonesia (BPOM) Kota Palembang melakukan inspeksi mendadak [sidak] di Pasar 10 Ulu Palembang.   Dalam sidak tersebut lagi ditemukan oknum yang sama menjual prodak mengandung zat berbahaya. Salah satunya terasi yang diduga berasal dari produsen asal Kabupaten di Sumsel.   Fitri secara […]

  • Benarkah Faskes RI Kolaps Tangani Pandemi, Ini Yang Sebenarnya

    Benarkah Faskes RI Kolaps Tangani Pandemi, Ini Yang Sebenarnya

    • calendar_month Minggu, 4 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 689
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN Kesehatan angkat bicara perihal pernyataan Lapor Covid-19, kelompok pemerhati perkembangan Covid-19 di Indonesia yang menyebut fasilitas kesehatan di Indonesia kolaps menghadapi pandemi. Juru Bicara Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengemukakan tidak benar apabila fasilitas kesehatan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia mengalami kolaps. “Kalau dikatakan kolaps tidak betul,” kata Nadia melalui pesan singkatnya kepada […]

  • KAMMI Lakukan Aksi Jalan Mundur Menuju DPR/MPR, “Seperti Demokrasi Kita Mundur”

    KAMMI Lakukan Aksi Jalan Mundur Menuju DPR/MPR, “Seperti Demokrasi Kita Mundur”

    • calendar_month Senin, 11 Apr 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.362
    • 0Komentar

    RATUSAN massa aksi dari KAMMI melakukan aksi jalan mundur menuju gedung DPR/MPR RI.Hal ini mereka lakukan sebagai simbol mundurnya demokrasi dan kesejahteraan rakyat, Senin (11/4/2022). “Kita jalan mundur sebagai pesan bahwa demokrasi kita mundur ke belakang. Mundurnya demokrasi dan kesejahteraan rakyat. Kebijakan ugal-ugalan rakyat sengsara” teriak salah satu orator dari atas mobil pengeras suara. Ammar […]

  • Lutut Rapuh Tak Menghalangi Langkah Menuju Baitullah

    Lutut Rapuh Tak Menghalangi Langkah Menuju Baitullah

    • calendar_month Minggu, 1 Jun 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 737
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Setiap tahun, jutaan jemaah dari berbagai penjuru dunia datang memadati Tanah Suci, dari yang muda bersemangat sampai yang sudah ubanan, semua berlomba-lomba mengejar rida Ilahi. Tapi jangan salah, ini bukan lomba maraton apalagi kompetisi panjat pinang, ini ibadah hati yang penuh hikmah. Namun sayangnya, di tengah khusyuknya doa dan zikir, banyak jemaah Indonesia […]

  • Si Raja Hutan Masuk Perangkap, Gubernur Sumsel : Warga Mulailah ke Kebun Lagi, “Dak Usah Takut, Macan Nganarnyo lah Ditangkep”

    Si Raja Hutan Masuk Perangkap, Gubernur Sumsel : Warga Mulailah ke Kebun Lagi, “Dak Usah Takut, Macan Nganarnyo lah Ditangkep”

    • calendar_month Selasa, 21 Jan 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.011
    • 0Komentar

    KABAR tertangkapnya harimau yang sempat meresahkan warga di beberapa kabupaten di Sumsel, Selasa (21/1/2020) langsung ditanggapi Gubernur Sumsel H.Herman Deru. Iapun meminta warga tidak lagi resah dan kembali aktif beraktivitas di kebun. ” Nah, sekali ini macan (harimau) nian yang ketangkep bukan cak yang kemarin-kemarin. Fix karno langsung kubawa Kepala BKSDA nyo nian ke sini […]

  • “ Cito – Cito Mamat “

    “ Cito – Cito Mamat “

    • calendar_month Minggu, 12 Jul 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.551
    • 0Komentar

    Setiap orang tua ingin yang terbaik untuk anak-anaknya mulai dari pakaian, kehidupan yang layak, sampai persoalan pendidikan pun harus yang terbaik agar kelak nasibnya lebih baik dari oang tuanya. Tris : “ Tumben nian oy malam ini sepi nian yo ???? “ Kacibob : “ Kalau nak rame bakar pos agek rame dateng galo wong […]

expand_less
WordPress Archive Thrive Apprentice Thrive Architect Thrive Clever Widgets Thrive Comments Thrive Headline Optimizer Thrive – Intranet & Community WordPress Theme Thrive Leads Thrive Optimize Thrive Ovation Thrive Quiz Builder