Uncategorized

Creative Marketing : Strategi  Bisnis Anak Zaman Now

foto : istimewa

By : Hapzon Effendi*

PEMASARAN (marketing) dalam dunia bisnis pada dasarnya adalah suatu seni yang memerlukan  kreatifivas ataupun  inovasi dari waktu ke waktu, sehingga pemasaran bukan menjadi suatu hal yang menjenuhkan atau sebagai robot yang tak benyawa. Dengan kreativitas seni yang tinggi lalu padukan dengan ilmu dan teknologi yang canggih, maka jadilah aktifitas pemasaran itu menjadi sesuatu yang mengasyikkan dan menghasilkan hasil yang maksmial. “Inovasi tiada henti” demikian yang slogan yang sering kita didengungkan oleh salah satu produsen otomotif ternama di Asia.

Perpaduan antara seni dan teknologi dalam dunia pemasaran, tidak akan berjalan dengan baik jika tidak diikuti oleh sumber daya manusi yang handal. Tentunya selain  memiliki skill pendidikan tertentu, serta dibuktikan dengan pengalaman lapangan yang bertahun-tahun, tenaga pemasaran juga harus memiliki “attitude” yang baik, sehingga memiliki  jiwa leadership yang handal, jujur, disipilin, creative, dan cerdas sehingga mampu  berkompetisi dan mengantisipasi setiap perubahan.

Oleh karena itu, team pemasaran pada suatu usaha bisnis sering  dijuluki sebagai “Ujung tombak perusahaan”, walaupun bidang lain juga tak kalah pentingnya, seperti bagaikan SDM, akutansi keuangan dan bidang lainnnya, laksana satu anggota tubuh yang tidak mungkin terpisah satu sama lain, atau lebih tepatnya kita sebut dengan “Team Work”. Dengan kata lain, keberhasilan team pemasaran pada suatu usaha bisnis, terjadi karena ada suatu proses kerjasama team yang solid antarbagian yang tidak terpisahkan satu sam lainnya, sehingga menjadi sesuatu kekuatan besar dan akan menghasilkan sesuatu yang maksimal.

Kreativitas dalam dunia pemasaran, selain dipandang dan diterapkan sebagai suatu seni, juga merupakan suatu “strategi” untuk memenangkan persaingan. Persaingan dalam dunia bisnis, tak ubahnya seperti ajang pertempuran yang membutuhkan strategi jitu sebagai upaya untuk  memenangkan pertempuran.

Sejarah  membuktikan,  strategi perang yang  diabadikan dalam buku yang berjudul “The Art of War” (Seni Berperang) yang dikarang oleh  Sun Tzu, seorang ahli strategi perang Tiongkok pada tahun 2.500 SM, masih relevan dengan  strategi bisnis era milenial atau yang sering disebut “zaman now” sekarang ini. Apa yang dilontarkan oleh Sun Tzu, merupakan suatu kreatifitas strategi perang  yang tak lekang oleh waktu, bahkan  bukan hanya sekedar strategi, melainkan juga berbicara tentang kesederhanaan dan leadership dalam berperang dan berbisnis.  Berapa strategi Sin Tzu yang masih relevan dengan strategi bisnis modern saat ini,   antara lain sebagai berikut:

“Seni tertinggi perang adalah menaklukkan musuh tanpa pertempuran; Tampak lemah ketika Anda kuat dan kuat ketika Anda lemah;  Jika Anda tahu musuh dan mengenal diri sendiri, Anda tidak perlu takut hasil dari seratus pertempuran. Jika Anda mengenal diri sendiri, tapi bukan mengenal musuh, untuk setiap kemenangan diperoleh, Anda pun akan menderita kekalahan. Jika Anda tidak tahu musuh maupun diri sendiri, Anda akan menyerah dalam setiap pertempuan; Keunggulan terbesar terdiri dari memecah perlawanan musuh tanpa pertempuran; Biarkan rencana Anda menjadi gelap dan tak tertembus bagaikan malam, dan ketika Anda bergerak layak petir menyambar; Seorang pemimpin memimpin dengan contoh, bukan dengan kekuatan; Untuk mengetahui musuh Anda, Anda harus menjadi musuh Anda sendiri.; dan seterusnya”.

 

Proses  Creative Marketing  Anak  Zaman Now?

Sebagaimana penulis kemukan di atas, kreativitas merupakan perpaduan antara seni dan ilmu yang menyesuaikan dengan zamannya. Karena pada hakikatnya kreativitas itu  adalah suatu kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru untuk memberikan ide kreatif  dalam memecahkan berbagai permasalahan, atau bisa juga dikatakan  sebagai suatu kemampuan melihat persoalan-persoalan baru yang bisa dijadikan peluang antar unsur-unsur yang sudah ada sebelumnya.

Kreatifitas merupakan lokomotif perubahan dari zaman ke zaman, maka sejarah mencatat terjadinya  revolusi industri dalam sejarah kehidupan manusia modern pada akhirnya memunculkan mesin teknologi yang terus berkembang dari waktu ke waktu. Pun ledakan yang terjadi pada industri telekomunikasi dan informasi saat ini yang lebih dikenal dengan “era digital” adalah hasil dari suatu inovasi dan proses  tranformasi yang muaranyanya adalah “kraetivitas” manusia yang merupakan anugerah dari Sang Pencipta.

Dua puluh atau bahkan tiga puluh tahun silam, pernahkah terbayangkan oleh pelaku bisnis, “OJOL” akan menguasai dunia transfortasi; atau pernahkah pelaku bisnis tradisional terbayang bahwa mereka akan digilas oleh sistem penjualan yang berbasis online, seperti halnya “bukalapak, tokopedia; blibli.com dan sederetan  bisnis online  yang beromzet milyaran hingga trilyunan per bulan.  Tentu saja, kreatifitas anak zaman now tidak hanya bicara kualitas, melainkan kuantitas, delivery, cost, efektif, efisien dari semua lini usaha.

Marketing modern mencatat, kata kunci kreatifitas anak zaman now adalah “inovasi, proses tranfromasi, kalobarosi, dan yang saat ini sedang ramai dibicarakan adalah “Distrupsi atau distruption”. Distruption merupakan inovasi yang akan menggantikan suluruh sistem lama dengan cara-cara baru. Distrupsi bisa dilihat sebagai sesuatu yang positif karena merupakan suatu inovasi yang dinamis”, demikian salah satu sumber menyebutkan tantang distrupsi atau distruption.

Salah satu ciri anak zaman now adalah “ teknologi digitalisasi” yang menjamur di berbagai belahan dunia. Di Indonesia sendiri, tekonologi digitalisasi sudah menginspirasi jutaan pelaku bisnis di tanah air, salah satunya adalah demam  “photo selvie”.  Photo selvie merupakan salah satu creativ marketing yang bisa dijadikan strategi untuk mendongkrak penjualan. Ciri anak zaman now adalah  ingin selalu tampil  exist  dan exelent di berbagai aktifitas keseharainnya.

Update status di medsos sudah gaya hidup (style ) oleh kelompok tertentu. Baik itu sedang berada di tempat tertentu yg tergolong istimewa ataupun sedang menikmati makanan tertentu di tempat-tempat yang juga tergolong istimewa. Akan menjadi kebanggan tersendiri jika di sebar di medsos dan mendapatkan banyak commnet dari teman-teman.  Sehingga tidaklah mengherankan jika pasar seluler terus menggeliat dengan berbagai merk dengan sales milyaran rupiah. Dan tidak mengherankan pula,  jika pasar handphone seluler  di Indonesia yang paling diminati oleh customer dalam negeri adalah yang paling canngih fasiltas cameranya yang bisa digunakan untuk “selvie”, sekalipun harga tergolong mahal. Contoh kongkrit lainnya, tanpa bermaksud mempromosikan salah satu usaha bisnis, trik photo selvie ini terbukti bisa mendongkrak beberapa usaha binsis di berbagai pelosok tanah air, sepeti di mall, penjual buah, kedai kopi, bahkan beberapa bandara pun sudah menyediakan fasiltas selvie.

Penulis berpendapat ini merupakan suatu creative marketing anak zaman now dengan memanfaatkan fasiltas digital yang super canggih. Sebenarnya masih banyak lagi creative marketing yang bisa dikembangkan seiring dengan perkembangan teknologi digital, tanpa harus merogoh kocek lebih, tinggal “mau atau tidak mau”.  [**]

 

*Penulis  adalah Karyawan Marketing Perusahaan Farmasi Milik Pemerintah, berdomisli di Jakarta..

Comments

Terpopuler

To Top