Minggu, 27 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Uncategorized » Sudah MoU, Kemenkes Siap Fasilitasi Penempatan Perawatan di Arab Saudi

Sudah MoU, Kemenkes Siap Fasilitasi Penempatan Perawatan di Arab Saudi

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 12 Apr 2022
  • visibility 765
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KERJASAMA Indonesia dengan Kerajaan Arab Saudi (KAS) telah terjalin sejak tahun 2017. Hal ini ditandai dengan penandatanganan MoU Bidang Kerja Sama Kesehatan RI-KAS oleh Menteri Kesehatan RI dan Menteri Kesehatan KAS di Bogor pada tanggal 1 Maret 2017.

Kerja sama dilakukan untuk memecahkan masalah Kesehatan bersama seperti isu-isu kesehatan nasional dan internasional serta perekrutan tenaga kesehatan dan professional kesehatan Indonesia.

Kerja sama bilateral antarkedua negara terus berlanjut. Eratnya hubungan kedua negara salah satunya ditandai dengan pertemuan Menteri Kesehatan RI dan Menteri Kesehatan Arab Saudi di sela pertemuan G20 di Roma, Italia pada 5-6 September 2021 lalu. Salah satu hal yang diusulkan oleh Menteri Kesehatan Kerajaan Arab Saudi adalah melanjutkan kembali Program Eksekutif Penempatan Perawat Indonesia ke Arab Saudi. Pertemuan kedua pemimpin tersebut, ditindaklanjuti dengan pertemuan Duta Besar Arab Saudi di Jakarta pada tanggal 22 September 2021 untuk membahas teknis proses seleksi dan penempatan para tenaga kesehatan.

Dari pertemuan tersebut, Kemenkes memfasilitasi ketersediaan sejumlah perawat Indonesia yang memenuhi standar kualifikasi dan bersedia mengikuti proses seleksi untuk bekerja di Rumah Sakit Kementerian Kesehatan Arab Saudi melalui program mandiri. Menteri Kesehatan Arab Saudi mengusulkan agar program dimaksud dapat dilakukan secara berkesinambungan secara G to G/ antar Pemerintah.

Proses interview dilaksanakan secara langsung oleh Kementerian Kesehatan Arab Saudi di Jakarta pada tanggal 2 Maret 2020 dengan difasilitasi Kementerian Kesehatan RI. Dari 43 perawat yang mengikuti wawancara, terdapat 17 perawat memenuhi kualifikasi yang dipersyaratkan oleh Kemenkes Kerajaan Arab Saudi. 16 orang diantaranya telah menandatangani kontrak kerja, 1 orang mengundurkan diri.

Kini, setelah tertunda selama kurang lebih dua tahun karena pandemi COVID-19, 9 dari 17 perawat yang lulus seleksi sudah mendapatkan visa dari Pemerintah Arab Saudi dan telah diberangkatkan pada Minggu, 10 April 2022.

”Kepada para perawat yang akan berangkat hari ini, saya pesan kepada Adik-adik semua, untuk senantiasa menjaga nama baik bangsa dan negara karena selama tinggal di Arab Saudi Saudara akan membawa nama baik bangsa, agar selalu menjaga komunikasi dengan perwakilan RI dan perwakilan organisasi profesi perawat di Arab Saudi, mematuhi peraturan dan hukum yang berlaku di Arab Saudi, memperhatikan budaya setempat, serta melaksanakan ketentuan sesuai yang tercantum dalam kontrak kerja, mempersiapkan diri untuk mengikuti sertifikasi perawat di Arab Saudi serta memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya untuk senantiasa meningkatkan kemampuan keprofesian. Bekerja dengan sungguh-sungguh dan dengan sepenuh hati dilandasi dengan disiplin, kerja keras, pantang menyerah, bertanggung jawab dan jujur,” ucap Plt. Direktur Pendayagunaan Tenaga Kesehatan, Dr. Sugiyanto, M.App.Sc. saat melepas keberangkatan batch pertama Program Eksekutif Penempatan Perawat Indonesia ke Arab Saudi secara virtual pada Minggu (10/4).

Salah satu perwakilan perawat, Sri Nurmala Sari yang ditempatkan di King Fahad Hospital, Mekkah menyatakan sangat terbantu dengan program fasilitasi ini dan berharap program tersebut dapat berlanjut untuk memberikan kesempatan bagi perawat Indonesia yang ingin berkarir secara professional di luar negeri. Direncanakan pada bulan Mei 2022 akan dilaksanakan Joint Working Group (JWG) on Health ke 3 antara Kementerian Kesehatan RI dan Kementerian KSA untuk membahas tindak lanjut MoU Kerjasama Kesehatan dan direncanakan akan dilakukan rekrutmen untuk batch 2.

Pendayagunaan tenaga kesehatan Indonesia ke luar negeri dilaksanakan sesuai dengan amanat UU Tenaga Kesehatan No 36 tahun 2014 yang diatur lebih lanjut dalam Permenkes No 37 tahun 2015. Hal ini juga sejalan dengan Agenda Transformasi Kesehatan 2021-2024 yang berfokus pada 6 bidang, dimana salah satu pilar tersebut adalah Transformasi bidang SDM Kesehatan.

Saat ini, Kemenkes secara aktif mencari peluang dan menjalin kerja sama dengan pihak luar negeri untuk meningkatkan kualitas para SDM Kesehatan, baik melalui kerja sama pengembangan kurikulum, penempatan nakes ke luar negeri, dan peningkatan kapasitas nakes melalui program pendidikan dan magang di fasyankes negara maju seperti Jepang, Jerman, Belanda dan Kerajaan Arab Saudi. Selain itu, saat ini Kemenkes sedang mengembangkan pelayanan kesehatan kelas dunia, sehingga sangat membutuhkan perawat yang memiliki sertifikasi dan pengalaman internasional. Melalui beberapa program kerjasama internasional diharapkan kualitas perawat Indonesia dapat ditingkatkan dan diakui secara internasional.Kemenkes (***)

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 1 Warga OKI Positif COVID-19, Gugus Tugas Lakukan Ini

    1 Warga OKI Positif COVID-19, Gugus Tugas Lakukan Ini

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 886
    • 0Komentar

    GUGUS Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) melalui juru bicaranya, Iwan Setiawan SKM MKes secara resmi menyampaikan bahwa satu warga di Kabupaten OKI terkonfirmasi positif terpapar virus Corona Covid-19 melalui konferensi pers di Media Center Dinas Kesehatan Kabupaten OKI, Rabu (1/4/2020). “Ini kami sampaikan menindaklanjuti surat dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel, hari […]

  • Timnas Indonesia Menang [Kalah] Lawan Guyuna?

    Timnas Indonesia Menang [Kalah] Lawan Guyuna?

    • calendar_month Sabtu, 25 Nov 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.190
    • 0Komentar

    “Kami akan menjadikan pertandingan ini sebagai kesempatan penting yang merupakan ujian moral sekaligus kepercayaan diri tim sebelum berlaga di Asian Games 2018,”

  • Cegah COVID-19, BPJAMSOSTEK Lakukan Ini

    Cegah COVID-19, BPJAMSOSTEK Lakukan Ini

    • calendar_month Minggu, 22 Mar 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.844
    • 0Komentar

    BPJAMSOSTEK memfokuskan layanan klaim jaminan menjadi layanan online dan tanpa kontak fisik guna menghindari dan mencegah penyebaran COVID-19 di lingkungan dunia kerja bagi pekerja. Protokol Lapak Asik (Layanan Tanpa Kontak Fisik) BPJAMSOSTEK merupakan salah satu upaya dalam mendukung pemerintah meminimalisir dan menghentikan penularan Covid-19. Sebelumnya, pelayanan yang diberikan BPJAMSOSTEK kepada peserta selalu dilakukan secara tatap […]

  • “Truk Macet, Warga Tersenyum, Sumsel Menanti Pelabuhan Baru Tanjung Carat?”

    “Truk Macet, Warga Tersenyum, Sumsel Menanti Pelabuhan Baru Tanjung Carat?”

    • calendar_month Sabtu, 1 Nov 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.333
    • 0Komentar

    “Janji di Tinta MoU, Harapan Sumsel Menunggu Tindakan Nyata” SUMATERA Selatan sudah lama menanti babak baru logistik dan perdagangan. Pelabuhan Boom Lama, yang berdiri sejak 1908, selama lebih dari satu abad menjadi saksi bisu kemacetan, sedimentasi sungai, dan berbagai drama transportasi yang bikin warga dan pengusaha garuk-garuk kepala. Jalanan yang sempit, kendaraan berat saling berdesakan, […]

  • DPRD OKU Tolak Plh Bupati, Gubernur Nyatakan Sekda Tidak Bersedia

    DPRD OKU Tolak Plh Bupati, Gubernur Nyatakan Sekda Tidak Bersedia

    • calendar_month Selasa, 9 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.090
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel H Herman Deru angkat bicara terkait penolakan anggota DPRD OKU pasca penunjukan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Provinsi Sumsel Drs Edward Chandra sebagai Pelaksana Halrian (Plh) Bupati OKU. Dimana anggota DPRD OKU menilai keputusan pengangkatan Plh tersebut tidak sesuai dengan ketentuan Pasal 65 UU No 23 Tahun 2004 tentang pemerintahan daerah. […]

  • Begini Cara Pemprov Sumsel Lakukan Perlindungan Terhadap Anak

    Begini Cara Pemprov Sumsel Lakukan Perlindungan Terhadap Anak

    • calendar_month Jumat, 25 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 837
    • 0Komentar

    SEBAGAI upaya pencegahan dan penanganan perlindungan kekerasan pada anak, saat ini Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak telah membentuk UPTD P2TP2A di 4 Kabupaten/kota antara lain Kota Palembang, Kota Lubuk Linggau, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Kabupaten Musi Rawas dan 1 Provinsi Sumatera Selatan. Selain itu pula Kabupaten dan kota […]

expand_less
WordPress Archive Patker – Pet Care and Veterinary WordPress Theme Patte – Pet Care & Pet Shop WordPress Theme Pause – Blog & Magazine Elementor Template Kit Pawly – Responsive Pet Store WooCommerce Theme Pawsh | Pet Care Services WordPress Theme Pawsy – Pet Care & Veterinary Elementor Template Kit Payday Loans – Banking, Loan Business and Finance WordPress Theme PayLane Secure Form Gateway for WooCommerce Paylite – Online Payment Gateway Elementor Template Kit Payloan – Banking & Business Loan Elementor Template Kit