Jumat, 21 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tips » Sarapan Berat, Hidup Melarat (Kolesterol), Kisah Pagi yang Berminyak & Berdampak

Sarapan Berat, Hidup Melarat (Kolesterol), Kisah Pagi yang Berminyak & Berdampak

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 10 Jul 2025
  • visibility 1.416
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

“Tak ada pagi tanpa nasi, tak ada kolesterol tanpa gorengan”Pepatah rakyat dapur belakang, he..he..

JAM masih menunjukkan pukul 06.57, ayam tetangga belum sempat berkokok dua kali, tapi dapur sudah bergemuruh. Ada aroma daging sapi rebus, ayam goreng lengket, telur ceplok setengah gosong, dan sambal ulek level ‘neraka edisi Sumatera’.

Pak Bowo, bapak dua anak, 52 tahun, baru selesai mandi dan langsung menyantap sarapan super berat itu. Nasi satu gunung, lauk tiga protein hewani, ditambah kerupuk dan teh manis hangat.
Kata beliau, “Kalau pagi nggak kenyang, otak susah mikir. Kecuali yang nggak biasa mikir”.

Tapi masalahnya bukan di mikir atau enggak. Dua minggu kemudian, Pak Bowo mendadak merasa lututnya cenut-cenut. Pinggang kayak habis ngangkat kulkas sendirian. Leher kaku kayak ditinggal utang.

Datanglah vonis dokter asam urat tinggi, kolesterol naik, dan lemak darah ngumpul seperti reuni mantan satu angkatan.

Pola makan pagi seperti ini sebetulnya bukan salah siapa-siapa. Tapi kadang, kita mengira tubuh kita adalah kompor minyak tanah, makin dikasih bahan bakar, makin semangat.

Padahal tubuh itu kayak celengan ayam, kalau diisi terlalu cepat dan penuh, bisa jebol juga.

Sarapan berat yang mengandung, nasi putih segunung, daging sapi, ayam, telur (semua digoreng pula), teh manis dua gelas, ditambah kerupuk dua lembar (plus bonus micin di ujung lidah) …bisa bikin tubuh shock, terutama kolesterol jahat (LDL) naik cepat kayak utang di akhir bulan.

Selain itu, asam urat ngumpet dulu, tapi pas malam mulai kasih kejutan kayak mantan minta balikan pas kamu udah nikah. Gula darah melambung, lalu terjun bebas setelah 2 jam, bikin ngantuk, malas, dan nyari kopi susu padahal sudah kelebihan beban.

Kalau pola ini dilanjutkan risiko stroke dan serangan jantung meningkat (apalagi kalau sambil merokok dan ngedumel soal politik). Asam urat kronis bisa bikin sendi membengkak kayak martabak telur gagal diet. Dan tentu saja, biaya kesehatan naik. Tabungan pensiun malah ludes buat beli obat dan vitamin rasa karet.

Nah, jangan khawatir ada tips sehat ala Warung Kopi, tapi valid!, hidup sehat itu bukan berarti harus makan daun dan minum air mata. Kita bisa ngurangin risiko penyakit dengan cara yang nggak nyiksa dompet dan perasaan, yakni pilih sarapan “Ringan Tapi Mantap”

Pilih Sarapan “Ringan Tapi Mantap”. Pepatah baru bilang  “Lebih baik bubur berkuah daripada ayam berbulu di lambung”  antara lain

  • Oatmeal + buah potong

  • Bubur kacang hijau tanpa santan (boleh dikasih sedikit gula)

  • Nasi merah + tahu tempe kukus + sayur bayam

  • Telur rebus + roti gandum + tomat iris

Kedua gorengan itu mantan,  jarak aman 2 meter

Kalau susah lepas dari gorengan, minimal:

  • Ganti minyaknya tiap 2 hari

  • Kurangi tepung, perbanyak sayur (bakwan isi kol asli ya, bukan angin)

Ketiga, yakni  jangan langsung tidur lagi abis sarapan, karena itu bisa bikin lemak numpuk kayak cucian yang ditunda. Jalan-jalan keliling rumah 10 menit aja udah cukup.

Ke- empat minum air putih, bukan teh manis 3 ember , karena teh manis pagi hari itu kayak temen toxic, manis di awal, nyakitin di akhir. Gula darah bisa naik turun kayak sinyal Wi-Fi di pedalaman.

Ke lima periksa rutin, bukan nunggu tumbang, minimal 3 bulan sekali cek kolesterol, asam urat, gula darah. Biar kita tahu kondisi tubuh sebelum tubuh kasih sinyal SOS.

Jadi kesimpulan sarapan memang penting, tapi jangan sampai “perut kenyang di pagi hari, rekening bocor di sore hari gara-gara beli obat”.

Tubuh itu bukan warteg, jangan diisi semuanya sekaligus. Kalau mau kenyang tapi sehat, kuncinya pilih yang bergizi, tidak terlalu berat, dan tidak dibanjur minyak dan gula.

Hikmah dari Nasi dan Daging “Makanlah sebelum lapar, berhentilah sebelum ke rumah sakit”

Jangan sampai semangat makan pagi membuat kita lupa bahwa tubuh punya batas. Nikmatilah makanan, tapi jangan biarkan makanan jadi musuh dalam selimut kolesterol dan sekutunya.

Ingat, sehat itu bukan tentang diet ekstrem, tapi tentang pilihan kecil yang dilakukan konsisten. Sarapan sehat itu bukan cuma tren, itu investasi, supaya kita bisa tetap lincah di usia senja, dan masih kuat main petak umpet sama cucu. Semoga bermanfaat.[***]

“Tulisan ini adalah opini dan edukasi ringan berbasis referensi kesehatan umum, bukan pengganti konsultasi medis”

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mahasiswa Poltek Negeri Padang Cetak Rekor Lomba Beton Semen Padang

    Mahasiswa Poltek Negeri Padang Cetak Rekor Lomba Beton Semen Padang

    • calendar_month Rabu, 21 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.105
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PADANG  –  Mahasiswa Teknik Sipil dari Politeknik Negeri Padang, berhasil memecahkan rekor dan sekaligus memenangkan Lomba Beton Mutu Tinggi 2018, yang digelar PT Semen Padang mulai dari tanggal 3 – 4 Oktober 2018, dengan menggunakan semen Portland Composite Cement (PCC). Dari hasil lomba beton ini membuktikan, bahwa semen PCC (Portland Composite Cement) produksi PT […]

  • Menpora Buka FGD di Palembang

    Menpora Buka FGD di Palembang

    • calendar_month Kamis, 2 Feb 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.110
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, Palembang -Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Republik Indonesia Zainudin Amali, membuka Focus Discussion Group (FGD) terkait penyempurnaan Instruksi Presiden No 3 Tahun 2019 tentang percepatan pembangunan persepakbolaan nasional bertempat di Ballroom Hotel Novotel Palembang, pada Selasa (31/1) malam. Dalam sambutannya Menpora menyebut, Palembang dipilih menjadi tempat FGD  lantaran Kota Palembang menjadi salah satu tuan […]

  • 46,6 Ton Beras Dibagikan, Gubernur Terus Gulirkan Bantuan Untuk Warga Terdampak Pandemi

    46,6 Ton Beras Dibagikan, Gubernur Terus Gulirkan Bantuan Untuk Warga Terdampak Pandemi

    • calendar_month Rabu, 22 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 640
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumatera Selatan H Herman Deru  terus  menggulirkan bantuan berupa beras kepada masyarakat yang terdampak pandemi covid-19 di Sumsel. Seperti pada Selasa (21/9) petang, Gubernur Herman Deru kembali menyerahkan bantuan beras sebanyak 46,6 ton beras untuk masyarakat di tiga kecamatan di kawasan Seberang Ulu Palembang. Penyaluran bantuan beras untuk masyarakat di tiga kecamatan seperti Kecamatan […]

  • Pusri Cuma Mikirin Profit, Tapi Minim Kontribusi ke Sumsel

    Pusri Cuma Mikirin Profit, Tapi Minim Kontribusi ke Sumsel

    • calendar_month Senin, 26 Feb 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.955
    • 0Komentar

    “Jadi siapapun yang berinvestasi di Sumsel harus ada kontribusi untuk Sumsel dan masyarakat Sumsel,”

  • Peringatan Hari Kartini, Kebangkitan Perempuan Melawan Pandemi Covid

    Peringatan Hari Kartini, Kebangkitan Perempuan Melawan Pandemi Covid

    • calendar_month Kamis, 21 Apr 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 643
    • 0Komentar

    PERINGATAN Hari Kartini ke-144 yang jatuh pada 21 April 2022 ini, dapat dimaknai sebagai pertanda mulainya era kebangkitan perempuan Indonesia melawan pandemi. Mengingat dalam dua tahun belakangan, berbagai wilayah tanah air terdampak wabah global COVID-19. “Kebangkitan perempuan Indonesia melawan pandemi, kebangkitan perempuan Indonesia untuk pemulihan ekonomi sehingga kita bisa segera mewujudkan Indonesia maju seperti yang […]

  • Melawan Lupa dengan Dongeng, Cara Sunyi Menceritakan Sejarah

    Melawan Lupa dengan Dongeng, Cara Sunyi Menceritakan Sejarah

    • calendar_month Minggu, 21 Des 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.152
    • 0Komentar

    Ketika pendongeng lokal menghadirkan sejarah Nusantara lewat cerita yang dekat, lucu, dan membekas diingatan anak-anak TAWA anak-anak memenuhi ruangan, mengalir tanpa jeda, mengikuti alur cerita tentang pala, cengkeh, dan perjalanan jauh Nusantara. Mereka tak ada yang merasa sedang belajar sejarah, padahal di situlah sejarah sedang bekerja, pelan-pelan, lewat dongeng. Apalagi di era digital terkadang sejarah […]

expand_less
WordPress Archive Tector Bodyguard & Security Agency Elementor Template Kit Tectxon – Industry & Factory WordPress Theme Tecz – IT Solutions & Technology WordPress Theme Teeno – App Landing WordPress Theme Tehno - IT Solution & Service Elementor template Kit Tekhub – Technology & AI Startup WordPress Theme Teknocraft - Dark Theme Technology Blog Template Kit Tekone – IT Solutions & Technology WordPress Theme Tekup – Technology & IT Solutions Services WordPress Theme Tekz – Technology & IT Solutions WordPress Theme