Selasa, 29 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tekno » Mang Zenal & Wak Beg Bicara KSTI 2025, Dari Drone Ngusir Pipit sampai AI di Sawah

Mang Zenal & Wak Beg Bicara KSTI 2025, Dari Drone Ngusir Pipit sampai AI di Sawah

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 11 Agt 2025
  • visibility 916
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

“Teknologi baru itu kayak cangkul modern, kalau cuma dipajang di gudang, ya tetap saja rumput tumbuh di sawah”

DI sebuah sore yang malas, Mang Zenal duduk santai di pos ronda kampung. Kopinya sudah tinggal setitik, dan asapnya kalah sama bau gorengan Wak Darmi di seberang jalan.

Wak Beg datang sambil nyeret sandal jepit, bawa koran yang dilipat-lipat seperti amplop utang.

Wak Beg:
“Mang, ini baca deh. Katanya KSTI 2025 dibuka besar-besaran di Jakarta. Menteri, rektor, peneliti, sampai BUMN semua kumpul. Bahasannya soal hilirisasi, energi terbarukan, sampai kecerdasan buatan alias AI. Wah, canggih beut!”

Mang Zenal ngelirik koran itu, lalu balik ngaduk kopinya.

Mang Zenal:
“Beg, kalau canggihnya cuma di acara resmi, ya percuma. Sama aja kayak punya sepeda listrik tapi nggak punya charger. Niatnya jalan, tapi tetap harus dorong.”

Wak Beg garuk kepala bingung. “Lah, maksudnya gimana, Mang?”

Mang Zenal mulai berceramah dengan analogi khasnya.

Mang Zenal:
“Teknologi itu kayak sumur. Sedalam apa pun, kalau nggak ada timba, ya orang tetap kehausan. KSTI 2025 itu katanya mau nyambungin riset kampus, industri, dan BUMN supaya hasilnya sampai ke masyarakat. Nah, kuncinya di situ: nyampe atau cuma nyampai-nyampai di slide presentasi.”

Biar nggak dibilang cuma gosip pos ronda, Wak Beg bacain ringkasan dari rilis resmi.

Hilirisasi Industri

Biar bahan mentah nggak langsung diekspor mentah-mentah. Misalnya nikel, jangan cuma jadi bahan baku, tapi diolah jadi baterai, komponen mobil listrik, dan perangkat teknologi. Sama kayak singkong, jangan cuma direbus, tapi bisa diolah jadi tepung modifikasi, bioetanol, atau camilan premium.

Selama ini riset sering mandek di jurnal internasional, susah nyebrang ke kehidupan nyata. KSTI mau bikin jembatan supaya inovasi kampus bisa dipakai petani, nelayan, UMKM, dan usaha kecil kayak warung kelontong.

AI dan Otomasi

Dari pertanian sampai pelayanan publik, AI (Artificial Intelligence) diharapkan bisa mempercepat kerja, mengurangi kesalahan, dan mengefisienkan proses. Contohnya drone untuk memantau lahan pertanian, sensor kelembaban tanah yang terhubung ke internet (Internet of Things atau IoT), dan chatbot pelayanan warga.

Energi Terbarukan

Fokusnya mengurangi ketergantungan pada energi fosil. Panel surya di desa, turbin angin di pantai, sampai pemanfaatan limbah organik jadi biogas.

Wak Beg:
“Mang, kalau semua itu nyampe ke kampung kita, bisa-bisa sawah kita ada drone ngusir burung pipit.”

Mang Zenal:
“Drone ngusir pipit itu keren, tapi jangan lupa, petani juga harus tahu cara pakainya. Jangan sampai dronenya rusak, jadi cuma tempat jemuran baju.”

Keduanya tertawa. Bukan karena nggak percaya teknologi, tapi karena tahu: inovasi hebat tanpa pelatihan itu sama saja kayak ngasih smartphone ke kambing, cuma dianggap mainan kunyah.

Mang Zenal pernah dengar cerita, di desa sebelah ada bantuan mesin pengering padi modern. Alatnya canggih, tapi nggak ada yang bisa ngoperasiin. Akhirnya mesin itu jadi tempat nongkrong ayam dan kandang dadakan.

Di Kabupaten Banyuwangi, ada program “Smart Farming” pakai IoT sensor kelembaban dan suhu tanah yang langsung kasih notifikasi ke smartphone petani. Ini bikin petani tahu kapan waktu terbaik nyiram atau panen. Hasil panennya naik, dan biaya irigasi turun.

Sementara di Yogyakarta, ada UMKM yang pakai teknologi blockchain sederhana untuk memastikan keaslian produk batik mereka. Jadi pembeli yakin barangnya asli dan proses produksinya transparan.

KSTI 2025 memang punya niat besar, tapi Mang Zenal dan Wak Beg sepakat ada beberapa hal yang harus diberesin dulu.

Bukan cuma bawa teknologi, tapi juga bawa ilmu cara makainya. Kalau cuma kirim barang, ya sama saja kayak kasih hadiah ulang tahun yang nggak pernah dibuka.

AI dan otomasi jangan cuma mampir di industri besar. UMKM juga harus bisa nyentuhnya, entah lewat subsidi, program pinjaman ringan, atau pelatihan gratis.

Riset kampus sering nggak ketemu jalan dengan kebutuhan lapangan. Di sinilah KSTI harus jadi “mak comblang” antara akademisi dan pelaku usaha.

Wak Beg:
“Mang, kalau hilirisasi itu kalau di kampung apa contohnya?”

Mang Zenal:
“Gini, Beg. Misalnya kita punya kebun kopi. Selama ini kita jual biji mentah ke tengkulak. Kalau hilirisasi, kita roasting sendiri, kemas, kasih merek keren, jual online, dan masuk kafe. Nilai jualnya naik berkali lipat. Jadi nggak cuma minum kopi, tapi minum gengsi.”

Analogi itu bikin Wak Beg manggut-manggut. Ia sadar kalau kampung mereka mau maju, harus mulai dari berani mengolah, bukan cuma jual bahan mentah.

Mang Zenal:
“AI itu kayak anak pintar di kelas, Beg. Tapi kalau nggak dikasih tugas yang bener, ya cuma jadi tukang coret-coret papan tulis.”

Di KSTI 2025, energi terbarukan jadi bintang utama. Panel surya di atap rumah, turbin angin di pantai, sampai biogas dari kotoran ternak—semuanya dibahas.

Wak Beg:
“Kalau biogas dari kotoran ternak bisa nyalain lampu, itu artinya listrik kampung kita nyalanya dari kentut sapi?”

Mang Zenal:
“Ya nggak salah juga. Yang penting nyala!”

Bagi Mang Zenal dan Wak Beg, semua jargon KSTI 2025 bisa diterjemahkan ke bahasa sederhana: teknologi harus turun sawah. Kalau tidak menyentuh kehidupan sehari-hari, sehebat apa pun inovasinya cuma jadi berita basi.

Mang Zenal:
“Beg, air sumur sedalam apa pun takkan hilangkan haus kalau tak ditimba. Nah, teknologi itu harus ada timbanya, akses, edukasi, dan keberlanjutan.” [***]

Catatan Redaksi:
KSTI 2025 membawa agenda besar hilirisasi industri, penguatan riset kampus, penerapan AI dan IoT, serta energi terbarukan. Lewat obrolan kocak Mang Zenal dan Wak Beg, pesan ini jadi sederhana: teknologi hanya berarti jika benar-benar masuk ke dapur, ladang, dan pasar rakyat. Tantangannya adalah menjembatani inovasi dengan kebutuhan nyata di lapangan.

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Antisipasi Hujan Deras, Polda Jambi Siagakan Anggota dan 18 Kapal

    Antisipasi Hujan Deras, Polda Jambi Siagakan Anggota dan 18 Kapal

    • calendar_month Senin, 10 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.480
    • 0Komentar

    DITPOLAIRUD Polda Jambi mengerahkan belasan kapal serta personel dan perlengkapan pendukung lainnya untuk mengantisipasi hujan deras yang terjadi sekarang ini. Seluruh sumber daya ini disiagakan guna mengantisipasi banjir kiriman dari wilayah hulu. “Sudah menyiapkan 18 kapal yang tersebar di markas-markas unit kami, disamping itu kami juga menyiapkan lima unit rubberboat,” jelas Dirpolairud Polda Jambi, Kombes […]

  • Kinerja Cemerlang, Menkominfo Raih Penghargaan “Pelayanan Prima” Dari Kemen PANRB

    Kinerja Cemerlang, Menkominfo Raih Penghargaan “Pelayanan Prima” Dari Kemen PANRB

    • calendar_month Rabu, 9 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.079
    • 0Komentar

    MENTERI Komunikasi dan Infomatika (Menkominfo), Johnny G Plate, meraih penghargaan sebagai Pembina Unit Pelayanan Publik Kategori Pelayanan Prima dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PANRB) karena kinerja selama ini cukup baik. Penghargaan itu diberikan karena Kemen PANRB menilai, kinerja Menkominfo Johnny cukup cemerlang alias moncer, salah satunya dengan menggalakkan dengan masif transformasi […]

  • Proliga Ajang Hidupkan Olahraga Voli di Desa-Desa

    Proliga Ajang Hidupkan Olahraga Voli di Desa-Desa

    • calendar_month Sabtu, 12 Jan 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.330
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang – Didampingi Ketua TP PKK Sumsel Hj Febrita Lustia Deru, anak bungsunya Ratu Tenny Leriva dan Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, Gubernur Sumsel Herman Deru menyaksikan langsung Pertandingan “VOLI Proliga 2019” antara Surabaya Bhayangkara Samator vs Palembang Bank Sumsel Babel di Gedung Palembang Sport & Convention Center (PSCC), Jumat (11/1/2018) malam. Diwawancarai […]

  • Satgas Covid-19 Sesalkan Aksi Kekerasan Nakes di KKB Papua, Jubir  Sampaikan Duka Cita, Mereka Garda Terdepan Pananganan Pandemi, Butuh Keamanan & Kenyamana Bekerja

    Satgas Covid-19 Sesalkan Aksi Kekerasan Nakes di KKB Papua, Jubir  Sampaikan Duka Cita, Mereka Garda Terdepan Pananganan Pandemi, Butuh Keamanan & Kenyamana Bekerja

    • calendar_month Rabu, 22 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 752
    • 0Komentar

    SATGAS Penanganan COVID-19 turut menyampaikan duka cita yang mendalam dan  menyesalkan aksi kekerasan yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua. Kekerasan ini menyebabkan gugurnya seorang korban jiwa dari tenaga kesehatan (nakes). Menurut Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito, menyebut peran tenaga kesehatan dibutuhkan untuk melakukan penanganan COVID-19 di Indonesia sebagai garda terdepan […]

  • Ketika Si Manis Menjebak Umat [Marshmallow Bertopeng Halal]

    Ketika Si Manis Menjebak Umat [Marshmallow Bertopeng Halal]

    • calendar_month Kamis, 24 Apr 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 951
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,- Bayangkan anda lagi santai di ruang tamu, menonton sinetron sambil ngemil marshmallow rasa cokelat, eh tiba-tiba baca berita  label halal, tapi isinya babi, pasti kaget, pikiran juga gak karuan-karuan khusus muslim, ibarat seperti dikhianati mantan dua kali. Sakitnya itu bukan cuma di hati, tapi juga di kerongkongan yang baru saja menelan si empuk manis […]

  • “Dilarang Nge-prank Harimau Sumatera, Kalau Ketemu di Hutan, Jangan Ajak Selfie!”

    “Dilarang Nge-prank Harimau Sumatera, Kalau Ketemu di Hutan, Jangan Ajak Selfie!”

    • calendar_month Senin, 4 Agt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 601
    • 0Komentar

    (Dari balik 1.860 foto dan 42 kucing besar yang enggak suka diganggu pas me time) KALAU hidupmu terasa berat, ingatlah Harimau Sumatera masih bisa eksis meski habitatnya makin habis., sebab dia enggak punya rumah yang bisa dicicil lewat KPR, enggak punya BPJS, enggak bisa lapor polisi kalau tempat tinggalnya dijarah, tapi dia tetap bertahan. Diam-diam, […]

expand_less
WordPress Archive Fruteez – Healthy Food & Drinks Brand Elementor Template Kit FS Poster GPL – WordPress auto poster & scheduler FS Poster – WordPress Social media Auto Poster & Scheduler [Facebook, Instagram, Twitter, Pinterest] Ftech – IT Solution Technology WordPress Theme Fudo – Real Estate Elementor Template Kit Fugu – NFT & Crypto WordPress Theme Full Width Background Image Slider Fuller – Creative Portfolio, Resume & Agency WordPress Theme FullPage – Fullscreen One Page Theme Fullscreen Parallax WordPress Plugin