Minggu, 18 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tekno » “Mang Mat & Koperasi Canggih dari Kampung, Ketika Mimpi, Drone & Wajan Bertemu di Balai Desa”

“Mang Mat & Koperasi Canggih dari Kampung, Ketika Mimpi, Drone & Wajan Bertemu di Balai Desa”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 8 Agt 2025
  • visibility 813
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MANG Mat bukan lulusan Harvard, bahkan, ijazahnya saja sempat nyelip di balik kompor saat rumahnya di Sekip Bendung Palembang kebanjiran tahun 2010, tapi jangan salah, otaknya encer kayak minyak goreng bekas yang disaring dua kali. Ia dikenal di kampungnya, bagian pinggir, sebagai “insinyur rasa-rasa”. Apa pun yang ada kabelnya, pasti dia otak-atik. Entah itu speaker, kipas angin, bahkan magic com yang sudah pensiun dini.

Suatu malam, setelah menambal kabel TV pak RT dengan solasi bekas, Mang Mat rebahan sambil scroll-scroll situs Kementerian Koperasi, di situlah dia nemu berita soal “Data Desa Presisi” (DDP). Ia baca pelan-pelan, sambil nyruput kopi dan ngemil kerupuk yang udah melempem. Kata berita itu, teknologi canggih berbasis Artificial Intelligence (AI) bakal bantu pendataan desa biar lebih presisi. Drone, pemuda desa, dan server bersatu padu bikin data seakurat bacaan tensi emak-emak pas harga cabai naik.

“Walah, ini mah keren!, kenapa kampung kito dak bikin jugo?” serunya, sambil tepuk jidat kayak habis salah kasih garam ke kopi.

Mang Mat pun dapat ilham, bikin koperasi kampung yang melek teknologi. Namanya? KopTek Mat Mandiri  Koperasi Teknologi Mang Mat Mandiri. Slogannya “Dari Kampung, Untuk Dunia, Lewat WiFi Warung Kopi”.

Besoknya, ia kumpulkan anak-anak muda kampung, bukan cuma yang bisa ngoding, tapi juga yang jago main Mobile Legends. “Kita perlu enumerator, yang ngerti kampung, dan tahan panas,” katanya sok serius.

Ia presentasi dengan papan tulis butut dan spidol sisa pilkada. “Kita rekam rumah warga, potensi UMKM, jumlah janda produktif, sampai pohon jambu yang bisa jadi spot healing. Semua kita drone-in, kita AI-kan. Jangan mau kalah sama DIY!”.

“Kayak Google Map ya, Mat?” tanya Ucok, anak muda yang dulu sempat viral karena jualan tahu bulat pakai lagu EDM.

“Lebih dari itu, Cok!. Ini mah kayak Google Map tapi versi cinta lokal, data ini nanti bisa bantu kita dapet program, pelatihan, bahkan modal buat usaha! Dak cuma ngarep proposal diketik pake font Times New Roman do!”

Semangat Mang Mat meledak-ledak, ia lalu ajak ibu-ibu PKK buat masuk koperasi. “Dak usah mikir ribet, bu, ni bukan koperasi model lama yang iurannya kayak setoran utang,  buat nyambung data ke peluang.

Bayangke bae, usaha kemplang kito pacak masuk e-commerce, dikirim sampe luar negeri, ke Negeri Norwegia, lewat TikTok Shop?, biso, makmano pasti kemplang kito bakal terkenal,” katanya dengan Bahasa Palembang totoknya.

Ibu-ibu manggut. Ada yang langsung tanya, “Mat, kalo kita masuk koperasi, bisa kredit rice cooker gak?”

“Biso nian, bu, tapi nak lebih kerennyo kalo rice cookernya dikontrol lewat HP, cak ini misalnyo, masak nasi jam limo, HP kasih notifikasi, ‘bu, nasi sudem wangi”. tambah Mang Mat.

Mang Mat sadar, pepatah lama masih berlaku”Siapa yang menanam data, dia akan menuai bantuan”. Maka koperasinya bukan cuma tempat nyimpen duit atau nyicil blender, tapi pusat peradaban kampung digital.

Ia juga bikin pelatihan bareng pemuda desa, cara bikin katalog produk pakai AI, bikin video promosi dengan gaya cinematic, sampai cara jawab komentar nyinyir di marketplace dengan santun.

Mang Mat percaya, kalau desa dibangun dengan data presisi, pembangunan bukan cuma janji manis saat kampanye. Ia pernah bilang, “Kita ini udah capek jadi objek survei, sekarang, giliran kita yang bikin peta, bukan peta jalan tol, tapi peta harapan rakyat”.

Cerita Mang Mat memang fiksi, tapi idenya bukan angin-anginan, ia mewakili mimpi banyak orang kampung yang ingin mandiri, ingin cerdas, ingin bangkit, bahwa data bukan hanya soal angka, tapi tentang manusia, kehidupan, dan peluang. Kalau DDP sukses diterapkan dan digabungkan dengan koperasi cerdas, desa tak cuma punya lampu jalan, tapi juga punya masa depan.

Mang Mat mungkin tak kuliah. Tapi dia paham satu hal “Kampung yang punya data, tak akan jadi buih di tengah kebijakan”

Dari pojok Palembang itu, koperasi digital mungkin saja benar-benar lahir, bukan dari seminar, tapi dari wajan dan drone, dari kopi dan cita-cita.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Optimistis Muba Jadi Tuan Rumah Balap Sepeda Tingkat Nasional

    Optimistis Muba Jadi Tuan Rumah Balap Sepeda Tingkat Nasional

    • calendar_month Minggu, 14 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.220
    • 0Komentar

    IKATAN Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) optimistis  Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) bisa menjadi tuan rumah balap sepeda tingkat Nasional yang akan diikuti ribuan pecinta olahraga bersepeda ini. Ketua ISSI Sumsel Leonardi Sohe, SH melalui Binpres ISSI Sumsel, Asnawi mengatakan, pihaknya tengah melakukan penjajakan dengan pemerintah Kabupaten Muba khususnya Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata […]

  • 1 Orang Diduga Teroris Tertembak Saat Penangkapan di Bekasi

    1 Orang Diduga Teroris Tertembak Saat Penangkapan di Bekasi

    • calendar_month Minggu, 5 Mei 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 806
    • 0Komentar

    Jakarta – Densus 88 Antiteror berhasilkan menangkap 3 orang diduga teroris di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Dalam penangkapan tersebut, 1 orang terduga teroris tersebut tewas ditembak aparat. “Hanya satu pelaku yang tewas ditembak, namun untuk inisialnya kami belum mendapatkan informasi karena penanganan ada di Mabes Polri,” kata Kasubag Humas Polrestro Bekasi, AKP Sunardi, seperti dilansir Antara, Minggu […]

  • Bagaimana Anggaran Daerah Bisa Lebih Berdampak untuk Warga?

    Bagaimana Anggaran Daerah Bisa Lebih Berdampak untuk Warga?

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 66
    • 0Komentar

    TEKANAN fiskal yang kian terasa, pemerintah daerah dituntut tidak lagi hanya membelanjakan anggaran, tetapi benar-benar memastikan setiap rupiah yang keluar memberi dampak nyata bagi masyarakat. Pesan ini kembali ditegaskan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang, Aprizal Hasyim, dalam forum Paparan Rencana Kerja Perangkat Daerah (Renja PD) Tahun 2027, kemarin. Aprizal menekankan  perencanaan anggaran tidak boleh berhenti […]

  • Mata Jadi Tumpuan Hidup, BSB Gelar Operasi Gratis hingga Desember

    Mata Jadi Tumpuan Hidup, BSB Gelar Operasi Gratis hingga Desember

    • calendar_month Selasa, 29 Sep 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 28
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Bank Sumsel Babel (BSB) menggelar program operasi mata gratis bagi masyarakat Sumatera Selatan hingga Desember 2026. Program tersebut didukung dana CSR sebesar Rp350 juta dan dilaksanakan melalui Rumah Sakit Khusus Mata Masyarakat (RSKMM) “Binar” Provinsi Sumsel. Program ini menyasar masyarakat yang membutuhkan penanganan gangguan penglihatan, termasuk kelompok pekerja harian seperti guru ngaji dan […]

  • Gubernur Ajak Masyarakat Memaknai Peringatan Isra Mi’raj

    Gubernur Ajak Masyarakat Memaknai Peringatan Isra Mi’raj

    • calendar_month Selasa, 1 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 697
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru mengajak masyarakat Provinsi Sumsel untuk memaknai Peringatan Isra Mi’raj 1443 H / 2022 M, sebagai momentum mengintropeksi diri dalam memperdalam ajaran Islam terutama shalat dengan pemahaman yang benar. “Peringati Isra Mi’raj adalah momen saat Rasul mendapatkan perintah untuk shalat  lima waktu. Melalui momen peringatan Isro Mi’raj ini kita […]

  • Siap –siap Go-Jek Bikin Acara Kuliner di 11 Kota

    Siap –siap Go-Jek Bikin Acara Kuliner di 11 Kota

    • calendar_month Rabu, 2 Mei 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 948
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Jakarta – Penyedia transportai berbasis aplikasi Go-Jek akan menyelenggarakan Hari Kuliner Nasional Go-Food pada 5 Mei 2018 mendatang. Kegiatan kuliner raksasa yang pertama kali dilakukan oleh Go-Jek ini diselenggarakan serentak di 11 kota di Indonesia dan diikuti oleh lebih dari 7.000 merchant outlet Go-Food dan rekan usaha Go-Pay. “Salah satu tantangan yang sering dihadapi oleh UMKM […]

expand_less
WordPress Archive Naturel Garden & Landscaping Elementor Template Kit Naturely – Natural Cosmetics & Beauty Template Kit NaturePress – Ecology & Environment WordPress Theme Nautica – Responsive WooCommerce WordPress Theme Navian – Multi-Purpose Responsive WordPress Theme Naxly – Data Science & Analytics WordPress Theme Nayaka – Nail Salon & Beauty Care Elementor Template Kit Nazareth | Church & Religion WordPress Theme Ncmaz – News Magazine Full Site Editing WordPress Block Theme Nearby Places WordPress Plugin