Jumat, 9 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tekno » Gen Z : Dari Konsumen Jadi Produsen AI, Jangan Mau Jadi Pasar Abadi!

Gen Z : Dari Konsumen Jadi Produsen AI, Jangan Mau Jadi Pasar Abadi!

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 29 Agt 2025
  • visibility 884
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

– Kalau dulu pepatah bilang “rajin pangkal pandai, hemat pangkal kaya”, di era sekarang bisa jadi berubah “scrolling pangkal mager, coding pangkal cuan”

HARI INI, hampir separuh Gen Z Indonesia sudah main-main sama AI. Ada yang bikin caption Instagram pakai ChatGPT, ada yang ngedit muka biar glowing kayak artis Korea pakai filter AI, ada juga yang diam-diam nyuruh AI ngerapihin skripsi biar gak kena semprot dosen. Singkatnya, Gen Z adalah konsumen AI paling aktif di negeri ini.

Tapi pertanyaannya, apa kita mau puas jadi konsumen abadi? Atau berani naik kelas jadi produsen AI yang karyanya dipakai dunia?

Karena kalau kita cuma doyan pakai tanpa bisa bikin, ya Indonesia cuma jadi pasar empuk. Ibaratnya kayak jago makan mi instan, tapi gak pernah bisa bikin mie sendiri. Lama-lama, bungkusnya impor, bumbunya impor, mie-nya impor, yang lokal cuma piring sama sendoknya.

Kabar baiknya, anak bangsa udah nunjukin kalau kita bukan sekadar tukang pakai. Ada yang udah bikin AI asli Indonesia, misalnya

Nodeflux, jagoan computer vision buat smart city, bahkan dipakai di event internasional.

Kata.ai, chatbot Bahasa Indonesia, biar kita gak kebanyakan pakai bahasa kebarat-baratan.

Prosa.ai, bikin AI pendeteksi hoaks dan suara sintetis, cocok buat negara yang doyan debat medsos.

Pythia, main di ranah generative AI, mirip ChatGPT tapi versi lokal.

Komodo-7B & Cendol LLM, model bahasa besar hasil riset kampus, bisa paham bahasa Indonesia dan bahasa daerah.

Senopati (ITS Surabaya),  generative AI untuk pendidikan dan kesehatan.

AI PCU Surabaya, dipakai buat diagnosa penyakit kulit hewan dan analisis sentimen TikTok.

Artinya, bibit-bibit produsen AI sudah ada, masalahnya, mau kita siram sampai jadi pohon raksasa, atau kita biarkan kering kerontang kalah saing sama raksasa global?

Bayangin kalau kita berhenti di level “pemakai doang” Data jadi emas gratis buat perusahaan luar. Kita ngetik “aku lagi galau” aja bisa jadi bahan analisis pasar, pasar dikuasai asing, kita cuma jadi tempat belanja, bukan produsen, inovasi lokal tenggelam. Startup AI kita kalah promosi, kalah modal, kalah branding.

Ibarat pepatah lama “kalau tak pandai menanam, jangan harap panen.” Nah, kalau kita tak pandai bikin AI, jangan harap bisa panen cuan dari industri ini.

Coba bayangkan kalau Gen Z lompat dari konsumen ke produsen. Gak cuma bikin konten buat TikTok, tapi bikin mesin AI yang dipakai dunia. Itu baru level up. Karena AI bukan cuma alat, tapi juga mesin ekonomi baru, membuka lapangan kerja dan bisnis, senjata geopolitik, negara yang punya AI kuat bisa punya pengaruh global dan kebanggaan nasional, dunia bakal bilang, “AI ini buatan anak muda Indonesia”

Pepatah bilang, “kalau bukan kita, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi?”

Indonesia punya modal pengguna internet terbanyak keempat dunia, pasar digital aktif, dan anak muda yang adaptif. Tinggal satu yang harus dikuatkan ekosistem yang ngasih ruang berani gagal, berani coba, dan berani jual ke pasar global.

Pemerintah udah nyiapin regulasi dan infrastruktur, kampus udah lahirin AI lokal, startup juga mulai eksis. Tinggal generasi mudanya mau berhenti di level scrolling atau berani lompat ke coding? Mau puas nge-like atau berani nge-launch?

Jangan sampai Gen Z Indonesia cuma jadi “user setia” aplikasi luar. Sudah ada contoh nyata bahwa kita bisa bikin AI sendiri mulai dari Nodeflux, Kata.ai, Prosa.ai, Pythia, hingga Senopati di Surabaya.

Sekarang tinggal kita pilih mau jadi pasar yang selamanya konsumtif, atau jadi produsen yang diperhitungkan dunia?

Kalau Gen Z berani melompat, bukan mustahil suatu hari nanti dunia akan bilang “Artificial Intelligence? Oh itu, salah satunya buatan anak muda Indonesia”

Dan kalau kata pepatah kampung “lebih baik jadi ikan kecil di kolam sendiri yang bisa tumbuh besar, daripada jadi umpan gratis di samudra orang lain”.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • COVID-19, 5 Benda Ini Harus Sering Dibersihkan

    COVID-19, 5 Benda Ini Harus Sering Dibersihkan

    • calendar_month Selasa, 17 Nov 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.100
    • 0Komentar

    KITA harus rajin membersihkan dan mendisinfeksi benda-benda dan permukaan yang sering disentuh kita ataupun orang lain. Benda-benda seperti gagang pintu, handphone atau tablet, perlengkapan laptop, termasuk tetikus, tombol lift, atau bahkan bolpoin yang digunakan banyak orang bisa jadi sudah terkontaminasi virus COVID-19. Supaya lebih aman dan makin terhindari dari risiko penularan COVID-19, ingat juga untuk […]

  • Terima Usulan Jurnalisme Berkualitas, Menkominfo: Penting Jaga Koeksistensi Media

    Terima Usulan Jurnalisme Berkualitas, Menkominfo: Penting Jaga Koeksistensi Media

    • calendar_month Jumat, 22 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.377
    • 0Komentar

    MENTERI Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate menerima draft usulan regulasi Publisher Rights dari Dewan Pers dan Task Force Media Sustainability. Draft berjudul “Usulan Jurnalisme Berkualitas dan Tanggung Jawab Platform Digital” itu disusun dan diajukan perwakilan asosiasi dan perusahaan media serta wartawan Indonesia. Dilansir dari InfoPublik.id, Menkominfo mengapresiasi usulan Dewan Pers dan komunitas media […]

  • IMM Sumsel Diminta Aktif Antisipasi Rawan Pemilu

    IMM Sumsel Diminta Aktif Antisipasi Rawan Pemilu

    • calendar_month Sabtu, 30 Mar 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 900
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang – Gubernur Sumsel H. Herman Deru didampingi Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara menghadiri acara Diskusi Publik dan Deklarasi Pemilu Damai “Strategi dalam Menghadapi dan Mensukseskan Pemilu 2019 yang Aman dan Damai ” di Balroom Fave Hotel, gelaran Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sumsel, Sabtu (30/3/2019). Dalam kesempatan  itu Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan […]

  • OJK Bongkar Jurus Baru Transparansi Bank

    OJK Bongkar Jurus Baru Transparansi Bank

    • calendar_month Rabu, 17 Sep 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.276
    • 0Komentar

    ORANG bilang, “Kepercayaan itu kayak kaca, sekali retak sulit disatukan lag”, begitu pula di dunia perbankan, kalau laporan dan informasinya buram, publik gampang curiga, Kondisi itu membuat Otoritas Jasa Keuangan [OJK] sadar, sehingga mereka bikin aturan baru biar semua lebih jernih. Dalam siaran pers dilaman resmi OJK, dijelaskan Peraturan OJK (POJK) Nomor 18 Tahun 2025 […]

  • Mantan Gubernur Sumsel Jadi Tersangka Pembangunan Masjid Sriwijaya

    Mantan Gubernur Sumsel Jadi Tersangka Pembangunan Masjid Sriwijaya

    • calendar_month Rabu, 22 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.255
    • 0Komentar

    MANTAN Gubernur Sumsel menjadi tersangka pembangunan Masjid Sriwijaya Palembang Setelah di Periksa di Kejaksaan Tinggi Sumsel. Viktor Antonius Saragih, Asisten Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi membenarkan. “Hari Ini [Rabu, 22/9/2021], disangkakan dengan Pasal 2 dan Pasal 3 UU Nomor 31 tahun 1999,”ujarnya, Rabu. Selain itu Kejaksaan juga  ikut menetapkan Mantan Komisaris Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi […]

  • Menhan Turun Langsung Pantau Karhutla Riau, Penanganan Diminta Tak Boleh Lambat

    Menhan Turun Langsung Pantau Karhutla Riau, Penanganan Diminta Tak Boleh Lambat

    • calendar_month Minggu, 23 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 33
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Penanganan karhutla Riau menjadi perhatian langsung Menteri Pertahanan (Menhan) RI Sjafrie Sjamsoeddin yang memimpin rapat terbatas di Lanud Roesmin Nurjadin, Riau, Sabtu (22/8/2026). Rapat tersebut digelar untuk memetakan kondisi terkini kebakaran hutan dan lahan sekaligus memperkuat langkah penanganan di wilayah Riau. Pemerintah menilai pengendalian karhutla membutuhkan respons cepat dan koordinasi lintas sektor agar kebakaran […]

expand_less
WordPress Archive Jet One – Private Airline WordPress Theme Jet – Responsive Megamenu JetAppointments Booking JetBlocks For Elementor JetBlog – Blogging Package for Elementor Page Builder JetBooking - Booking functionality for Elementor JetCompareWishlist For Elementor JetElements - Widget Addon for Elementor Page Builder JetEngine - Adding & Editing Dynamic Content with Elementor JetMenu For Elementor