Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tekno » Gen Z : Dari Konsumen Jadi Produsen AI, Jangan Mau Jadi Pasar Abadi!

Gen Z : Dari Konsumen Jadi Produsen AI, Jangan Mau Jadi Pasar Abadi!

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 29 Agt 2025
  • visibility 866
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

– Kalau dulu pepatah bilang “rajin pangkal pandai, hemat pangkal kaya”, di era sekarang bisa jadi berubah “scrolling pangkal mager, coding pangkal cuan”

HARI INI, hampir separuh Gen Z Indonesia sudah main-main sama AI. Ada yang bikin caption Instagram pakai ChatGPT, ada yang ngedit muka biar glowing kayak artis Korea pakai filter AI, ada juga yang diam-diam nyuruh AI ngerapihin skripsi biar gak kena semprot dosen. Singkatnya, Gen Z adalah konsumen AI paling aktif di negeri ini.

Tapi pertanyaannya, apa kita mau puas jadi konsumen abadi? Atau berani naik kelas jadi produsen AI yang karyanya dipakai dunia?

Karena kalau kita cuma doyan pakai tanpa bisa bikin, ya Indonesia cuma jadi pasar empuk. Ibaratnya kayak jago makan mi instan, tapi gak pernah bisa bikin mie sendiri. Lama-lama, bungkusnya impor, bumbunya impor, mie-nya impor, yang lokal cuma piring sama sendoknya.

Kabar baiknya, anak bangsa udah nunjukin kalau kita bukan sekadar tukang pakai. Ada yang udah bikin AI asli Indonesia, misalnya

Nodeflux, jagoan computer vision buat smart city, bahkan dipakai di event internasional.

Kata.ai, chatbot Bahasa Indonesia, biar kita gak kebanyakan pakai bahasa kebarat-baratan.

Prosa.ai, bikin AI pendeteksi hoaks dan suara sintetis, cocok buat negara yang doyan debat medsos.

Pythia, main di ranah generative AI, mirip ChatGPT tapi versi lokal.

Komodo-7B & Cendol LLM, model bahasa besar hasil riset kampus, bisa paham bahasa Indonesia dan bahasa daerah.

Senopati (ITS Surabaya),  generative AI untuk pendidikan dan kesehatan.

AI PCU Surabaya, dipakai buat diagnosa penyakit kulit hewan dan analisis sentimen TikTok.

Artinya, bibit-bibit produsen AI sudah ada, masalahnya, mau kita siram sampai jadi pohon raksasa, atau kita biarkan kering kerontang kalah saing sama raksasa global?

Bayangin kalau kita berhenti di level “pemakai doang” Data jadi emas gratis buat perusahaan luar. Kita ngetik “aku lagi galau” aja bisa jadi bahan analisis pasar, pasar dikuasai asing, kita cuma jadi tempat belanja, bukan produsen, inovasi lokal tenggelam. Startup AI kita kalah promosi, kalah modal, kalah branding.

Ibarat pepatah lama “kalau tak pandai menanam, jangan harap panen. Nah, kalau kita tak pandai bikin AI, jangan harap bisa panen cuan dari industri ini.

Coba bayangkan kalau Gen Z lompat dari konsumen ke produsen. Gak cuma bikin konten buat TikTok, tapi bikin mesin AI yang dipakai dunia. Itu baru level up. Karena AI bukan cuma alat, tapi juga mesin ekonomi baru, membuka lapangan kerja dan bisnis, senjata geopolitik, negara yang punya AI kuat bisa punya pengaruh global dan kebanggaan nasional, dunia bakal bilang, “AI ini buatan anak muda Indonesia”

Pepatah bilang, “kalau bukan kita, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi?”

Indonesia punya modal pengguna internet terbanyak keempat dunia, pasar digital aktif, dan anak muda yang adaptif. Tinggal satu yang harus dikuatkan ekosistem yang ngasih ruang berani gagal, berani coba, dan berani jual ke pasar global.

Pemerintah udah nyiapin regulasi dan infrastruktur, kampus udah lahirin AI lokal, startup juga mulai eksis. Tinggal generasi mudanya mau berhenti di level scrolling atau berani lompat ke coding? Mau puas nge-like atau berani nge-launch?

Jangan sampai Gen Z Indonesia cuma jadi “user setia” aplikasi luar. Sudah ada contoh nyata bahwa kita bisa bikin AI sendiri mulai dari Nodeflux, Kata.ai, Prosa.ai, Pythia, hingga Senopati di Surabaya.

Sekarang tinggal kita pilih mau jadi pasar yang selamanya konsumtif, atau jadi produsen yang diperhitungkan dunia?

Kalau Gen Z berani melompat, bukan mustahil suatu hari nanti dunia akan bilang “Artificial Intelligence? Oh itu, salah satunya buatan anak muda Indonesia”

Dan kalau kata pepatah kampung “lebih baik jadi ikan kecil di kolam sendiri yang bisa tumbuh besar, daripada jadi umpan gratis di samudra orang lain”.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kampus Vokasi Kementerian ESDM Buka Penerimaan Mahasiswa Baru, Berminatkah ?

    Kampus Vokasi Kementerian ESDM Buka Penerimaan Mahasiswa Baru, Berminatkah ?

    • calendar_month Senin, 8 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.067
    • 0Komentar

    KEMENTRIAN Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membuka kesempatan bagi para lulusan SMA/SMK/MA atau yang sederajat untuk belajar menekuni sektor energi dan sumber daya mineral di Perguruan Tinggi Vokasi (PTV) Politeknik Energi dan Mineral (PEM) Akamigas Cepu dan Politeknik Energi dan Pertambangan (PEP) Bandung. Pembukaan masa Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2021/2022 bertujuan untuk mendukung […]

  • Dari Ladang ke Lobby Hotel, Emak-emak Sawit Sumsel Dapat BPJS & Rompi, Bukan Lagi Cuma Pegal & Janji

    Dari Ladang ke Lobby Hotel, Emak-emak Sawit Sumsel Dapat BPJS & Rompi, Bukan Lagi Cuma Pegal & Janji

    • calendar_month Rabu, 30 Jul 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 906
    • 0Komentar

    BIASANYA  emak-emak sawit cuma akrab sama karung, egrek, dan pelepah, kali ini suasana sedikit berbeda. Hari Rabu (30/7/2025), mereka diwakili secara simbolis hadir dalam acara mewah berjudul Program Terpadu Advokasi dan Perlindungan Pekerja Perempuan Perkebunan Sawit,  digelar di The Alts Hotel, Palembang. AC dingin, minumannya bukan air galon isi ulang, dan yang pidato pakai jas, […]

  • Meski Hujan Gerimis, Gembiranya Anak –Anak Penderita Kanker Ini Ramaikan FB & FR, Alhamdulillah

    Meski Hujan Gerimis, Gembiranya Anak –Anak Penderita Kanker Ini Ramaikan FB & FR, Alhamdulillah

    • calendar_month Minggu, 16 Feb 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 839
    • 0Komentar

    KETUA Yayasan Kanker Anak Sumsel [YKASS] dr. Dian Puspita Sari mengungkapkan sesuai tiket yang terjual tak kurang ada 2.000 peserta yang ambil bagian dalam kegiatan charity memperingati hari kanker anak yang jatuh pada tanggal 15 Februari 2020 “Kepada Pak Gubernur Herman Deru kami juga sangat berterima kasih karena sejak Audiensi kami sudah dibantu banyak sekali. […]

  • “Prangko Bukan Lagi Tempelan, Tapi Simbol Kejayaan yang Nempel di Hati”

    “Prangko Bukan Lagi Tempelan, Tapi Simbol Kejayaan yang Nempel di Hati”

    • calendar_month Minggu, 19 Okt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.158
    • 0Komentar

    Palembang Jadi Kota Pembuka Sejarah, Kota Tua yang Dipercaya Kementerian Kebudayaan Buka Pameran Nasional Prangko Para Pendiri Bangsa DULU surat cinta dikirim pak pos, sekarang cukup dengan “ping” di WhatsApp, kalau dulu prangko jadi lambang romantisme dan perjuangan, kini ia tampil lagi di panggung sejarah dan siapa sangka, Palembang yang jadi pembuka acaranya. Yup, dari […]

  • Alex Noerdin Optimistis Bukit Asam Convention Hall  Selesai Tepat Waktu

    Alex Noerdin Optimistis Bukit Asam Convention Hall Selesai Tepat Waktu

    • calendar_month Rabu, 25 Okt 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 927
    • 0Komentar

    ” Convention Hall, bukan hanya untuk tennis. Nanti ini bisa juga untuk konser untuk rapat besar atau kegiatan lain yang melibatkan hingga 7.000 orang,”

  • Cari Bibit Atlet Dari Daerah, Gubernur Resmikan Stadion Olahraga Ogan Ilir

    Cari Bibit Atlet Dari Daerah, Gubernur Resmikan Stadion Olahraga Ogan Ilir

    • calendar_month Sabtu, 8 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 824
    • 0Komentar

    GUBERNUR Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru didampingi oleh Bupati Kabupaten Ogan Ilir Panca Wijaya Akbar dan Direktur  Utama PT Bukit Asam Arsal Ismail, meresmikan Stadion olahraga Caram Seguguk, di Kawasan Perkantoran Kabupaten Ogan Ilir, Jumat (7/1). Gubernur  mengatakan penamaan stadion Caram Seguguk  ini merupakan tageline  bagi masyarakat Kabupaten Ogan Ilir, yang  menandakan keakraban […]

expand_less
WordPress Archive Jet One – Private Airline WordPress Theme Jet – Responsive Megamenu JetAppointments Booking JetBlocks For Elementor JetBlog – Blogging Package for Elementor Page Builder JetBooking - Booking functionality for Elementor JetCompareWishlist For Elementor JetElements - Widget Addon for Elementor Page Builder JetEngine - Adding & Editing Dynamic Content with Elementor JetMenu For Elementor