Senin, 12 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tekno » Enggang Borneo, Mobil Hemat Energi, Dagelan Teknologi & Mimpi Besar dari Garasi Kampus

Enggang Borneo, Mobil Hemat Energi, Dagelan Teknologi & Mimpi Besar dari Garasi Kampus

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 2 Sep 2025
  • visibility 833
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ADA yang bilang mahasiswa zaman sekarang cuma sibuk scroll TikTok dan rebutan colokan di kafe, coba deh mampir ke laboratorium Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Pontianak.

Di sana ada segerombolan anak muda yang, ketimbang sibuk ngedit video lipsync, malah sibuk ngoprek mesin sampai tangan mereka lebih berminyak ketimbang gorengan abang-abang depan kampus.

Mereka menamai karya mereka dengan gagah Enggang Borneo, bunyinya keren, kayak superhero Marvel yang pensiun terus buka bengkel di Kalimantan. Padahal aslinya ini mobil hemat energi mobil yang bisa jalan 295 kilometer cuma dengan satu liter bensin. Bayangin, satu liter bensin di motor biasa paling cuma cukup buat muter kelurahan dua kali. Ini bisa nyampe Pontianak Singkawang pulang-pergi sambil masih ada sisa buat beli es teh.

Nah, inilah lucunya teknologi. Kadang kita suka nganggep mobil hemat energi itu urusan pabrik besar, laboratorium canggih, dan para insinyur yang rambutnya sudah ubanan karena kebanyakan mikir algoritma. Tapi ternyata, di balik mobil warna biru-kuning yang mirip odol rasa jagung bakar itu, ada segerombolan mahasiswa yang tidur di lab, ngutang ke kantin, dan tetep semangat walau baut sering jatuh ke kolong meja.

Seringkali, kita bicara teknologi kayak lagi khutbah Jumat, kaku, berat, dan penuh istilah teknis yang bikin orang biasa melongo kayak ayam lihat kalkulator. Padahal, teknologi itu bisa dibikin nyantai. Contoh, prinsip mobil hemat energi itu sebenarnya sederhana, gimana caranya ngurangin beban, ningkatin aerodinamika, dan ngirit tenaga mesin.

Ibarat bahasa gaulnya jangan jadi mobil yang rakus, jangan kayak kita kalau buka prasmanan, mata lebih gede daripada perut. Mobil hemat energi ini ngajarin kita tentang self-control. Mesin nggak perlu buang tenaga berlebihan, cukup fokus, dan hasilnya bisa bikin orang geleng kepala.

Yang lebih keren, riset beginian bukan sekadar mainan mahasiswa biar bisa mejeng di lomba. Ada mimpi besar di baliknya Indonesia suatu saat butuh kendaraan yang bener-bener irit, ramah lingkungan, dan sesuai dengan kondisi dompet rakyat. Kalau mahasiswa bisa bikin mobil sejauh itu dengan modal seadanya, bayangin kalau dapat dukungan serius dari industri dan negara. Bisa jadi, di masa depan, BBM bersubsidi nggak lagi jadi perdebatan tiap tahun, karena teknologinya sudah jalan duluan.

Dan jangan lupa, lomba-lomba semacam Shell Eco-Marathon atau KMHE itu bukan sekadar cari piala buat dipajang di rektorat. Itu ladang eksperimen. Tempat mahasiswa belajar bahwa teknologi nggak hanya soal baut dan mur, tapi juga soal manajemen tim, kreativitas, bahkan lobi ke sponsor. Sederhananya bikin mobilnya jalan itu satu hal, bikin dompet tim nggak jebol itu perjuangan lain.

Saya jadi kepikiran, kalau mesin Enggang Borneo ini bisa ngomong, mungkin dia bakal nyeletuk “Hey manusia, kalau aku bisa jalan 295 km per liter, masa kalian masih males jalan kaki ke warung sebelah?”

Ada sindiran halus di situ, teknologi hemat energi memang keren, tapi yang lebih penting adalah mental hemat energi. Jangan-jangan kita sering bikin inovasi canggih, tapi gaya hidup masih boros. Listrik di rumah nyala semua kayak diskotik, AC hidup tapi jendela kebuka, dan kalau ke minimarket jaraknya 200 meter aja masih ngegas motor.

Enggang Borneo mungkin masih prototipe, masih banyak kekurangan, dan kalau diparkir di parkiran mal bisa bikin orang nanya, “Ini mobil atau kado ulang tahun dibungkus warna-warni?” Tapi justru di situlah indahnya, dari lab kampus kecil, lahir ide besar tentang masa depan energi Indonesia.

Kita, orang-orang dewasa yang mungkin sudah lupa cara nyolder kabel, seharusnya bisa belajar satu hal teknologi nggak lahir dari gedung tinggi saja, tapi dari tangan-tangan muda yang berani ngoprek dan gagal berkali-kali.

Kalau Enggang Borneo bisa jalan jauh dengan satu liter bensin, semoga semangat mahasiswa Pontianak ini juga bisa bikin Indonesia melangkah jauh dengan satu liter harapan.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sambangi Lapter Sekayu, Menhub Janjikan Poltek Penerbangan 

    Sambangi Lapter Sekayu, Menhub Janjikan Poltek Penerbangan 

    • calendar_month Rabu, 10 Apr 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.049
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Sekayu – Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi mengatakan tahun 2020 bisa dimulai pendirian Politeknik penerbangan. Sambil menunggu waktunya tiba, Menhub menyarankan agar bisa dimanfaatkan untuk fungsi lain seperti peninjauan wilayah dan peninjauan areal perkebunan. Meski begitu, Menhub berujar penerapan Politeknik Penerbangan di Sekayu, harus melalui sejumlah proses.  Salah satunya serah terima Lapangan Terbang (Lapter) Sekayu, […]

  • 3 Alumni Perguruan Tinggi Indonesia Asal Kamboja Ceritakan Rintisan Usahanya di Kampong Cham

    3 Alumni Perguruan Tinggi Indonesia Asal Kamboja Ceritakan Rintisan Usahanya di Kampong Cham

    • calendar_month Selasa, 28 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.398
    • 0Komentar

    KAMPONG Cham, Kamboja – Tiga alumni perguruan tinggi Indonesia asal Kamboja telah berhasil merintis usaha sesuai dengan bidangnya di Kampong Cham, Kamboja. KBRI Phnom Penh berkesempatan untuk bertemu dan berbincang dengan para alumni tersebut di Kampong Cham (21/12/2021). Math Asnavy yang lulus dari Universitas Sebelas Maret jurusan agrobisnis membuka usaha di bidang pengembangan ternak ayam […]

  • APBD Pali 2019 Capai Rp1,6 Triliun

    APBD Pali 2019 Capai Rp1,6 Triliun

    • calendar_month Selasa, 23 Apr 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 966
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Pali – Bupati PALI Heri Amalindo menjelaskan APBD PALI terus tumbuh signifikan,  sejak tahun 2014 sebesar Rp467 miliar hingga tahun 2019 meningkat menjadi Rp1,6 triliun lebih. Namun katanya sebagai daerah yang masih muda pihaknya mengaku masih sangat memerlukan uluran tangan dan bantuan dari provinsi Sumsel maupun pemerintah pusat. Dia menerangkan  secara makro terjadi juga beberapa […]

  • Varian Baru Sudah Masuk Indonesia, Wagub Ingatkan Sumsel Tingkatkan Kewaspadaan Penyebaran Omicron

    Varian Baru Sudah Masuk Indonesia, Wagub Ingatkan Sumsel Tingkatkan Kewaspadaan Penyebaran Omicron

    • calendar_month Jumat, 17 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 678
    • 0Komentar

    WAKIL Gubernur Sumsel H. Mawardi Yahya  memastikan Pemprov Sumsel akan terus meningkatkan kewaspadaan terkait penyebaran virus Omicron. Hal itu dikatakannya usai mengikuti pengarahan Presiden RI kepada Kepala Daerah, Pangdam dan Kapolda seluruh Indonesia secara virtual dari Command Center Pemprov Sumsel, Kamis (16/12) siang. Sebagai upaya menindaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo tersebut, juga mengantisipasi libur Natal […]

  • Dukung Pembangunan Transmisi 500 KV, Waskita Diingatkan Hindari Konflik

    Dukung Pembangunan Transmisi 500 KV, Waskita Diingatkan Hindari Konflik

    • calendar_month Rabu, 19 Feb 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.894
    • 0Komentar

    PROVINSI Sumsel mendukung pelaksanaan proyek pembangunan transmisi 500 KV Sumatera, Muara Enim -New Aur Duri Jambi yang akan dilakukan oleh PT. Waskita Karya. Gubernur Sumsel H.Herman Deru mengatakan percepatan pembangunan transmisi ini diyakininya dapat semakin memantapkan Sumsel sebagai daerah andalan penyuplai listrik se Sumatera. “Pada prinsipnya kita sambut baik hal ini. Apalagi Sumsel memang sudah […]

  • Pasar Merdeka Perth Tarik 1.000 Pengunjung, Kuliner dan Budaya Pererat Indonesia-Australia Barat

    Pasar Merdeka Perth Tarik 1.000 Pengunjung, Kuliner dan Budaya Pererat Indonesia-Australia Barat

    • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 44
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Sekitar 1.000 orang meramaikan Pasar Merdeka Perth 2026 di Langley Park, Perth, akhir pekan lalu menjelang HUT RI ke -81. Kehadiran diaspora Indonesia dan masyarakat lokal Australia Barat membuat festival ini tidak hanya menjadi perayaan kuliner dan budaya, tetapi juga ruang untuk mempererat hubungan antarmasyarakat kedua pihak. Beragam sajian Nusantara hadir melalui stan yang […]

expand_less
WordPress Archive Startup Company – Business & Technology WP Theme Starwoo WP – Multipurpose Elementor WooCommerce Theme Stationery Storefront WooCommerce Theme Statute – Law Firm & Attorney Elementor Template Kit Steak In – Restaurant & Cafe WordPress Theme Stego – Food Truck & Restaurant Theme Stelary – Blog Magazine WordPress Theme Stellar – Hosting & Cloud Provider WordPress Elementor Template Kit Stellarium – Horoscope and Astrology WordPress Theme Sterling | Responsive WordPress Theme