Senin, 5 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tekno » AI Boleh Ngetik, Tapi Gak Bisa Ngerasain Gosip & Kopi Pahit Jurnalis

AI Boleh Ngetik, Tapi Gak Bisa Ngerasain Gosip & Kopi Pahit Jurnalis

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 13 Okt 2025
  • visibility 1.719
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MISALNYA di newsroom penuh AC dan aroma kopi baru, keyboard berdetak serempak, di pojok ruangan, ada server Artificial Intelligence alias AI/ AI yang sedang memproses data berita, mesin itu bisa ngetik cepat, bikin ringkasan, bahkan nyari info ribuan artikel dalam hitungan detik. Keren, kan?, tapi satu hal yang pasti, AI tidak bisa merasakan gosip wartawan atau meneguk kopi pahit sambil mikirin berita penting, itu cuma domain manusia.

Menurut Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria dalam rilis resmi dilaman komdigi baru-baru ini dalam sebuah acara Local Media Summit 2025 di Hotel JW Marriott, Jakarta Selatan  jurnalisme berkualitas dibangun dari critical thinking, skill, dan etika, kalau critical thinking tergantikan AI yang cuma logika dan angka, bahayanya besar, bisa-bisa kita punya berita “tanpa rasa”, seolah-olah, seperti sayur tanpa garam, hambar…

Data nyata juga miris sekaligus bikin senyum miris, survei Thomson Reuters Foundation menunjukkan 80 persen media di negara berkembang sudah pakai AI, tapi hanya 13 persen yang punya panduan resmi.

Artinya, mesin boleh ngetik, tapi aturan mainnya acak-acakan, publik bisa bingung “Ini berita siapa?, jurnalisnya manusia atau robot?”, oleh karena itu transparansi jadi kunci supaya kepercayaan publik tetap kokoh.

Namun jangan salah,  karena AI itu bukan musuh, sebaliknya,  ia bisa jadi asisten super canggih pasalnya bantu riset cepat, merangkum berita, bahkan bisa menganalisis data statistik, tapi ingat tetap saja, AI tidak punya nurani, empati, atau pengalaman hidup, Meskipun mesin juga bisa mengetik berita tsunami, tapi mesin tidak bisa merasakan kepanikan warga atau kesedihan keluarga korban, mesin hanya bisa nulis soal konflik sosial, tapi tidak akan pernah paham “aroma kopi pahit di pagi hari” sambari menimbang layak-tidaknya berita itu tayang.

Kita ambil contoh misalnya, seorang AI menulis berita festival kuliner lokal, hasilnya rapi, grammar oke, tapi satu hal yang hilang, yakni  sate favorit Palembang itu harus pakai lontong dan bumbu kacang manis, pembaca langsung garuk kepala. Ternyata, pengalaman lokal dan rasa manusia tidak bisa ditiru mesin, inilah sebenarnya yang membedakan manusia dengan robot, yakni konteks, nuansa, dan selera lokal.

Nezar juga menekankan, AI harus diperlakukan sebagai mitra, bukan pengganti,  artinya kita boleh sadar sama AI, tapi tetap bisa mengambil jarak, jangan sampai AI itu yang mengatur kita, misalnya, jika AI nentuin berita trending, wah.. bisa-bisa semua headline cuma “Viral TikTok Hari Ini” tanpa konten mendalam.

Di sinilah critical thinking, skill, dan ethics manusia yang jadi benteng terakhir untuk menjaga kualitas informasi publik, karena kita sendiri yang bisa menilai mana berita yang layak atau tidak, bahkan kita juga  yang merasakan dampaknya, dan kita juga yang bisa tertawa ngakak sambil garuk kepala kalau AI bikin berita absurd.

Pesannya jelas sebenarnya teknologi boleh canggih, tapi nilai manusia tetap tak tergantikan, maksudnya AI boleh bantu, tapi jangan lupakan nurani, empati, dan pengalaman hidup, sebab kalau tidak, media bisa kehilangan arah, seperti makan bubur tanpa garam, kenyang, tapi hambar.

Oleh karena itu, jurnalisme bukan hanya soal siapa paling cepat mengetik, tapi siapa paling peka dan bertanggung jawab, AI boleh bantu, tapi manusialah yang menjaga cerita tetap hidup, bermakna, dan menyentuh hati publik. Mesin bisa mengetik, tapi tidak bisa merasakan gosip wartawan atau kopi pahit larut malam.

Jadi semestinya di era AI ini kita harus sadar, dan jadikan teknologi itu sebagai partner, bukan bos, gunakan juga AI untuk mempercepat kerja, tapi biarkan manusia tetap memimpin dalam membuat keputusan jurnalistik, menjaga etika, dan meramu berita dengan rasa, teknologi itu hanya sebagai alat, namun yang terpenting manusia tetap jagoannya dalam empati, nurani, dan konteks, pepatah bilang “Mesin boleh bekerja, tapi hati manusia tetap jadi kompas”.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Segera Vaksinasi Booster,  Masyarakat Diimbau Secepatnya Lakukan Vaksinasi Lanjutan

    Segera Vaksinasi Booster, Masyarakat Diimbau Secepatnya Lakukan Vaksinasi Lanjutan

    • calendar_month Sabtu, 15 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 701
    • 0Komentar

    MASYARAKAT yang sudah mendapat vaksinasi dosis kedua diimbau untuk segera melakukan vaksinasi lanjutan atau booster COVID-19 jika telah memenuhi syarat, di lokasi-lokasi yang sudah ditetapkan pemerintah. Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny Gerard Plate, mengatakan bahwa program vaksinasi lanjutan mulai dilaksanakan di berbagai daerah untuk menjaga imunitas masyarakat dari penularan COVID-19. “Segera laksanakan vaksinasi booster […]

  • Manfaatkan Bongkaran Tol, Polisi dan Warga Gotong Royong Perbaiki Jalan Cengal-Sungai Jeruju

    Manfaatkan Bongkaran Tol, Polisi dan Warga Gotong Royong Perbaiki Jalan Cengal-Sungai Jeruju

    • calendar_month Kamis, 25 Jan 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 889
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, -Aksi gotong royong dilakukan Jajaran Polisi Sektor (Polsek) Cengal bersama masyarakat dan Pemerintah Desa Kebon Cabe, Balam Jeruju dan Sungai Jeruju Kecamatan Cengal untuk mengatasi kerusakan ruas Jalan Cengal-Sungai Jeruju pada, Rabu, (26/1/24). Anggota polsek bersama warga  melaksanakan penimbunan menggunakan Bongkaran aspal atau ex scrapp berasal dari limbah hasil pemeliharaan jalan tol Terbangi Besar-Pematang […]

  • Menindaklanjuti Rakor, Walikota Palembang Pantau Pembangunan Infrastruktur

    Menindaklanjuti Rakor, Walikota Palembang Pantau Pembangunan Infrastruktur

    • calendar_month Kamis, 12 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 855
    • 0Komentar

    MENINDAKLANJUTI rapat Koordinasi percepatan pembangunan infrastruktur dan pengembangan wilayah di Provinsi Sumatera Selatan secara virtual bersama Menteri Koordinasi Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia, di Jalan Tasik Rumah Dinas Walikota Palembang, Senin, 9 Agustus 2021 yang lalu. Menindaklanjuti Rakor tersebut Walikota Palembang, H Harnojoyo melaksanakan peninjauan perkembangan pembangunan kolam retensi Lambidaro di Kecamatan Gandus sebagai […]

  • Rumah Bukan Sekadar Tempat Tinggal, Tapi Tempat Jiwa Berteduh

    Rumah Bukan Sekadar Tempat Tinggal, Tapi Tempat Jiwa Berteduh

    • calendar_month Selasa, 26 Agt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 887
    • 0Komentar

    PEPATAH lama  bilang, “Rumahku adalah surgaku”. tapi bagi sebagian orang, rumah bukan surga, melainkan “kolam renang darurat” karena atapnya bocor dan lantainya retak. Kalau hujan deras, yang turun bukan cuma berkah, tapi juga tetesan air dari langit-langit yang seperti kran rusak. Itulah yang pernah dialami Pak Djasmadi, warga Demang Lebar Daun, Palembang. Beliau tinggal di […]

  • Suahasil Jadi Orang Nomor Satu di Kemenkeu, 3 Hal Ini Jadi Fokusnya

    Suahasil Jadi Orang Nomor Satu di Kemenkeu, 3 Hal Ini Jadi Fokusnya

    • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 25
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Suahasil Nazara kini memegang kendali Kementerian Keuangan setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Jakarta, Senin (14/9/2026). Begitu dipercaya menempati posisi tersebut, Suahasil langsung menyampaikan sejumlah hal yang akan menjadi perhatian dalam pengelolaan keuangan negara. Salah satunya memastikan APBN tetap sehat, kredibel, dan mampu menopang program […]

  • AMPCB Bahas Soal Cagar Budaya dengan Walikota Palembang

    AMPCB Bahas Soal Cagar Budaya dengan Walikota Palembang

    • calendar_month Rabu, 8 Mar 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 61.902
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id -Wali Kota Palembang  Harnojoyo melangsungkan audiensi dengan Aliansi Masyarakat Peduli Cagar Budaya (AMPCB) Audiensi tersebut digelar di Ruang Kerja Wali Kota Kantor Pemkot Palembang, Rabu (7/3) Koordinator AMPCB Vebri Al Lintani menjelaskan, audiensi bersama Wali Kota Palembang membahas lanjutan yang pernah didiskusikan bersama Sekretaris Daerah Kota Palembang, Ratu Dewa. “Sebelumnya kami telah bertemu […]

expand_less
WordPress Archive Cargo – Transport & Logistics WordPress Theme Cariera Events Manager Add-on Cariera - Job Board WordPress Theme Carjo – Car Services & Repair Elementor Template Kit CarLane – Car Rental Elementor Template Kit Carne – Butcher & Meat Restaurant WordPress Theme Carne – Meat Shop Elementor Template Kit Carousel Ultimate – Advanced Carousel WordPress Plugin Carrby – Agency Portfolio WordPress Theme Carrentx – Car Rental Elementor Template Kit