Selasa, 27 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tekno » AI Boleh Ngetik, Tapi Gak Bisa Ngerasain Gosip & Kopi Pahit Jurnalis

AI Boleh Ngetik, Tapi Gak Bisa Ngerasain Gosip & Kopi Pahit Jurnalis

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 13 Okt 2025
  • visibility 1.735
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MISALNYA di newsroom penuh AC dan aroma kopi baru, keyboard berdetak serempak, di pojok ruangan, ada server Artificial Intelligence alias AI/ AI yang sedang memproses data berita, mesin itu bisa ngetik cepat, bikin ringkasan, bahkan nyari info ribuan artikel dalam hitungan detik. Keren, kan?, tapi satu hal yang pasti, AI tidak bisa merasakan gosip wartawan atau meneguk kopi pahit sambil mikirin berita penting, itu cuma domain manusia.

Menurut Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria dalam rilis resmi dilaman komdigi baru-baru ini dalam sebuah acara Local Media Summit 2025 di Hotel JW Marriott, Jakarta Selatan  jurnalisme berkualitas dibangun dari critical thinking, skill, dan etika, kalau critical thinking tergantikan AI yang cuma logika dan angka, bahayanya besar, bisa-bisa kita punya berita “tanpa rasa”, seolah-olah, seperti sayur tanpa garam, hambar…

Data nyata juga miris sekaligus bikin senyum miris, survei Thomson Reuters Foundation menunjukkan 80 persen media di negara berkembang sudah pakai AI, tapi hanya 13 persen yang punya panduan resmi.

Artinya, mesin boleh ngetik, tapi aturan mainnya acak-acakan, publik bisa bingung “Ini berita siapa?, jurnalisnya manusia atau robot?”, oleh karena itu transparansi jadi kunci supaya kepercayaan publik tetap kokoh.

Namun jangan salah,  karena AI itu bukan musuh, sebaliknya,  ia bisa jadi asisten super canggih pasalnya bantu riset cepat, merangkum berita, bahkan bisa menganalisis data statistik, tapi ingat tetap saja, AI tidak punya nurani, empati, atau pengalaman hidup, Meskipun mesin juga bisa mengetik berita tsunami, tapi mesin tidak bisa merasakan kepanikan warga atau kesedihan keluarga korban, mesin hanya bisa nulis soal konflik sosial, tapi tidak akan pernah paham “aroma kopi pahit di pagi hari” sambari menimbang layak-tidaknya berita itu tayang.

Kita ambil contoh misalnya, seorang AI menulis berita festival kuliner lokal, hasilnya rapi, grammar oke, tapi satu hal yang hilang, yakni  sate favorit Palembang itu harus pakai lontong dan bumbu kacang manis, pembaca langsung garuk kepala. Ternyata, pengalaman lokal dan rasa manusia tidak bisa ditiru mesin, inilah sebenarnya yang membedakan manusia dengan robot, yakni konteks, nuansa, dan selera lokal.

Nezar juga menekankan, AI harus diperlakukan sebagai mitra, bukan pengganti,  artinya kita boleh sadar sama AI, tapi tetap bisa mengambil jarak, jangan sampai AI itu yang mengatur kita, misalnya, jika AI nentuin berita trending, wah.. bisa-bisa semua headline cuma “Viral TikTok Hari Ini” tanpa konten mendalam.

Di sinilah critical thinking, skill, dan ethics manusia yang jadi benteng terakhir untuk menjaga kualitas informasi publik, karena kita sendiri yang bisa menilai mana berita yang layak atau tidak, bahkan kita juga  yang merasakan dampaknya, dan kita juga yang bisa tertawa ngakak sambil garuk kepala kalau AI bikin berita absurd.

Pesannya jelas sebenarnya teknologi boleh canggih, tapi nilai manusia tetap tak tergantikan, maksudnya AI boleh bantu, tapi jangan lupakan nurani, empati, dan pengalaman hidup, sebab kalau tidak, media bisa kehilangan arah, seperti makan bubur tanpa garam, kenyang, tapi hambar.

Oleh karena itu, jurnalisme bukan hanya soal siapa paling cepat mengetik, tapi siapa paling peka dan bertanggung jawab, AI boleh bantu, tapi manusialah yang menjaga cerita tetap hidup, bermakna, dan menyentuh hati publik. Mesin bisa mengetik, tapi tidak bisa merasakan gosip wartawan atau kopi pahit larut malam.

Jadi semestinya di era AI ini kita harus sadar, dan jadikan teknologi itu sebagai partner, bukan bos, gunakan juga AI untuk mempercepat kerja, tapi biarkan manusia tetap memimpin dalam membuat keputusan jurnalistik, menjaga etika, dan meramu berita dengan rasa, teknologi itu hanya sebagai alat, namun yang terpenting manusia tetap jagoannya dalam empati, nurani, dan konteks, pepatah bilang “Mesin boleh bekerja, tapi hati manusia tetap jadi kompas”.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ungkap Kasus 4 Bulan, Polda Sumsel Musnahkan BB Sabu & Ekstasi

    Ungkap Kasus 4 Bulan, Polda Sumsel Musnahkan BB Sabu & Ekstasi

    • calendar_month Jumat, 9 Okt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.034
    • 0Komentar

    POLDA Sumsel memusnahkan barang bukti [BB] sebanyak 11,8 kg sabu dan 1.190 butir ekstasi di Gedung Direktorat Narkoba Polda Sumsel. Pemusnahan barang bukti ini merupakan kasus Februari, Maret, Agustus, dan September 2020 dengan cara diblender kemudian dimasukan ke dalam Kloset. Direktur Narkoba Polda Sumsel, Kombes Pol Heri Istu didampingi Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol […]

  • PINGGIR JALAN :“Parkir Sembarangan, Hidup Sembarangan – Filosofi Naik Turun Uang Receh”

    PINGGIR JALAN :“Parkir Sembarangan, Hidup Sembarangan – Filosofi Naik Turun Uang Receh”

    • calendar_month Sabtu, 2 Agt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 578
    • 0Komentar

    DI DUNIA ini, ada dua jenis manusia, pertama mau tahu, yang rela muter tujuh keliling demi cari parkir resmi… dan yang kedua, yakni asal ngegas, parkir di depan gang, sambil nyumpahin Satpol PP dari jauh. Di antara dua jenis manusia ini, berdirilah sosok yang tak banyak bicara, tapi selalu siaga, satpam ? bukan!, bukan juga […]

  • Selama Covid-19, 4 Perusahaan di Muba Dikirimi Surat Peringatan

    Selama Covid-19, 4 Perusahaan di Muba Dikirimi Surat Peringatan

    • calendar_month Kamis, 18 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.076
    • 0Komentar

    SELAMA Pandemi Covid 19, ada empat perusahaan dikirimkan surat peringatan keras. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Musi Banyuasin, Drs H Yusuf Amilin, melalui Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Industrial dan Kesejahteraan Tenaga Kerja, Juanda, mengatakan, selama wabah pandemi Covid 19 memang ada beberapa perusahaan telah dilayangkan surat himbauan, bahkan surat peringatan. “Sejak dari awal, […]

  • Turun personil gabungan di Pilkades Serentak OKI, Wabup : siap kalah & siap menang

    Turun personil gabungan di Pilkades Serentak OKI, Wabup : siap kalah & siap menang

    • calendar_month Senin, 26 Jun 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.033
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, OKI – Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumsel akan melaksanakan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak, pada Senin (26/6/2023) besok. Sebanyak 587 personil dikerahkan untuk mengamankan TPS serta proses Pilkades yang akan diikuti 139 calon Kades. Personil yang diturunkan terdiri dari 381 personel polres OKI, 90 personel BKO Brimob Polda Sumsel, 30 personel kodim 0402, 30 […]

  • Presiden Apresiasi Kota Pagaralam Sebagai kota Energi Hijau 

    Presiden Apresiasi Kota Pagaralam Sebagai kota Energi Hijau 

    • calendar_month Senin, 24 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 679
    • 0Komentar

    PRESIDEN Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) mengaku bangga Kota Pagaralam Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) yang telah menerapkan pengembangan energi hijau pertama di Indonesia. Presiden mengakui bahwa dunia global semuanya menuju Energi Baru Terbarukan (ETB) dimana semua negara juga telah mulai merencanakan untuk menuju energi hijau, baik itu energi matahari, hydropower, energi geothermal, energi arus laut, […]

  • Meski jabatan kepda belum berakhir, RPJMD 2019-2024 OKI dinilai sangat layak direvisi, ini alasannya

    Meski jabatan kepda belum berakhir, RPJMD 2019-2024 OKI dinilai sangat layak direvisi, ini alasannya

    • calendar_month Rabu, 19 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 990
    • 0Komentar

      PEMULIHAN Covid-19 dan harmonisasi Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, jadi prioritas revisi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) tahun 2019-2024. Revisi RPJMD merupakan langkah cepat Pemkab OKI agar program standar pelayanan minimal (SPM) kepada masyarakat berjalan optimal. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) OKI, Makruf CM mengungkapkan […]

expand_less
WordPress Archive Cargo – Transport & Logistics WordPress Theme Cariera Events Manager Add-on Cariera - Job Board WordPress Theme Carjo – Car Services & Repair Elementor Template Kit CarLane – Car Rental Elementor Template Kit Carne – Butcher & Meat Restaurant WordPress Theme Carne – Meat Shop Elementor Template Kit Carousel Ultimate – Advanced Carousel WordPress Plugin Carrby – Agency Portfolio WordPress Theme Carrentx – Car Rental Elementor Template Kit