Senin, 28 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tekno » AI Bali: Ketika Tari Kecak Bertemu Kecerdasan Buatan

AI Bali: Ketika Tari Kecak Bertemu Kecerdasan Buatan

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 30 Agt 2025
  • visibility 940
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ORANG bilang, dunia ini sudah masuk era digital, tapi kalau di Bali, dunia digital itu kini sudah siap “menari” bersama Tari Kecak. Bayangkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) bukan cuma jadi urusan server dingin dan kabel optik, tapi hadir sebagai teman baru yang ikut menjaga budaya dan pariwisata Pulau Dewata.

Langkah Universitas Udayana meluncurkan Road to AI Center jadi semacam gebrakan, kalau biasanya kampus sibuk riset soal roket atau robot, Udayana malah bikin jalur unik AI untuk budaya dan pariwisata. Lha, ini menarik sekali, bos. AI yang sering kita anggap dingin seperti kalkulator, tiba-tiba dipasangkan dengan budaya Bali yang hangat, penuh warna, dan kaya filosofi.

Pepatah Jawa bilang “Sopo sing nandur, bakal ngunduh” Siapa yang menanam, dia yang menuai. Nah, apa yang ditanam Udayana hari ini adalah benih pemanfaatan AI berbasis kearifan lokal. Kalau dikelola dengan serius, buahnya bisa berupa pariwisata yang makin maju, budaya yang makin lestari, bahkan ekonomi yang makin moncer.

Bayangkan seorang turis asal Korea datang ke Ubud, ia duduk menyaksikan Tari Legong, lalu buka aplikasi berbasis AI, seketika, suara pemandu digital muncul “Gerakan tangan penari ini melambangkan kelembutan, sementara matanya menuturkan kisah cinta Rama dan Shinta”

Seketika si turis bukan hanya menonton, tapi juga mengerti, inilah kekuatan AI Bali bisa jadi penerjemah budaya. Tak ada lagi istilah “nonton pertunjukan tapi bingung, ini orang goyang kenapa”.

Di sektor kuliner, AI bisa jadi teman nongkrong digital, wisatawan cukup bilang, “Saya ingin makanan pedas tapi halal,” langsung disarankan ayam betutu atau sate lilit. Kalau biasanya turis kebingungan membedakan lawar kuwir dengan lawar ayam, AI bisa jadi kamus rasa yang praktis.

Bukan cuma pariwisata, AI juga bisa jadi “arsiparis modern”, tarian, gamelan, lontar, cerita rakyat, bisa didokumentasikan dalam bentuk interaktif. Generasi muda Bali yang lebih akrab dengan scrolling daripada membaca lontar kuno. AI hadir sebagai jembatan: dari layar ponsel, mereka bisa belajar tentang sejarah leluhur.

Seperti pepatah “Tak lapuk oleh hujan, tak lekang oleh panas.” Nah, lewat digitalisasi AI, warisan budaya Bali benar-benar bisa bertahan lintas zaman.

Bali bukan sendirian, Jepang sudah lebih dulu pakai AI untuk pariwisata dari robot resepsionis di hotel sampai sistem penerjemah otomatis. Korea Selatan pakai AI untuk memandu turis di Gyeongbokgung Palace. Bedanya, Udayana punya keunikan bukan sekadar jualan teknologi, tapi AI plus kearifan lokal.

Kalau Jepang punya anime, Bali punya Tari Kecak, kalau Korea punya K-Pop, Bali punya gamelan. Tinggal bagaimana AI bisa jadi spotlight yang membuat budaya Bali makin mendunia.

Tentu, kita tak bisa menutup mata, AI butuh listrik, server, konektivitas, dan talenta digital, kalau jaringan internet di pelosok Bali masih sering putus nyambung kayak hubungan LDR, ya repot juga. Di sinilah pemerintah harus hadir: memperkuat infrastruktur digital, menyiapkan regulasi, sekaligus mendorong literasi digital.

Meutya Hafid, Menteri Komunikasi dan Digital, sudah bilang “Indonesia dengan 280 juta penduduk butuh literasi digital dan talenta digital.” Betul sekali. Karena secanggih apa pun AI, kalau yang pakai tidak melek digital, hasilnya bisa seperti punya iPhone terbaru tapi cuma dipakai buat main ular.

Penting diingat, AI bukan untuk menggantikan manusia, jangan takut Tari Kecak diganti robot, atau gamelan dimainkan mesin. AI hanyalah alat bantu, seperti mikrofon yang membuat suara lebih jelas, atau kamera yang membuat senyum bisa dikenang.

Peribahasa bilang, “Air tenang menghanyutkan” AI ini mirip, diam-diam saja, tapi kalau dipakai benar bisa menghanyutkan dunia dengan keindahan Bali.

Kalau hari ini Udayana menanam benih AI di bidang budaya dan pariwisata, besok lusa kita bisa lihat Bali jadi pionir dunia. Pariwisata makin canggih, budaya makin lestari, ekonomi rakyat ikut naik.

AI di Bali adalah contoh bahwa teknologi tidak harus meninggalkan akar tradisi. Justru, ketika AI dipeluk dengan kearifan lokal, hasilnya bisa bikin dunia berkata “Bali bukan hanya indah di mata, tapi juga cerdas di era digital”

Dan siapa tahu, di masa depan, ketika orang menyebut “AI Bali”, yang terbayang bukan robot berkepala besi, tapi Tari Kecak yang bergema cak… cak… cak… berpadu dengan kecerdasan buatan yang membuat budaya tetap hidup.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mulai Pantau Pangan & Produk yang Beredar di Pasar Tradisional

    Mulai Pantau Pangan & Produk yang Beredar di Pasar Tradisional

    • calendar_month Selasa, 4 Apr 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.190
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, -Satuan tugas pangan Kabupaten Ogan Komering Ilir yang dipimpin Dinas Perdagangan, Dinas Kesehatan, Dinas Ketahanan Pangan, Sat Pol PP serta aparat kepolisian melakukan pemantauan stok serta keamanan produk pangan yang beredar di Pasar Tradisional di Ogan Komering Ilir. Bupati OKI melalui Kepala Dinas Perdagangan, H. Alamsyah menyampaikan pemantauan ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan […]

  • Al- Fadh Bakal Selenggarakan Olimpiade Santri 4.0 Se Sumsel

    Al- Fadh Bakal Selenggarakan Olimpiade Santri 4.0 Se Sumsel

    • calendar_month Jumat, 1 Nov 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 882
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel Herman Deru akan mendukung dan mensuport kegiatan Olimpiade Santri 4.0 yang akan menjadi Media Menjaring Potensi Akademik Olahraga dan Seni Santri se Sumsel. Hal itu dikatakanya saat Menerima Pengurus Yayasan Islam Al-Fadh di Ruang Tamu Gubernur, Kamis (31/10/2019). Tak hanya itu, dia juga akan memfasilitasi kegiatan tersebut sehingga acara tersebut benar-benar berjalan sukses dan […]

  • Kemarau Bikin Debu Jalan Makin Tebal, Begini Cara Menjaga Mata Tetap Nyaman

    Kemarau Bikin Debu Jalan Makin Tebal, Begini Cara Menjaga Mata Tetap Nyaman

    • calendar_month Selasa, 25 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 33
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Musim kemarau membuat jalan lebih cepat kering. Debu yang biasanya tertahan oleh air hujan kini lebih mudah terangkat ketika angin berembus atau kendaraan melintas. Kondisinya makin terasa di jalan yang ramai kendaraan berat. Truk-truk besar yang melintas bisa membuat debu dari permukaan jalan kembali beterbangan. Dalam hitungan detik, pengguna jalan bisa berhadapan dengan […]

  • Maknai Idul Adha Untuk Saling Berbagi dan Saling Peduli

    Maknai Idul Adha Untuk Saling Berbagi dan Saling Peduli

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 866
    • 0Komentar

    MEMATUHI protokol kesehatan serta tetap melaksanakan Shalat Idul Adha berjamaah meski di tengah wabah COVID-19, Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin dan Wakil Bupati Muba Beni Hernedi kompak melaksanakan Shalat Idul Adha di rumah dinas masing-masing sedangkan Sekretaris Daerah Drs Apriyadi MSi melaksanakan Solat Idul Adha di Masjid Jammi An Nur Sekayu, Jumat (31/7/2020). […]

  • Pekan Depan FIFA Inspeksi Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring

    Pekan Depan FIFA Inspeksi Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring

    • calendar_month Kamis, 6 Feb 2020
    • account_circle Yosep Indra Praja
    • visibility 1.168
    • 0Komentar

    PELUANG Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang untuk menghelat tuan rumah Piala Dunia U20 pada tahun 2021 mendatang masih terbuka. Hal itu dibenarkan Ketua Asprov PSSI Sumsel H Ucok Hidayat. Pasalnya, Federasi Sepak Bola Internasional atau FIFA, akan melakukan inspeksi ke Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ) Palembang pada Kamis (13/2/2020) nanti. FIFA diagendakan akan meninjau Stadion […]

  • Tak Korperatif, Bawaslu OKI Minta Kades Edi Karso Penuhi Panggilan

    Tak Korperatif, Bawaslu OKI Minta Kades Edi Karso Penuhi Panggilan

    • calendar_month Rabu, 16 Okt 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.993
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id– Kepala Desa Sungai Jeruju, Edi Karso, dari Kecamatan Cengal, yang dilaporkan tim advokasi pasangan JADI terkait dugaan keterlibatannya dalam mendukung calon bupati nomor urut 2, kembali absen dari panggilan Bawaslu OKI. Berdasarkan laporan, Edi Karso telah dua kali dipanggil oleh Bawaslu OKI, namun tidak memenuhi undangan tersebut. Ketua Bawaslu OKI, Romi Maradona, mengonfirmasi bahwa […]

expand_less
WordPress Archive Build-A-Rent – Construction Equipment Rental Elementor Template Kit BuildARK- Construction Business WordPress Theme Builderon – Construction Elementor Template Kit BuilderPlus – Building & Construction WordPress Theme BuilderPress – WordPress Theme for Construction Buildeso – Construction & Building Elementor Template Kit BuildGo – Construction WordPress Theme BuildMax – Renovation & Painting WordPress Theme Buildoit Construction & Building Elementor Template Kit BuildPress – Multi-purpose Construction and Landscape WP Theme