Minggu, 11 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tekno » “Jalan Tol Inovasi, Kampus ke Industri, Jangan Cuma Nyangkut di Laboratorium”

“Jalan Tol Inovasi, Kampus ke Industri, Jangan Cuma Nyangkut di Laboratorium”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 24 Agt 2025
  • visibility 861
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ADA pepatah lama “Ilmu tanpa amal bagaikan pohon tanpa buah.” Nah, di Indonesia pepatah itu sering kebalik pohonnya banyak, buahnya entah kemana, yang nongol malah laporan setebal bantal hotel melati. Beginilah nasib sebagian besar riset di kampus kita berakhir sebagai skripsi yang dipajang di perpustakaan, hanya dibaca dosen penguji dan cicak yang lewat di rak buku.

Padahal, seperti ditegaskan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie, riset itu bukan beban biaya. Ia investasi. Bukan investasi ala saham gorengan yang bikin jantung berdegup tiap buka aplikasi trading, tapi investasi masa depan bangsa. Kalau dikerjakan serius, riset bisa jadi motor pertumbuhan ekonomi, bahkan jalan tol inovasi dari kampus ke industri.

Sudah waktunya kampus kita tidak lagi hanya jadi “pabrik toga”. Bayangkan, setiap tahun ribuan mahasiswa berbaris rapi di acara wisuda, senyumnya lebar, tapi inovasi yang lahir dari ruang kuliah masih kalah cepat dibanding kecepatan warung kopi meluncurkan menu baru. Universitas berbasis riset seharusnya jadi “pabrik inovasi”, bukan cuma pabrik ijazah.

Tengok Amerika, MIT (Massachusetts Institute of Technology) sering dijuluki “pabrik startup”. Dari garasi kecil mahasiswa sampai kantor raksasa teknologi dunia, jejaknya panjang. Begitu juga Stanford, yang konon jadi bidan lahirnya Silicon Valley. Kenapa bisa begitu? Karena kampus dan industri di sana mesra bak pasangan pengantin baru. Riset mahasiswa tidak berhenti di meja laboratorium, tapi langsung diangkut ke pasar.

Indonesia harus belajar dari sana, kita punya bahan mentah yang melimpah: rumput laut, nilam, kopi, nikel, bahkan ide-ide brilian anak muda yang lebih cepat viral daripada gosip artis. Tapi tanpa jembatan riset, semua itu hanya jadi potensi tidur.

Jika boleh jujur sebentar, banyak riset kita nasibnya seperti nasi kotak seminar, sudah capek-capek dimasak, dikemas rapi, lalu ditinggalkan di meja, dingin tak tersentuh. Pemerintah, kampus, dan industri sering jalan sendiri-sendiri. Padahal kalau mau, kolaborasi bisa bikin riset kita harum baunya, bukan basi di gudang.

Ambil contoh Korea Selatan, mereka dulu dikenal sebagai negara miskin yang bahkan kalah jauh dari Indonesia tahun 60-an. Tapi mereka nekat mengubah kampus jadi dapur inovasi. Hasilnya? lahir Samsung, Hyundai, LG, nama-nama yang sekarang bikin dunia menunduk, bukan karena mereka tiba-tiba jenius, tapi karena ada kolaborasi yang nyata antara pemerintah, kampus, dan industri.

Kita? jangan-jangan masih sibuk berdebat siapa yang lebih penting, teori atau praktik. Padahal jawabannya jelas tanpa keduanya, riset ibarat motor tanpa bensin bunyi klaksonnya doang yang keras, tapi rodanya tak jalan.

Kalau riset ingin jadi motor ekonomi, maka jalan tol yang menghubungkannya adalah kolaborasi kampus dan industri. Stella Christie sudah bilang, “Universitas berbasis riset” itu bukan jargon, tapi kebutuhan mendesak. Jangan sampai mahasiswa riset daun nilam tapi akhirnya lulus jadi admin Excel di kantor kelurahan.

Bayangkan kalau kampus di Aceh benar-benar mengembangkan riset nilam untuk parfum dunia. Atau universitas di Sulawesi serius mengolah rumput laut jadi bahan baku kosmetik, obat, bahkan plastik ramah lingkungan. Kita tidak cuma menjual rumput laut mentah, tapi menjual inovasi berlipat nilai. Itu baru namanya dagang cerdas, tidak hanya jual ikan, tapi juga jual resep sushinya.

Dan di sinilah industri swasta bisa masuk, kalau pabrikan rokok seperti Sampoerna saja mau ikut jadi sponsor acara riset, masa industri lain pura-pura pusing? Jangan sampai riset bangsa ini cuma diselamatkan oleh asap tembakau, sementara pabrik lain hanya sibuk pasang iklan di televisi.

Konsep Universitas berbasis riset juga sebenarnya mengajak kita untuk mendekatkan rakyat dengan ilmu pengetahuan. Petani nilam, nelayan rumput laut, hingga pelaku UMKM bisa menikmati hasil riset jika jalannya dibuka. Jangan sampai riset hanya jadi bahasa asing di jurnal, yang sulit dimengerti bahkan oleh mahasiswa semester akhir.

Kalau jalan tol inovasi ini bisa dibangun, riset bukan hanya menghasilkan paten, tapi juga lapangan kerja, seandainya ribuan anak muda bekerja di pabrik inovasi lokal, bukan antre tiket konser boyband di GBK.

Ada pepatah Jawa “Jer basuki mawa bea”,  segala keberhasilan butuh biaya. Nah, riset memang butuh dana,  tapi jangan salah, dana riset itu bukan hilang seperti uang parkir di mall, ia kembali dalam bentuk kesejahteraan.

Indonesia harus berani memilih jalan, apakah tetap jadi bangsa penonton inovasi dunia, atau jadi pemain utama. Kalau Amerika bisa dengan MIT dan Stanford, kalau Korea bisa dengan Samsung, kenapa kita tidak bisa dengan universitas berbasis riset dan kolaborasi industri?

Jangan sampai kita cuma jadi bangsa yang pintar bikin seminar dengan banner segede gaban bertuliskan “Inovasi untuk Negeri”, tapi risetnya tetap mandek. Saatnya riset kita jadi kendaraan utama, dan kolaborasi kampus-industri jadi jalan tol yang mulus. Kalau tidak, kita hanya akan terus macet di perempatan wacana.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pembangunan Berasas Supremasi Hukum dan Keadilan

    Pembangunan Berasas Supremasi Hukum dan Keadilan

    • calendar_month Senin, 29 Jan 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 707
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, -Pada debat IV Pemilihan Presiden 21 Januari 2024 yang bertema besar pembangunan berkelanjutan, Prof. Mahfud MD menyampaikan TIGA masalah utama yang menghambat tercapainya pembangunan berkelanjutan. Pertama, tata kelola Sumber Daya Alam (SDA) dan lingkungan yang masih buruk. Selanjutnya, pembangunan yang belum berpihak kepada rakyat. TIGA, ketidakadilan tanggung jawab ekologis di tingkat global. Andi Widjajanto, […]

  • Pagi Tadi, Gempa Magnitudo 6,8 Goncang Ambon, di Labuan Bajo 5.0

    Pagi Tadi, Gempa Magnitudo 6,8 Goncang Ambon, di Labuan Bajo 5.0

    • calendar_month Kamis, 26 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.099
    • 0Komentar

    GEMPA berkekuatan 6.8 Magnitudo Selasa pagi tadi sekitar pukul 06.46 WIB menggoncang Wilayah Ambon, Maluku sekitarnya, dilaporkan Merdeka.com,kamis [26/9/2019]. Catatan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pusat gempaberada di darat, berjarak 40 kilometer arah timur laut Kota Ambon. Pusat gempa berada di kedalaman 10 kilometer dari permukaan laut. Gempa dirasakan di sejumlah wilayah, meliputi Ambon, Kairatu, […]

  • Muba Raup 10 Medali Emas  Cabor Renang di Porprov Sumsel

    Muba Raup 10 Medali Emas Cabor Renang di Porprov Sumsel

    • calendar_month Rabu, 24 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.017
    • 0Komentar

    KABUPATEN Musi Banyuasin (Muba) kembali meraih medali emas pada cabang olahraga renang putra dan putri di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumsel ke XIII yang digelar di Kolam Renang Tasya Baturaja, Rabu. Tak tanggung-tanggung, dihari kedua cabang olahraga tersebut atlet Muba berhasil membawa pulang 16 medali terdiri atas 10 emas, tiga perak dan tiga perunggu. […]

  • Petani Harus Menjadi Profesi yang Menjanjikan Kesejahteraan, Minta Presiden

    Petani Harus Menjadi Profesi yang Menjanjikan Kesejahteraan, Minta Presiden

    • calendar_month Jumat, 6 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.421
    • 0Komentar

    PEMERINTAH harus membuat generasi penerus bangsa berminat memilih profesi petani sebagai mata pencahariannya. Oleh karena itu, berbagai instansi terkait harus mendorong sektor pertanian dalam negeri berkembang lebih pesat yang dapat menjamin kesejahteraan bagi kehidupan para petani di masa mendatang. “Petani harus menjadi profesi yang menjanjikan profesi yang mensejahterakan,” ujar Presiden Joko Widodo melalui siaran virtual […]

  • Bikin hattrick di JPD, anak muda OKI Juara Umum

    Bikin hattrick di JPD, anak muda OKI Juara Umum

    • calendar_month Selasa, 20 Jun 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.222
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, OKI – Untuk kali ketiga para pemuda Ogan Komering Ilir (OKI) menyabet juara umum dalam kegiatan Jambore Pemuda Daerah (JPD) Sumatera Selatan (Sumsel) 2023. “Tahun ini, kegiatan pembinaan kepemudaan itu di gelar Kabupaten Ogan Ilir (OI), berhasil menorehkan hattrick,” ungkap Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kabupaten OKI, Muhammad Amin, SPd, MM, MPd melalui […]

  • Resmi, 766 CPNS Jadi PNS, Harnojoyo Sebut 3 Kata Ini

    Resmi, 766 CPNS Jadi PNS, Harnojoyo Sebut 3 Kata Ini

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 929
    • 0Komentar

    766 Calon Pegawai Sipil (CPNS) dilingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang formasi tahun 2018, akhirnya resmi ditetapkan statusnya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Proses pengambilan sumpah dan janji PNS sekaligus pembekalan dilaksanakan langsung oleh Walikota Palembang H.Harnojoyo, Rabu (1/7/2020) di pelataran Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang sesuai dengan aturan Pemerintah Nomor 11 tahun 2017 tetang managemen […]

expand_less
WordPress Archive KeyMaster – Locksmith & Key Maker Service Elementor Template Kit Keymoto – Motorcycle WordPress Theme Keyword Linking for WordPress Kezta – Gutenberg Portfolio WordPress Theme Khara – Ultimate Coming Soon & Maintenance Plugin Khubi – Dermatologist & Skin Care Template Kit Khuli – Construction & Architecture Elementor Template Kit Kiara – Fashion Elementor Template Kit Kiba Bar & Restaurant Elementor Kit Kiddo – Kid Fashion WooCommerce WordPress Theme