Minggu, 20 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tekno » “Jalan Tol Inovasi, Kampus ke Industri, Jangan Cuma Nyangkut di Laboratorium”

“Jalan Tol Inovasi, Kampus ke Industri, Jangan Cuma Nyangkut di Laboratorium”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 24 Agt 2025
  • visibility 852
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ADA pepatah lama “Ilmu tanpa amal bagaikan pohon tanpa buah.” Nah, di Indonesia pepatah itu sering kebalik pohonnya banyak, buahnya entah kemana, yang nongol malah laporan setebal bantal hotel melati. Beginilah nasib sebagian besar riset di kampus kita berakhir sebagai skripsi yang dipajang di perpustakaan, hanya dibaca dosen penguji dan cicak yang lewat di rak buku.

Padahal, seperti ditegaskan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie, riset itu bukan beban biaya. Ia investasi. Bukan investasi ala saham gorengan yang bikin jantung berdegup tiap buka aplikasi trading, tapi investasi masa depan bangsa. Kalau dikerjakan serius, riset bisa jadi motor pertumbuhan ekonomi, bahkan jalan tol inovasi dari kampus ke industri.

Sudah waktunya kampus kita tidak lagi hanya jadi “pabrik toga”. Bayangkan, setiap tahun ribuan mahasiswa berbaris rapi di acara wisuda, senyumnya lebar, tapi inovasi yang lahir dari ruang kuliah masih kalah cepat dibanding kecepatan warung kopi meluncurkan menu baru. Universitas berbasis riset seharusnya jadi “pabrik inovasi”, bukan cuma pabrik ijazah.

Tengok Amerika, MIT (Massachusetts Institute of Technology) sering dijuluki “pabrik startup”. Dari garasi kecil mahasiswa sampai kantor raksasa teknologi dunia, jejaknya panjang. Begitu juga Stanford, yang konon jadi bidan lahirnya Silicon Valley. Kenapa bisa begitu? Karena kampus dan industri di sana mesra bak pasangan pengantin baru. Riset mahasiswa tidak berhenti di meja laboratorium, tapi langsung diangkut ke pasar.

Indonesia harus belajar dari sana, kita punya bahan mentah yang melimpah: rumput laut, nilam, kopi, nikel, bahkan ide-ide brilian anak muda yang lebih cepat viral daripada gosip artis. Tapi tanpa jembatan riset, semua itu hanya jadi potensi tidur.

Jika boleh jujur sebentar, banyak riset kita nasibnya seperti nasi kotak seminar, sudah capek-capek dimasak, dikemas rapi, lalu ditinggalkan di meja, dingin tak tersentuh. Pemerintah, kampus, dan industri sering jalan sendiri-sendiri. Padahal kalau mau, kolaborasi bisa bikin riset kita harum baunya, bukan basi di gudang.

Ambil contoh Korea Selatan, mereka dulu dikenal sebagai negara miskin yang bahkan kalah jauh dari Indonesia tahun 60-an. Tapi mereka nekat mengubah kampus jadi dapur inovasi. Hasilnya? lahir Samsung, Hyundai, LG, nama-nama yang sekarang bikin dunia menunduk, bukan karena mereka tiba-tiba jenius, tapi karena ada kolaborasi yang nyata antara pemerintah, kampus, dan industri.

Kita? jangan-jangan masih sibuk berdebat siapa yang lebih penting, teori atau praktik. Padahal jawabannya jelas tanpa keduanya, riset ibarat motor tanpa bensin bunyi klaksonnya doang yang keras, tapi rodanya tak jalan.

Kalau riset ingin jadi motor ekonomi, maka jalan tol yang menghubungkannya adalah kolaborasi kampus dan industri. Stella Christie sudah bilang, “Universitas berbasis riset” itu bukan jargon, tapi kebutuhan mendesak. Jangan sampai mahasiswa riset daun nilam tapi akhirnya lulus jadi admin Excel di kantor kelurahan.

Bayangkan kalau kampus di Aceh benar-benar mengembangkan riset nilam untuk parfum dunia. Atau universitas di Sulawesi serius mengolah rumput laut jadi bahan baku kosmetik, obat, bahkan plastik ramah lingkungan. Kita tidak cuma menjual rumput laut mentah, tapi menjual inovasi berlipat nilai. Itu baru namanya dagang cerdas, tidak hanya jual ikan, tapi juga jual resep sushinya.

Dan di sinilah industri swasta bisa masuk, kalau pabrikan rokok seperti Sampoerna saja mau ikut jadi sponsor acara riset, masa industri lain pura-pura pusing? Jangan sampai riset bangsa ini cuma diselamatkan oleh asap tembakau, sementara pabrik lain hanya sibuk pasang iklan di televisi.

Konsep Universitas berbasis riset juga sebenarnya mengajak kita untuk mendekatkan rakyat dengan ilmu pengetahuan. Petani nilam, nelayan rumput laut, hingga pelaku UMKM bisa menikmati hasil riset jika jalannya dibuka. Jangan sampai riset hanya jadi bahasa asing di jurnal, yang sulit dimengerti bahkan oleh mahasiswa semester akhir.

Kalau jalan tol inovasi ini bisa dibangun, riset bukan hanya menghasilkan paten, tapi juga lapangan kerja, seandainya ribuan anak muda bekerja di pabrik inovasi lokal, bukan antre tiket konser boyband di GBK.

Ada pepatah Jawa “Jer basuki mawa bea”,  segala keberhasilan butuh biaya. Nah, riset memang butuh dana,  tapi jangan salah, dana riset itu bukan hilang seperti uang parkir di mall, ia kembali dalam bentuk kesejahteraan.

Indonesia harus berani memilih jalan, apakah tetap jadi bangsa penonton inovasi dunia, atau jadi pemain utama. Kalau Amerika bisa dengan MIT dan Stanford, kalau Korea bisa dengan Samsung, kenapa kita tidak bisa dengan universitas berbasis riset dan kolaborasi industri?

Jangan sampai kita cuma jadi bangsa yang pintar bikin seminar dengan banner segede gaban bertuliskan “Inovasi untuk Negeri”, tapi risetnya tetap mandek. Saatnya riset kita jadi kendaraan utama, dan kolaborasi kampus-industri jadi jalan tol yang mulus. Kalau tidak, kita hanya akan terus macet di perempatan wacana.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Setelah KTNA, Muba Ingin Jadikan Taman Agro Tempat Belajar Anak Sekolah

    Setelah KTNA, Muba Ingin Jadikan Taman Agro Tempat Belajar Anak Sekolah

    • calendar_month Jumat, 28 Jun 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 769
    • 0Komentar

    TAMAN Agro Inovasi Dinas TPHP Kabupaten Musi Banyuasin yang sebagai lokasi kunjungan para peserta Pekan Daerah Kontak Tani Nelayan Andalan ke XIII tingkat Provinsi Sumatera Selatan akan tetap berlanjut dan dijadikan tempat wisata sekaligus untuk belajar anak-anak sekolah. Demikian diungkapkan Kepala Dinas TPHP Muba Thamrin disela acara Karya Wisata yang merupakan rangkaian kegiatan Peda KTNA […]

  • Wow, BNI Gelar Acara Akad Kredit Secara Massal

    Wow, BNI Gelar Acara Akad Kredit Secara Massal

    • calendar_month Rabu, 26 Sep 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.753
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, JAKARTA – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) menggelar acara akad kredit secara massal untuk menyalurkan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebanyak 1.046 debitur kredit kepemilikan rumah [KPR]. Acara ini salah satu bentuk komitmen perseroan dalam mendukung program 1 Juta Rumah untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Akad kredit tersebut dilakukan di beberapa kota […]

  • Pemerintah Percepat Rumah Bagi Masyarakat Terdampak Erupsi Gunung Semeru

    Pemerintah Percepat Rumah Bagi Masyarakat Terdampak Erupsi Gunung Semeru

    • calendar_month Senin, 13 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.494
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Lumajang, Jawa Timur lakukan percepatan pembangunan rumah bagi warga terdampak bencana erupsi Gunung Semeru. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati (Bunda Indah) saat melaksanakan audensi dengan Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (P2P) Jawa IV Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, bertempat di Ruang Mahameru Kantor Bupati Lumajang, Senin (13/12/2021). Bunda […]

  • Semarak Youth Juggling Competition, Mawardi Yahya : Sumsel Siap Lahir Batin

    Semarak Youth Juggling Competition, Mawardi Yahya : Sumsel Siap Lahir Batin

    • calendar_month Rabu, 9 Des 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.399
    • 0Komentar

    MENTERI Pemuda dan Olahraga (Menpora) Republik Indonesia (RI), Dr H Zainudin Amali secara khusus hadir memberikan semangat kepada para peserta Sosialisasi Youth Fun Juggling Competition “Main Bola Yuk” di Ball Room, Hotel Novotel, Palembang, Selasa (8/12/2020). Youth Fun Juggling Competition klaster Palembang diikuti 310 peserta. Sebanyak 280 peserta secara virtual dan 30 peserta lainya hadir […]

  • Herman Deru  Bagikan  Bonus Atlet  Peraih Medali PON dan Peparnas Papua

    Herman Deru  Bagikan  Bonus Atlet  Peraih Medali PON dan Peparnas Papua

    • calendar_month Selasa, 26 Apr 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 601
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru  menyerahkan bonus kepada atlet dan pelatih yang telah berprestasi menyumbangkan mendali pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX dan Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI Papua 2021 lalu,  penyerahan bonus tersebut dilakukan  di Bina Praja Pemprov Sumsel,  Selasa (26/4) siang. Menurut Hermanan Deru   tertunda  pemberian bonus bagi para atlet yang […]

  • Bupati Muba Usulkan RUU Energi Baru dan Terbarukan kepada DPR RI, Saat Rapat Dengar Pendapat

    Bupati Muba Usulkan RUU Energi Baru dan Terbarukan kepada DPR RI, Saat Rapat Dengar Pendapat

    • calendar_month Senin, 5 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.005
    • 0Komentar

    KABUPATEN Musi Banyuasin (Muba) yang dipimpin Bupati Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA sejak tiga tahun belakangan telah berhasil menginisiasi sejumlah program pilot project Energi Baru Terbarukan. Diantara program itu adalah terobosan pengolahan kelapa sawit menjadi bahan bakar nabati (BBN) atau biofuel. Atas Inisiasi tersebut Pemkab Muba menjadi sorotan banyak pihak di kancah […]

expand_less
WordPress Archive KeyMaster – Locksmith & Key Maker Service Elementor Template Kit Keymoto – Motorcycle WordPress Theme Keyword Linking for WordPress Kezta – Gutenberg Portfolio WordPress Theme Khara – Ultimate Coming Soon & Maintenance Plugin Khubi – Dermatologist & Skin Care Template Kit Khuli – Construction & Architecture Elementor Template Kit Kiara – Fashion Elementor Template Kit Kiba Bar & Restaurant Elementor Kit Kiddo – Kid Fashion WooCommerce WordPress Theme