Jumat, 9 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sumsel » Payung..

Payung..

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 29 Jan 2023
  • visibility 2.201
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

 

“Waduh, payungku kegedean, apalagi anginnya bertiup cukup kencang, sulit untuk menutupnya,” teriak Inara bocah 4 tahun tengah berusaha melipat payung miliknya usai membeli jajanan di Warung tak jauh dari kediamannya di Blok C Perum Pesona Harapan Jaya Tahap I, Jalan KH Azhari RT 50 Kelurahan Kalidoni, Kecamatan Kalidoni Palembang, beberapa pekan lalu.

 

CUACA terlihat mendung disertai hujan rintik-rintik, anginpun terlihat berembus kencang menggoyang rating pohon karet, gelam dan akasia yang berada diseberang Jalan Utama Tahap I, membuat daunnya runtuh dan bertebaran di Jalan. Meski demikian warga di Perumahan itu sangat tertolong dengan rindangnya pohon yang membuat panas matahari tak begitu terasa menembus rumah.

Diva dan Inara, dua bocah yang dikenal akrab itu terlihat bergandeng, Inara memegang dengan kuat payung besar sebagai alat penutup agar kepala, dan pakaiannya tak kehujanan.

Sembari ngobrol “ngalor ngidul” mereka berjalan menggunakan payung tersebut menuju warung jajanan di Blok B, mereka terlihat lucu karena payung yang mereka gunakan sebagai pelindung kepala dan tubuhnya ditiup angin hingga telepas dari genggaman Inara melayang ditiup angin.

“Nah, Diva payungnya terbang.. !! ,” teriak dengan suara yang lantang, Diva melongok, keduanya matanya memandangi arah payung yang terbang ditiup angin.

Mereka berdua mengejar payung tersebut yang jatuh diselokan air dan tetap mereka berdua gunakan untuk melindung tubuh dan kepala dari titisan air hujan. Aku pun sempat tertawa memandang mereka dari teras rumah, akal mereka memang panjang, dan cerdas, takut payung besar yang mereka bawa tersebut terbang lagi, kedua tangan dua bocah itu memegang gagang payung dengan sekuat-kuatnya sembari berjalan menuju warung.

Bahu membahu bergotong -royong sudah terlihat dari kecil, tapi gak kebayang juga gimana mereka dewasa, apakah solidaritas mereka sebagai teman akrab tersebut dapat terbina ? hanya Allah SWT yang tahu.  Dan  akhirnya Diva terlihat masuk ke rumah membawa jajanannya, sementara Inara masih  sibuk dan berfikir untuk menutup kanvas payung tersebut di tengah jalan depan rumahnya di Blok C, lalu tak lama kemudian menghilang.

Payung memang sebagai benda/alat digunakan untuk melindungi tubuh dan kepala dari air hujan, bahkan sebaliknya payung juga digunakan orang untuk melindungi kulit tubuh dan kepala dari sengatan matahari. Benda itu memang dari dahulunya, dan  sekarang tetap digunakan untuk melindungi tubuh.

Jangankan kita yang dewasa, Diva dan Inara, dua bocah yang masih “ingusan”  itu pun mengerti fungsi dari dari payung. Dalam bahasa Inggris, Payung diartikan Umbrella dan dan bahasa latinnya Umbra artinya bayang-bayang. Mengutip dari wikipedia payung ditemukan 4 ribu tahun lalu.

Payung kuno kononnya didesain untuk digunakan oleh orang untuk melindungi dari sengatan matahari, dan akhirnya Tionghoa berhasil membuat payung untuk melindungi dari hujan. Sebelumnya payung hanya digunakan sebagai aksesoris untuk wanita saja.Pada abad ke-16 di Negara-negara Eropa Utara, akhirnya payung menjadi populer digunakan saat hujan dan panas.

Seorang petualang dan Penulis Persia Jonas Hanway [1712-1786] dengan percaya dirinya menggunakan payung didepan publik. Sejak itu payung bukan saja sebagai alat aksesoris kaum Hawa tetapi digunakan juga oleh kaum Adam. Saking populer digunakan pria. Di Inggris, para pria  menyebutnya payung sebagai “teman jalan”.

Menurut wikipedia lagi, Di Eropa, payung generasi pertama dibuat dari kayu dan tulang paus dan ditutup kain kanvas dan diberi minyak, agar lebih menarik dipandang kanvas itu digambar dengan seni beragam warna-warni, dan gagangnya yang melengkung dibuat dari kayu yang kuat, seperti kayu eboni dan lainnya.

Pada 1852, akhirnya Samuel Fox menemukan rangka besi sebagai menyangga kain payung. Sejak saat itu, selanjutnya teknik desain payung lebih terfokus pada cara bagaimana menemukan teknologi menutup atau melipat payung itu agar lebih praktis saat dibawa.

Hingga sekarang pun masyarakat di dunia bukan saja menggunakan payung sebagai alat pelindung tubuh dari hujan dan panas. Namun payung digunakan manfaatnya untuk hal yang lain, salah satunya sebagai alat untuk menari. Di Indonesia salah satunya, tari payung. dikenalkan di masyarakat Minangkabau, Sumatera Barat pada tahun 1960 -an. Tarian biasanya dipertunjukan pada even besar kesenian dan menyambut tamu undanga, dan lainnya.

Tarian khas Minangkabau ini pertama kali ditata dalam bentuk tari teater oleh Muhammad Rasyid Manggis (1904-1984) pada tahun 1920-an. Kemudian penataan tari dilanjutkan oleh Sitti Gam yang juga teman seangkatan Rasyid Manggis saat di Normal School Bukittinggi.[rimbakita.com]. Tarian payung menggunakan perlengkapan payung dan menggambarkan cinta serta kasih sayang.

Yang menariknya lagi hingga sekarang, banyak perusahaan juga menjadikan payung sebagai sarana  promosinya dengan diberi logo perusahaan di atas kanvas payung  untuk souvenir para pelanggannya.

 

Filosofi payung

Melansir dari laman pesantren nuris yang ditulis Rintan Setyo Minarti, ternyata payung juga ada filosofinya/makna yang terkandung dalam benda sederhana namun sangat istimewa tersebut.

Menurutnya begitu hebatnya payung memiliki peran penting untuk manusia ketika aktivitas tiba. payung memiliki makna tersirat yang jarang sekali kita renungkan.

Pertama, dari payung kita belajar apa arti berjuang untuk orang sekitar, meski harus menerjang guyuran hujan yang begitu menantang, payung tetap membawa kita pada tujuan.

Kedua, waspada ada pepatah mengatakan “Sedia payung sebelum hujan” dari pepatah ini kita dapat mengambil kesimpulan bahwa payung mengajarkan kita untuk selalu siap siaga jika ada rintangan tiba.

Ketiga, sifat sabar dan tegar kita dapat mengamalkan kedua sifat ini dari payung. Mengapa begitu? Karena payung selalu sabar dan tegar ketika pemakainya membawa kemana-mana dan menaruhnya begitu saja tanpa memikirkan apa yang dideritanya.

Keempat, dari payung kita belajar ikhlas, selalu menemani manusia ketika dibutuhkan. Payung juga ikhlas menjadi benteng ketika kita berjalan. Payung juga ikhlas menjadi tulang punggung kita ketika mencari nafkah seperti pekerjaan ojek payung.

Sahabat santri itu tadi beberapa makna yang dapat kita ambil dari payung, dari payung kita mendapat banyak pembelajaran yang terkadang kita lupakan. Semoga kita dapat menjadikan payung sebagai motivasi dalam menjalani kehidupan ini.[***]

 

#red

 

 

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PU PR Muba Buka Konektivitas Jalan Danau Ulak Lia

    PU PR Muba Buka Konektivitas Jalan Danau Ulak Lia

    • calendar_month Jumat, 4 Des 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 928
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Musi Banyuasin melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU PR) Muba menggelar Acara Peringatan Hari Bakti Pekerjaan Umum ke-75 yang diperingati setiap tanggal 3 Desember, di Danau Ulak Lia Sekayu. Dalam rangkaian Peringatan Hari Bakti PU, Kepala Dinas PU PR Muba H Herman Mayori  mengatakan ada beberapa kegiatan yang dilaksanakan yakni penaburan […]

  • Di HUT ke -76 Provinsi Sumsel, Harnojoyo Beberkan Asanya

    Di HUT ke -76 Provinsi Sumsel, Harnojoyo Beberkan Asanya

    • calendar_month Selasa, 17 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.319
    • 0Komentar

    WALI Kota Palembang, H Harnojoyo menghadiri Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Istimewa dalam rangka Hari Jadi Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) ke -76 di Dining Hall Jakabaring Sport Center. Dengan semangat hari jadinya Sumsel ke-76 tahun yang jatuh pada tanggal 15 Mei 2022, Pemerintah Provinsi berharap kemajuan pangan di Sumsel bisa mandiri. “Kita wujudkan Sumsel mandiri […]

  • Siapa Pun yang Menang, Presiden RI Harus Punya Tim Ekonomi yang Kuat

    Siapa Pun yang Menang, Presiden RI Harus Punya Tim Ekonomi yang Kuat

    • calendar_month Senin, 13 Agt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.090
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, JAKARTA – Ekonom INDEF Bhima Yudhistira mengatakan siapapun capres-cawapres yang menang, pasangan pemimpin Indonesia lima tahun mendatang harus memiliki tim ekonomi yang kuat. “Permasalahan ekonomi saat ini tidak kalah penting dengan persoalan identitas. Pelemahan kurs rupiah, tekanan terhadap daya beli masyarakat, kondisi global yang dinamis, dan lemahnya kinerja ekspor mendesak untuk dicari solusinya,” jelas […]

  • Aksi Damai KPL Lahat, Tuntut Transparansi Tangani Covid-19

    Aksi Damai KPL Lahat, Tuntut Transparansi Tangani Covid-19

    • calendar_month Rabu, 17 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.584
    • 0Komentar

    KOALISI Pemuda Lahat (KPL) menyatakan sikap kepada pemerintah kabupaten Lahat untuk serius dan transparansi dalam menangani covid19 di kabupaten lahat. Karena disinyalir  dalam tiga bulan ini pemerintah kabupaten lahat terlihat tidak serius dan tidak transparan dalam menangani covid19 di kabupaten lahat. Hal itu bisa kita lihat di titik-titik keramaian seperti pasar dan beberapa wilayah lainnya […]

  • Bupati Banyuasin Salurkan Bantuan kepada Korban Angin Puting Beliung

    Bupati Banyuasin Salurkan Bantuan kepada Korban Angin Puting Beliung

    • calendar_month Rabu, 30 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.252
    • 0Komentar

    BUPATI Banyuasin melalui Dinas Sosial dan BPBD serta didampingi Camat Banyuasin I Noffaredy, S.Sos., MM menyalurkan bantuan kepada korban  bencana angin puting beliung, Rabu (30/10/2019). Sebelumnya sebanyak 5 unit rumah warga mengalami kerusakan bagian atap rumah akibat diterjang angin puting beliung yang terjadi, di Desa Sungai Gerong Dusun III Rt 09. Meskipun tidak ada korban jiwa […]

  • Audiensi, PWI Sumsel Curhat Ini Kepada Gubernur Sumsel

    Audiensi, PWI Sumsel Curhat Ini Kepada Gubernur Sumsel

    • calendar_month Senin, 25 Feb 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 916
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang-  Gubernur Sumsel  H Herman Deru  menerima audensi Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Sumsel, Firdaus Komar bertempat di ruang audensi gubernur, Senin (25/2/2019). Dalam audensisinya Ketua PWI Sumsel Firdaus Komar menyampaikan sejumlah agenda yang akan digelar oleh PWI Sumsel  diantaranya pelantikan kepengurusan PWI Sumsel . Yang direncakanan akan digelar pada 5 Maret 2019 […]

expand_less
WordPress Archive WooCommerce POS Stripe Reader M2 Integration WooCommerce PostPaid – Buy Now Pay Later WooCommerce Pre Order | Pre Booking | Pre Release Purchase WooCommerce Pre-Orders WooCommerce PrePurchase Woocommerce Price by Customer and User Roles WooCommerce Price by Unit – Length, Area, Weight & Volume Calculator WooCommerce Print Invoices & Packing Lists WooCommerce Print Products (PDF) WooCommerce Private Store – Shop For Registered Users Plugin