Sabtu, 19 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sumsel » Payung..

Payung..

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 29 Jan 2023
  • visibility 2.189
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

 

“Waduh, payungku kegedean, apalagi anginnya bertiup cukup kencang, sulit untuk menutupnya,” teriak Inara bocah 4 tahun tengah berusaha melipat payung miliknya usai membeli jajanan di Warung tak jauh dari kediamannya di Blok C Perum Pesona Harapan Jaya Tahap I, Jalan KH Azhari RT 50 Kelurahan Kalidoni, Kecamatan Kalidoni Palembang, beberapa pekan lalu.

 

CUACA terlihat mendung disertai hujan rintik-rintik, anginpun terlihat berembus kencang menggoyang rating pohon karet, gelam dan akasia yang berada diseberang Jalan Utama Tahap I, membuat daunnya runtuh dan bertebaran di Jalan. Meski demikian warga di Perumahan itu sangat tertolong dengan rindangnya pohon yang membuat panas matahari tak begitu terasa menembus rumah.

Diva dan Inara, dua bocah yang dikenal akrab itu terlihat bergandeng, Inara memegang dengan kuat payung besar sebagai alat penutup agar kepala, dan pakaiannya tak kehujanan.

Sembari ngobrol “ngalor ngidul” mereka berjalan menggunakan payung tersebut menuju warung jajanan di Blok B, mereka terlihat lucu karena payung yang mereka gunakan sebagai pelindung kepala dan tubuhnya ditiup angin hingga telepas dari genggaman Inara melayang ditiup angin.

“Nah, Diva payungnya terbang.. !! ,” teriak dengan suara yang lantang, Diva melongok, keduanya matanya memandangi arah payung yang terbang ditiup angin.

Mereka berdua mengejar payung tersebut yang jatuh diselokan air dan tetap mereka berdua gunakan untuk melindung tubuh dan kepala dari titisan air hujan. Aku pun sempat tertawa memandang mereka dari teras rumah, akal mereka memang panjang, dan cerdas, takut payung besar yang mereka bawa tersebut terbang lagi, kedua tangan dua bocah itu memegang gagang payung dengan sekuat-kuatnya sembari berjalan menuju warung.

Bahu membahu bergotong -royong sudah terlihat dari kecil, tapi gak kebayang juga gimana mereka dewasa, apakah solidaritas mereka sebagai teman akrab tersebut dapat terbina ? hanya Allah SWT yang tahu.  Dan  akhirnya Diva terlihat masuk ke rumah membawa jajanannya, sementara Inara masih  sibuk dan berfikir untuk menutup kanvas payung tersebut di tengah jalan depan rumahnya di Blok C, lalu tak lama kemudian menghilang.

Payung memang sebagai benda/alat digunakan untuk melindungi tubuh dan kepala dari air hujan, bahkan sebaliknya payung juga digunakan orang untuk melindungi kulit tubuh dan kepala dari sengatan matahari. Benda itu memang dari dahulunya, dan  sekarang tetap digunakan untuk melindungi tubuh.

Jangankan kita yang dewasa, Diva dan Inara, dua bocah yang masih “ingusan”  itu pun mengerti fungsi dari dari payung. Dalam bahasa Inggris, Payung diartikan Umbrella dan dan bahasa latinnya Umbra artinya bayang-bayang. Mengutip dari wikipedia payung ditemukan 4 ribu tahun lalu.

Payung kuno kononnya didesain untuk digunakan oleh orang untuk melindungi dari sengatan matahari, dan akhirnya Tionghoa berhasil membuat payung untuk melindungi dari hujan. Sebelumnya payung hanya digunakan sebagai aksesoris untuk wanita saja.Pada abad ke-16 di Negara-negara Eropa Utara, akhirnya payung menjadi populer digunakan saat hujan dan panas.

Seorang petualang dan Penulis Persia Jonas Hanway [1712-1786] dengan percaya dirinya menggunakan payung didepan publik. Sejak itu payung bukan saja sebagai alat aksesoris kaum Hawa tetapi digunakan juga oleh kaum Adam. Saking populer digunakan pria. Di Inggris, para pria  menyebutnya payung sebagai “teman jalan”.

Menurut wikipedia lagi, Di Eropa, payung generasi pertama dibuat dari kayu dan tulang paus dan ditutup kain kanvas dan diberi minyak, agar lebih menarik dipandang kanvas itu digambar dengan seni beragam warna-warni, dan gagangnya yang melengkung dibuat dari kayu yang kuat, seperti kayu eboni dan lainnya.

Pada 1852, akhirnya Samuel Fox menemukan rangka besi sebagai menyangga kain payung. Sejak saat itu, selanjutnya teknik desain payung lebih terfokus pada cara bagaimana menemukan teknologi menutup atau melipat payung itu agar lebih praktis saat dibawa.

Hingga sekarang pun masyarakat di dunia bukan saja menggunakan payung sebagai alat pelindung tubuh dari hujan dan panas. Namun payung digunakan manfaatnya untuk hal yang lain, salah satunya sebagai alat untuk menari. Di Indonesia salah satunya, tari payung. dikenalkan di masyarakat Minangkabau, Sumatera Barat pada tahun 1960 -an. Tarian biasanya dipertunjukan pada even besar kesenian dan menyambut tamu undanga, dan lainnya.

Tarian khas Minangkabau ini pertama kali ditata dalam bentuk tari teater oleh Muhammad Rasyid Manggis (1904-1984) pada tahun 1920-an. Kemudian penataan tari dilanjutkan oleh Sitti Gam yang juga teman seangkatan Rasyid Manggis saat di Normal School Bukittinggi.[rimbakita.com]. Tarian payung menggunakan perlengkapan payung dan menggambarkan cinta serta kasih sayang.

Yang menariknya lagi hingga sekarang, banyak perusahaan juga menjadikan payung sebagai sarana  promosinya dengan diberi logo perusahaan di atas kanvas payung  untuk souvenir para pelanggannya.

 

Filosofi payung

Melansir dari laman pesantren nuris yang ditulis Rintan Setyo Minarti, ternyata payung juga ada filosofinya/makna yang terkandung dalam benda sederhana namun sangat istimewa tersebut.

Menurutnya begitu hebatnya payung memiliki peran penting untuk manusia ketika aktivitas tiba. payung memiliki makna tersirat yang jarang sekali kita renungkan.

Pertama, dari payung kita belajar apa arti berjuang untuk orang sekitar, meski harus menerjang guyuran hujan yang begitu menantang, payung tetap membawa kita pada tujuan.

Kedua, waspada ada pepatah mengatakan “Sedia payung sebelum hujan” dari pepatah ini kita dapat mengambil kesimpulan bahwa payung mengajarkan kita untuk selalu siap siaga jika ada rintangan tiba.

Ketiga, sifat sabar dan tegar kita dapat mengamalkan kedua sifat ini dari payung. Mengapa begitu? Karena payung selalu sabar dan tegar ketika pemakainya membawa kemana-mana dan menaruhnya begitu saja tanpa memikirkan apa yang dideritanya.

Keempat, dari payung kita belajar ikhlas, selalu menemani manusia ketika dibutuhkan. Payung juga ikhlas menjadi benteng ketika kita berjalan. Payung juga ikhlas menjadi tulang punggung kita ketika mencari nafkah seperti pekerjaan ojek payung.

Sahabat santri itu tadi beberapa makna yang dapat kita ambil dari payung, dari payung kita mendapat banyak pembelajaran yang terkadang kita lupakan. Semoga kita dapat menjadikan payung sebagai motivasi dalam menjalani kehidupan ini.[***]

 

#red

 

 

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • “AI Pinter, Tapi Jangan Disuruh Ngaji-PR Tetap Butuh Rasa Manusia”

    “AI Pinter, Tapi Jangan Disuruh Ngaji-PR Tetap Butuh Rasa Manusia”

    • calendar_month Kamis, 23 Okt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.767
    • 0Komentar

    KATA orang dulu, “sepandai-pandai tupai melompat, sekali waktu jatuh juga”. Nah, pepatah itu sekarang cocok banget buat teknologi canggih bernama Artificial Intelligence alias AI. Pintar sih pintar, tapi jangan dikira dia bisa gantiin rasa, apalagi hati. Sekarang AI udah kayak kawan kantor baru yang nggak pernah ngeluh lembur, nggak minta THR, dan bisa nulis press […]

  • Dari Sejarah hingga Misteri, Ini Dia Rekomendasi Buku dalam Memperingati Hari Sumpah Pemuda 

    Dari Sejarah hingga Misteri, Ini Dia Rekomendasi Buku dalam Memperingati Hari Sumpah Pemuda 

    • calendar_month Senin, 30 Okt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.398
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,  – Hari Sumpah Pemuda yang diperingati setiap tanggal 28 Oktober menjadi salah satu peringatan peristiwa bersejarah bangsa Indonesia. Peristiwa itu melibatkan pemuda dan pemudi dari seluruh Indonesia dalam Kongres Pemuda II di Jakarta pada tanggal 28 Oktober 1928.  Setiap pemuda memiliki peranannya masing-masing, seperti peran pemuda pemudi dahulu saat memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, para pemuda […]

  • Ini Dia Menurut Tokoh Masyarakat 13 Ulu Tentang AKHOR Paslon Nomor 3

    Ini Dia Menurut Tokoh Masyarakat 13 Ulu Tentang AKHOR Paslon Nomor 3

    • calendar_month Rabu, 21 Feb 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.044
    • 0Komentar

    Pasangan AKHOR adalah pasangan ideal untuk memimpin Palembang.

  • UPTD Pasar Pangkalan Balai membuka Layanan Belanja Online

    UPTD Pasar Pangkalan Balai membuka Layanan Belanja Online

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.200
    • 0Komentar

    UNIT Pengelolah Teknis Daerah (UPTD) Pasar Pangkalan Balai membuka layanan belanja kebutuhan pokok dari rumah secara Daring (Online) oleh masyarakat selama masa tanggap darurat pandemi Covid-19. Tujuannya adalah, agar masyarakat dapat mengurangi interaksi, sehingga penyebaran wabah virus Corona di Kabupaten Banyuasin dapat lebih terkendali. “Oleh karena itu, kami membuat sebuah program yang dapat dimanfaatkan masyarakat […]

  • Samsung Ungkap Rahasia di Balik Inovasi UX, Keamanan, dan AI di Galaxy: “Kami Mendengar untuk Menyempurnakan Setiap Detail”

    Samsung Ungkap Rahasia di Balik Inovasi UX, Keamanan, dan AI di Galaxy: “Kami Mendengar untuk Menyempurnakan Setiap Detail”

    • calendar_month Rabu, 12 Feb 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.255
    • 0Komentar

    Melalui One UI 7 dan pengembangan AI terbaru, Samsung fokus pada peningkatan pengalaman pengguna, keamanan, dan kolaborasi dengan pengembang lokal untuk menghadirkan inovasi yang relevan dan praktis. Sumselterkini.co.id, – Samsung terus berada di garis depan inovasi di dunia perangkat mobile, dengan fokus pada peningkatan pengalaman pengguna melalui pengembangan One UI 7. Antarmuka ini tidak hanya […]

  • Enak, Tanpa Pilkada Richard Cahyadi ‘Ngerasain’ Jadi Walikota Prabumulih

    Enak, Tanpa Pilkada Richard Cahyadi ‘Ngerasain’ Jadi Walikota Prabumulih

    • calendar_month Minggu, 13 Mei 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 987
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Palembang – Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin resmi melantik Richard Cahyadi Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sumsel sebagai Penjabat Walikota Prabumulih. Pengambilan sumpah jabatan dilaksanakan di Griya Agung Palembang, Minggu (13/5/2018). Richard Cahyadi sebelumnya juga sudah ditunjuk sebagai Penjabat Sementara (PJS) Walikota Prabumulih menggantikan jabatan Walikota Prabumulih periode 2013-2018 yang sudah […]

expand_less
WordPress Archive WooCommerce POS Stripe Reader M2 Integration WooCommerce PostPaid – Buy Now Pay Later WooCommerce Pre Order | Pre Booking | Pre Release Purchase WooCommerce Pre-Orders WooCommerce PrePurchase Woocommerce Price by Customer and User Roles WooCommerce Price by Unit – Length, Area, Weight & Volume Calculator WooCommerce Print Invoices & Packing Lists WooCommerce Print Products (PDF) WooCommerce Private Store – Shop For Registered Users Plugin