Minggu, 11 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sosial » Bantuan Negara Bertemu Donasi Publik: Gotong Royong Era Digital Pulihkan Korban Kerusuhan

Bantuan Negara Bertemu Donasi Publik: Gotong Royong Era Digital Pulihkan Korban Kerusuhan

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 5 Sep 2025
  • visibility 903
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DULU pepatah bilang “berat sama dipikul, ringan sama dijinjing”, sekarang mungkin harus ditambah “berat sama-sama di-crowdfunding, ringan sama-sama di-donasi digital.” Kenapa? Karena di era serba online ini, orang yang kehilangan warung akibat kerusuhan bisa saja mendapat bantuan bukan hanya dari negara, tapi juga dari donatur random di ujung dunia yang mungkin baru kemarin kenal lewat aplikasi donasi.

Insiden kerusuhan kemarin bukan hanya meninggalkan luka fisik dan korban jiwa, tapi juga membuat warung rakyat kecil jadi sasaran: ada yang terbakar, ada yang dijarah, ada juga yang tinggal papan nama. Di sinilah Kementerian Sosial (Kemensos) turun tangan dengan program bantuan sosial. Menteri Sosial, Gus Ipul, bahkan langsung blusukan ke RS Polri untuk menjenguk korban luka berat. Santunan Rp5 juta plus paket nutrisi pun dibagikan.

Tapi mari jujur, Rp5 juta itu di Jakarta kadang baru cukup buat bayar cicilan motor sama kuota internet. Sedangkan warung yang rusak butuh lebih banyak untuk bisa berdiri lagi. Maka pertanyaannya apakah negara cukup kuat berdiri sendirian?

Jawabannya ya kalau sendirian ya bisa capek, kayak jomblo yang tiap malam minggu bengong di kosan. Makanya, Gus Ipul sendiri bilang, Kemensos akan berkolaborasi dengan Pemda, Baznas, dan lembaga donasi. Konsep gotong royong digital jadi relevan.

Kalau dulu orang nyumbang harus lewat kotak amal masjid atau lewat amplop keliling kampung, sekarang cukup buka aplikasi, klik nominal, transfer, selesai. Ada yang Rp10 ribu, ada yang Rp100 ribu, bahkan ada yang nyumbang sambil nyindir “Semoga warungnya bisa bangkit, jangan kayak mantanku yang susah move on”

Platform digital membuka peluang orang biasa ikut bantu korban kerusuhan tanpa harus kenal langsung, semacam crowdfunding rasa gotong royong, tapi berbasis aplikasi. Jadi, meskipun rumah kita jauh di Sumatera, tetap bisa ikut bantu warung Pak Bejo di Jakarta yang terbakar saat kerusuhan.

Ini mirip pepatah Jawa “urip iku urup” (hidup itu menyala, alias harus memberi manfaat untuk orang lain). Bedanya, dulu manfaat dikirim lewat beras sekarung, sekarang dikirim lewat notifikasi bank.

Kadang ada yang sinis, “Masa korban kerusuhan harus nunggu donasi publik? Bukannya itu tugas negara?” Betul. Negara memang wajib hadir. Tapi, negara juga bisa lebih cepat kalau rakyat ikut nimbrung. Sama kayak orang dorong mobil mogok, makin banyak yang bantu dorong, makin enteng jalannya.

Kalau negara sendirian, hasilnya bisa kayak nonton sinetron 200 episode panjang, lambat, dan penuh drama birokrasi. Tapi kalau ditopang donasi publik, hasilnya bisa lebih gesit.

Jadi, alih-alih mempertentangkan bantuan negara dengan donasi digital, mending kita anggap ini kolaborasi ala Avengers, negara jadi Captain America, rakyat jadi Iron Man, platform digital jadi Spider-Man. Musuh bersama? Ya, kerusuhan itu sendiri dan dampaknya.

Dari cerita ini ada pepatah baru “jangan nunggu jadi korban dulu baru percaya pentingnya solidaritas”. Banyak orang baru sadar nilai gotong royong ketika dirinya atau keluarganya kena musibah. Padahal, prinsip gotong royong itu harusnya jalan tiap hari, bukan hanya pas ada kerusuhan.

Apalagi di zaman digital, bantu orang sudah semudah update status. Bedanya, kalau update status cuma dapat like, kalau donasi dapat pahala (bonusnya ketenangan hati).

Biar tulisan ini ramah mesin pencari, mari kita luruskan bantuan sosial, donasi digital, gotong royong, Kemensos, dan korban kerusuhan bukan sekadar kata kunci. Ini realita sehari-hari. Semakin sering diangkat, semakin besar peluang orang sadar bahwa solidaritas adalah solusi nyata.

SEO dalam kehidupan nyata itu seperti doa, kalau sering diulang, makin besar kemungkinan dikabulkan. Jadi kalau kita sering mengulang kata “bantuan sosial dan donasi digital bisa pulihkan korban kerusuhan”, semoga makin banyak orang tergerak ikut bantu.

Kerusuhan memang bikin luka, tapi juga membuka ruang untuk solidaritas. Bantuan negara penting, tapi donasi publik adalah bensin tambahan biar pemulihan lebih cepat. Gotong royong era digital ini ibarat colokan listrik bisa dipakai bareng-bareng, asal jangan rebutan port.

Jadi, mari kita rawat solidaritas ini. Biar warung yang terbakar bisa berdiri lagi, biar korban luka bisa tersenyum lagi, dan biar kita semua ingat bahwa negara kuat karena rakyatnya, dan rakyat kuat karena negaranya hadir.

Pepatah bilang “air setetes kalau dikumpulkan bisa jadi lautan”. Maka, Rp10 ribu yang kita donasikan, bila dikumpulkan, bisa jadi warung baru, bisa jadi harapan baru. Dan siapa tahu, bisa juga jadi bekal kita kelak di “bank akhirat”.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemprov Gelar Lomba Masak Serba Ikan

    Pemprov Gelar Lomba Masak Serba Ikan

    • calendar_month Kamis, 22 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.177
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Febrita Lustia Herman Deru didampingi Wakil Ketua TP PKK Sumsel Fauziah Mawardi Yahya, menghadiri kegiatan lomba masak serba ikan dalam rangka gerakan memasyarakatkan makan ikan (Gemarikan) di Opi Mall Jakabaring, Rabu (21/11/2018). Acara yang digagas oleh TP PKK Provinsi Sumsel ini merupakan salah satu […]

  • Palu diketok di Paripurna, SP2J Siap Beraksi?

    Palu diketok di Paripurna, SP2J Siap Beraksi?

    • calendar_month Kamis, 23 Okt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.751
    • 0Komentar

    RAPERDA soal Perseroan Terbatas Sarana Pembangunan Palembang Jaya  alias SP2J, akhirnya disahkan juga, bahkan palu sudah diketok, tanda tangan sudah basah, foto bareng pun tuntas. Lengkaplah sudah ritual sakral khas ruang paripurna, sekarang tinggal diunggah ke media sosial/ medsos, dikasih caption heroik, “Demi kemajuan Palembang tercinta”. Tapi begitu acara bubar, kopi mulai dingin, mic dimatikan, […]

  • Kapolri Pastikan Tegaknya Protokol Kesehatan di MotoGP 2022

    Kapolri Pastikan Tegaknya Protokol Kesehatan di MotoGP 2022

    • calendar_month Sabtu, 12 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.364
    • 0Komentar

    KEPALA Kepolisian RI Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memantau langsung jalannya tes resmi ketiga pramusim MotoGP di Sirkuit Internasional Jalan Raya Pertamina Mandalika, Jumat (11/2/2022). Orang nomor satu di Korps Bhayangkara itu melihat dari Royal Box yang berada di lantai dua bangunan utama sirkuit yang terletak di Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa […]

  • Lupo Samo Anak Dewe

    Lupo Samo Anak Dewe

    • calendar_month Rabu, 5 Agt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.077
    • 0Komentar

          Komikus : Septian Mauludi Naskah   : One

  • Door, !! Sumsel Berpontesi Miliki Areal Berburu

    Door, !! Sumsel Berpontesi Miliki Areal Berburu

    • calendar_month Minggu, 21 Jul 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 911
    • 0Komentar

    SELAIN memiliki lapangan tembak terbaik di Indonesia, Sumsel juga ternyata dinilai potensial menjadi Provinsi yang memiliki areal berburu pertama di Indonesia. Hal ini diungkapkan langsung oleh Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar (PB) Perbakin, Letjen TNI Joni Supriyanto, saat melantik Pengurus Provinsi (Pengprov) Perbakin Sumsel,di Griya Agung. Menurutnya Sumsel dengan luas wilayah yang sangat besar sangat pas […]

  • Cerita Taruna KKP, Bikin Roti, Bikin Usaha, Bikin Bangga..

    Cerita Taruna KKP, Bikin Roti, Bikin Usaha, Bikin Bangga..

    • calendar_month Minggu, 22 Jun 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 813
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Kalau kata pepatah lama “Jangan suruh anakmu mancing ikan, kalau kamu nggak siap dia bawa pulang satu truk hiu pakai ijazah,” Nah, kira-kira itulah yang sedang diantisipasi oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), lewat pendekatan teaching factory atau, kalau mau dibikin lebih sedap didengar “Belajar sambil ngelapak di dunia nyata”. KKP bertekad supaya […]

expand_less
WordPress Archive Mega Main Extensions – All-in-one Addons for WPBakery Mega Main Menu | WordPress Menu Plugin Mega Posts and Custom Posts Display WP Plugin Mega Posts Display for WPBakery Mega Products WooCommerce WordPress Plugin Mega Project – Construction WordPress Mega WooCommerce Addons for Elementor Mega WordPress ‘All-My-Items’ Bundle by CodeRevolution MegaBux – Construction WordPress Theme MegaFM – Radio Station & Podcaster Elementor Template Kit