Minggu, 20 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sosial » Bantuan Negara Bertemu Donasi Publik: Gotong Royong Era Digital Pulihkan Korban Kerusuhan

Bantuan Negara Bertemu Donasi Publik: Gotong Royong Era Digital Pulihkan Korban Kerusuhan

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 5 Sep 2025
  • visibility 892
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DULU pepatah bilang “berat sama dipikul, ringan sama dijinjing”, sekarang mungkin harus ditambah “berat sama-sama di-crowdfunding, ringan sama-sama di-donasi digital.” Kenapa? Karena di era serba online ini, orang yang kehilangan warung akibat kerusuhan bisa saja mendapat bantuan bukan hanya dari negara, tapi juga dari donatur random di ujung dunia yang mungkin baru kemarin kenal lewat aplikasi donasi.

Insiden kerusuhan kemarin bukan hanya meninggalkan luka fisik dan korban jiwa, tapi juga membuat warung rakyat kecil jadi sasaran: ada yang terbakar, ada yang dijarah, ada juga yang tinggal papan nama. Di sinilah Kementerian Sosial (Kemensos) turun tangan dengan program bantuan sosial. Menteri Sosial, Gus Ipul, bahkan langsung blusukan ke RS Polri untuk menjenguk korban luka berat. Santunan Rp5 juta plus paket nutrisi pun dibagikan.

Tapi mari jujur, Rp5 juta itu di Jakarta kadang baru cukup buat bayar cicilan motor sama kuota internet. Sedangkan warung yang rusak butuh lebih banyak untuk bisa berdiri lagi. Maka pertanyaannya apakah negara cukup kuat berdiri sendirian?

Jawabannya ya kalau sendirian ya bisa capek, kayak jomblo yang tiap malam minggu bengong di kosan. Makanya, Gus Ipul sendiri bilang, Kemensos akan berkolaborasi dengan Pemda, Baznas, dan lembaga donasi. Konsep gotong royong digital jadi relevan.

Kalau dulu orang nyumbang harus lewat kotak amal masjid atau lewat amplop keliling kampung, sekarang cukup buka aplikasi, klik nominal, transfer, selesai. Ada yang Rp10 ribu, ada yang Rp100 ribu, bahkan ada yang nyumbang sambil nyindir “Semoga warungnya bisa bangkit, jangan kayak mantanku yang susah move on”

Platform digital membuka peluang orang biasa ikut bantu korban kerusuhan tanpa harus kenal langsung, semacam crowdfunding rasa gotong royong, tapi berbasis aplikasi. Jadi, meskipun rumah kita jauh di Sumatera, tetap bisa ikut bantu warung Pak Bejo di Jakarta yang terbakar saat kerusuhan.

Ini mirip pepatah Jawa “urip iku urup” (hidup itu menyala, alias harus memberi manfaat untuk orang lain). Bedanya, dulu manfaat dikirim lewat beras sekarung, sekarang dikirim lewat notifikasi bank.

Kadang ada yang sinis, “Masa korban kerusuhan harus nunggu donasi publik? Bukannya itu tugas negara?” Betul. Negara memang wajib hadir. Tapi, negara juga bisa lebih cepat kalau rakyat ikut nimbrung. Sama kayak orang dorong mobil mogok, makin banyak yang bantu dorong, makin enteng jalannya.

Kalau negara sendirian, hasilnya bisa kayak nonton sinetron 200 episode panjang, lambat, dan penuh drama birokrasi. Tapi kalau ditopang donasi publik, hasilnya bisa lebih gesit.

Jadi, alih-alih mempertentangkan bantuan negara dengan donasi digital, mending kita anggap ini kolaborasi ala Avengers, negara jadi Captain America, rakyat jadi Iron Man, platform digital jadi Spider-Man. Musuh bersama? Ya, kerusuhan itu sendiri dan dampaknya.

Dari cerita ini ada pepatah baru “jangan nunggu jadi korban dulu baru percaya pentingnya solidaritas”. Banyak orang baru sadar nilai gotong royong ketika dirinya atau keluarganya kena musibah. Padahal, prinsip gotong royong itu harusnya jalan tiap hari, bukan hanya pas ada kerusuhan.

Apalagi di zaman digital, bantu orang sudah semudah update status. Bedanya, kalau update status cuma dapat like, kalau donasi dapat pahala (bonusnya ketenangan hati).

Biar tulisan ini ramah mesin pencari, mari kita luruskan bantuan sosial, donasi digital, gotong royong, Kemensos, dan korban kerusuhan bukan sekadar kata kunci. Ini realita sehari-hari. Semakin sering diangkat, semakin besar peluang orang sadar bahwa solidaritas adalah solusi nyata.

SEO dalam kehidupan nyata itu seperti doa, kalau sering diulang, makin besar kemungkinan dikabulkan. Jadi kalau kita sering mengulang kata “bantuan sosial dan donasi digital bisa pulihkan korban kerusuhan”, semoga makin banyak orang tergerak ikut bantu.

Kerusuhan memang bikin luka, tapi juga membuka ruang untuk solidaritas. Bantuan negara penting, tapi donasi publik adalah bensin tambahan biar pemulihan lebih cepat. Gotong royong era digital ini ibarat colokan listrik bisa dipakai bareng-bareng, asal jangan rebutan port.

Jadi, mari kita rawat solidaritas ini. Biar warung yang terbakar bisa berdiri lagi, biar korban luka bisa tersenyum lagi, dan biar kita semua ingat bahwa negara kuat karena rakyatnya, dan rakyat kuat karena negaranya hadir.

Pepatah bilang “air setetes kalau dikumpulkan bisa jadi lautan”. Maka, Rp10 ribu yang kita donasikan, bila dikumpulkan, bisa jadi warung baru, bisa jadi harapan baru. Dan siapa tahu, bisa juga jadi bekal kita kelak di “bank akhirat”.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pembukaan Rumah Singgah Bangka di Palembang   

    Pembukaan Rumah Singgah Bangka di Palembang  

    • calendar_month Selasa, 26 Mar 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.165
    • 0Komentar

     Sumselterkini.co.id, Palembang – Demi memudahkan keluarga pasien BPJS di Kepulauan Bangka mendapatkan tempat tinggal saat menjalani pengobatan di rumah sakit-rumah sakit rujukan di Palembang, Gubernur Sumsel Herman Deru langsung menyetujui pengaktifan kembali Rumah Singgah Bangka di kawasan sekitar Taman Wisata Alam (TWA) Puntikayu. Hal itu diungkapkannya saat rapat singkat bersama Bupati Bangka Mulkan, Ketua DPRD […]

  • Kongkow Bareng Komunitas Ojek Online, Ini Harapannya Kepada AKHOR

    Kongkow Bareng Komunitas Ojek Online, Ini Harapannya Kepada AKHOR

    • calendar_month Selasa, 27 Feb 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 942
    • 0Komentar

    Berharap  kriteria pemimpin Kota Palembang mendatang dipimpin oleh pasangan yang lebih muda, enerjik dan lebih mengerti, paham dengan keinginan masyarakat.

  • Sosialisasi dengan Komisi VII DPR RI, BPH Migas Paparkan Kuota BBM 2023, Ini Hitung-hitungannya..

    Sosialisasi dengan Komisi VII DPR RI, BPH Migas Paparkan Kuota BBM 2023, Ini Hitung-hitungannya..

    • calendar_month Rabu, 8 Feb 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.028
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas)telah menetapkan kuota BBM tahun 2023. Hal itu terungkap saat menggelar Sosialisasi Kinerja dan Penyuluhan Regulasi BPH Migas bersama Komisi VII DPR RI, Sosialisasi ini dilakukan BPH Migas sebagai bentuk sinergitas kerja bersama legislatif. BPH Migas menyebutkan untuk Jenis Bahan Bakar Tertentu (JBT) untuk […]

  • Kembangkan Stasiun Pendaratan Kabel Kedua di Hong Kong, SUNeVision Menangkan Tender untuk Sebuah Situs di Chung Hom Kok (“RBL1219”)

    Kembangkan Stasiun Pendaratan Kabel Kedua di Hong Kong, SUNeVision Menangkan Tender untuk Sebuah Situs di Chung Hom Kok (“RBL1219”)

    • calendar_month Selasa, 15 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 773
    • 0Komentar

    HONG KONG SAR -SUNeVision Holdings Ltd. (SUNeVision), penyedia data center dan hub konektivitas nomor satu di Hong Kong, hari ini mengumumkan bahwa perusahaan telah memenangkan tender untuk sebuah lokasi di Chung Hom Kok, Hong Kong (“RBL1219”). Situs ini akan digunakan untuk mengembangkan stasiun pendaratan kedua SUNeVision untuk kabel bawah laut internasional, setelah stasiun pendaratan pertamanya, […]

  • Sambut HUT RI ke-79, OKI Kembali senyum penderita bibir sumbing

    Sambut HUT RI ke-79, OKI Kembali senyum penderita bibir sumbing

    • calendar_month Senin, 12 Agt 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 872
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, –  Gadis 8 tahun penderita bibir sumbing asal Kecamatan Tanjung Lubuk Kabupaten OKI itu kini makin percaya diri dan tidak minder lagi bergaul dengan teman-temannya. Raisa adalah salah satu pasien dari 18 peserta operasi bibir sumbing dan celah langit gratis yang digagas oleh Tim Penggerak PKK Kabupaten OKI bersama Yayasan Umi Romlah, Smile […]

  • Tokoh Muda Divaksin, Satgas : Untuk Contoh Kaum Milenial

    Tokoh Muda Divaksin, Satgas : Untuk Contoh Kaum Milenial

    • calendar_month Jumat, 15 Jan 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 4.384
    • 0Komentar

    SEJUMLAH tokoh publik dari kalangan muda terlihat mengikuti vaksin perdana yang dimulai oleh Presiden Joko Widodo bertempat di Istana Merdeka, Rabu (13/1/2021). Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menjelaskan,dilibatkannya generasi muda itu untuk mewakili masyarakat kaum milenial dan bisa menjadi contoh.  Seperti Raffi Ahmad yang hadir dalam penyuntikan vaksin perdana tersebut, diharapkan dapat […]

expand_less
WordPress Archive Mega Main Extensions – All-in-one Addons for WPBakery Mega Main Menu | WordPress Menu Plugin Mega Posts and Custom Posts Display WP Plugin Mega Posts Display for WPBakery Mega Products WooCommerce WordPress Plugin Mega Project – Construction WordPress Mega WooCommerce Addons for Elementor Mega WordPress ‘All-My-Items’ Bundle by CodeRevolution MegaBux – Construction WordPress Theme MegaFM – Radio Station & Podcaster Elementor Template Kit