Kamis, 5 Nov 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sosial » “5 Veteran Terakhir di Muba, Tugu Perjuangan Mulai Rapuh: Cerita Para Veteran Muba Tak Pernah Lelah Mengabdi”

“5 Veteran Terakhir di Muba, Tugu Perjuangan Mulai Rapuh: Cerita Para Veteran Muba Tak Pernah Lelah Mengabdi”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
  • visibility 601
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KALAU zaman dulu mereka menembakkan peluru, sekarang mereka menembakkan pesan moral, kalau dulu pakai senapan, sekarang cukup pakai tongkat dan tekad yang masih kokoh macam tiang bendera di tengah badai.

Hari Selasa, 5 Agustus 2025, di Guest House Griya Bumi Serasan Sekate kedatangan tamu istimewa, yakni para veteran dari Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kabupaten Musi Banyuasin,  tapi jangan bayangkan rombongan penuh barisan karena jumlah mereka hanya tinggal lima orang. Ya, cuma lima,  bahkan untuk main futsal pun tak cukup, namun soal urusan semangat gak kalah dengan yang muda-muda, sebab meski mereka hanya tinggal lima orang,  mereka sanggup bikin  yang muda-muda malu sendiri.

Dipimpin  Letkol Purn Widianto, mereka datang menemui Bupati H M Toha SH, bukan untuk minta penghargaan atau gelar kehormatan, tapi untuk satu hal yang terdengar sederhana agar sejarah dan perjuangan mereka jangan sampai jadi fosil museum.

“Gedung Sekretariat butuh perawatan, dan tiga tugu pertempuran juga mulai keropos, padahal itu saksi bisu perjuangan lawan Belanda di Sungai Guci tahun 1947,” kata Widianto, suaranya pelan, tapi isi hatinya menohok.

Tugu itu berdiri di Desa Bailangu dan Desa Epil, bukan cuma tumpukan semen dan batu, tapi prasasti diam dari masa di mana bangsa ini belum merdeka secara utuh.

Bupati Toha menyambut dengan tangan terbuka dan hati yang (semoga) sungguh-sungguh. Ia bilang, “Monumen-monumen bersejarah akan kita perindah, mudah-mudahan ini jadi pemicu semangat baru bagi kita semua”

Bahasanya lembut, tapi maknanya penting, karena kalau kita sibuk selfie di tempat Instagramable, tapi lupa berkunjung ke tugu perjuangan di desa sendiri, itu tandanya kita lebih mengenal filter TikTok daripada sejarah nasional.

Pepatah bilang, “Harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan kenangan”. Tapi jangan sampai kenangan para pejuang ini ditinggal begitu saja, seperti mantan yang nomornya dihapus pas ganti HP.

Plt Asisten I Setda Muba, Pak Ardiansyah juga menegaskan pemerintah siap mendukung asalkan prosedur dijalani. Oke, kita paham. Namanya juga negara hukum, bukan negara suka-suka. Tapi kita harap, prosedur itu jangan jadi alasan untuk menunda, apalagi menguap seperti janji kampanye yang tak sempat direvisi.

Jangan tunggu mereka tinggal satu

Kalau sekarang tinggal lima, tahun depan bisa saja tinggal tiga, atau  tahun depannya lagi, tinggal satu.[maaf bukan doain], jangan sampai kita baru sibuk saat tinggal satu veteran yang bisa datang, itu pun pakai kursi roda dan baju lusuh.

Kalau bisa direnovasi, renovasikan segera, kalau bisa dibantu, bantu dengan hormat, mereka sudah memberi terlalu banyak untuk negeri ini, tanpa pernah tahu apakah akan mendapat balasan atau tidak.

Karena pada akhirnya, bangsa besar bukan yang bisa membangun jalan tol sepanjang seribu kilometer, tapi yang tahu caranya menghargai jalan setapak para pejuang kemerdekaan.

Tugu pertempuran di Bailangu dan Epil itu bukan sekadar dekorasi sejarah. Itu saksi bisu darah dan air mata, tempat kenangan lebih banyak dari jumlah followers kita.

Dan lima orang veteran yang masih hidup hari ini, adalah tanda bahwa kemerdekaan belum selesai dijaga. Jangan biarkan mereka menua dalam diam. Dengarkan kisah mereka, rawat kenangan mereka, dan pastikan bahwa sejarah tidak dikubur di pojokan arsip.

Kalau nanti cucu kita bertanya, “Apa yang pernah kakek bantu untuk negeri ini?” setidaknya kita bisa jawab,

“Kakek ikut menjaga cerita mereka agar tak hilang, karena bangsa yang kehilangan sejarah, itu seperti lontong tanpa opor ada bentuknya, tapi hambar dan cepat basi”

Oleh sebab itu, menjelang Dirgahayu ke-80 Republik Indonesia, lima veteran tersisa di Muba patut dhormati, dan rayakan kemerdekaan bukan cuma dengan lomba balap karung serta ramainyabendera di jalanan, tapi juga dengan menghargai sejarah, menyapa pejuang, dan merawat tugu, karena bangsa besar adalah bangsa yang tak lupa jasa para pendahulunya. [***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Varian Baru COVID-19 AY.4.2. Masih Dalam Penelitian

    Varian Baru COVID-19 AY.4.2. Masih Dalam Penelitian

    • calendar_month Kamis, 4 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 842
    • 0Komentar

    MUNCUL lagi varian baru COVID-19, namanya varian COVID-19 AY.4.2. Varian ini adalah bagian dari varian Delta yang mengalami perubahan atau mutasi tambahan. Sampai saat ini belum bisa diambil kesimpulan terkait karakteristik khususnya karena masih dalam penelitian. Untuk mencegah masuknya jenis varian baru dan mengurangi pembentukan mutasi baru di dalam negeri, pemerintah meneruskan kebijakan karantina perjalanan […]

  • Atasi Hutan yang Rusak, Begini Cerita Alex

    Atasi Hutan yang Rusak, Begini Cerita Alex

    • calendar_month Rabu, 25 Jul 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.204
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, PALEMBANG – Dalam  membuka sidang ke-30 dari “The Man and Biosphere International Co-ordinating Council (MAB-ICC) UNESCO” berlangsung di Hotel Novotel Palembang 23-28 Juli 2018. Gubernur Sumsel Alex Noerdin menceritakan pengalamannya untuk memperbaiki hutan yang rusak di Sumsel. Ia mengatakan, sejak Kebakaran dan Lahan (Karhutlah) besar tahun 2015 lalu, sebagaian besar hutan di Sumsel mengalami […]

  • HD  : Doakan Saya Sebagai Gubernur yang Istiqomah

    HD  : Doakan Saya Sebagai Gubernur yang Istiqomah

    • calendar_month Jumat, 16 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.349
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG  – Gubernur Sumsel Herman Deru melaksanakan Sholat berjamaah di Masjid Al-Maghfiroh di Macan Lindungan Dekat Sungai Irigasi Palembang, Jumat (16/11/2018). “Alhamdulillah. kita dapat sholat berjamaah di Masjid ini, sejak dilantik sebagai gubernur saya memulai tradisi safari jumat dengan mengajak para pejabat Pemprov Sumsel guna lebih dekat lagi kepada Allah SWT,”katanya. Menurutnya, safari jumat […]

  • Di LIDA 2020, Igo Alamsyah  Gunakan Gambo Muba

    Di LIDA 2020, Igo Alamsyah Gunakan Gambo Muba

    • calendar_month Minggu, 19 Jan 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.503
    • 0Komentar

    PRODUK unggulan kain khas Kabupaten Musi Banyuasin Gambo Muba akan ditampilkan dalam ajang bergengsi Liga Dangdut (LIDA)2020 yang akan berlangsung dalam waktu dekat ini. Hal ini terkait dengan lolosnya seorang putra Musi Banyuasin Igo Alamsyah dalam ajang pencarian bakat penyanyi profesional yang dilaksanakan salah satu televisi swasta baru-baru ini. Igo akan tampil dalam ajang Liga […]

  • TUA : Wudhu [Skincare Syariah Tanpa Alkohol]

    TUA : Wudhu [Skincare Syariah Tanpa Alkohol]

    • calendar_month Selasa, 1 Jul 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 877
    • 0Komentar

    BROOO…….ketemu lagi, he..he!, mau tau gak ? Soal wudhu itu skincare versi langit.Bedanya sama skincare Korea?Kalau serum biasa bikin glowing katanya… tapi kalau wudhu bikin ampunan ngalir, dari jidat sampe ujung jempol kaki!.Itu semua sebenarnya tanpa paraben, tanpa alkohol, tanpa endorse artis di media sosial terutama yang lagi tren  TikTok. Coba kita pikirin….Pas muda, rela […]

  • Tertarik Prodi Teknik Energi, Ini Pesan Alex Noerdin kepada Civitas Akedemik Polsri

    Tertarik Prodi Teknik Energi, Ini Pesan Alex Noerdin kepada Civitas Akedemik Polsri

    • calendar_month Kamis, 23 Agt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 958
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG-  Gubernur Sumsel Alex Noerdin tertarik dengan prodi teknik energi yang disiapkan oleh Politeknik Universitas Sriwijaya (Unsri) Palembang sehingga sumber daya manusia (SDM) di Sumsel kian banyak untuk menjadikan Sumsel lebih baik lagi ke depannya. “Tahun ini Polsri sudah menduduki ranking kedua sebagai Poltek terbaik di Indonesia setelah Surabaya. Dengan 23 prodi yang luar […]

expand_less
WordPress Archive Chauffeur Taxi Booking System for WordPress Chauni – Roofing Elementor Template Kit CheckMate – Chess Club & Tournaments Elementor Template Kit Checkout.fi (Finland) Payment Gateway WooCommerce Plugin CheerUp Blog / Magazine – WordPress Blog Theme Chefmaster – Restaurant & Cafe Elementor Template Kit Chefmaster – Restaurant WordPress Theme Chelsey – Portfolio Theme for Freelancers and Agencies ChemicLab – Science Research & Laboratory Elementor Template Kit Chemistry – Responsive Portfolio & Shop WP Theme