Selasa, 29 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Seni & Budaya » Pandemi Melanda, Lestari Tari Tradisi Berlanjut

Pandemi Melanda, Lestari Tari Tradisi Berlanjut

  • account_circle Nasir Nasir
  • calendar_month Kamis, 26 Nov 2020
  • visibility 3.080
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DI MASA pandemi, dan saat kaum milenial lebih akrab dengan seni budaya yang berasal dari luar, Elly Rudi merasa terpanggil. Terlebih, Wawako Palembang Fitrianti Agustinda memberi dukungan berupa tempat latihan dan sarana pendukung lainnya.
Maka, sejak tiga bulan lalu, dia menargetkan akan mengakrabkan enam tari tradisi kepada anak-anak. Baik itu, anak usia sekolah dasar maupun sekolah menengah pertama.
“Dua di antara tarian yang akan diajarkan itu adalah Tari Gending Sriwijaya dan Tari Tanggai. Yang lainnya adalah Tari Kipas, Tari Sabung, Tari Kembang Emas dan Tari Bedana,” ujar bunda yang kelahiran Tanjungenim, 75 tahun yang lalu.
Pelatihan tari tradisi ini, juga memberikan kesempatan kepada anak didik untuk bersosialisasi. Karena selama masa pandemi ini, mereka lebih banyak berada di rumah. Belajar pun, secara daring. “Supaya anak didik tidak gadget minded. Yang bisa membuat mereka jenuh. Karenanya, dua tiga pulau terlampau dengan pelatihan ini. Lestarikan tari tradisi, mengenalkan milenial dengan tradisi, memberi peluang sosialisasi, dan menghidupkan kembali tari tradisi yang sempat tenggelam. Tentunya dengan melaksanakan protokol kesehatan yang ketat,” tambah Bunda Elly.
Di lokasi tari, terlihat tempat pencucian tangan dengan air mengalir lengkap dengan sabun. Juga, anak-anak wajib mengenakan masker, serta latihan dilaksanakan dengan menjaga jarak.
Bunda Elly, dalam perkawinannya dengan sang suaminya, Rudi Syafruddin dianugerahi empat putra-putri, yakni Swarna Maha Reza, S.Sos., Swarga Arya Eza, S.Pd., Permata Safira, S.E., dan Puspa Dita, S.Si. Kini putra-putrinya sudah dewasa dan berkeluarga, maka dia punya waktu luang untuk berbagi ilmu. Meski, waktu yang dimilikinya juga harus dibagi untuk aktivitasnya di beberapa organisasi kesenian, dan juga melatih menari di Bukit Siguntang, yang disiapkan Dewan Kesenian Sumsel (DKSS).
Dengan mengajar tari, Bunda Elly merasa mendapatkan kesempatan untuk berbagi ilmu. “Terutama untuk tiga tarian, kipas, kembang emas, dan kipas, yang sempat tenggelam dan kurang dikenal masyarakat. Kalau diajarkan ke anak-anak, kaum milenial, maka mereka akan lebih mengenal seni tradisi,” tambahnya.
Sementara, untuk tari Gending Sriwijaya, Tanggai, dan Bendana, merupakan tarian yang sudah selayaknya terus dilestarikan dan diwariskan.
“Karenanya, ketika Bu Wawako menyampaikan keinginannya untuk mengenalkan tarian tradisi ke anak-anak dan kaum milenial, saya langsung meresponnya,” ujar alumni FKIP Bahasa dan Seni Unsri tahun 1967 ini.
Kini, setiap Sabtu dari pukul 13.00 sd 16.00 WIB, Bunda Elly terlihat bersemangat mengajarkan tarian ke anak-anak usia SD dan SMP yang berminat dan ingin menguasai tarian tradisi. Sedikitnya, ada 30 anak yang tak kalah semangatnya dengan sang pelatih, untuk berlatih menari.
“Sebenarnya, waktu yang ideal itu dua kali seminggu. Tetapi, saya yang waktunya terbatas. Semoga, dengan waktu yang tersedia, harapan agar tarian tradisi bisa lestari dan kaum milenial juga menguasai kekayaan budaya sendiri, bisa terealisasi,” ujarnya di sela-sela latihan di Rumah Dinas Wawako, di Jalan Seruni, Bukit Besar Palembang.
Menggeluti dunia tari, telah dilakoni Bunda Elly Rudi sejak 1962. Saat itu, dia masih duduk di bangku kelas I SMA Xaverius. Di usia sepuhnya, penari yang masih energik ini keukeuh membina anak-anak di usia dini agar kenal dan menguasai tari tradisi.
Istri Rudi Syafrudin ini, awalnya dulu bergabung dengan Sanggar Gending Sriwijaya pimpinan Sukaenah Rozak. Temannya, diantaranya Ana Kumari.
Selain penari, Elly Rudi atau nama kecilnya Elly Anggaraini Soewondo ini, kemudian mencipta tari. Begitupun Ana Kumari. Kalau Elly Rudi antara lain mencipta Tari Tanggai, yang diiiringi lagu enam saudara. Sementara Ana Kumari, ciptaannya, antara lain Tari Tepak Keraton.
Kini, pandemi covid 19 masih berlanjut. Tetapi, kondisi ini tidaklah menjadi penghalang bagi usaha pelestarian dan pengembangan tari tradisi. Justru di tengah pandemi yang mengikat dan semuanya terbatas, usaha pelestarian terus berjalan. Semoga, pandemi segera berakhir dan tari tradisi semakin elekat dengan kalangan milenial. (**) muhamad nasir

  • Penulis: Nasir Nasir

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hormati Pejuang Emas Sepakbola Sea Games 2023, Jumat Bakal Diarak, Ini Rutenya..

    Hormati Pejuang Emas Sepakbola Sea Games 2023, Jumat Bakal Diarak, Ini Rutenya..

    • calendar_month Kamis, 18 Mei 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.710
    • 0Komentar

    Untuk menghormati seluruh pemain dan ofisial timnas -U-22, karena  sudah merebut medali emas SEA Games 2023 di Kamboja, mereka akan di arak.Tim U-22 Indonesia akan mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, malam ini. Setelah itu pemain dan ofisial langsung masuk ke hotel untuk beristirahat. Keesokan harinya, Jumat (19/5) tim U-22 akan diarak mulai dari Stadion Utama […]

  • Ponpes dan Madrasah di Bengkulu Siap Laksanakan Pembelajaran Tatap Muka, Kapan Ya Dimulai

    Ponpes dan Madrasah di Bengkulu Siap Laksanakan Pembelajaran Tatap Muka, Kapan Ya Dimulai

    • calendar_month Kamis, 20 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 755
    • 0Komentar

    KAKANWIL Kemenag Provinsi Bengkulu Zahdi Taher menyatakan ponpes dan madrasah siap melaksanakan pembelajaran tatap muka dengan prokes (foto: arsuk) Bengkulu (Kemenag) — Pondok Pesantren dan Madrasah di Bengkulu siap melaksanakan pembelajaran tatap muka dengan protokol kesehatan (prokes). Hal ini diungkapkan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu Zahdi Taher saat menghadiri pertemuan Kunjungan Kerja Spesifik […]

  • 5 Pemain Timnas All Star Kasih Pelatihan di Muratara

    5 Pemain Timnas All Star Kasih Pelatihan di Muratara

    • calendar_month Jumat, 1 Feb 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 804
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,Muratara, – Sebanyak 98 pemain usia dini mengikuti coaching clinic yang diberikan oleh lima pemain Timnas All Star Tour Sumsel di Lapangan Sepakbola Maur Baru, Kabupaten Musirawas Utara, Kamis (31/1/2019). Dua diantaranya terpilih menjadi pemain terbaik Alex Noerdin Cup 2019 zona Musirawas Utara. Mereka adalah Refanza Adi Fahrezi dari SSB Murex dan Amirul Khadafi Agatha […]

  • Harapan Uji Petik Di Banyumas

    Harapan Uji Petik Di Banyumas

    • calendar_month Minggu, 19 Mar 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.144
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) menggelar uji petik PMK3I (Penilaian Mandiri Kabupaten Kota Kreatif) sebagai upaya memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu (18/03/2023) Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Baparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno dalam pernyataannya di Jakarta, Sabtu (18/3/2022) mengatakan, […]

  • Pentingnya Peran Keluarga  Dalam  Pencegahan Korupsi, Gubernur Kukuhkan Penyuluh Antikorupsi

    Pentingnya Peran Keluarga  Dalam  Pencegahan Korupsi, Gubernur Kukuhkan Penyuluh Antikorupsi

    • calendar_month Jumat, 20 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 744
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel H Herman Deru mengkui peran  para ibu  atau  perempuan  dalam keluarga sangat penting dalam pencegahan korupsi bahkan berada di    garda terdepan dilingkungan keluarga. “Peran perumpuan sangat penting dalam pencegahan korupsi karena itu KPK RI menyelenggarakan  bimbingan teknis peran serta tindak pidana korupsi. Pemprov Sumsel menyambut baik atas diselenggarakannya kegiatan ini,” kata Herman Deru […]

  • Gaet KADIN, Kopi Sumsel bakal diresmikan, Agus Fatoni punya alasan sendiri, apa tuh !

    Gaet KADIN, Kopi Sumsel bakal diresmikan, Agus Fatoni punya alasan sendiri, apa tuh !

    • calendar_month Jumat, 3 Mei 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.358
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Pemerintah Provinsi Sumsel bakal meresmikan ‘Kopi Sumsel’, karena Sumsel merupakan salah satu produsen terbesar di Indonesia. Pejabat [Pj] Gubernuer Sumsel Agus Fatoni pun memiliki alasan sendiri dengan meresmikan produk tersebut, bahkan keseriusan untuk mengenalkan komoditi itu Pemprov Sumsel menggandeng Kamar Dagang Indonesia [Kadin]. “Launching Kopi Sumsel ini  direncanakan akan dilakukan pada 11 Mei […]

expand_less
WordPress Archive WPMU DEV MarketPress eCommerce WPMU DEV Multisite Privacy WPMU DEV New Blog Templates WPMU DEV Pay Per View WPMU DEV PopUp Pro WPMU DEV Pretty Plugins WPMU DEV Private Messaging WPMU DEV Pro Sites WPMU DEV Shipper Pro WPMU DEV Site Categories