Senin, 19 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Seni & Budaya » Pandemi Melanda, Lestari Tari Tradisi Berlanjut

Pandemi Melanda, Lestari Tari Tradisi Berlanjut

  • account_circle Nasir Nasir
  • calendar_month Kamis, 26 Nov 2020
  • visibility 3.088
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DI MASA pandemi, dan saat kaum milenial lebih akrab dengan seni budaya yang berasal dari luar, Elly Rudi merasa terpanggil. Terlebih, Wawako Palembang Fitrianti Agustinda memberi dukungan berupa tempat latihan dan sarana pendukung lainnya.
Maka, sejak tiga bulan lalu, dia menargetkan akan mengakrabkan enam tari tradisi kepada anak-anak. Baik itu, anak usia sekolah dasar maupun sekolah menengah pertama.
“Dua di antara tarian yang akan diajarkan itu adalah Tari Gending Sriwijaya dan Tari Tanggai. Yang lainnya adalah Tari Kipas, Tari Sabung, Tari Kembang Emas dan Tari Bedana,” ujar bunda yang kelahiran Tanjungenim, 75 tahun yang lalu.
Pelatihan tari tradisi ini, juga memberikan kesempatan kepada anak didik untuk bersosialisasi. Karena selama masa pandemi ini, mereka lebih banyak berada di rumah. Belajar pun, secara daring. “Supaya anak didik tidak gadget minded. Yang bisa membuat mereka jenuh. Karenanya, dua tiga pulau terlampau dengan pelatihan ini. Lestarikan tari tradisi, mengenalkan milenial dengan tradisi, memberi peluang sosialisasi, dan menghidupkan kembali tari tradisi yang sempat tenggelam. Tentunya dengan melaksanakan protokol kesehatan yang ketat,” tambah Bunda Elly.
Di lokasi tari, terlihat tempat pencucian tangan dengan air mengalir lengkap dengan sabun. Juga, anak-anak wajib mengenakan masker, serta latihan dilaksanakan dengan menjaga jarak.
Bunda Elly, dalam perkawinannya dengan sang suaminya, Rudi Syafruddin dianugerahi empat putra-putri, yakni Swarna Maha Reza, S.Sos., Swarga Arya Eza, S.Pd., Permata Safira, S.E., dan Puspa Dita, S.Si. Kini putra-putrinya sudah dewasa dan berkeluarga, maka dia punya waktu luang untuk berbagi ilmu. Meski, waktu yang dimilikinya juga harus dibagi untuk aktivitasnya di beberapa organisasi kesenian, dan juga melatih menari di Bukit Siguntang, yang disiapkan Dewan Kesenian Sumsel (DKSS).
Dengan mengajar tari, Bunda Elly merasa mendapatkan kesempatan untuk berbagi ilmu. “Terutama untuk tiga tarian, kipas, kembang emas, dan kipas, yang sempat tenggelam dan kurang dikenal masyarakat. Kalau diajarkan ke anak-anak, kaum milenial, maka mereka akan lebih mengenal seni tradisi,” tambahnya.
Sementara, untuk tari Gending Sriwijaya, Tanggai, dan Bendana, merupakan tarian yang sudah selayaknya terus dilestarikan dan diwariskan.
“Karenanya, ketika Bu Wawako menyampaikan keinginannya untuk mengenalkan tarian tradisi ke anak-anak dan kaum milenial, saya langsung meresponnya,” ujar alumni FKIP Bahasa dan Seni Unsri tahun 1967 ini.
Kini, setiap Sabtu dari pukul 13.00 sd 16.00 WIB, Bunda Elly terlihat bersemangat mengajarkan tarian ke anak-anak usia SD dan SMP yang berminat dan ingin menguasai tarian tradisi. Sedikitnya, ada 30 anak yang tak kalah semangatnya dengan sang pelatih, untuk berlatih menari.
“Sebenarnya, waktu yang ideal itu dua kali seminggu. Tetapi, saya yang waktunya terbatas. Semoga, dengan waktu yang tersedia, harapan agar tarian tradisi bisa lestari dan kaum milenial juga menguasai kekayaan budaya sendiri, bisa terealisasi,” ujarnya di sela-sela latihan di Rumah Dinas Wawako, di Jalan Seruni, Bukit Besar Palembang.
Menggeluti dunia tari, telah dilakoni Bunda Elly Rudi sejak 1962. Saat itu, dia masih duduk di bangku kelas I SMA Xaverius. Di usia sepuhnya, penari yang masih energik ini keukeuh membina anak-anak di usia dini agar kenal dan menguasai tari tradisi.
Istri Rudi Syafrudin ini, awalnya dulu bergabung dengan Sanggar Gending Sriwijaya pimpinan Sukaenah Rozak. Temannya, diantaranya Ana Kumari.
Selain penari, Elly Rudi atau nama kecilnya Elly Anggaraini Soewondo ini, kemudian mencipta tari. Begitupun Ana Kumari. Kalau Elly Rudi antara lain mencipta Tari Tanggai, yang diiiringi lagu enam saudara. Sementara Ana Kumari, ciptaannya, antara lain Tari Tepak Keraton.
Kini, pandemi covid 19 masih berlanjut. Tetapi, kondisi ini tidaklah menjadi penghalang bagi usaha pelestarian dan pengembangan tari tradisi. Justru di tengah pandemi yang mengikat dan semuanya terbatas, usaha pelestarian terus berjalan. Semoga, pandemi segera berakhir dan tari tradisi semakin elekat dengan kalangan milenial. (**) muhamad nasir

  • Penulis: Nasir Nasir

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bulog Divre Sumsel Babel Pastikan Stok Daging Beku Aman

    Bulog Divre Sumsel Babel Pastikan Stok Daging Beku Aman

    • calendar_month Kamis, 17 Mei 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.518
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Palembang – Kepala Bulog Divre Sumsel &Babel Muhammad Yusuf Salahudin menjelaskan stok daging beku aman selama ramadhan dan Idul Fitri, menyusul saat ini sudah masuk daging sebanyak 60 ton. Menurutnya dengan harga jual  daging beku dipasaran maksimal Rp80 ribu per kg. Pihaknya telah menyiapkan pangan dalam menyambut hari keagamaan. “Semua itu disiapkan agar harga […]

  • Jawab Tantangan Bisnis Masa Depan, 11 BUMN Klaster Pangan & Pupuk Sepakat Luncurkan IFFRI & IFFLI, Wamen BUMN : Kami Butuh Inovasi & Talenta Terbaik

    Jawab Tantangan Bisnis Masa Depan, 11 BUMN Klaster Pangan & Pupuk Sepakat Luncurkan IFFRI & IFFLI, Wamen BUMN : Kami Butuh Inovasi & Talenta Terbaik

    • calendar_month Kamis, 17 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 946
    • 0Komentar

    11 perusahaan BUMN Klaster Pangan dan Pupuk sepakat meluncurkan Indonesia Food and Fertilizer Research Institute (IFFRI) dan Indonesia Food & Fertilizer Learning Institute (IFFLI) atau “Learning & Research Institute” di Jakarta, Rabu (16/6/2021). Dalam kolaborasi ini, Pupuk Indonesia melalui Indonesia Fertilizer Research Institute (IFRI) dipercaya sebagai champion untuk IFFRI. Sedangkan Perum Bulog, melalui Bulog Corporate […]

  • Di Muba, PMI Dibentuk Hingga Kecamatan dan Desa

    Di Muba, PMI Dibentuk Hingga Kecamatan dan Desa

    • calendar_month Selasa, 12 Nov 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.092
    • 0Komentar

    WAKIL Bupati Kabupaten Musi Banyuasin Beni Hernedi selaku Ketua Palang Merah Indonesia Kabupaten Muba menutup Musyawarah Kerja Daerah PMI Muba yang sebelumnya dibuka dibuka oleh Bupati Muba H Dodi Reza Alex di Opprom Pemkab Muba. Beni mengatakan musyawarah kerja bersama pengurus PMI kabupaten dan pengurus PMI kecamatan tersebut untuk menyampaikan pokok-pokok pikiran dalam menyusun rencana […]

  • Desa Bukit Jaya Muba Sumbang Iklim Sehat di Tanah Air

    Desa Bukit Jaya Muba Sumbang Iklim Sehat di Tanah Air

    • calendar_month Jumat, 23 Okt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 811
    • 0Komentar

    DESA Bukit Jaya Kecamatan Sungai Lilin diganjar penghargaan Proklim Utama Tahun 2020 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kemen-LHK) yang diserahkan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Dr Siti Nurbaya secara Virtual, Jumat (23/10/2020). “Atas capaian ini, tentu berkat komitmen masyarakat Desa Bukit Jaya Sungai Lilin dalam upaya menjaga lingkungan pedesaan yang bersih dan sehat,” ungkap […]

  • PPG PAI Kemenag 2025: Gratis Total, Gak Perlu Bayar, Cukup Serap Ilmu!

    PPG PAI Kemenag 2025: Gratis Total, Gak Perlu Bayar, Cukup Serap Ilmu!

    • calendar_month Sabtu, 5 Apr 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 770
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Bayangkan kamu lagi duduk manis di warung, pesen kopi, gorengan, tahu isi, eh, tiba-tiba ada orang asing datang dan bilang, “Mas, bayar nasi padang ya!” Lah? Kamu gak makan nasi padang, tapi ditagih juga. Konyol, kan? Nah, kira-kira begitulah situasi yang ingin dihindari oleh Kementerian Agama (Kemenag) untuk program Pendidikan Profesi Guru (PPG) […]

  • Pertanian Topang Perekonomian Kabupaten OKI untuk Pulih dan Tangguh

    Pertanian Topang Perekonomian Kabupaten OKI untuk Pulih dan Tangguh

    • calendar_month Selasa, 11 Okt 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 804
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, OKI- Sektor pertanian jadi penyokong struktur perekonomian Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Sektor ini berkontribusi sebesar 55,31 persen terhadap PDRB Kabupaten Ogan Komering Ilir tahun 2021 lalu. “Sektor pertanian, perikanan, dan kehutanan jadii andalan kami untuk mendukung program Bapak Gubernur, Sumsel Mandiri Pangan” Ungkap Bupati OKI, H. Iskandar, SE pada rapat paripurna istimewa peringatan […]

expand_less
WordPress Archive WPMU DEV MarketPress eCommerce WPMU DEV Multisite Privacy WPMU DEV New Blog Templates WPMU DEV Pay Per View WPMU DEV PopUp Pro WPMU DEV Pretty Plugins WPMU DEV Private Messaging WPMU DEV Pro Sites WPMU DEV Shipper Pro WPMU DEV Site Categories