Selasa, 13 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Seni & Budaya » “Palembang Ramah Seni, Mural Edukasi Anti Vandalisme”

“Palembang Ramah Seni, Mural Edukasi Anti Vandalisme”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 10 Sep 2025
  • visibility 1.284
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PALEMBANG kini bukan cuma soal Sungai Musi yang legendaris atau pempek yang bikin lidah joget-joget, tapi juga tentang tembok-tembok kota yang sekarang ngomong pakai warna. Ya, benar!, tembok-tembok itu sekarang punya suara, tapi bukan suara pakai mic atau teriak-teriak kaya pedagang kaki lima. Mereka bicara lewat mural, goresan cat yang bikin mata warga melek, hati senang, dan kadang bikin ngakak sendiri karena kreativitasnya out of the box.

Kegiatan “Goresan Cindo Palembang Belagak  Stop Vandalisme” yang digelar Dewan Kesenian Palembang bersama Gen-RD ini, sebenarnya bukan sekadar lomba lomba-lombaan. Ini lebih mirip sekolah kilat buat generasi muda, belajar disiplin, kerja sama, dan kreatif tanpa harus nyuri cat tembok tetangga atau bikin coretan tak karuan yang bikin Satpol PP ngos-ngosan.

Kalau vandalisme itu kaya sambal tanpa rasa pedas tapi bikin mules, mural itu kaya rendang Padang berlapis-lapis makna, enak dipandang, dan bikin bangga kota sendiri.

Tembok di Palembang sekarang kayak guru tua bijak, diam tapi penuh pesan, setiap coretan, setiap warna, mengajarkan kita sesuatu. Tim Kuda Poni yang berhasil jadi juara pertama, misalnya, nggak cuma bikin mural keren tapi juga menunjukkan kalau konsistensi dan latihan itu kuncinya. “Alhamdulillah, kami bisa jadi juara pertama,” kata Iyan Comic dari Kuda Poni, sederhana, tapi penuh makna, kerja keras tanpa keluhan itu hasilnya manis, bukan cuma cat di dinding.

Di sisi lain, tim lain yang menang harapan atau favorit, juga menunjukkan satu hal kreativitas itu bukan tentang menang atau kalah, tapi bagaimana kita mengekspresikan diri dan memberi warna pada kehidupan. Ada pepatah bilang, “Hidup tanpa seni itu kaya kopi tanpa gula, pait!” Nah, mural adalah gula yang bikin kota Palembang manis dan menyenangkan.

Kalau kamu jalan-jalan ke Simpang Charitas, jangan kaget kalau ada mural yang bikin kamu ketawa, ada kuda pakai kacamata hitam, manusia kucing lagi selfie, sampai pesan anti-vandalisme yang kadang bikin ngakak sambil mikir, “Eh, iya juga ya.” Ini bukan sekadar dagelan, tapi strategi komunikasi kota. Humor bikin pesan lebih nyantol di kepala warga, orang gampang tersenyum, dan tanpa sadar mereka belajar, jangan coret-coret seenaknya.

Keren juga lihat Pemkot Palembang yang turun tangan serius tapi santai. Satpol PP, Dishub, Kepolisian, DKP, Gen-RD, semuanya bergandengan tangan. Ini mirip keluarga besar yang lagi bikin masakan bareng, ada yang motong sayur, ada yang bumbuin, ada yang jagain kompor biar nggak gosong. Hasilnya? kota jadi indah, aman, dan ramah seni, moralnya kolaborasi itu penting, nggak cuma di lomba mural, tapi juga di hidup sehari-hari.

Jadi indah

Kalau setiap orang cuma mikir sendiri tanpa peduli lingkungan, kota bakal kayak rumah kucing liar, berantakan, bau, dan bikin stress. Tapi dengan kolaborasi, semua bisa jadi indah, bahkan tiang listrik yang tadinya polos dan membosankan sekarang bisa jadi “model runway” mural kreatif.

Bayangkan kalau mural masuk ke sekolah-sekolah. Anak-anak bisa belajar menyalurkan energi tanpa merusa, menghargai karya orang lain, berpikir kreatif tapi tetap disiplin. Ini mirip pepatah Jawa “Ajining diri saka lathi, ajining kota saka mural.” Hehe, versi bebasnya harga diri kota juga kelihatan dari seberapa cantik temboknya. Anak muda belajar kalau ekspresi itu penting, tapi jangan sampai bikin orang lain susah hati.

Palembang tidak cuma ingin dikenal sebagai kota sejarah atau pusat kuliner, tapi juga kota ramah seni dan kreatif. Mural menjadi simbol transformasi, dari vandalisme ke karya yang edukatif dan inspiratif, ini juga memberi pesan moral, perubahan positif bisa dimulai dari hal sederhana. Cuma butuh kuas, cat, dan niat baik.

Kalau setiap warga ikut meramaikan kreativitas dengan cara yang sehat, kota ini bakal jadi galeri hidup, bukan cuma untuk dipandang tapi juga untuk dipelajari. Humor, warna, dan imajinasi bisa jadi alat edukasi paling ampuh. Lagian, siapa sih yang nggak senyum liat tembok kota yang bikin ngakak sambil mikir, “Wah, ternyata hidup bisa seindah ini”?

Mural di Palembang mengajarkan kita banyak hal ekspresikan diri tanpa merugikan orang lain, coretan bebas boleh, tapi tetap ada batasnya, kolaborasi bikin hasil lebih indah, kerja sama pemerintah, komunitas, dan warga itu seperti resep masakan, kalau semua komponen jalan, hasilnya lezat, kreativitas itu pendidikan karakter, disiplin, konsistensi, dan tanggung jawab bisa diajarkan lewat seni, dan humor dan estetika bikin pesan mudah diingat, kadang tertawa lebih efektif daripada ceramah panjang.

Akhir kata, Palembang membuktikan bahwa kota bisa belajar dan mengajar sekaligus, dari tembok yang dulunya bisu, kini lahir pelajaran hidup yang penuh warna, humor, dan hikmah. Jadi, jangan heran kalau besok kamu jalan di kota ini dan merasa seperti masuk galeri seni sambil ngakak, itu Palembang lagi ngajarin kita semua, bahwa hidup lebih indah kalau kreatif, disiplin, dan ramah seni.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sensor gambar 8K baru dari Teledyne e2v hadirkan FOV lebar untuk sistem visi logistik throughput tinggi

    Sensor gambar 8K baru dari Teledyne e2v hadirkan FOV lebar untuk sistem visi logistik throughput tinggi

    • calendar_month Selasa, 13 Jun 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 910
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, GRENOBLE, Prancis, (GLOBE NEWSWIRE) – Teledyne e2v, perusahaan Teledyne Technologies [NYSE: TDY] dan inovator global solusi pencitraan, mengumumkan Snappy Wide, sensor gambar CMOS rasio aspek lebar 8K baru yang dirancang khusus untuk logistik aplikasi di mana ban berjalan yang lebih besar menjadi semakin umum. Satu sensor Snappy Wide dapat menutupi bidang pandang yang luas […]

  • Soal Destinasi Taman Wisata Punti Kayu, Pj Walikota Palembang Panggil Dinas Terkait, Ada Apa !

    Soal Destinasi Taman Wisata Punti Kayu, Pj Walikota Palembang Panggil Dinas Terkait, Ada Apa !

    • calendar_month Jumat, 27 Sep 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.665
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Pj Walikota Palembang, Dr A Damenta terus tindaklanjuti perkembangan sebagian besar destinasi wisata yang ada di kota Palembang, salah satunya yakni destinasi taman wisata Punti Kayu Palembang, Kamis (26/09). Dalam menindaklanjuti hal tersebut, Pj Walikota Palembang, Dr A Damenta sengaja memanggil dinas-dinas terkait guna melakukan rapat evaluasi lanjutan dan pembahasan langsung mengenai destinasi […]

  • Produksi Bensin Sawit 238,5 KL Perhari Bakal Digarap di Muba

    Produksi Bensin Sawit 238,5 KL Perhari Bakal Digarap di Muba

    • calendar_month Rabu, 26 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 861
    • 0Komentar

    PRODUKSI Bensin Sawit (bensa) dan demo pengisian Bensa ke kendaraan bermotor di PT Pura Barutama resmi disaksikan secara langsung Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif yang juga di hadiri Plt Bupati Muba Beni Hernedi SIP, Selasa (25/1/2022) di Kota Kudus Provinsi Jawa Tengah di PT. Pura Group Head Office Jawa Tengah. Menteri […]

  • BSBI Virtual 2021 Diikuti 47 Pemuda & Pemudi dari 21 Negara

    BSBI Virtual 2021 Diikuti 47 Pemuda & Pemudi dari 21 Negara

    • calendar_month Sabtu, 25 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.548
    • 0Komentar

    DIREKTUR Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik telah membuka Program Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia Virtual tahun 2021 pada tanggal 24 September 2021 di Yogyakarta. Acara ini diadakan secara hybrid, dengan protokol kesehatan yang ketat bagi para undangan yang hadir. Program BSBI Virtual 2021 akan diikuti oleh 47 pemuda dan pemudi dari 21 negara di Wilayah […]

  • Dodi Reza Dapatkan Dua Brevet Militer

    Dodi Reza Dapatkan Dua Brevet Militer

    • calendar_month Senin, 20 Jan 2020
    • account_circle Yosep Indra Praja
    • visibility 1.269
    • 0Komentar

    PEMBINAAN kedirgantaraan terus digencarkan oleh jajaran TNI Angkatan Udara (AU) Pangkalan Udara Sri Mulyono Herlambang (SMH) Palembang. Kali ini, Lanud SMH menggandeng Bupati Muba Dodi Reza untuk mengawali menjadi bagian menggalih potensi kedirgantaraan. Hal ini diketahui saat pelaksanaan Apel Khusus Dalam Rangka Penyematan Wing Terbang Layang Kepada Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza, Senin (20/1/2020) di […]

  • YLBHI: Soal pengadilan HAM, Prabowo paling lemah komitmennya

    YLBHI: Soal pengadilan HAM, Prabowo paling lemah komitmennya

    • calendar_month Senin, 18 Des 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 710
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Direktur Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Muhammad Isnur tak percaya calon presiden (capres) nomor urut 2 Prabowo Subianto bakal membentuk pengadilan HAM ad-hoc jika memenangi Pilpres 2024. Menurut dia, pasangan Prabowo-Gibran merupakan pasangan yang paling tidak berkomitmen menyelesaikan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) masa lalu. “Di sini (debat Pilpres 2024), Prabowo terlihat […]

expand_less
WordPress Archive Opklim – Law Firm WordPress Theme Oppa – Personal Portfolio Elementor Template Kit Opportunity – Finance WordPress Theme Opta Minimal Portfolio and Photography Theme Optcare – Eye Care WordPress Theme +RTL Optech – IT Solutions and Services WordPress Theme Optica – Optometrist & Eye Care Elementor Template Kit Opticest - Optometrist & Eyecare Elementor Template Kit Optico | Optometrist & Eye Care WordPress Theme Optik – Optometrist & Eye Care WordPress Theme