Selasa, 29 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Olahraga & Otomotif » Padel Sedang Naik Daun, Tapi Akankah Bertahan?

Padel Sedang Naik Daun, Tapi Akankah Bertahan?

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 16 Agt 2026
  • visibility 29
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Coba ingat lagi olahraga apa yang paling sering dimainkan anak muda sekitar lima atau sepuluh tahun lalu.

Jawabannya mungkin futsal, sebab ada masa ketika mencari lapangan futsal pada malam hari tidak selalu mudah, jadwal selepas jam kerja atau kuliah cepat penuh. Teman-teman membuat grup khusus untuk menentukan siapa yang ikut bermain. Bisnis lapangan futsal pun ikut tumbuh karena permintaannya memang sedang tinggi, bahkan trennya kemudian berubah.

Lari menjadi kegiatan yang semakin populer, bersepeda juga sempat mengalami masa ketika hampir setiap akhir pekan jalanan dipenuhi rombongan pesepeda. Ada yang bertahan, ada pula yang kembali ke aktivitas sebelumnya setelah euforianya mereda.

Sekarang olahraga yang sedang mendapat giliran adalah padel, di Indonesia, olahraga ini berkembang cukup cepat. Lapangan bermunculan, komunitas mulai terbentuk dan pertandingan mulai digelar di sejumlah daerah.

Palembang pun mulai masuk dalam perkembangan tersebut. Salah satu tandanya adalah dibukanya Hello Padel X Kopi Suway di Jalan Talang Kepuh, Kelurahan Gandus, Sabtu (15/8/2026).

Tapi,  kalau bicara padel, menariknya bukan cuma soal bertambahnya lapangan, ada pertanyaan yang lebih panjang, yaitu apakah padel akan benar-benar menjadi olahraga yang biasa dimainkan masyarakat, atau nantinya hanya dikenang sebagai olahraga yang pernah booming?

Bukan hanya ikut-ikutan

Pertumbuhan padel di Indonesia memang sulit dianggap kecil. Data Core & Court yang dirangkum Databoks menunjukkan jumlah klub padel di Indonesia bertambah dari tiga klub pada 2021 menjadi 293 klub pada 2025. Jumlah lapangannya dalam periode yang sama naik dari 15 menjadi 947.

Pertumbuhan sebesar itu tentu tidak terjadi hanya karena satu-dua orang penasaran. Ada pemain yang terus bertambah, selain itu ada pengelola yang melihat pasar, bahkan ada komunitas yang mulai rutin bermain dan ada pula pertandingan yang membuat olahraga ini semakin dikenal. Padel sendiri bukan olahraga yang sepenuhnya asing. Dasarnya masih berkaitan dengan olahraga raket seperti tenis, tetapi lapangan dan cara bermainnya berbeda.

Permainan biasanya dilakukan berpasangan. Bagi sebagian pemain baru, format ini terasa lebih ringan karena tidak membutuhkan lapangan sebesar tenis dan permainan bisa berlangsung dalam jarak yang relatif dekat. Tetapi mungkin bukan itu saja yang membuatnya cepat diterima.

Padel punya unsur kumpul-kumpul yang kuat, empat orang bisa bermain bersama. Setelah selesai, mereka bisa duduk, berbincang atau membuat janji untuk bermain lagi di lain waktu.

Bagi masyarakat perkotaan yang waktunya terbatas, olahraga seperti ini punya daya tarik tersendiri.

Datang untuk olahraga, tetapi pulangnya membawa cerita lain.

Teman bisa menjadi pintu masuk

Banyak orang mengenal olahraga bukan dari penjelasan panjang tentang manfaat kesehatan.

Mereka mengenalnya dari teman.

“Main padel, yuk.”

Sesederhana itu.

Setelah mencoba sekali, seseorang bisa saja merasa cocok. Lalu minggu berikutnya bermain lagi. Dari situ mengenal pemain lain, masuk grup, ikut pertandingan kecil dan akhirnya memiliki jadwal rutin.

Pola seperti ini sebenarnya sudah lama terjadi dalam olahraga.

Futsal tumbuh lewat kelompok pertemanan. Komunitas lari berkembang melalui pertemuan rutin. Begitu juga dengan bersepeda.

Bedanya sekarang, media sosial membuat prosesnya jauh lebih cepat.

Orang bisa melihat permainan padel dari unggahan teman, figur publik atau komunitas. Rasa penasaran kemudian muncul. Setelah itu tinggal mencari tempat bermain.

Sebuah olahraga yang sebelumnya tidak dikenal bisa tiba-tiba menjadi bahan pembicaraan dalam waktu singkat.

Padel sedang mengalami fase tersebut.

Dari tren menjadi kebiasaan

Masalahnya, tidak semua orang yang mencoba olahraga baru akan terus bermain.

Ini yang sering luput ketika membicarakan sebuah tren.

Ketika sesuatu sedang ramai, jumlah orang yang mencoba memang tinggi. Tetapi setelah beberapa waktu, rasa penasaran biasanya turun.

Di situlah olahraga tersebut diuji.

Pemain yang datang karena ingin ikut-ikutan mungkin berhenti. Yang tetap datang biasanya adalah mereka yang sudah menemukan alasan pribadi untuk bermain.

Bisa karena ingin menjaga kebugaran.

Bisa karena sudah punya teman bermain.

Bisa karena menikmati kompetisinya.

Atau memang karena suka dengan permainannya.

Kalau kelompok kedua ini terus bertambah, sebuah tren punya peluang berubah menjadi kebiasaan.

Fasilitas mulai mengikuti minat

Salah satu tanda pertumbuhan padel terlihat dari semakin banyaknya fasilitas yang dibangun.

Jakarta menjadi salah satu pusat perkembangan paling cepat. Setelah itu, lapangan mulai muncul di kota-kota lain.

Pertumbuhan tempat bermain kemudian berjalan beriringan dengan kegiatan komunitas dan kompetisi.

Ini penting.

Sebab olahraga akan lebih sulit bertahan kalau hanya mengandalkan orang yang datang untuk bermain santai.

Ketika sudah ada turnamen, pemain memiliki tujuan lain. Mereka mulai ingin memperbaiki permainan, mencari lawan yang lebih kuat atau sekadar ingin mengukur kemampuan.

Di Indonesia, padel juga mulai diarahkan ke jalur prestasi.

Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir pada akhir 2025 meminta pengurus Padel Indonesia menyusun peta jalan menuju SEA Games, Asian Games hingga Olimpiade.

Artinya, pembicaraan soal padel mulai bergeser.

Bukan lagi cuma tentang lapangan baru atau olahraga yang sedang populer, tetapi juga bagaimana pemainnya bisa berkembang.

Palembang mulai merasakan

Di Palembang, perkembangan itu masih tergolong baru.

Hello Padel X Kopi Suway menjadi salah satu fasilitas yang hadir ketika minat terhadap olahraga tersebut mulai tumbuh.

Owner Hello Padel, Hj. Samantha Tivani, mengatakan keputusan membuka fasilitas itu tidak lepas dari perkembangan minat masyarakat Palembang terhadap padel.

Di sinilah menarik melihat perkembangan selanjutnya.

Sebuah lapangan bisa saja ramai ketika baru dibuka. Tetapi apakah keramaiannya bertahan?

Jawabannya baru bisa terlihat setelah beberapa bulan berjalan.

Kalau pemain mulai membentuk kelompok tetap, jadwal bermain rutin, dan pertandingan semakin sering digelar, berarti ada sesuatu yang lebih kuat daripada sekadar tren.

Sebaliknya, kalau pemain datang hanya karena penasaran kemudian perlahan berkurang, maka siklusnya akan sama seperti banyak olahraga yang pernah mengalami masa ramai.

Wakil Gubernur Sumatera Selatan H. Cik Ujang yang hadir dalam pembukaan Hello Padel mengatakan padel saat ini memang sedang berkembang.

“Padel saat ini sangat booming dan ini merupakan salah satu sarana padel terbaik,” kata Cik Ujang.

Ia juga menyebut Piala Gubernur akan digelar pada 6 September mendatang.

Kompetisi seperti itu bisa menjadi salah satu cara melihat perkembangan komunitas padel di Sumatera Selatan. Setidaknya, pemain tidak hanya punya tempat untuk bermain, tetapi juga kesempatan untuk bertanding.

Futsal memberi pelajaran

Kisah futsal bisa menjadi gambaran sederhana.

Olahraga itu tidak pernah benar-benar hilang.

Sampai sekarang masih banyak orang bermain futsal. Lapangan masih beroperasi. Turnamen juga tetap ada.

Hanya saja, futsal sudah tidak lagi menjadi sesuatu yang baru.

Dulu, orang bermain karena hampir semua teman bermain futsal.

Sekarang, orang punya lebih banyak pilihan.

Ada gym, lari, tenis, badminton, basket, bersepeda, pickleball, padel dan berbagai aktivitas lainnya.

Itulah yang kemungkinan akan dihadapi padel nanti.

Ketika olahraga baru datang, apakah pemain padel akan ikut berpindah?

Atau mereka sudah telanjur menemukan olahraga yang benar-benar disukai?

Tidak ada yang bisa menjawabnya sekarang.

Harga dan akses juga akan menentukan

Ada satu hal lain yang sering menentukan umur sebuah tren olahraga: akses.

Semakin mudah seseorang menemukan lapangan dan semakin banyak komunitas yang bisa diikuti, semakin besar peluang olahraga tersebut berkembang.

Sebaliknya, kalau olahraga hanya bisa dijangkau kelompok tertentu, pertumbuhannya bisa lebih terbatas.

Karena itu, perkembangan padel ke kota-kota di luar pusat pertumbuhan menjadi penting.

Palembang adalah salah satunya.

Bukan karena satu lapangan otomatis menunjukkan olahraga itu sudah besar, tetapi karena dari tempat-tempat baru semacam inilah komunitas lokal bisa terbentuk.

Kalau pemain di Palembang mulai rutin bermain, turnamen lokal semakin banyak dan anak-anak muda mulai mengenalnya, padel punya kesempatan untuk tumbuh lebih jauh.

Yang bertahan bukan selalu yang paling ramai

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan padel bukan seberapa sering namanya muncul di media sosial.

Bukan pula berapa banyak orang yang mencoba dalam satu bulan.

Ukuran sebenarnya sederhana, berapa banyak yang tetap bermain ketika padel sudah tidak lagi menjadi sesuatu yang baru.

Futsal pernah melewati fase itu.

Lari juga.

Bersepeda pun demikian.

Ada yang kehilangan sebagian peminat, tetapi tetap hidup karena sudah memiliki komunitas. Ada yang kembali menjadi olahraga biasa setelah sebelumnya sangat ramai.

Padel sekarang masih menikmati masa ketika banyak orang ingin mencoba.

Itu modal yang bagus.

Tetapi perjalanan dari olahraga yang sedang tren menjadi olahraga yang bertahan cukup panjang.

Di Palembang, ceritanya bahkan baru dimulai.

Lapangan boleh bertambah. Turnamen boleh semakin sering. Komunitas boleh tumbuh.

Namun beberapa tahun lagi, ketika mungkin sudah ada olahraga baru yang sedang ramai dibicarakan, jawabannya akan terlihat.

Apakah orang masih mencari teman untuk bermain padel?

Kalau masih, berarti padel sudah melewati fase tren.

Ia sudah menjadi kebiasaan.

Dan mungkin, di situlah sebuah olahraga benar-benar menang. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bangun 1 Juta Lebih Rumah MBR, Khalawi : Dunia Kaget, Benarkah ?

    Bangun 1 Juta Lebih Rumah MBR, Khalawi : Dunia Kaget, Benarkah ?

    • calendar_month Selasa, 19 Mar 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.063
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang – Pemerintah pusat akan menjadikan Provinsi Sumsel sebagai percontohan pembangunan rumah untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) karena menjadi daerah yang pertama mendapat pendampingan implementasi PP No.64 tahun 2016 di Indonesia. Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Republik Indonesia, Dr. Khalawi Abdul Hamid mengatakan dipilihnya Sumsel karena untuk mewujudkan program nasional pembangunan 1 juta rumah. Hal itu sesuai dari butir […]

  • Pemprov. Sumsel Bantu 1 Unit Mobil Operasional Untuk IBI

    Pemprov. Sumsel Bantu 1 Unit Mobil Operasional Untuk IBI

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 922
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Provinsi Sumsel memberi bantuan satu unit mobil operasional untuk Ikatan Bidan Indonesia [IBI]. Bantuan mobil tersebut diberikan, karena  IBI dinilai sebagai garda terdepan khusunya dalam mengawal kesehatan ibu dan anak, profesi bidan memang selayaknya mendapatkan perhatian khusus. Apalagi saat ini, bidan telah menjadi pengganti dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat ditengah keterbatasan jumlah dokter. […]

  • Jaga Lonjakan Barang di Ramadhan, Palembang Gelar Operasi Pasar

    Jaga Lonjakan Barang di Ramadhan, Palembang Gelar Operasi Pasar

    • calendar_month Senin, 26 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 955
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kota Palembang terus memantau perkembangan harga sembako di pasar -pasar tradisional melalui operasi pasar [OP] guna menjaga lonjakan harga tersebut. Operasi pasar ini direncanakan terus digelar hingga mendekati Idul Fitri 1442 Hijriah. Wakil Walikota Palembang, Fitrianti Agustinda sengaja mengunjungi  beberapa pasar yang ada di kota Palembang, seperti Pasar Tangga Buntung serta Pasar Padang Selasa. […]

  • Dorong Pelaksanaan PP 72 Tahun 2019, Perkuat Peran Inspektorat

    Dorong Pelaksanaan PP 72 Tahun 2019, Perkuat Peran Inspektorat

    • calendar_month Kamis, 27 Feb 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 840
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Pusat telah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 72 tahun 2019 yang didalamnya mengatur tentang fungsi dan wewenang Inspektorat maupun wewenang dan fungsi Gubernur. Wakil Gubernur Sumsel H. Mawardi Yahya mengatakan, lahirnya PP nomor 72 tahun 2019 tersebut dilakukan sebagai langkah memperkuat fungsi dari Inspektorat untuk melakukan pengawasan. Dimana PP Nomor 72 Tahun 2019 tersebut […]

  • Alasan ESDM Batasi Outlet Penjualan BBM Jenis Premium

    Alasan ESDM Batasi Outlet Penjualan BBM Jenis Premium

    • calendar_month Minggu, 29 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.549
    • 0Komentar

    PEMERINTAH terus mengedukasi masyarakat dalam penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang lebih ramah lingkungan. Upaya ini tercermin melalui langkah Kementerian ESDM untuk membatasi outlet penjulan BBM jenis premium. Terlebih, adanya tren yang menunjukkan rendahnya konsumsi premium pada tahun 2021. “Sesuai dengan program langit biru Pertamina, outlet penjualan premium mulai dikurangi pelan-pelan, terutama pada saat pandemi, […]

  • Jalin Kerjasama, Wagub Sumsel Terima Silaturahmi Kepala PT Jasa Raharja  Cabang Sumsel

    Jalin Kerjasama, Wagub Sumsel Terima Silaturahmi Kepala PT Jasa Raharja  Cabang Sumsel

    • calendar_month Kamis, 26 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 765
    • 0Komentar

    WAKIL Gubernur Sumsel Ir  H Mawardi Yahya, menerima kunjungan dan silaturahmi  Kepala PT Jasa Raharja Cabang Sumsel  di  ruang kerja Wagub   Kamis, (26/8). Dalam pertemuan ini Kepala PT Jasa Raharja  Cabang Sumsel H. Abubakar Aljufri, SE melaporkan program kerja yang telah dilaksanakan  salah satunya terkait dengan  pertanggung jawaban wajib kecelakaan (iuran wajib), dan dana kecelakaan […]

expand_less
WordPress Archive Cryptoking – Bitcoin & ICO Theme Cryptokit – Blockchain Cryptocurrency Elementor Template Kit Cryptopia – NFT Crypto Sales Elementor Template Kit Cryptoxo – Cryptocurrency Blockchain & Bitcoin Elementor Template Kit Cryptoz | ICO And Crypto WordPress Theme Cryptrex | Cryptocurrency & Mining WordPress Theme Cryptro - Cryptocurrency, Blockchain , Bitcoin & Financial Technology Cryptum – Luxurious Cryptocurrency Material Design Admin Dashboard CrystalSkull – Gaming Magazine WordPress Theme CSS Contact Form