Minggu, 25 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Seni & Budaya » Kuda Bunting, Tenaga dan Lelah

Kuda Bunting, Tenaga dan Lelah

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 22 Sep 2019
  • visibility 1.569
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MEMBENTUK struktur raga   dan relung-relung tubuh merupakan  kekuatan seorang perupa (pematung). Seperti dikemukakan perupa dunia Auguste Rodin, membentuk raga dan menata tiap detil ruang tubuh harus dilakukan dengan berbagai teknik.Sebab dalam seni rupa, untuk membentuk raga suatu karya dilakukan dengan berbagai teknik sesuai bahan yang digunakan.

Sesuai tradisi para perupa,  ketika berkarya sering kali menggunakan berbagai teknik. Untuk membentuk obyek, misalnya, untuk kali pertama perupa melakukan teknik merakit.

Artinya, cara merakit karya itu digunakan kali pertama ketika menghadapi bahan karya. Karena itu Auguste Rodin mampu membangun bentuk patung bernuansa relief dekorasi portal.

Patung fenomenal yang terkenal ia bikin adalah patung The Kiss, pasangan telanjang yang saling berangkulan di tahun 1882.

Mencermati patung “Tenaga Kuda Betina ( stoneware) karya Syamsul Sulpture dari gerabah bakar setinggi 43 sentimeter X 21 sentimeter X 26 sentimeter, yang dibentuknya tahun 2003, cukup menyita perhatian saya.

Dari corak dan gaya karyanya cukup menarik. Sebab struktur bentuk seekor kuda betina berusaha tegar membawa dirinya (bisa jadi dalam keadaan bunting) yang terkesan lemah.

Namun semangat untuk hidup begitu kuat. Karena jiwa “ibu” yang digambarkan Syamsul dalam karyanya memang menyentuh perasaan. Penjiwaan dirinya ketika menggambarkan karya itu dalam bentuk hewan (kuda), sangat dalam. Itu dapat terlihat dari struktur bentuk kuda betina yang lelah berjalan. Namun semangat ibu yang sedang mengandung anaknya, corak karya ini tampak tegar.

Bisa jadi, sebelum karya itu ia bentuk menjadi karya, alam pikir dan perasaan Syamsul Sulpture diboboti misi kuda (betina), bunting, lelah, perut besar dan kondisi payah. Justru dengan penggambaran itu karyanya cukup kuat dan mengagumkan peminatnya. Dapat kita cermati dari detil karyanya ini.

Memang, sebelum berkarya, setidaknya perupa harus mempersiapkan psikologis diri yang akan dilimpahkan ke karyanya. Misalnya karakter kuda dan corak emosional hewan.

Meski itu hanya sebentuk patung, ketika kita membentuk dengan sejumlah persiapan itu, maka hasilnya akan berkarakter kuat. Seperti dikemukakan pematung Patricia Piccinini, penjiwaan itu sangat penting ketika seorang pematung sedang membentuk karyanya. Sebab pembubuhan watak dan penjiwaan yang mengikat perasaan si pematung akan berpengaruh kuat terhadap hasil karyanya.

Pematung Syamsul menorehkan perasaan itu ketika ia merakit bentuk tubuh serta detil di tiap kelokan pada tubuh karya. Misalnya penonjolan otot, sekat persendian, serta uraian bulu kuduk di belakang kepala kuda dan ekornya. Bahkan dilihat dari bentuk kepala, telinga dan mulut kuda terdapat kesan lelah yang berkaitan dengan kondisi kandungan si perutnya.

Memang satu momen dengan momen obyek harus saling berkait. Karena penampilan utuh dari karya itu adalah saking berkait dan mendukung karakter keseluruhan.

Dilihat dari pewarnaan yang dipoles Syamsul ke tubuh kuda cukup menarik. Dari beberapa tonjolan otot tampak lebih kecokelatan sehingga patungnya tampak “hidup” dalam kelelahan karena sang kuda betina sedang mengandung anak.

Sedikit catatan, jika suwiran bulu di ekor kuda lebih ditonjolkan dengan guratan tipis, maka Syamsul akan memperoleh kesempurnaan estetik atas karyanya “Tenaga Kuda Betina”. (**)

 

Penulis : Anto Narasoma

Tirta Bening, 7 September 2019

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bingung Mau Sarapan Pagi, Coba Ni Nasi Goreng Jengkol

    Bingung Mau Sarapan Pagi, Coba Ni Nasi Goreng Jengkol

    • calendar_month Rabu, 22 Nov 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 4.017
    • 0Komentar

    Nikmat pastinya. Bagi anda penggemar si bau nan nikmat ini pasti penasaran banget sama rasanya. Coba buat sendiri di rumah yuk.

  • Gala Dinner Whoosh International Cartoon Contest 2023 dalam Proyek Kereta Cepat “Whoosh” Jakarta-Bandung

    Gala Dinner Whoosh International Cartoon Contest 2023 dalam Proyek Kereta Cepat “Whoosh” Jakarta-Bandung

    • calendar_month Senin, 25 Des 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.996
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, [vritimes] – Whoosh International Cartoon Contest 2023, merayakan kreativitas dan kerjasama internasional melalui kompetisi kartun dan komik bertema kereta cepat yang telah menarik peserta dari berbagai negara. Pada malam tanggal 21 Desember 2023, Jakarta menyaksikan sebuah perhelatan yang menggabungkan seni dan diplomasi internasional melalui Gala Dinner Whoosh International Cartoon Contest 2023. Acara ini, yang […]

  • Nyanyi Lagu Mandarin, Alex Noerdin Pukau Masyarakat Tionghoa

    Nyanyi Lagu Mandarin, Alex Noerdin Pukau Masyarakat Tionghoa

    • calendar_month Sabtu, 3 Mar 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.238
    • 0Komentar

    Kegiatan ini adalah wujud dari persaudaraan dan persatuan masyarakat Provinsi Sumsel.

  • Mendagri  Nilai Janji Politik Gubernur Sumsel Sudah Dijawab  

    Mendagri  Nilai Janji Politik Gubernur Sumsel Sudah Dijawab  

    • calendar_month Kamis, 15 Mar 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 862
    • 0Komentar

    Bahkan bisnis kuliner Palembang, yakni pempek paling populer di Indonesia selain Yogyakarta.

  • Tuna Pole & Line, Bukan Pole & Emosi!

    Tuna Pole & Line, Bukan Pole & Emosi!

    • calendar_month Jumat, 23 Mei 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 842
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, -Di tengah hingar-bingar Seafood Expo Global 2025, Indonesia hadir bukan cuma bawa brosur dan baju batik lengan panjang yang bikin gerah, namun  juga bawa misi nunjukin ke dunia kalau menangkap ikan itu bisa pakai etika, bukan cuma logika dagang. Bukan dengan jaring monster yang nyapu satu generasi biota laut, tapi pakai pole & line […]

  • Curi Gelas Antik, Langganan Penghuni Hotel Predeo Ini Kembali Diringkus, Ampun Dech.!!

    Curi Gelas Antik, Langganan Penghuni Hotel Predeo Ini Kembali Diringkus, Ampun Dech.!!

    • calendar_month Minggu, 21 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 969
    • 0Komentar

    IBARAT sudah penyakit yang akut, sampai-sampai ditahan pun tak ada rasa takut, begitulah yang dilakukan David Alamsyah (24) Warga Jalan Sultan Agung Kelurahan 1 Ilir, Kecamatan Ilir Timur II, Palembang. Untuk kali ke tujuh ia menjadi penghuni Hotel Predeo. Menurut pengakuannya kebiasaan mencuri sudah dilakukan sejak umur 16 tahun…duh !! “Gak kebayang lagi, penjara jadi […]

expand_less
WordPress Archive Aneta Agency Startup Agency WordPress Theme Anevo – Personal Portfolio WordPress Theme Angel – Fashion Model Agency WordPress CMS Theme Angela | Family Planning Clinic WordPress Theme Angela | Family Planning & Pregnancy Clinic WordPress Theme Angio – Creative Music Theme Angle Flat Responsive Bootstrap MultiPurpose Wordpress Theme Angro – WooCommerce B2B & Wholesale Theme Angulr – Bootstrap Admin Web App with AngularJS Angustore – Responsive Shopping Cart