Jumat, 25 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Seni & Budaya » Benang-Benang Asa dari Muba

Benang-Benang Asa dari Muba

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 11 Jul 2025
  • visibility 831
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

GEGAP gempita panggung Dekranas ke-45 di Balikpapan, di mana semua perajin dari berbagai sudut negeri berkumpul bak Avengers edisi lokal, terseliplah satu nama yang belakangan ini makin kinclong yakni, Gambo Muba. Kain tenun asal Musi Banyuasin ini bukan hanya menarik perhatian, tapi juga mengibarkan bendera bahwa kerajinan bisa naik kelas, asal dipoles dengan niat, semangat, dan sedikit bumbu promosi yang tepat.

Kita tak bisa lagi melihat kerajinan lokal seperti melihat jemuran di musim hujan nggak jelas keringnya kapan. Kini, produk lokal seperti Gambo Muba sudah tampil di runway pameran nasional, bahkan siap melenggang ke pasar internasional.

Ketua Dekranasda Muba, Ibu Hj. Patimah Toha, tampil di acara itu bukan sekadar selfie di depan booth atau ngicipin kue khas Kalimantan.

Beliau ikut menanam pohon di IKN, ikut gala dinner, dan yang paling penting ikut menanam semangat bahwa kerajinan Muba bukan kelas warung kelontong lagi, tapi sudah mulai mirip startup yang siap IPO (Initial Public Offering), kalau bisa dibilang begitu.

Gambo Muba bukan sembarang kain. Ia tenun ramah lingkungan, diwarnai dari bahan alami, dan dibuat bukan oleh mesin cetak China, tapi oleh tangan-tangan cekatan pengrajin lokal.

Ini bukan cuma soal mode, tapi juga narasi. Bayangkan, setiap helai benang dalam Gambo itu membawa cerita. Bisa jadi itu kisah Mak Atun yang sempat kesel karena benangnya kusut, atau kisah Pak Darno yang rela begadang demi menyelesaikan satu lembar pesanan pengantin.

Kalau mau jujur, negara-negara seperti Jepang dan India sudah lama memuliakan kerajinan tradisional mereka. Di Kyoto, misalnya, kain kimono dari Nishijin ori-nya bisa bikin kartu kredit ganti warna saking mahalnya. Tapi warga sana tidak hanya menjual barang, mereka menjual filosofi.

Nah, Muba pun bisa begitu. Gambo tak sekadar dijual per meter, tapi dijual bersama cerita, budaya, bahkan kearifan lokal “Tenunlah hidup dengan sabar, seperti menenun Gambo dalam sunyi yang penuh warna”

Perhelatan Dekranas itu ibarat pasar malam buat UMKM ramai, penuh warna, dan kadang kita lupa pulang karena terlalu asyik keliling. Tapi beda dengan pasar malam, yang ini tidak jualan mainan plastik atau lampu kelap-kelip, tapi jualan masa depan. Ketika Gambo Muba tampil di panggung nasional, itu artinya ekonomi lokal sedang naik daun. Bukan daun pisang, tapi daun emas.

Bandingkan dengan Bhutan, negara mungil yang dikenal karena konsep Gross National Happiness itu justru menjual kerajinannya sebagai bagian dari kebahagiaan nasional.

Syal tenun tangan dari Bhutan bisa laris manis di Paris, bukan karena warnanya yang norak, tapi karena ada kisah dan filosofi di baliknya. Kalau Bhutan bisa, Muba pun bisa. Hanya perlu konsistensi, kolaborasi, dan tentu saja promosi.

Tapi jangan pula kita terjebak dalam euforia pameran, jangan sampai Gambo Muba hanya berjaya di expo, lalu setelah itu balik lagi disimpan di lemari, kayak baju batik yang cuma dipakai pas kondangan. Harus ada strategi kesinambungan. Pembinaan pengrajin, digitalisasi pemasaran, pelatihan desain, dan tentunya, promosi lewat media sosial yang kini lebih ampuh daripada megaphone di simpang lima.

Kenapa tidak bikin kolaborasi dengan desainer muda? Atau bikin challenge TikTok bertema #GamboStyle? Bisa juga undang travel blogger buat lihat langsung proses pembuatannya di Muba. Ingat, di era sekarang, yang viral duluan itu yang menang, meskipun kadang logika kalah dari gimmick.

Buat daerah lain, ini peringatan keras,  eh… maksudnya motivasi manis, jangan cuma terpaku sama pertumbuhan ekonomi dari tambang, sawit, atau proyek tol.

Kerajinan dan budaya lokal adalah tambang yang tak akan habis selama ada manusia dan cerita. Selama masih ada nenek-nenek yang rajin menenun dan cucu-cucu yang bisa mengangkat ceritanya ke Instagram, ekonomi kreatif bisa tumbuh.

Mari kita jangan malu dengan warisan budaya sendiri. Jangan sampai kita sibuk memakai jaket denim Jepang tapi tak kenal kain sendiri. Jangan sampai kita bangga beli tas branded dari Milan, tapi gak tahu kalau nenek kita bisa bikin tas dari anyaman pandan yang tahan banting (dan kadang bisa dipakai ngasih pelajaran ke anak nakal).

Balikpapan memang jadi panggung kali ini, tapi Gambo Muba jadi bintangnya. Tenun ini bukan sekadar kain, tapi benang merah masa depan. Jika kita bisa mengolahnya, mempromosikannya, dan membingkainya dengan kebanggaan serta nilai tambah, bukan tidak mungkin Muba jadi ikon kerajinan nasional. Bahkan dunia.

Toh, seperti kata pepatah lokal yang belum tercatat di KBBI “Tenunlah masa depan dengan benang lokal, jangan sampai nasib kita dijahit negara orang”.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perlu Lakukan Terobosan, Minat Baca Sekarang Ini Telah Beralih ke Digital

    Perlu Lakukan Terobosan, Minat Baca Sekarang Ini Telah Beralih ke Digital

    • calendar_month Kamis, 9 Jun 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 744
    • 0Komentar

    PROVINSI Sumatera Selatan (Sumsel) berhasil mencapai nilai indeks literasi masyarakat Sumsel di atas target nasional yakni 14,57% pada tahun 2022. Dimana untuk nasional ditargetkan sebesar 13,54%. Gubernur Sumsel H Herman Deru melalui Kepala Dinas Perpustakaan Provinsi Sumsel Fitriana, S.Sos.,M.Si  di Palembang, Rabu (8/6) mengatakan,  mencapaian nilai indeks literasi masyarakat Sumsel di atas target nasional yakni […]

  • ASUS : Mendukung soket CPU Intel® LGA 1700, 1200 dan 115x, ditambah soket AMD AM5 dan AM4

    ASUS : Mendukung soket CPU Intel® LGA 1700, 1200 dan 115x, ditambah soket AMD AM5 dan AM4

    • calendar_month Senin, 7 Agt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.436
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, TAIPEI, Taiwan,  —  TUF Gaming LC II 360 ARGB AIO liquid cooler, dipersenjatai dengan radiator 360 mm yang kokoh dan menawarkan pencahayaan ARGB Gen 2 yang memukau serta kompatibilitas dengan berbagai macam sasis dan soket CPU. Seri TUF Gaming LC II ARGB menghadirkan kinerja dan fitur yang dibutuhkan pengguna untuk menghadirkan yang terbaik dalam […]

  • Keren, 7 Kali Palembang Raih WTN Tanpa Catatan

    Keren, 7 Kali Palembang Raih WTN Tanpa Catatan

    • calendar_month Minggu, 15 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 974
    • 0Komentar

    “Diraihnya penghargaan ini, artinya salah satu bukti keseriusan Pemkot Palembang dalam meningkatkan angkutan umum di Palembang,”

  • Di Gontor, Santri Asal Sumsel Dingatkan Ini

    Di Gontor, Santri Asal Sumsel Dingatkan Ini

    • calendar_month Minggu, 21 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 819
    • 0Komentar

    SEBANYAK 336 santri dan mahasiswa Sumsel kembali ke Gontor, Jatim untuk menempuh pendidikan kembali setelah hampir tiga bulan pulang kampung belajar di rumah. Mereka sebelum berangkat, rombongan santri tersebut melakukan rapid test, dan hasilnya dinyatakan sehat. “Dari hasil rapid tes tersebut, semua santri dan mahasiswa yang diberangkatkan ini kesehatannya cukup baik,” kata Gubernur Sumsel Herman […]

  • Temui Keluarga Korban, Pertamina Patra Niaga Pastikan Akan Tanggung Jawab Penuh

    Temui Keluarga Korban, Pertamina Patra Niaga Pastikan Akan Tanggung Jawab Penuh

    • calendar_month Selasa, 19 Jul 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.173
    • 0Komentar

    PT Pertamina Patra Niaga berkomitmen bertanggung jawab terhadap seluruh biaya perawatan bagi korban luka, serta pemberian santunan bagi korban jiwa kecelakaan mobil tangki di Cibubur, pada Senin (18/7).   “Kami terus berupaya maksimal dalam mengawal proses penanganan korban. Pertamina Patra Niaga akan bertanggung jawab penuh. Sekali lagi kami sampaikan permohonan maaf atas kejadian ini, serta […]

  • Dipandang Efektif, PPKM Jawa-Bali Berlanjut

    Dipandang Efektif, PPKM Jawa-Bali Berlanjut

    • calendar_month Selasa, 14 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 781
    • 0Komentar

    MENTERI Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan penanganan Covid-19 terus mengalami perbaikan yang ditandai dengan terus menurunnya jumlah daerah yang menerapkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4. Untuk daerah Jawa-Bali, Provinsi Bali yang pada periode sebelumnya berada pada Level 4, di periode 6-13 September berhasil turun menjadi Level 3. “Dari 11 […]

expand_less
WordPress Archive Golf Club – Sports & Events WordPress Theme Golfer – Golf Club & Course WordPress Theme Golftio – Golf Club Sports WordPress Theme Golo – Directory & Listing, Travel WordPress Theme GoLock - Locksmith & Key Maker Service Elementor Pro Template Kit Gomedic – Medical Elementor Template Kit Gomo – Moving Company Elementor Template Kit Gon - Responsive Multi-Purpose WordPress Theme Gontli – Interior Multipurpose Template Kit Good Energy – Ecology & Renewable Power Company WordPress Theme