Jumat, 16 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Seni & Budaya » “Peradaban Kritis, Dagelan Global & Ekonomi Kreatif yang (Katanya) Jadi Obat Gatal Dunia!”

“Peradaban Kritis, Dagelan Global & Ekonomi Kreatif yang (Katanya) Jadi Obat Gatal Dunia!”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 1 Agt 2025
  • visibility 740
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MALAM Jumat, pukul 23.50 WIB, kondisi sunyi senyap seperti hati mantan yang belum move on. Di luar rumah, cuma suara kodok yang ribut kayak lagi rapat RT. Saya duduk sendirian di meja makan, lampu dapur remang-remang, menghisap sebatang rokok ditemani laptop tua merek Acer yang udah 7 tahun yang selalu setia, meski engselnya bunyi kriyet-kriyet tiap dibuka. Di pojok ruangan, suara kulkas berdengung kayak pesawat mau lepas landas, ditambah AC yang kadang ngasih angin, kadang cuma bunyi.

Dalam kondisi seperti ini di tengah kesepian, kode freon, dan nostalgia RAM 4GB saya iseng buka situs Kemenparekraf. Eh, malah kejebak baca satu artikel yang judulnya bikin mikir ulang hidup Pidato Peradaban World Disorder and The Future of Our Civilization. Waduh, ini mah bukan artikel biasa, isinya berat banget kayak skripsi anak filsafat yang habis nonton film “Interstellar” tiga kali.

Ini semacam surat cinta buat umat manusia, bahkan ini adalah semacam GPS moral. Apalagi yang pidato mantan Presiden RI ke-6, Pak SBY, yang 30 Juli kemarin tampil layaknya Gandalf dari Pacitan, memberikan wejangan soal nasib peradaban dunia, lengkap dengan musik, lukisan, dan tentu saja keresahan mendalam, malam itu pastinya  jadi malam perenungan peradaban.

Bahkan acara ini bukan sekadar seminar sambil makan snack risol. Ini kayak campuran TED Talk, konser galau, dan pameran seni spiritual. Ada pidato, ada lukisan “Stop War”, ada lagu “Save Our World”, dan yang paling penting ada pesan moral bahwa dunia ini makin ruwet kayak kabel headset di saku celana. Pak SBY menyebut bahwa kita sedang menghadapi global disorder, atau kalau bahasa warungnya semesta lagi masuk angin berat.

Beliau menyebut empat tsunami besar yang bisa bikin peradaban ini tumbang kayak domino globalisasi ekonomi, badai teknologi, kerusakan lingkungan, dan pergeseran nilai budaya. Serius, ini bukan cuma masalah kurangnya sinyal Wi-Fi atau harga cabai naik, tapi krisis identitas kolektif manusia! Dan di sinilah momen dramatisnya Pak SBY bilang, tanpa keadilan dan demokrasi, peradaban hanyalah kuda lumping yang nari-nari tanpa musik. Ngeri-ngeri sedap, bro.

Di sinilah menariknya kalau kita tarik mundur, era 90-an ke bawah, orang nonton berita cuma dari TVRI atau majalah Intisari. Gosip dikumpulin dari pos ronda, bukan algoritma. Dunia masih terasa pelan, tapi manusia punya waktu untuk merenung. Sekarang? Semua serba cepat, tapi justru bikin mental gampang ngadat. Ini bukan berarti kita anti-kemajuan, tapi perlu sadar kemajuan tanpa arah itu bisa jadi muter-muter kayak spinner rusak.

Tiba-tiba muncul Menteri Ekraf kita, Teuku Riefky Harsya, yang langsung gas pol ikut bicara tentang pentingnya sektor kreatif buat nyelametin peradaban. Bayangin ya, dunia ini lagi gonjang-ganjing kayak film “The Day After Tomorrow”, eh Indonesia malah nyodorin ekonomi kreatif sebagai solusi. Tapi makin dipikir-pikir, iya juga sih. Kalau nggak ada konten kreatif, mungkin anak-anak kita bakal belajar sejarah lewat video TikTok yang isinya joget Napoleon dan podcast tentang Kerajaan Majapahit ala stand-up comedy.

17 subsektor ekraf

Menurut Pak Menteri, 17 subsektor ekonomi kreatif itu bisa jadi semacam “candi digital” yang menyatukan masa lalu dan masa depan, lokal dan global, angklung dan AI. Misalnya, batik bisa dikolaborasikan dengan teknologi NFT. Atau kuliner tradisional jadi konten mukbang Go Internasional. Asal jangan kue klepon dikasih boba aja, itu sudah keterlaluan.

Tentu saja, di balik semua guyonan ini, ada pesan serius ekonomi kreatif itu bukan cuma jualan totebag di festival kampus. Ini soal martabat bangsa. Kata Pak Menteri, kalau ekosistemnya kuat, kreator dilindungi hak ciptanya, dan ada pelatihan yang bener, maka sektor ini bisa jadi mesin peradaban. Bisa jadi bantalan ekonomi saat industri lain megap-megap karena perang, krisis iklim, atau alien datang nyari BTS.

Yang menarik, pidato ini juga mengangkat pentingnya karakter, spiritualitas, dan nilai kebangsaan. Ini semacam reminder halus bahwa meskipun kita udah bisa bikin robot nyanyi dangdut, tapi kalau lupa jati diri, ya ujung-ujungnya jadi bangsa bingung. Istilah orang tua “Pinter boleh, tapi jangan sampe ilang pekerti”. Atau dalam pepatah Betawi “Kalau lu kagak tau asal usul, ntar dikira spanduk nyasar”

Menko Infrastruktur AHY pun tak mau ketinggalan. Beliau bawa bendera “konektivitas” ke panggung peradaban. Intinya, kalau semua daerah terhubung dan sentra ekonomi baru tumbuh, maka Indonesia bisa jadi negara yang kuat kayak nasi uduk di pagi hari beragam isinya, satu tujuannya. Kolaborasi global jadi kata kunci, karena peradaban itu bukan urusan satu negara doang. Ini kerja bakti antarplanet!

Jadi kalau mau jujur, pidato ini kayak nasi bungkus dari luar kelihatan sederhana, tapi isinya komplit. Ada ayam (nilai moral), sambel (kritik global), tempe (ekonomi kreatif), dan kerupuk (kebudayaan digital). Kita cuma perlu ngunyahnya pelan-pelan, jangan asal telan, supaya bisa mencerna arah peradaban dengan kepala dingin dan hati hangat.

Oleh karena itu, sobat kreatif sekalian, kalau dunia lagi demam global dan peradaban masuk angin, jangan cuma diam sambil update IG. Mari kita bawa imajinasi, inovasi, dan identitas lokal ke panggung dunia, karena kadang, penyelamat peradaban bukan datang dari laboratorium NASA, tapi dari studio kecil di pinggiran kota, tempat seorang anak muda bikin animasi tentang kisah kucing hilang yang nyasar ke planet Mars.

Karena peradaban itu soal pilihan, mari jaga akal sehat, rawat imajinasi, dan jangan lupa ngopi. Peradaban butuh kita bukan hanya yang pintar, tapi juga yang waras dan nyeni, dan hari ini, kita punya pilihan untuk tidak jadi penonton sejarah. Setuju?[***]

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • “Sertifikat Kesembuhan, TBC Tak Lagi Jadi Hantu Sosial”

    “Sertifikat Kesembuhan, TBC Tak Lagi Jadi Hantu Sosial”

    • calendar_month Senin, 15 Sep 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.274
    • 0Komentar

    DI KAMPUNG kita, batuk panjang sering dianggap lebih berbahaya daripada gosip tetangga. Sekali “uhuk-uhuk”, orang bisa kabur seakan ada sirine bahaya. Apalagi kalau batuk itu ditempel label TBC. Lengkaplah sudah pasien jadi bulan-bulanan stigma, bukan cuma sakit badan, tapi juga sakit hati. Namun Sabtu, 13 September 2025, suasana di RS Paru dr. Ario Wirawan (RSPAW) […]

  • Ada Rumah Oksigen di Muba, Terapi Yuk !

    Ada Rumah Oksigen di Muba, Terapi Yuk !

    • calendar_month Selasa, 24 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 989
    • 0Komentar

    “Untuk wilayah lain tidak menutup kemungkinan. Saat ini kita sudah siagakan 10 tabung besar oksigen di RSUD Sekayu, kapapun siap untuk digunakan,”

  • Pelaku Seni Pembaca  Puisi & Pengarang Puisi Harus Diberi Ruang dalam Berkarya

    Pelaku Seni Pembaca  Puisi & Pengarang Puisi Harus Diberi Ruang dalam Berkarya

    • calendar_month Rabu, 31 Agt 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.415
    • 0Komentar

    Pelaku Seni Pembaca  Puisi & Pengarang Puisi Harus Diberi Ruang dalam Berkarya dan menyampaikan pesan-pesan morilnya melalui  narasi pusi. Pesan itu disampaikan Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru menghadiri grand final sayembara baca puisi  kemerdekaan yang diselenggarakan oleh Ruang Gagasan Bersama (RGB) diikuti siswa dan siswi Sekolah Lanjut Tingkat Stas (SLTA)  bertempat di Dinas Pendidikan (Diknas) Sumsel, Rabu (31/8). […]

  • Meski Pandemi, BPJAMSOSTEK Catat Pembayaran Klaim Naik 20,01%

    Meski Pandemi, BPJAMSOSTEK Catat Pembayaran Klaim Naik 20,01%

    • calendar_month Selasa, 19 Jan 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.853
    • 0Komentar

    MESKI tahun lalu sangat berat karena dampak pandemi covid-19, namun BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) pembayaran klaim naik 20,01%. Kinerja positif pada tahun lalu, disumbang bidang Investasi, kepesertaan, dan pelayanan. Penerimaan iuran (unaudited) BPJAMSOSTEK tercacat berhasil dibukukan sebesar Rp73,31 triliun, walaupun terdapat implementasi PP 49 Tahun 2020 tentang relaksasi iuran Program JKK, JK sebesar 99% dan penangguhan […]

  • STAN Dinkominfo Muba Gratiskan Layanan Internet 

    STAN Dinkominfo Muba Gratiskan Layanan Internet 

    • calendar_month Minggu, 29 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 819
    • 0Komentar

    STAN Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Musi Banyuasin (Dinkominfo Kab Muba), menyediakan akses internet gratis bagi pengunjung STAN di Muba Expo tahun 2019. “Kami pasang internet gratis di STAN   Muba Expo untuk memberikan fasilitas kepada para pengunjung,” ujar Kapala Dinkominfo Muba Herryandi Sinulingga, Sabtu ( 28/9/2019). Akses internet yang disediakan akan dibatasi dan dikendalikan. Hanya bisa […]

  • Bulan Suci Ramadhan, Tempat Hiburan Malam di Sumsel Harus Tutup

    Bulan Suci Ramadhan, Tempat Hiburan Malam di Sumsel Harus Tutup

    • calendar_month Minggu, 28 Apr 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 912
    • 0Komentar

    Palembang- Pelaksana tugas (Plt) Kepala Satuan (Kasat) Polisi Pamong Praja (Pol PP) Provinsi Sumsel H. Aris Saputra menghimbau seluruh masyarakat khususnya bagi pemilik, pengelola dan pengusaha tempat – tempat hiburan malam dan sejenisnya untuk tidak beroperasi sepanjang bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah guna menghormati umat Islam yang sedang menjalankan ibadah puasa. […]

expand_less
WordPress Archive Ultimate Member Groups Addon Ultimate Member Instagram Ultimate Member MailChimp Addon Ultimate Member myCRED Ultimate Member Online Users Addon Ultimate Member Private Content Addon Ultimate Member Private Messages Addon Ultimate Member Profile Completeness Addon Ultimate Member Realtime Notifications Addon Ultimate Member Social Activity Addon