Minggu, 11 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Religi » Trik Palembang Bikin Ulama Se-Sumatera Bersatu Tanpa Ribut

Trik Palembang Bikin Ulama Se-Sumatera Bersatu Tanpa Ribut

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
  • visibility 337
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

RUANGAN Asrama Haji Palembang kemarin rame banget. Ulama dari Aceh sampai Banten duduk bareng, sambil sesekali saling becanda mazhab satu sama lain.

Ada juga yang nyeletuk. “Kalau debat teori cuma di media sosial, jangan bawa ke mimbar!” dan semua ketawa, tapi mereka kompak, dan jangan salah, karena dibalik tawa itu, tersimpan strategi besar soal persatuan umat.

Semuanya berkumpul dalam Musyawarah Ulama dan Tokoh Umat (MUTU) 2026, forum yang terlihat santai, namun sebenarnya lagi bikin roadmap kebijakan moral dan sosial se-Sumatera.

Tengok saja, satu ruangan berisi tokoh dari berbagai provinsi, ngobrol soal akhlak, toleransi, sampai strategi politik, dan mereka nggak ada yang ribut. Itu baru luar biasa…keren!

Wali Kota Palembang, H Ratu Dewa, muncul di tengah keramaian dengan gayanya yang santai tapi tegas. Dia bilang “Pembangunan sejati itu bukan cuma gedung tinggi, tapi landasan iman, akhlak, dan persatuan umat.”

Kalau diterjemahkan bahasa kita, itu artinya “Bangun kota gampang, bangun hati rakyat itu yang susah.”

Walikota nggak cuma ngomong teori doang, dia memberi apresiasi ke MPUII ( Majelis Persatuan Umat Islam Indonesia ), “kayak pasukan anti-ribut” menyebarkan dakwah moderat, menjaga stabilitas sosial, dan bikin warga tetap rukun meski beda mazhab.

Jadi kalau ada yang bilang Palembang cuma terkenal pempek dan Jembatan Ampera, ingat, ada ulama dan pemerintah bersinergi kayak Batman dan Robin versi Sumatera.

Lalu muncul Prof Daniel M. Rasyid, Sekjen MPUII, yang bikin suasana makin hidup. Dia bilang, umat Islam harus melakukan transformasi gerakan silaturahmi lintas organisasi, lintas mazhab, sampai kontribusi politik yang cerdas dan damai. Intinya “Bersatu itu keren, ribut itu basi.”

Ada momen lucu juga. Seorang ulama dari Sumatera Utara nyeletuk “Kalau debat mazhab-nya ketemu di media sosial, aman. Kalau ketemu di mimbar, hati-hati jantungnya!”

Semua ketawa, tapi refleksinya dalem banget. Prof Daniel menambahkan, umat Islam harus tampil sebagai perekat nasional, bukan memecah belah.

Oleh karena itu,  jangan cuma rebutan kursi, rebutan nama, tapi rebutan manfaat nyata buat masyarakat luas. Pelajaran moral dari MUTU dapat banget sebab kesatuan dan akhlak lebih penting daripada ego kelompok.

Di sela-sela sesi serius itu,  ada juga diskusi ringan. Beberapa tokoh saling bercanda soal pengalaman dakwah di desa masing-masing. Ada yang cerita, pas ceramah, kambing tetangga ikut nimbrung.

“Dan warga kira itu tanda barokah!” semua ketawa, tapi cerita ini bikin kita sadar sebab Islam itu bukan cuma ritual, tapi interaksi sosial yang nyata dan manusiawi.

Nah, kalau kamu pikir acara ini cuma soal ulama ngobrol di AC dingin, itu salah besar. MUTU jadi workshop kebersamaan umat. Di Palembang nunjukin bahwa sinergi ulama, tokoh masyarakat, dan pemerintah bisa jadi booster pembangunan moral, sosial, dan toleransi.

Oleh sebab itu setidaknya menjadi pembelajaran untuk kota lain, kalau mau maju, jangan cuma mikirin gedung tinggi. Pikirin juga gedung moral warga-nya.

Kontribusi

Prof Daniel juga menekankan, umat Islam bisa berkontribusi di politik, tapi tanpa gaduh. Jadi nggak perlu ribut soal kursi, tapi fokus bikin kebijakan yang bener-bener bermanfaat untuk rakyat.

Ini juga refleksi buat kita semua, terkadang, yang bikin bangsa maju bukan jumlah gedung atau megaproyek, tapi tingkat kedewasaan warga dan pemimpinnya.

Lucunya, di sesi tanya jawab, ada yang nyeletuk “kalau semua ulama kompak, apa yang tersisa buat debat di  media sosial?”

Ketawa lagi, tapi itu nunjukin satu hal, kebersamaan bisa bikin konflik hilang, tapi humor tetap ada. Humor kecil itu nggak bikin serius hilang, malah bikin pesan moral lebih nyangkut di kepala.

Dari semua diskusi itu, pesannya yang muncul jelas, bangun kota, bangun hati warga, gedung tinggi penting, tapi lebih penting lagi soal akhlak masyarakat.

Selain itu bersatu tanpa ribut sebab silaturahmi lintas mazhab dan organisasi itu kunci stabilitas sosial. Dan terakhir kontribusi nyata itu keren sebab politik, sosial, dakwah harus bermanfaat, bukan bikin gaduh.

Kalau ditarik ke kehidupan sehari-hari, pelajaran dari MUTU bisa kita terapin juga, misalnya ngobrol sama teman yang beda pandangan, jangan langsung debat kusir.

Senyum, humor, dan niat baik bisa bikin diskusi tetap sehat tapi hasilnya produktif.

Jadi, Di Palembang kemarin bukan cuma jadi kota tujuan para ulama. Ia jadi panggung uji coba persatuan, bagaimana Islam moderat bisa bersatu dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat luas.

Jadi kalau ada yang nanya “Kenapa Palembang bisa bikin ulama dari Aceh sampai Banten ngumpul tanpa ribut?” Jawabnya gampang deh… karena mereka serius bicara soal akhlak, santai soal gelar, dan nggak lupa humor.

Dan itu pelajaran besar buat kita semua karena persatuan dan “akhlak itu bisa bikin masyarakat maju tanpa ribut-ribut.” (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kisah Hidup Si Dua Batang Ramping di Meja Makan

    Kisah Hidup Si Dua Batang Ramping di Meja Makan

    • calendar_month Jumat, 5 Sep 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 915
    • 0Komentar

    HALO, perkenalkan namaku sumpit, aku sepasang batang ramping yang biasanya nongkrong bareng sendok, garpu, dan kadang pisau di sebuah wadah cantik di meja makan. Bedanya, kalau sendok bentuknya bulat manis, garpu bergigi empat bak senyum palsu mantanmu, aku hanya sepasang kayu lurus ramping, sederhana, dan kadang bikin pemula frustrasi saat mau dipakai. Tapi jangan salah, […]

  • Gubernur Minta Masyarakat Terapkan Pola Hidup Sehat

    Gubernur Minta Masyarakat Terapkan Pola Hidup Sehat

    • calendar_month Minggu, 16 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 773
    • 0Komentar

    TAK hanya fokus membangun pemerataan infrastruktur, Gubernur Sumsel H. Herman Deru juga memiliki kepedulian yang tinggi pada  kesehatan masyarakatnya. Demi meningkatkan kesehatan masyarakatnya, Herman Deru bahkan meminta Ikatan Alumni (IKA) Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) aktif mensosialisasikan dan mengajak masyarakat di seluruh penjuru Sumsel mulai membiasakan diri menerapkan gaya hidup sehat. Hal itu disampaikannya usai menghadiri […]

  • Vaksin Terkini,  Indonesia Sudah Terima 140.274.480 Vaksin COVID-19

    Vaksin Terkini, Indonesia Sudah Terima 140.274.480 Vaksin COVID-19

    • calendar_month Kamis, 15 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 772
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Indonesia terus berupaya mengamankan stok ketersediaan vaksin agar program vaksinasi sesuai target dengan tahapan yang telah ditetapkan. Menteri Luar Negeri (Menlu), Retno Marsudi menyatakan, Pemerintah kembali kedatangan 1.500.100 dosis vaksin COVID-19 merk Moderna pada Kamis (15/7/2021) pukul 15.20 WIB, dan 1.162.840 dosis vaksin AstraZeneca pada pukul 20:25 WIB. Menlu menyatakan bahwa vaksin Moderna didapatkan […]

  • SMB II raih penghargaan ACI Airport Service Quality Awards 2023, asa Pj. Gubernur Sumsel

    SMB II raih penghargaan ACI Airport Service Quality Awards 2023, asa Pj. Gubernur Sumsel

    • calendar_month Sabtu, 23 Mar 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.467
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Agus Fatoni mengaku bangga atas capaian prestasi tersebut. Dia juga berharap Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada seluruh calon penumpang. Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II yang berlokasi di Palembang, Sumatera Selatan meraih penghargaan ACI Airport Service Quality (ASQ) Awards 2023. Kategori yang berhasil […]

  • Berdayakan Masyarakat Dengan Bentuk KIM, Pemkab Gelar Sosialisasi

    Berdayakan Masyarakat Dengan Bentuk KIM, Pemkab Gelar Sosialisasi

    • calendar_month Rabu, 17 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 745
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Musi Banyuasin yang dipimpin Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA dan Wakil Bupati Muba Beni Hernedi SIP, hingga kini selalu menekankan kepada setiap Kepala Perangkat Daerah memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat Muba. Atas instruksi Bupati Muba tersebut, Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Muba melakukan sosialisasi pembentukan Kelompok […]

  • Lantik 4 Komisaris BUMD, Gubernur Sumsel : Jangan Nyaman di Zona Nyaman

    Lantik 4 Komisaris BUMD, Gubernur Sumsel : Jangan Nyaman di Zona Nyaman

    • calendar_month Jumat, 3 Jan 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 999
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel memberikan sambutan dalam pelantikan 4 Komisaris BUMD milik Pemerintah Prov. Sumsel, siang tadi. Menurutnya, kepatuhan semua telah diatur dalam peraturan baik melalu Undang-Undang maupun peraturan lembaga sendiri. “Kepatutan setiap insan pasti punya parameter yang berbeda, patut tidak patut kita lalukan kita harus menerima. Ada kata lain kepatutan itu estetika, ukuran estetika dinamis kalau […]

expand_less
WordPress Archive Themify Infinite WordPress Theme Themify Landing WordPress Theme Themify Magazine WordPress Theme Themify Metro WordPress Theme Themify Minblr WordPress Theme Themify Minshop WooCommerce Theme Themify Music WordPress Theme Themify Notes WordPress Theme Themify Parallax WordPress Theme Themify Peak WordPress Theme