Jumat, 16 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum » Tanggapi Giring di Podcast Deddy Corbuzier, Andai Giring Masih Penyanyi, Dia Juga Akan Diuntungkan Formula E

Tanggapi Giring di Podcast Deddy Corbuzier, Andai Giring Masih Penyanyi, Dia Juga Akan Diuntungkan Formula E

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 4 Okt 2021
  • visibility 2.672
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DALAM Podcast Deddy Corbuzier, Giring Ganesha selaku Plt Ketua Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menuduh acara balapan “Formula E” merugikan hingga ratusan milyar bahkan triliunan rupiah dan tidak bermanfaat bagi masyarakat.

Menanggapi Giring, Sismono Laode, Ketua Relawan Pendukung Anies Baswedan “Bala Anies” lagi-lagi tidak bisa memahami alur pikir Giring. Ini penggiringan yang cacat data dan logika. Justru kegiatan internasional ini, laiknya Mandalika 2022 sangat menguntungkan bangsa Indonesia, baik secara stimulus ekonomi ataupun reputasi Indonesia (Jakarta).

Hampir semua kegiatan internasional yang sukses pasti kedepan akan memberi stimulus ekonomi, turisme, dan investasi. Bahkan, Sismono mengklaim bahwa andai Giring masih berprofesi sebagai penyanyi, maka dia justru akan menjadi salah satu sosok yang paling diuntungkan dengan adanya Formula E.

“Ambil contoh Afrika Selatan. Siapa yang mengenal lagu Waka-Waka dan Shakira sebelum piala dunia ada di sana? Jadi ketika ada event internasional, maka stimulus ekonomi dan multiplier efeknya sangat besar, termasuk manfaat repurtasi bagi para pelaku seni dan UMKM. Semua acara internasional, termasuk Asian Games 2018 dan MotoGP Mandalika 2022 yang diinisiasi Presiden Jokowi, bukanlah pemborosan, justru ini peluang,” ungkap Ketua Relawan Bala Anies, dalam keterangan tertulisnya dari Markas Bala Anies, Senin (04/10) pagi.

Jangan Berpolitik Katanya,
Terkait dengan besaran uang komitmen yang dianggarkan Pemerintah DKI maupun beban pada anggaran negara, hal tersebut sudah berulang kali dijawab oleh Gubernur Anies Baswedan. Bahwa, Pemerintah Provinsi hanya membayarkan biaya senilai 560 miliar saja di awal 2019 dan diperuntukkan untuk tiga musim tersisa 2022-2024, sebagaimana tercantum dalam kesepakatan Bersama Pemprov dan Formula E Operations (FEO).

Setiap tahunnya, sebagaimana disampaikan dalam dokumen resmi Pemprov, bahwa pembiayaan Formula E sekitar 150 M. Itupun tidak menggunakan dana APBD tapi dari sponsorship yang dilakukan Jakpro selaku badan usaha milik daerah.

“Jadi sifatnya B to B, bukan pakai dana APBD. Selain itu, temuan BPK seluruhnya juga telah ditindaklanjuti secara tuntas. Tidak ada uang masyarakat termasuk uang Giring yang dipakai disini, dan semuanya sudah dibahas dalam Rapat Paripurna DPRD dimana Partainya Giring juga ikut,” lanjut La Ode.

Kedepan, Sismono La Ode berharap Giring lebih banyak menggali informasi sebelum menyampaikan komentar seputar politik. Terlebih, disampaikan dalam Podcast berkelas Deddy Corbuzier yang ditonton oleh orang-orang yang terdidik. Giring sebaiknya tidak bermanufer dengan menggunakan “cara berpikir katanya”.

“Yang dilakukan Pemerintah DKI dengan penyelenggaraan Formula E ini, sudah dihitung matang, akan memberikan dampak finansial, ekonomi, dan reputasi untuk memulihkan ekonomi pasca Covid-19. Pelaku seni, penyanyi, UMKM, dan pelaku bisnis lainnya akan menerima manfaat perhelatan ini. Sayangnya, karena Giring sekarang politisi, jadi tidak bisa memanfaatkan peluang ini. Dia lebih senang berpikir katanya,” pungkas Sismono.

*Lihat Data Sebelum Berdongeng*
Sebenarnya kalau Giring mau sedikit menggali informasi dari sumber utama, dia pasti tidak sesak pikir sebagaimana disampaikan dalam Podcast Deddy Corbuzier. Sebagaimana data yang dikeluarkan Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Pemrov DKI Jakarta, ada 12 item yang bisa menjelaskan politik katanya ala Giring cs.

Sebut saja soal besaran komitmen fee Formula E di Jakarta telalu besar dibanding kota-kota lain di dunia. Ini betul! Tapi penggunaan logika apple to apple antar kota penyelenggara adalah salah. Mengapa begitu? Pertama, apa saja yang dicover oleh FEO; kedua, jarak lokasi dengan kota penyelenggaraan lainnya; dan ketiga, kapan kota tersebut jadi tuan rumah, semakin akhir semakin tinggi komitmen fee.

Untuk Jakarta, FEO mengcover biaya broadcasting + penyiaran live di 150 negara, akomodasi ribuan official sekitar 1 bulan, biaya keamanan, biaya pengiriman barang, asuransi, panggung dan stage. Untuk biaya, broadcasting (produksi dan penyiaran) saja diperkirakan mencapai 2 juta poundsterling. Soal posisi geografis Indoesia membuat biaya logistik yang FEO yang harus dikeluarkan jauh lebih tinggi dibandingkan kota-kota di eropa dan amerika.

Soal biaya komitmen fee kenapa tidak digunakan untuk dana Pendidikan dan penanggulangan Covid-19? Nah ini kurang dipahami Giring dalam konteks politik anggaran yang tetap mempertimbangkan semua aspek dan jangka waktu target. Belum lagi pembayaran komitmen fee sudah lunas sejak tahun 2019, sehingga tidak mengganggu anggaran saat ini dan kedepan.

Soal Pendidikan dan Penanggulangan Covid-19, Jangan diragukan komitmen Anies Baswedan. Dana Pendidikan dan penanggulangan Covid-19, dll tetap mendapat prioritas utama, dipenuhi secara memadai, bahkan DKI Jakarta menjadi provinsi terbaik dalam hal penanggulangan Covid-19. Terkait vaksinasi , Jakarta merupakan salah satu kota terbaik di dunia.

Soal dana komitmen fee sekitar Rp. 560 M sebenarnya ada dana yang lebih besar dikeluarkan Pemprov DKI Jakarta untuk mendukung kegiatan nasional. Sebagai informasi, Pemprov DKI mengeluarkan biaya dari APBD sebesar Rp. 750 M untuk pembangunan equestrian (arena pacuan kuda) dan velodrome (arena balap sepeda) dalam rangka mendukung pelaksanaan Asian Games 2018. Fasilitas ini digunakan utamanya hanya sekali saat kegiatan Asian Games 2018. Tidak untuk tiga tahun tersisa kedepan, sebagaimana Formula E.

PSI dan semua fraksi di DPRD DKI Jakarta, saat itu tidak memandang anggaran yang dikeluarkan Pemprov DKI Jakarta sebagai pengabaian anggaran Pendidikan ataupun anggaran kesehatan ataupun lainnya karena masing-masing anggaran telah memiliki pos masing-masing.

Nah ini kayaknya kisah dongeng, sangat lucu dan terlihat tendisiusnya. Masak hanya formula E yang diprotes? Kalau soal-soal politik anggaran sederhana ini tidak dipahami Giring dan teman-teman PSI, bagaimana mau mencalonkan diri jadi Presiden RI ataupun Gubernur DKI Jakarta? Apa kata dunia? tutup La Ode.(***)

Ril

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tak Banyak yang Tahu, Ketan Bakar Bumbu Rendang Ini Makin Nikmat Disantap dengan 2 Sate Ayam Gurih

    Tak Banyak yang Tahu, Ketan Bakar Bumbu Rendang Ini Makin Nikmat Disantap dengan 2 Sate Ayam Gurih

    • calendar_month Minggu, 30 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 45
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Ada satu olahan ketan yang tampil sedikit berbeda dari biasanya. Bukan sekadar ketan dengan rasa manis, makanan ini justru hadir dengan sentuhan bumbu rendang yang gurih dan kaya rempah. Namanya ketan bakar bumbu rendang. Perpaduan tersebut membuat ketan terasa lebih beraroma sekaligus memberikan sensasi rasa yang cukup berbeda dibandingkan jajanan ketan pada umumnya. […]

  • Idul Adha 1441 H, Bank SumselBabel Kurban 18 Ekor Sapi, 2 Ekor Kambing
    CSR

    Idul Adha 1441 H, Bank SumselBabel Kurban 18 Ekor Sapi, 2 Ekor Kambing

    • calendar_month Sabtu, 1 Agt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.127
    • 0Komentar

    BANK SumselBabel [BSB] kurban 18 ekor sapi dan 2 ekor kambing pada Idul Adha 1441 Hijriah. Kurban tersebut sebagai wujud rasa syukur dan ketaatan kepada Allah SWT. Namun disaat Pandemi ini, Bank SumselBabel tidak melakukan pemotongan hewan kurban sendiri, maka demi memberikan rasa aman kali ini Bank Sumsel Babel hanya menyerahkan hewan kurban kepada 18 […]

  • Gubernur Optimistis  Pembinaan Efektif Tingkatkan Skill dan Integritas Penyidik PNS di Sumsel 

    Gubernur Optimistis  Pembinaan Efektif Tingkatkan Skill dan Integritas Penyidik PNS di Sumsel 

    • calendar_month Kamis, 7 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 776
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel H. Herman Deru terus mendorong pembinaan peningkatan kemampuan (Binkatpuan) bagi penyidik Polri pengembangan fungsi Korwas dan PPNS Dinas/Instansi/Balai tingkat Provinsi serta Kasat Pol PP Provinsi/Kab/Kota. Melalui Binkatpuan yang digelar Biro Korwas Bareskrim Polri ini Gubernur Sumsel H. Herman Deru berharap dapat semakin mengembangkan kemampuan dan skill sumber daya PPNS di seluruh daerah di […]

  • Program Desa Cantik, Begini Harapan Pj Bupati OKI

    Program Desa Cantik, Begini Harapan Pj Bupati OKI

    • calendar_month Rabu, 4 Sep 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.556
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) berkolaborasi dengan pemerintah kabupaten (pemkab) setempat melakukan pencanangan Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) di kantor Bupati OKI, Senin (2/9/2024). Program ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pengelolaan data statistik di tingkat desa, agar perencanaan pembangunan desa lebih tepat sasaran dan berdaya guna.   […]

  • Kuliner Indonesia Curi Perhatian di Auckland Food Show

    Kuliner Indonesia Curi Perhatian di Auckland Food Show

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 42
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID,Auckland – Kuliner Indonesia berhasil mencuri perhatian ribuan pengunjung dalam ajang The Auckland Food Show 2026 di Auckland Showgrounds, Selandia Baru. Beragam hidangan khas Nusantara, mulai dari rendang, sate ayam dengan bumbu kacang, hingga sambal tradisional, menjadi sajian yang paling banyak diminati melalui sesi pencicipan langsung selama pameran berlangsung. Tak hanya makanan siap saji, berbagai […]

  • Muba Realisasikan Keluhan Warganya, Terkait Apa Ya ?

    Muba Realisasikan Keluhan Warganya, Terkait Apa Ya ?

    • calendar_month Rabu, 31 Jul 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.312
    • 0Komentar

    SULITNYA akses transportasi masyarakat kawasan perairan khususnya Kecamatan Lalan Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) terlebih saat dihadapkan pada persoalan untuk rujukan ke rumah sakit di Palembang membuat warga atau pasien seringkali mengeluh. Tak ingin kondisi tersebut berlarut, Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin melalui Dinas Kesehatan Muba telah menggangarkan dana untuk menyiapkan 1 unit speed […]

expand_less
WordPress Archive WooCommerce Variation Swatches Images WooCommerce Variation Swatches Master WooCommerce Variation Swatches Pro WooCommerce Variations as Products WooCommerce Variations Table WooCommerce Variations to Table – Grid WooCommerce Vinyl Stickers Labels Design WooCommerce Waitlist WooCommerce Waitlist | Pre-sale List | Back In Stock Notifier WooCommerce Wallet