Herman Deru Angkat Dampak Legalisasi Sumur Minyak Rakyat di Hadapan Bahlil
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 24 menit yang lalu
- visibility 7
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto :ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID, – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru menilai kebijakan legalisasi sumur minyak rakyat membawa dampak nyata bagi masyarakat. Di hadapan Ketua Umum Partai Golkar yang juga Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Herman Deru mengatakan kebijakan tersebut tidak hanya memberikan kepastian bagi masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor minyak rakyat, tetapi juga ikut menggerakkan perekonomian di berbagai wilayah Sumsel.
Pernyataan itu disampaikan Herman Deru saat menghadiri pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD Partai Golkar Sumsel di Ballroom Hotel Aryaduta Palembang, Minggu (2/8/2026). Meski forum tersebut merupakan agenda konsolidasi partai, Herman Deru lebih banyak menyoroti manfaat kebijakan yang menurutnya telah dirasakan langsung oleh masyarakat.
Menurut Herman Deru, legalisasi sumur minyak rakyat menjadi salah satu langkah yang memberi kepastian bagi masyarakat untuk menjalankan aktivitas ekonominya. Kebijakan tersebut dinilai mampu menciptakan dampak berantai karena bukan hanya menguntungkan masyarakat yang mengelola sumur minyak rakyat, tetapi juga mendorong tumbuhnya aktivitas usaha di sekitarnya.
“Langkah itu memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendorong perputaran ekonomi di berbagai wilayah Sumatera Selatan,” ujar Herman Deru.
Ia menambahkan, Sumatera Selatan menjadi salah satu daerah yang memiliki potensi besar di sektor minyak rakyat. Karena itu, kebijakan yang memberikan kepastian hukum dinilai penting agar aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan lebih baik dan memberi manfaat bagi perekonomian daerah.
Selain menyinggung kebijakan tersebut, Herman Deru juga mengajak seluruh kader Partai Golkar menjadikan Musda sebagai momentum memperkuat organisasi. Menurutnya, forum itu tidak hanya menjadi agenda memilih kepengurusan baru, tetapi juga ruang untuk melahirkan ide dan kepemimpinan yang mampu menjawab tantangan pembangunan.
“Setiap proses demokrasi yang berlangsung dengan baik akan melahirkan gagasan serta kepemimpinan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan,” katanya.
Herman Deru juga mengapresiasi kehadiran Bahlil Lahadalia di Sumatera Selatan. Menurutnya, kehadiran Ketua Umum Partai Golkar tersebut menunjukkan perhatian pemerintah pusat terhadap daerah, termasuk dalam mendorong kebijakan yang menyentuh kepentingan masyarakat.
Pada kesempatan itu, Herman Deru turut menyinggung hubungan Partai Golkar dengan berbagai elemen di Sumatera Selatan yang dinilai berjalan harmonis. Kondisi tersebut, kata dia, menjadi modal penting dalam menjaga stabilitas politik dan iklim pembangunan di daerah.
“Golkar di Sumsel berteman dengan semua, anti konflik, dan selalu bersahabat dengan seluruh elemen. Kondisi seperti ini tentu menjadi modal yang sangat baik dalam menjaga stabilitas daerah,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia mengatakan Musda merupakan forum untuk mengevaluasi kinerja kepengurusan sekaligus menyusun arah kebijakan partai ke depan. Ia menegaskan seluruh jajaran Partai Golkar memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan cita-cita para pendiri bangsa dan menjaga peran partai dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
Menurut Bahlil, Sumatera Selatan dipilih sebagai lokasi pelaksanaan Musda terakhir dari seluruh rangkaian Musda Partai Golkar di Indonesia. Ia berharap forum tersebut menghasilkan keputusan yang mampu memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus memperkokoh peran Partai Golkar di tengah masyarakat.
“Forum ini menjadi wadah untuk mengevaluasi laporan pertanggungjawaban kepengurusan sekaligus merumuskan langkah strategis partai ke depan,” kata Bahlil.
Pelaksana Tugas Ketua DPD Partai Golkar Sumsel Wihaji menyambut positif tingginya antusiasme kader yang hadir dalam Musda. Menurutnya, semangat tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat soliditas organisasi dan menyongsong agenda politik Partai Golkar di Sumatera Selatan.
Musda XI DPD Partai Golkar Sumsel juga dihadiri Wakil Gubernur Sumsel Cik Ujang, jajaran pengurus DPP Partai Golkar, pengurus DPD kabupaten/kota, kepala daerah, kader partai, serta tamu undangan lainnya. Sumatera Selatan menjadi provinsi terakhir yang menggelar rangkaian Musda Partai Golkar di tingkat nasional. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
