Rabu, 14 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pojok Fisip UIN Raden Fatah » Waspada Munculnya Politik Indentitas Jelang Pemilu 2024

Waspada Munculnya Politik Indentitas Jelang Pemilu 2024

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 3 Apr 2023
  • visibility 2.567
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DEMOKRASI di Indonesia sendiri pada dasarnya terus berdinamika dengan persoalan keanekaragaman yang seringkali menjadi pemicu ketidakharmonisan antar kelompok. Perbedaan atas dasar keragaman di Indonesia telah banyak mencatatkan sejarah sebagai faktor utama munculnya konflik, seperti konflik antar agama, antar etnis, antar suku, dll. Konflik-konflik tersebut semakin berkembang bukan saja sebagai konflik antar satu identitas melainkan telah memasuki babak baru sebagai konflik antar identitas.

Perluasan konflik antar identitas tersebut seringkali kita jumpai sebagai bagian dari proses demokratisasi, yang lebih tepatnya dikatakan sebagai “demokrasi liar”. “Demokrasi liar” tidak terbatas pada konsep demokrasi yang seharusnya diaplikasikan dalam kehidupan bernegara, akan tetapi ketidakterbatasannya kebebasan yang diberikan oleh demokrasi di Indonesia pada saat ini telah menciptakan huru hara tanpa henti, bahkan tanpa segan telah menyentuh ranah keyakinan kelompok beragama. Perbedaan pendapat dan pandangan lintas agama menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam isu politik masa kini.

Mengenai Politik identitas masih menjadi isu baru di Indonesia Walaupun pada dasarnya aspek-aspek tersebut telah ada sejak lama, efek yang ditinggalkan baru dirasakan belum lama ini. Apalagi ketika bentuk politik identitas digunakan sebagai ajang mencari massa oleh para pemangku kepentingan. Dalam hal ini, para elite politik menggunakan kesamaan suku, agama, ras dan etnik untuk mendapatkan dukungan dari masyarakat.

Berangkat dari pemilihan gubernur DKI Jakarta pada 2017 lalu, dapat kita pahami bahwa imbas dari adanya politik identitas ini begitu hebat. Efek langsung dari peristiwa tersebut tentu saja sangat terasa ketika masa pemilu presiden 2019. Dalam peristiwa tersebut, begitu banyak isu bernuansa politik identitas yang beredar di masyarakat, terutama melalui sosial media. Dimana hal itu tentu saja berbahaya karena berpotensi menggiring opini masyarakat.

Menurut Muhtadi (2019) adanya fenomena politik identitas dengan populisme agama akan menjadi ranjau bagi demokrasi negara ketika digunakan oleh pemimpin yang tidak cakap. Politik identitas akan menggiring opini publik bahwa orang yang tidak beridentitas sama dengan mereka tidak pantas untuk menjadi pemimpin. Ini tentu saja menyebabkan kaum minoritas akan kehilangan hak yang sama dalam pemerintahan negara, khususnya dalam ranah pemilu maupun pemilihan. Serta dikhawatirkan secara lambat laun akan mencederai demokrasi.

Sejak Pilgub DKI Jakarta 2017 lalu, penggunaan isu politik identitas mulai kerap digunakan dalam rangka mencari dukungan suara. Banyak hoax dan ujaran kebencian berbau SARA yang ditunjukkan kepada salah satu pasangan calon atau calon perseorangan, dengan harapan lawan politik kehilangan dukungan masyarakat. Masalahnya adalah, ketika isu-isu tersebut sampai ke calon pemilih yang tidak memiliki cukup pengetahuan dan mudah terpengaruh, besar kemungkinan para calon dari kaum minoritas ini akan kehilangan apresiasi rakyat. Bahkan sekalipun jejak karier serta prestasi calon tersebut cukup mumpuni untuk menjadi pemimpin atau wakil rakyat.

Lalu, bagaimana dampak dari adanya politik identitas itu sendiri? Menurut Aryojati (2020) maraknya isu populisme dalam politik identitas akan mengancam persatuan dan kesatuan masyarakat Indonesia. Penggunaan isu keagamaan dalam penghimpunan dukungan politik mempunyai lubang besar yang bisa saja ditumpangi oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dan memang menginginkan perpecahan Indonesia. Jika hal ini terus berlanjut, semangat persatuan dan kesatuan yang rendah akan meningkatkan potensi polarisasi masyarakat bahkan elite politik.

Selanjutnya, menurut Anam (2019) politik identitas juga berpotensi menghancurkan prinsip-prinsip demokrasi. Kita tahu bahwa sistem demokrasi telah menjadi sistem pemerintahan yang dianut Indonesia mengingat pluralisme masyarakatnya. Apabila populisme dalam politik identitas semakin menguat, tidak akan ada lagi keadilan sosial, persamaan hak untuk seluruh rakyat Indonesia, bahkan kebebasan untuk orang lain maupun diri sendiri.

Politik identitas berbasis agama yang digunakan dalam kampanye politik juga akan menciptakan jurang pemisah antar kelompok umat beragama di Indonesia. Kuatnya tekanan dari kelompok agama radikal di Indonesia secara tidak langsung akan memberikan dampak buruk bagi pemeluk agama yang lain. Pemeluk agama minoritas akan merasa didiskriminasi, sehingga akan memunculkan perpecahan antar umat beragama.

Belajar dari pengalaman pemilu serentak 2019, tidak menutup kemungkinan bahwa isu-isu itu akan kembali muncul dalam pemilu tahun 2024 mendatang. Peristiwa yang lalu memiliki kesempatan besar untuk terus digaungkan oleh kelompok radikal demi keuntungan pribadi. Begitu pula oleh golongan-golongan yang memang pada dasarnya menginginkan perpecahan antara kaum mayoritas dan kaum minoritas di Indonesia.

Menghilangkan praktek politik identitas akan menjadi salah satu PR penting bagi Indonesia menjelang pemilu 2024 mendatang. Hal ini menjadi penting, terlebih karena berhubungan erat dengan kesetaraan hak, persatuan dan kesatuan masyarakat, serta prinsip-prinsip demokrasi. Apalagi, masalah SARA merupakan hal yang lumayan sensitif untuk dijadikan alat kampanye.

Sebagai negara yang multikultural serta demokratis, sudah sepantasnya semua masyarakat memiliki kesetaraan hak dalam pemilu. Tidak hanya orang Jawa yang bisa menjadi pemimpin negara, orang luar Jawa juga bisa. Tidak hanya orang islam saja yang bisa menjadi pemimpin negara, orang non-islam juga bisa. Dalam artian bahwa hak seseorang untuk menjadi pemimpin atau wakil rakyat tidak didasarkan pada suku, agama, ras, atau etnik semata, tapi lebih kepada kemampuan orang-orang itu untuk memimpin dan mengayomi masyarakat.[***]

 

Oleh : Muhammad Iqbal

Mahasiswa Uin Raden Fatah Palembang

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Musda IV DWP Sumsel

    Musda IV DWP Sumsel

    • calendar_month Selasa, 28 Jan 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.212
    • 0Komentar

    SEKDA Sumsel Nasrun Umar secara resmi membuka Musyawarah Daerah IV tahun 2019 Dharma Wanita Persatuan (DWP) Sumsel di Griya Agung, Selasa (28/01/2020). Pembukaan Musda IV DWP Sumsel ditandai dengan pemukulan gong oleh Sekda Nasrun Umar didampingi Ketua DWP Sumsel Renny Devy Nasrun Umar, juga disaksikan Penasehat DWP Sumsel Febrita Lustia Herman Deru, serta Fauziah Mawardi […]

  • Jaga Kerahasiaan Data, 1.000 Perusahaan Sepakati PKS dengan Kemendagri

    Jaga Kerahasiaan Data, 1.000 Perusahaan Sepakati PKS dengan Kemendagri

    • calendar_month Kamis, 16 Agt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.050
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, JAKARTA – Sebanyak 1.000 perusahaan di Indonesia berkomitmen menjaga keamanan dan kerahasiaan data guna mengantisipasi agar tidak dimanfaatkan berbagai pihak, terutama untuk mendukung kebutuhan verifikasi dan validasi layanan. Komitmen itu dibuktikan dengan diadakannya deklarasi dan penandatangan perjanjian kerja sama (PKS) dengan Ditjen Dukcapil Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri). Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri Zudan Arif […]

  • Saat Asian Games, Jokowi Pastikan RI Aman dan Terkendali

    Saat Asian Games, Jokowi Pastikan RI Aman dan Terkendali

    • calendar_month Senin, 28 Mei 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 953
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Jakarta – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meminta saat Asian Games Agustus nanti, Indonesia dalam kondisi aman dan terkendali untuk dikunjungi tamu dari negara-negara Asia. “Untuk ratas kali ini saya ingin memastikan lagi, ingin memastikan baik kesiapan infrastruktur pembangunan venue maupun non venue,” kata Presiden Jokowi dalam Ratas yang berlangsung di Kantor Presiden, Jakarta, […]

  • Pesan Pj Gub Sumsel untuk Pjs & Plt Kepala daerah di Sumsel yang dikukuhkan

    Pesan Pj Gub Sumsel untuk Pjs & Plt Kepala daerah di Sumsel yang dikukuhkan

    • calendar_month Rabu, 25 Sep 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.349
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Penjabat (Pj) Gubernur Sumsel Elen Setiadi mengukuhkan Pjs. Bupati Ogan Ilir Kurniawan Abadi , Pjs. Bupati Musi Rawas Deva Oktavianus Coriza , Pjs. Bupati OKU Timur Edward Juliarta dan Penyerahan Surat Pelaksanaan Tugas Bupati Muratara Inayatullah, bertempat di Griya Agung Palembang, Selasa, (24/9/2024). . Dalam Sambutannya Elen Setiadi Mengucapkan selamat kepada para pejabat […]

  • HBA ke 64 ada pesan-pesan Kejagung di Kejari OKI

    HBA ke 64 ada pesan-pesan Kejagung di Kejari OKI

    • calendar_month Selasa, 23 Jul 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.096
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Kejaksaan mampu hadir untuk menjawab harapan masyarakat dan bangsa dalam mewujudkan keadilan, kemanfaatan, dan kepastian hukum. Serta mampu melaksanakan penegakan hukum dan pemberantasan kejahatan tanpa pandang bulu, namun dengan tetap menjaga sisi humanis. Kepala Kejaksaan Negeri OKI, Hendri Hanafi SH MHH mencapai  amanat Kejaksaan Agung RI, Sanitiar Burhanuddin pada peringatan HBA 2024 dengan […]

  • (Update)  Tambah 7 Pasien, Jumlah Total Pasien  Positif COVID-19 Mencapai 88 Orang Di Banyuasin

    (Update) Tambah 7 Pasien, Jumlah Total Pasien Positif COVID-19 Mencapai 88 Orang Di Banyuasin

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2020
    • account_circle Asri
    • visibility 1.008
    • 0Komentar

    GUGUS Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Banyuasin, menyatakan terdapat 7 tambahan kasus baru yang terkonfirmasi positif COVID-19, sehingga saat ini total kasus di Kabupaten Banyuasin jumlah totalnya mencapai 88 orang. Namun Ada Kabar Baik 3 orang Terkonfirmasi Sembuh. “Ada tambahan kasus yang terkonfirmasi Positif COVID-19. Saat ini terdapat 88 kasus positif COVID-19 di Kabupaten Banyuasin, […]

expand_less
WordPress Archive Travel Booking – WooCommerce WordPress Plugin Traveler - Travel Booking WordPress Theme [Demo Import Working] Travel – Tour Booking WordPress Theme Travel Trek - Tour and Travel Agency Elementor Template Kit Travel WordPress Theme – GoExplore! Travelador – Blog Tourism & WooCommerce Shop Theme Travele – Travel & Tour Agency Elementor Template Kit Travelera – WordPress Blog Theme Travelin - Travel Tour Booking Elementor Template Kit Travelio – Travel & Tourism Elementor Template Kit