Senin, 5 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pojok Fisip UIN Raden Fatah » Strategi Pencitraan Politik Melalui Media

Strategi Pencitraan Politik Melalui Media

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 1 Jul 2021
  • visibility 2.456
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PENCITRAAN politik berasal berasal dari gabungan dua kata citra dan politik. “Citra menurut Frank Jefkins yakni kesan seseorang atau individu tentang sesuatu yang muncul sebagai hasil dari pengetahuan dan pengalaman. Menurut Soleh Soemirat dan Elvinaro citra adalah bagaimana pihak lain memandang sebuah perusahaan, seseorang, suatu komite, atau suatu aktivitas. Dan menurut Buchari Alma citra merupakan perasaan atau konsepsi yang ada pada publik mengenai perusahaan terhadap  suatu objek, orang atau lembaga. Sedangkan politik terdapat dua pengertian, secara teoritis adalah mengambil keputusan berdasarkan kebijaksanaan, sedangkan secara praktis cara untuk mencapai suatu tujuan. (Novel Ali, 1999).

Jadi citra dapat diartikan perasaan atau konsepsi bagaimana pihak lain memandang suatu objek baik individu ataupun lembaga. politik pencitraan diri dilakukan sebagai  suatu tindakan untuk mencapai tujuan dengan cara melakukan konsepsi terhadap orang lain untuk melihat apa yang dilakukan.

Sedangkan Komunikasi Politik adalah “Seluruh proses transmisi, pertukaran, dan pencarian informasi (termasuk fakta, opini, keyakinan, dan lainya) yang dilakukan para partisipan dalam rangka kegiatan politik yang terlembaga.”(Seta Basra, 2011) Ilmu Komunikasi bukanlah disiplin ilmu yang seratus persen bersifat teoritis, Komunikasi politik di Indonesia, dipakai oleh aktor politik sebagai ajang pembentukan opini publik melalui pencitraan-pencitraan yang dilakukan dalam bentuk berita di media cetak maupun iklan di media elektronik. Saat penyelenggaraan pemilihan kepala daerah isu-isu politik disebarkan, akibatnya menimbulkan keresahan di masyarakat hal ini dapat dikaji dari lunturnya pergerakan politik rakyat, dalam memperjuangkan hak-hak rakyat.

Kecenderungan tersebut secara langsung akan menimbulkan keresahan di masyarakat, ketika masyarakat dibuat bingung oleh transformasi (pertukaran arus informasi) simbol-simbol politik, yang bernada kasak-kusuk, saling  tuding menuding dan menjelak-jelekan  pihak lain, tetapi selalu mengangap diri, kelompok atau golongan sendiri sebagai yang benar. Akibatnya, baik masyarakat maupun pemerintahan berada didalam kondisi dibawah kekuasaan komunikasi politik (Political Communication), yang penuh akan kepentingan. Dampak komunikasi politik tak dapat dihindari. Komunikator (aktor politik) dalam proses komuniasi politik memainkan peran sosial utama, terutama dalam pembentukan opini publik.

Sekalipun secara teoritis komunikasi politik di era keterbukaan justru harus menempatkan rakyat sebagai prioritas, tetapi mayoritas masyarakat masih tetap menjadikan pemerintahan sebagai sumber terpercaya. Dengan kata lain informasi politik yang layak dipercaya (credible) adalah yang bersumber dari pemerintah. Itu berarti masyarakat tetap membiarkan berlangsungnya komunikasi politik dengan etika komunikator bukan dipihak rakyat, melainkan dipihak pemerintah.

Proses komunikasi politik pada era keterbukaan adalah “proses sharing of needs and interst (berbagai kebutuhan dan kepentingan), baik antar unsur pemerintah, masyarakat, maupun antara pemerintah dan masyarakat,  hal ini harus berlangsung tanpa manipulasi, baik terbuka maupun terselubung”(Novel Ali, 2009). Ini berarti masyarakat tidak boleh lagi menerima kebenaran simbol komunikasi politik hanya karena pemerintah bertindak sebagai sumbernya.

Masyarakat harus melakukan check and recheck untuk mengkonfirmasikan kebenaran sumber informasi yang diperoleh. Belajar dari opini publik akan banyak memperoleh pengetahuan praktis. Sekedar untuk bercermin kepada realitas sejarah bahwa mereka yang bersikap tidak memperdulikan opini publik akan jatuh lebih cepat.  Apapun dan siapapun orangnya, yang mengangkat opini publik sebagai suatu yang artificial (palsu), akan dihancurkan oleh opini publik itu sendiri.

Bila komunikasi politik dilandasi oleh keinginan membentuk kebersamamaan, melalui proses berbagai kehendak, harapan, kebutuhan, kepentingan, dan sebagainya diharapkan komunikasi politik yang hanya mengedepankan kepentingan orang atau kelompok tertentu akan tercegah, sehingga tidak akan sempat menimbulkan keresahaan bagi pihak manapun.

Untuk itu tidak  boleh ada satu pihak-pun di negeri ini yang seolah memiliki kekuasaan mutlak untuk mengatur pihak lain. Atau memandang diri sendiri, kelompok, atau golongannya, lebih berjasa, dan senantiasa lebih benar dibandingkan pihak lain. Inilah mengapa Politik sering kali ditafsirkan sebagai kekuasaan, artinya politik juga dipandang sebagai alat untuk mencapai kekuasaan, sedangkan untuk mencapai kekuasan ada cara dan strategi yang harus dilakukan agar dapat mencapai kekuasaan tersebut.

Pencitraan dilakukan untuk menimbulkan kesan seseorang terhadap suatu obyek tertentu, sikap dan tindakan seseorang terhadap terhadap obyek tersebut akan ditentukan oleh citra obyek yang menampilkan kondisi yang paling baik.(Kartika Djoemadi, 2010). Strategi pencitraan yang terstruktur akan mempermudah dalam mempengaruhi penilaian, tanggapan, opini, kepercayaaan publik, asosiasi, lembaga dan juga simbol-simbol tertentu terhadap bentuk pelayanan, nama perusahaan, penguasa, pribadi orang tertentu, nama perusahaan dan merek suatu produk atau barang atau jasa yang diberikan kepada publik sebagai khalayak sasaran (audiens).

Berbicara mengenai strategi pencitraan, tak lepas dari peran media massa sebagai alat untuk melakukan strategi pencitraan. Peranan media sebagai tempat untuk pemberitakan mengakibatkan pemberian citra dari sebuah aktivitas yang dilakukan oleh aktor politik yang diberitakan, ini akan menjadi perhatian publik. Strategi pencitraan yang dilakukan pada media cetak menjadi agenda pengaturan yang penting bagi aktor politik. Jika berita-berita tersebut  dijadikan berita utama (headline) pada media cetak akan menjadi perhatian publik, artinya publik disodorkan berita yang memang diagendakan oleh media cetak menjadi berita utama. Dari pengamatan yang dianalisis hal demikian dilakukan atau  diagendakan oleh Harian Umum Berita Pagi terhadap kegiatan-kegiatan Alex Noerdin, yang hampir dapat dilihat pada  berita utamanya. Inilah strategi yang dilakukan oleh Alex Noerdin pada media cetak.

Media massa mempunyai peran penting dalam mensosialisasikan nilai-nilai tertentu kepada masyarakat. Hal tersebut tampak dari fungsi yang dijalankan oleh media massa yaitu sebagai alat untuk mengawasi lingkungan (surveillance of the environmet), menghubungkan bagian-bagian dalam masyarakat (correlation of the parts of society), mengirimkan warisan sosial (transmission of the social heritage), dan memberikan hiburan (entertainment).

Strategi  pencitraan dilakukan pada media cetak didasarkan pada beberapa alasan, yakni pertama adalah karena saat ini politik berada di era mediasi (Politics In The Age Of Mediation), yaitu media massa sebagai tempat untuk melakukan proses mediasi antara kepentingan publik dan politik, karena kehidupan politik tidak dapat dipisahkan dari media massa.  Para aktor politik dalam melakukan strategi pencitraan berusaha menarik perhatian wartawan agar aktivitas politiknya memperoleh liputan dari media.  Yang kedua adalah peristiwa politik dalam bentuk tingkah laku dan pernyataan para aktor politik selalu mempunyai nilai berita sekalipun peristiwa politik itu bersifat rutin belaka, misalnya kegiatan rapat kerja partai atau pertemuan seorang tokoh politik dengan para pendukungnya.  Apalagi jika peristiwa politik itu bersifat luar biasa seperti pemilihan kepala daerah.  Sehingga liputan politik senantiasa menghiasi koran setiap harinya.

Dari pemikiran tersebut, para aktor politik dalam melakukan proses pencitraan terhadap dirinya maupun pencitraan partai politik yang diusungnya bisa memanfaatkan media massa yang memberikan pengaruh besar kepada publik.  Pesan-pesan politik yang dihadirkan oleh para aktor politik biasanya disusun terlebih dahulu sehingga sesuai dengan target pencitraan yang diinginkan melalui media massa, karena efek yang lebih besar dapat terjadi jika isi media lebih disesuaikan dengan karakteristik masing-masing media yang berfungsi sebagai transmitter.  Selain itu khalayak pembaca harus ditentukan, karena segmentasi pembaca akan memperjelas besar-kecilnya pengaruh yang diharapkan. Kemampuan yang dimiliki media massa  inilah banyak diincar oleh pihak-pihak yang ingin menggunakan untuk kepentingan politik tertentu.

Atas dasar kenyataan ini wajar banyak aktor politik yang mendirikan atau menanamkan saham pada penerbitan koran, pada saat-saat penting dalam kehidupan berpolitik di Indonesia seperti pada masa kampanye pemilu, saat terjadi krisis politik, konflik antar para pendukung partai, deklarasi partai politik baru, maupun isu-isu mengenai partai politik yang saat ini menjadi status quo hal media cetak dapat digunakan sebagai alat propaganda dan pencitraan politik.

Salah satu teknik pencitraan yakni Propoganda yang merupakan salah satu cara yang digunakan untuk membuat suatu pencitraan dari suatu objek (aktor politik) terhadap subjek (publik), propaganda dilakukan untuk mempengaruhi sikap dan prilaku publik. Selain itu sebagai alat untuk menyampaikan pesan dari satu orang ke orang lain.

“Propaganda berasal dari bahasa latin propagare artinya cara tukang kebun menyemaikan tunas tanaman ke lahan untuk memproduksi tanaman baru yang kelak akan tumbuh sendiri”(Nuruddin, 2002). Dari sejarahnya sendiri propaganda pada awalnya untuk mengembangkan atau memekarkan agama Katholik Roma baik di Italia maupun Negara-negara lain, saat ini propaganda digunakan bukan hanya bidang keagamaan saja tetapi juga dalam bidang pembangunan, politik, komersial, pedidikan dan lain-lain. Sehingga kita mengenal (tekhnik) propaganda juga digunakan dalam bidang seperti humas, kampanye politik dan periklanan.[***]

 

Ainur Ropik

Penulis adalah  Dosen Ilmu Politik UIN Raden Fatah Palembang

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wujudkan Keamanan Pangan Terpadu, OKI Gandeng BPOM Palembang

    Wujudkan Keamanan Pangan Terpadu, OKI Gandeng BPOM Palembang

    • calendar_month Jumat, 11 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 811
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Ogan Komering Ilir berupaya mewujudkan Keamanan Pangan Terpadu dengan menjalin kerjasama dengan BPOM Palembang serta mendukung program prioritas nasional Desa Pangan Aman/Pasar Aman Berbasis Komunitas/Panfan Jajanan Anak Usia Dini. “Keamanan pangan merupakan tanggung jawab bersama, maka dari itu sinergitas menjadi kunci untuk mengoptimalkan program GERMAS SAPA di OKI”, terang Bupati OKI melalui Asisten […]

  • Tingkatkan Kualitas SDM, Pendidikan Jadi Isu G20

    Tingkatkan Kualitas SDM, Pendidikan Jadi Isu G20

    • calendar_month Senin, 24 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 749
    • 0Komentar

    INDONESIA mengangkat empat isu utama untuk dibahas bersama oleh negara anggota G20. Yakni, kualitas pendidikan untuk semua, teknologi digital dalam pendidikan, solidaritas dan kemitraan, dan masa depan dunia kerja. Isu pendidikan menjadi hal strategis yang dibahas dalam pertemuan negara-negara Group of Twenty atau G20. Presidensi atau Keketuaan Indonesia berperan menentukan agenda prioritas dalam rangkaian pertemuan […]

  • Iduladha, Menko Polhukam Imbau Masyarakat Salat Iduladha di Rumah

    Iduladha, Menko Polhukam Imbau Masyarakat Salat Iduladha di Rumah

    • calendar_month Selasa, 20 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 877
    • 0Komentar

    MENJELANG pelaksanaan salat Iduladha 1442 Hijiriah, Selasa (20/07/2021) ini, Menko Polhukam Mahfud MD mengimbau umat Islam melaksanakan shalat Idul Adha di rumah masing-masing dan melaksanakan kurban dengan protokol kesehatan yang ketat. “Mari kita rayakan sesuai situasi dan kondisi, yaitu situasi Covid-19, oleh sebab itu kita tidak melakukan kerumunan. Sebaiknya shalat dilakukan di rumah masing-masing sebagaimana […]

  • Survei PUSKAPI : Toha-Rohman Salip Lucianty-Syafaruddin

    Survei PUSKAPI : Toha-Rohman Salip Lucianty-Syafaruddin

    • calendar_month Rabu, 20 Nov 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.804
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, -Elektabilitas pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Musi Banyuasin nomor urut 1 Lucianty-Syafaruddin mengalami penurunan, uniknya kemorosotan elektabilitas tersebut justru terjadi saat pelaksanaan Pilkada Musi Banyuasin tinggal menyisakan hitungan hari, hal ini terungkap dari rilis hasil survei Pusat Kajian Pemilu Indonesia (PUSKAPI) tentang Pilkada Musi Banyuasin 2024 yang digelar di Hotel  The 101 Palembang, […]

  • HUT TNI Gelar Olahraga Bersama, Gubernur Ini Kuatkan Imun Tubuh Upaya Tangkal Covid

    HUT TNI Gelar Olahraga Bersama, Gubernur Ini Kuatkan Imun Tubuh Upaya Tangkal Covid

    • calendar_month Kamis, 30 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 867
    • 0Komentar

    MENYEMARAKAN Hari Ulang Tahun (HUT) Ke – 76 Tentara Negara Indonesia (TNI), Gubernur Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru dan Forkopimda Sumsel menggelar olahraga bersama di Makojasdam II/Sriwijaya, Kamis (30/9). Bahkan untuk menjadikan olahraga bersama tersebut lebih meriah Gubernur menyiapkan 4 unit sepeda motor sebagai hadiah doorprize bagi peserta  yang beruntung. Dengan didampingi Pangdam II/Sriwijaya […]

  • FBBI Sungai Lilin Dikukuhkan, Proses Pelantikan Patuhi Protokes COVID-19

    FBBI Sungai Lilin Dikukuhkan, Proses Pelantikan Patuhi Protokes COVID-19

    • calendar_month Minggu, 13 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 725
    • 0Komentar

    PENGURUS Pengurus Forum Bangso Batak Indonesia (FBBI) terus diperkuat di Kabupaten/Kota Sumatera Selatan hingga ke tingkat Kecamatan. Kali ini, pada Jumat (11/9/2020) secara resmi untuk pertama kali di kKabupaten Musi Bayuasin, yakni di Kecamatan Sungai Lilin memiliki organisasi FBBI yang merupakan organisasi wadah perkumpulan dari seluruh sub etnis “puak” Batak. Yaitu Toba, Simalungun, Karo, Pakpak, […]

expand_less
WordPress Archive Newsblock – News & Magazine WordPress Theme with Dark Mode Newser – Newspaper & Magazine WordPress Theme Newsfox – Newspaper and Magazine WordPress Theme Newsify – Modern Magazine WordPress Theme Newsmag – News Magazine Newspaper Newsmax – News & Magazine WordPresss Theme Newsomatic – Automatic News Post Generator Plugin for WordPress Newsource – Multi-Concept Blog & Magazine WordPress Theme Newspaper - News & WooCommerce WordPress Theme [Cloud Templates working] NewsPilot – Automatic News Aggregator & Script