Senin, 17 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Peristiwa » Sisik Berdarah dan Jaringan Gelap: Ketika Trenggiling Lebih Mahal dari Berlian Korea

Sisik Berdarah dan Jaringan Gelap: Ketika Trenggiling Lebih Mahal dari Berlian Korea

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 23 Jul 2025
  • visibility 676
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

“Jangan karena ingin kaya mendadak, malah jadi mendadak masuk bui. Sisik trenggiling itu bukan abon, kawan. Itu nyawa bergulir pakai sisik, bukan pakai helm!”

DI negeri yang katanya kaya flora fauna ini, trenggiling rupanya harus menyamar jadi batu akik demi bisa hidup tenang. Di hutan, ia mengendap-endap, bukan karena pemalu, tapi takut kepalanya dijadikan ‘souvenir’ dan sisiknya dijual ke pasar gelap internasional yang lebih licin dari minyak rambut Rhoma Irama.

Kabar terbaru dari Balai Gakkum Jabalnusra bikin bulu kuduk kita berdiri miring. Lagi-lagi ada yang tertangkap karena main sisik ilegal, bukan sisik ular tangga atau kepik emas, tapi sisik trenggiling, si makhluk nokturnal yang kalau berjalan suaranya kayak sendok jatuh di atas seng.

Tersangka terbaru, inisial PAI (bukan PAI pelajaran agama, ya), asal Kebumen, ditahan resmi karena diduga jadi makelar trenggiling. Dari kasus ini, terkuak bahwa 165 kilogram sisik itu setara dengan mayat lebih dari 400 trenggiling dewasa, kalau ini festival, ini bukan pesta rakyat, tapi pesta pembantaian!

Coba bayangkan, 400 trenggiling. Kalau semua ngumpul, bisa bikin orkestra sisik, atau bikin komunitas pecinta tidur siang. Tapi kenyataannya, mereka dijadikan barang dagangan yang konon harganya di pasar gelap bisa lebih tinggi dari bonus gaji ke-13 PNS. Di Cina atau Vietnam, sisik ini dipercaya bisa menyembuhkan reumatik, kanker, sampai patah hati. Sementara di Indonesia, trenggiling cuma minta hidup tenang dan makan semut. Ironis bukan?

Di luar negeri, seperti di Kenya dan Nepal, pemerintahnya rela menyisihkan anggaran khusus buat pelatihan “Satwa Rangers” semacam Hansip Hutan, tapi bersertifikat dan bersenjata kamera drone.

Di sana, membunuh satu gajah bisa bikin pelakunya dihukum lebih lama dari pelaku korupsi kelas kakap. Di Indonesia? Ya… baru juga nonton YouTube tentang trenggiling, eh udah muncul DM nawarin sisik asli. Luar biasa sekali mafia digital kita ini bisa buka cabang lebih cepat dari minimarket.

Gakkum Kehutanan kita memang tidak tinggal diam, mereka sudah menyiapkan strategi ala Avengers mulai dari patroli siber, operasi lapangan, sampai kerja sama lintas lembaga dan lintas doa. Tapi, tetap saja, sindikat ini ibarat cabe rawit dalam mie instan tersembunyi, tapi pedasnya minta ampun.

Mereka bergerak diam-diam, lintas provinsi, bahkan lintas dunia, dari warung kopi ke Grogol, dari Jawa ke luar negeri. Bukan jual beli biasa, ini mafia ekosistem.

Pak Dirjen Dwi Januanto dan Kepala BKSDA Pak Didid sudah bicara lantang. Mereka bahkan menyebut bahwa kejahatan ini sudah masuk definisi organized transnational crime ala UNODC dan INTERPOL. Tapi pertanyaan kritisnya apakah jerat hukum kita cukup tajam? Jangan sampai hukum kita cuma jadi jaring bolong, pelakunya lari sambil nyanyi dangdut.

Denda Rp5 miliar dan hukuman 15 tahun penjara memang terdengar berat, tapi kalau pelakunya cuma ‘kaki tangan’, bos besarnya enteng saja kabur lewat bandara, sambil nyaru jadi penumpang travel Umrah. Inilah PR besar negara memberantas jaringan, bukan cuma mengejar pelaku eceran.

Sisik trenggiling sudah jadi seperti valuta asing bagi para kriminal nilainya naik saat manusia makin hilang empati. Sungguh miris, ketika seekor hewan yang bahkan gak bisa melawan manusia jadi sasaran empuk kerakusan.

Coba bayangkan, kalau trenggiling bisa bicara. Mungkin dia akan bilang, “Kami ini bukan suku naga. Sisik kami bukan untuk gelang mistik atau obat awet muda. Kami hanya ingin hidup dan tidur nyenyak tanpa dijadikan bahan Instagram story penyelundup”

Negeri ini katanya Nusantara, negeri sejuta flora fauna, tapi kok, satwanya dijual, hutannya dibabat, airnya dikotori. Kita seperti membiarkan keindahan berubah jadi kenangan. Dan bila tidak segera sadar, anak cucu kita nanti cuma bisa mengenal trenggiling dari gambar stiker dinding TK.

Satwa ilegal

Perdagangan satwa ilegal bukan cuma soal hukum dan ekonomi gelap, ini soal moralitas, soal siapa kita sebagai manusia.

Di saat negara lain berlomba menjaga biodiversitasnya, kita malah membabat dan menjualnya. Ingat pepatah orang tua “Jangan jual rumah hanya demi beli payung saat hujan”. Begitulah alam kalau terus kita rusak, kita juga yang akan kehujanan tanpa atap.

Kita bukan cuma butuh penegakan hukum, kita butuh gerakan budaya, mengedukasi dari sekolah dasar, dari tayangan televisi, dari ceramah Jumat, bahkan dari obrolan tongkrongan. Bahwa menyelamatkan trenggiling itu bukan kerjaan aktivis, tapi tugas semua manusia yang masih punya hati.

Trenggiling bukan pahlawan super. Dia gak bisa terbang atau punya jurus api. Tapi keberadaannya menjaga keseimbangan ekosistem. Maka, mari jadi manusia yang tidak kalah dari semut makhluk kecil yang justru dihormati trenggiling. Karena kalau kita terus rakus, mungkin besok yang punah bukan cuma trenggiling, tapi rasa malu kita sebagai manusia.

“Jangan sampai kelak kita ditertawakan anak cucu, bukan karena kita miskin, tapi karena kita terlalu pintar membunuh yang tak bisa melawan”.

Sisik bukan untuk dijual, tapi untuk dilindungi. Trenggiling bukan untuk dimakan, tapi untuk dibiarkan makan dengan tenang. Negara bukan hanya untuk dihormati, tapi untuk hadir membela yang tak bersuara.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kedaulatan AI Indonesia Bukan Soal Menutup Diri, Ini 4 Kunci agar Tak Jadi Pasar Teknologi Global

    Kedaulatan AI Indonesia Bukan Soal Menutup Diri, Ini 4 Kunci agar Tak Jadi Pasar Teknologi Global

    • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 7
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Indonesia sedang memasuki fase penting dalam perlombaan kecerdasan artifisial (AI). Teknologi ini berkembang begitu cepat, sementara negara-negara di dunia berlomba membangun talenta, pusat data, kapasitas komputasi, hingga riset yang akan menentukan siapa yang sekadar menggunakan AI dan siapa yang ikut menciptakannya. Di tengah persaingan itu, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan satu […]

  • Top 25 Calon Duta Genre 2018 Siap Dikarantina

    Top 25 Calon Duta Genre 2018 Siap Dikarantina

    • calendar_month Kamis, 3 Mei 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.071
    • 0Komentar

    “Selain itu Duta genre ini juga diharapkan menjadi wadah bagi remaja yang memiliki bakat dan minat dalam pengabdian untuk masyarakat khususnya remaja yang berjiwa nasionalis, berhati besar, serta berwawasan luas,”

  • 720 UKM di Muba Dapat Bantuan Modal Usaha

    720 UKM di Muba Dapat Bantuan Modal Usaha

    • calendar_month Kamis, 15 Feb 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 854
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,  – Penjabat (Pj) Bupati Musi Banyuasin (Muba) H Apriyadi Mahmud bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Muba kembali salurkan bantuan tambahan Modal Usaha Kepada Pelaku Usaha Kecil atau UKM di Kabupaten Muba sebanyak 720 UKM, masing-masing mendapatakan Rp 2.500.000. Acara berlangsung di Auditorium Pemkab Muba, Kamis (15//2/2024). Pj Bupati Muba H Apriyadi Mahmud […]

  • Palembang Kota Tua, Seni Muda yang Tak Mau Nunggu Perda

    Palembang Kota Tua, Seni Muda yang Tak Mau Nunggu Perda

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.090
    • 0Komentar

    PALEMBANG kota tua, seni muda, kalimat ini bukan hasil perenungan dini hari, tapi celetukan seorang seniman Palembang saat ditanya soal Perda Kesenian. Ia tertawa pendek, lalu nyeletuk, “Kalau nunggu Perda, kami bisa keburu botak duluan” Palembang memang kota tua, sejarahnya panjang, ceritanya tebal, bukti arkeologinya tidak sedikit. Namun, dalam urusan seni, kota setua ini justru […]

  • Angkat Produk Unggulan NTT dengan Gernas BBI

    Angkat Produk Unggulan NTT dengan Gernas BBI

    • calendar_month Rabu, 24 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.694
    • 0Komentar

    KEMENTRIAN Komunikasi dan Informatika mendukung Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) untuk meningkatkan inovasi dan kreasi perajin Indonesia. Salah satu upaya yang dilakukan dengan mengangkat produk unggulan perajin tenun di Nusa Tenggara Timur. “Gernas BBI dicanangkan oleh Bapak Presiden Joko Widodo. Salah satu kegiatan yang menyukseskan gerakan ini adalah webinar dan workshop yang bersama-sama kita […]

  • Pasti Kamu Tertarik Nantinya, Karena Daerah Ini Bakal Jadi Destinasi Wisata Baru, Selain Itu Memang Tujuannya Utama Untuk Entaskan Kawasan Kumuh di Palembang. Diakui Harno, Meski Ada Kendala Sedikit, Tapi Pembangunannya Juli InshaAllah Rampung, Alasannya ?

    Pasti Kamu Tertarik Nantinya, Karena Daerah Ini Bakal Jadi Destinasi Wisata Baru, Selain Itu Memang Tujuannya Utama Untuk Entaskan Kawasan Kumuh di Palembang. Diakui Harno, Meski Ada Kendala Sedikit, Tapi Pembangunannya Juli InshaAllah Rampung, Alasannya ?

    • calendar_month Rabu, 16 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.247
    • 0Komentar

    WALIKOTA Palembang H.Harnojoyo, kembali melakukan peninjauan progres  pembangunan Sekanak- Lambidaro. Orang nomor satu di kota tertua di Indonesia ini, perhatiannya fokus dipembangunan Lebak Cindo, bagian terpenting pembangunan Sekanak – Lambidaro, yang terletak dipusat perkotaan tidak jauh dari Transmart Palembang.“Juli ini, InshaAllah sudah rampung,” kata Harnojoyo. Lebak Cindo yang memiliki panjang 540 meter ini, kata Harnojoyo […]

expand_less
WordPress Archive Vertical Ultimate 3D Carousel WordPress & WooCommerce Plugin Verve – Creative Agency, Studio, Personal & Portfolio WordPress Theme Vespia – Creative Coming Soon WordPress Plugin Vestige – Museum Responsive WordPress Theme Vestre | Creative Photography & Portfolio WordPress Theme Vestry – Church Vethouse – Pet Care & Veterinary Theme Vetrio – Veterinary Clinic & Pet Care Elementor Template Kit VETS – Veterinary Medical Health Clinic WP Theme Vevent - Event Planner & Organizer Elementor Template Kit