Jumat, 14 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Peristiwa » Telur penyu & tukang nyelundup yang nyaris lulus jadi omelet Internasional

Telur penyu & tukang nyelundup yang nyaris lulus jadi omelet Internasional

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 21 Jul 2025
  • visibility 669
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kisah dagelan lintas lautan dan upaya menyelamatkan penyu dari nasib jadi sarapan Serikin

“Jangan mentang-mentang telur bentuknya bulat, lalu bisa keluyuran lintas negara kayak turis bawa koper!” ujar Bang Salim sambil menggoyang sendok kopi di warung pelabuhan.

WAJAHNYA serius, tapi bibirnya tak tahan untuk meringis, karena yang ia bicarakan bukan telur biasa, tapi telur penyu. Telur-telur eksotis yang lebih layak jadi bayi-bayi bersirip ketimbang menu sarapan di pasar gelap Serawak.

Ceritanya dimulai dari Pelabuhan Sintete, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Sabtu pagi (6/7), seorang petugas menemukan hal janggal sebuah peti kemas yang aromanya bukan aroma ekspor ikan asin atau kopi, melainkan amis-amis masa depan penyu yang kandas. Dalam peti itu, terselip 96.050 butir telur penyu jumlah yang jika dijadikan telur dadar bisa menyambung nyawa satu RT selama seminggu.

Dari hasil investigasi, ternyata pemilik operasi ini bukan sembarang orang. Salah satunya oknum TNI AD berinisial SD, dan satunya lagi ibu-ibu tangguh bernama MU, warga sipil yang tampaknya punya ‘startup telur’ lintas pulau.

“Dia udah nyelundup dari Tambelan ke Batam, terus muter ke Sintete. Tahun 2024 dia udah kayak ekspeditor telur profesional” jelas Ipunk, Direktur Jenderal PSDKP, dengan nada sinis tapi penuh semangat di konferensi pers.

“Kalau dihitung harga pasar di Serawak, itu senilai Rp1,1 miliar. Tapi kalau dihitung dari nilai ekologis dan potensi ekowisata, kerugiannya bisa sampai Rp9,6 miliar! Itu sudah termasuk potensi gagal selfie wisatawan karena penyu punah.”

“Telur penyu ini nggak punya paspor, tapi perjalanan mereka lebih panjang dari anak rantau,” cibir Ipunk. Dari Tambelan, Kepulauan Riau, telur-telur dikirim menggunakan kapal, mampir di Batam, lalu ‘transit’ di Sambas, sebelum akhirnya dipasarkan ke luar negeri, khususnya ke Pasar Serikin, Sarawak, Malaysia.

Tapi nasib memang suka ngasih bonus plot twist. Otoritas Malaysia lebih cepat geraknya. Di Jumat (11/07), empat WNI termasuk IEP (yang ternyata langganan beli dari MU) diciduk ketika menjajakan telur-telur itu di pasar tradisional Sarikin.

Bahkan otoritas Malaysia sempat geleng-geleng, “Kenapa telur yang mestinya menetas jadi penyu malah dijual kayak kacang rebus?” katanya mungkin dalam hati, karena kalau diucapkan dalam bahasa Melayu resmi, pasti terdengar lebih sopan.

“Lu bayangin, Lim. Dari Tambelan ke Serikin itu berapa ribu kilometer? Ini bukan telur ayam yang nyelundup lewat selokan!”

“Iya, bro. Ini udah kayak ‘Traveloka versi telur’. Harusnya kita booking aja si telur buat pulang kampung, minimal dia bisa menetas di kampung halaman,” timpal Bang Ucup sambil menyeruput kopi susu dan ngetawain realita.

“Tapi serius, Cup. Gua liat berita, itu bisa kena hukuman 8 tahun dan denda Rp1,5 miliar, loh!”

“Ya pantas. Biar kapok. Penyu bukan objek wisata perut, tapi makhluk hidup yang harus dijaga. Kalau terus-terusan diburu, nanti anak cucu kita tahunya penyu itu cuma dari stiker stasiun pengisian BBM!”

“Sekali layar terkembang, telur penyu jangan dijual ke seberang”

Begitulah kira-kira pepatah baru yang lahir dari kasus ini. Penyu bukan hanya hewan eksotik, tapi juga simbol ketekunan.

Bayangkan, mereka berenang ribuan mil hanya untuk bertelur di pantai yang sama tempat mereka lahir. Tapi manusia dengan mudah mencuri masa depan itu hanya untuk keuntungan sesaat.

Penyu bukan pecel lele. Telurnya bukan camilan. Dia bagian dari rantai kehidupan laut. Kalau punah, bukan cuma laut yang kehilangan keseimbangan, tapi pariwisata juga ikut tekor. Di era digital, netizen mungkin lebih tertarik selfie bareng penyu daripada bareng pak RT.

Kejahatan lintas negara ini bukan sekadar soal uang. Ini soal tanggung jawab, ekologi, dan akal sehat. KKP, PSDKP, TNI, dan Polis Diraja Malaysia sudah memberi sinyal kuat jangan coba-coba main-main sama penyu. Mereka bukan hanya makhluk Tuhan, tapi juga investasi masa depan.

Sebagai warga waras yang masih bisa bedakan antara telur dan telur-teluran, kita wajib jadi bagian dari solusi. Edukasi, pengawasan, dan bahkan banyolan pun bisa jadi senjata melawan kejahatan ini.

Penutup “Kalau ingin rejeki bulat, bukan telur penyu yang harus dicari, tapi akhlak yang tidak kempes”

Ingat, bro, hidup itu seperti penyu pelan tapi pasti. tapi kalau digoreng pakai minyak dosa, ujung-ujungnya pahit juga.

Kalau kamu ketemu orang jualan telur penyu di pasar, jangan cuma foto buat konten TikTok. Laporkan!, karena cinta laut bukan hanya soal liburan, tapi juga tentang pilihan.

“Jangan sampai cucu kita nanti nanya ‘Kakek, penyu itu binatang apa sih?’ lalu kita cuma bisa jawab ‘dulu, cucu… dulu dia ada. Sekarang tinggal kenangan, Ddan gorengan.”[***]

Catatan Redaksi: Tulisan ini diangkat dari rilis resmi KKP tentang kasus penyelundupan telur penyu. Beberapa tokoh dan dialog fiktif ditambahkan untuk gaya naratif yang lebih ringan dan menghibur. Data, lokasi, serta kutipan pejabat KKP tetap sesuai fakta. Cerita ini bertujuan mengedukasi publik soal pentingnya menjaga kelestarian penyu.

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Update COVID-19 Muba: Bertambah 24 Kasus Sembuh, 4 Positif

    Update COVID-19 Muba: Bertambah 24 Kasus Sembuh, 4 Positif

    • calendar_month Minggu, 15 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 886
    • 0Komentar

    GUGUS -Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Minggu (15/8/2021) mengkonfirmasi penambahan 24 kasus sembuh dan 4 terkonfirmasi positif COVID-19. “Ada penambahan 24 kasus sembuh dan 4 terkonfirmasi positif COVID-19 per 15 Agustus 2021,” ungkap Jubir Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Seftiani Peratita SS MKes. Sefti merinci, adapun penambahan kasus positif diantaranya kasus 2707 Laki-laki usia 50 tahun […]

  • Ketika Emak-emak Berkebaya Lebih Heboh dari Fashion Week

    Ketika Emak-emak Berkebaya Lebih Heboh dari Fashion Week

    • calendar_month Selasa, 22 Jul 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 471
    • 0Komentar

    KALAU dunia ini sedang panas-panasnya oleh perang, politik, dan tagihan listrik, maka pemandangan di halaman Kantor Gubernur Sumsel Minggu pagi kemarin ibarat es batu di dalam teh manis menyejukkan, menggembirakan, dan penuh senyum manis tanpa gula tambahan. Ratusan perempuan berkebaya datang seperti angin segar dari pegunungan, membawa aroma nostalgia dan cita rasa budaya yang nyaris […]

  • Harnojoyo Apresiasi KPU Palembang atas Penyelenggaraan FGD UU No. 7 tahun 2017

    Harnojoyo Apresiasi KPU Palembang atas Penyelenggaraan FGD UU No. 7 tahun 2017

    • calendar_month Selasa, 29 Agt 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.195
    • 0Komentar

    Dalam rangka memberi sosialisasi terhadap Undang-undang nomor 7 tahun 2017 tentang pemilihan umum, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palembang menggelar acara Focus Grup Discussion (FGD) “Kupas tuntas UU no. 7 tahun 2017”. Acara yang digelar di hotel swarna dwipa ini dibuka langsung oleh Walikota Palembang H. Harnojoyo, Selasa (29/8).

  • BPBD Sumsel Kumpul Bareng Bahas Karhutla

    BPBD Sumsel Kumpul Bareng Bahas Karhutla

    • calendar_month Kamis, 14 Sep 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.305
    • 0Komentar

    Badan Penanggulangan Bencana Daerah(BPBD) Provinsi Sumsel menggelar rapat terkait antisipasi menanggulangi bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan di wilayah Sumsel.

  • Desa Bukit Jaya Muba Raih Juara Tingkat Nasional Perpustakaan Umum, Bunda Baca : Pacu Desa untuk Berprestasi

    Desa Bukit Jaya Muba Raih Juara Tingkat Nasional Perpustakaan Umum, Bunda Baca : Pacu Desa untuk Berprestasi

    • calendar_month Selasa, 20 Okt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.171
    • 0Komentar

    PRESTASI Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin terus ditorehkan, kali ini Perpustakaan Bukit Jaya Kecamatan Sungai Lilin Terpilih sebagai Perpustakaan Desa Terbaik mewakili Sumsel dan berhasil meraih Juara 2 Pada Cluster B Tingkat Nasional. Hal ini terungkap saat Pengumuman Pemenang Lomba Perpustakaan Umum Terbaik Desa/Kelurahan Tahun 2020 Secara Virtual, Selasa (20/10/2020). Bupati Musi Banyuasin Dr H Dodi […]

  • Warga Muba Ramai-ramai Catatkan Dirinya di Sensus Online, Bagaimana dengan Ente, Sudahkah ?

    Warga Muba Ramai-ramai Catatkan Dirinya di Sensus Online, Bagaimana dengan Ente, Sudahkah ?

    • calendar_month Sabtu, 15 Feb 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.093
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Musi Banyuasin [Muba] mengajak seluruh warga Muba untuk  input data KK dan NIK secara online. Bupati Muba Dodi Reza Alex mengajak seluruh masyarakat Muba Banyuasin untuk melakukan penginputan data Sensus Pendusuk (SP) online mulai  15 Februari hingga 31 Maret 2020 dilaman sensus.bps.go.id. SP 2020 akan berlangsung dengan dua cara yakni online melalui website sensus.bps.go.id yang telah […]

expand_less
WordPress Archive Paymaster – Multipurpose Payment Gateway Payment Addon for UserPro Payna - Clean, Minimal WooCommerce Theme Payna – Minimal WooCommerce Theme PayPal Button – PayPal plugin for WordPress PayPal Connect Jetpack CRX Addon PayPal for NEX-Forms PayPal Payment Terminal WordPress PayPal PRO Payment Terminal Paytm Payment Gateway WooCommerce Plugin