Senin, 7 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Peristiwa » Telur penyu & tukang nyelundup yang nyaris lulus jadi omelet Internasional

Telur penyu & tukang nyelundup yang nyaris lulus jadi omelet Internasional

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 21 Jul 2025
  • visibility 673
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kisah dagelan lintas lautan dan upaya menyelamatkan penyu dari nasib jadi sarapan Serikin

“Jangan mentang-mentang telur bentuknya bulat, lalu bisa keluyuran lintas negara kayak turis bawa koper!” ujar Bang Salim sambil menggoyang sendok kopi di warung pelabuhan.

WAJAHNYA serius, tapi bibirnya tak tahan untuk meringis, karena yang ia bicarakan bukan telur biasa, tapi telur penyu. Telur-telur eksotis yang lebih layak jadi bayi-bayi bersirip ketimbang menu sarapan di pasar gelap Serawak.

Ceritanya dimulai dari Pelabuhan Sintete, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Sabtu pagi (6/7), seorang petugas menemukan hal janggal sebuah peti kemas yang aromanya bukan aroma ekspor ikan asin atau kopi, melainkan amis-amis masa depan penyu yang kandas. Dalam peti itu, terselip 96.050 butir telur penyu jumlah yang jika dijadikan telur dadar bisa menyambung nyawa satu RT selama seminggu.

Dari hasil investigasi, ternyata pemilik operasi ini bukan sembarang orang. Salah satunya oknum TNI AD berinisial SD, dan satunya lagi ibu-ibu tangguh bernama MU, warga sipil yang tampaknya punya ‘startup telur’ lintas pulau.

“Dia udah nyelundup dari Tambelan ke Batam, terus muter ke Sintete. Tahun 2024 dia udah kayak ekspeditor telur profesional” jelas Ipunk, Direktur Jenderal PSDKP, dengan nada sinis tapi penuh semangat di konferensi pers.

“Kalau dihitung harga pasar di Serawak, itu senilai Rp1,1 miliar. Tapi kalau dihitung dari nilai ekologis dan potensi ekowisata, kerugiannya bisa sampai Rp9,6 miliar! Itu sudah termasuk potensi gagal selfie wisatawan karena penyu punah.”

“Telur penyu ini nggak punya paspor, tapi perjalanan mereka lebih panjang dari anak rantau,” cibir Ipunk. Dari Tambelan, Kepulauan Riau, telur-telur dikirim menggunakan kapal, mampir di Batam, lalu ‘transit’ di Sambas, sebelum akhirnya dipasarkan ke luar negeri, khususnya ke Pasar Serikin, Sarawak, Malaysia.

Tapi nasib memang suka ngasih bonus plot twist. Otoritas Malaysia lebih cepat geraknya. Di Jumat (11/07), empat WNI termasuk IEP (yang ternyata langganan beli dari MU) diciduk ketika menjajakan telur-telur itu di pasar tradisional Sarikin.

Bahkan otoritas Malaysia sempat geleng-geleng, “Kenapa telur yang mestinya menetas jadi penyu malah dijual kayak kacang rebus?” katanya mungkin dalam hati, karena kalau diucapkan dalam bahasa Melayu resmi, pasti terdengar lebih sopan.

“Lu bayangin, Lim. Dari Tambelan ke Serikin itu berapa ribu kilometer? Ini bukan telur ayam yang nyelundup lewat selokan!”

“Iya, bro. Ini udah kayak ‘Traveloka versi telur’. Harusnya kita booking aja si telur buat pulang kampung, minimal dia bisa menetas di kampung halaman,” timpal Bang Ucup sambil menyeruput kopi susu dan ngetawain realita.

“Tapi serius, Cup. Gua liat berita, itu bisa kena hukuman 8 tahun dan denda Rp1,5 miliar, loh!”

“Ya pantas. Biar kapok. Penyu bukan objek wisata perut, tapi makhluk hidup yang harus dijaga. Kalau terus-terusan diburu, nanti anak cucu kita tahunya penyu itu cuma dari stiker stasiun pengisian BBM!”

“Sekali layar terkembang, telur penyu jangan dijual ke seberang”

Begitulah kira-kira pepatah baru yang lahir dari kasus ini. Penyu bukan hanya hewan eksotik, tapi juga simbol ketekunan.

Bayangkan, mereka berenang ribuan mil hanya untuk bertelur di pantai yang sama tempat mereka lahir. Tapi manusia dengan mudah mencuri masa depan itu hanya untuk keuntungan sesaat.

Penyu bukan pecel lele. Telurnya bukan camilan. Dia bagian dari rantai kehidupan laut. Kalau punah, bukan cuma laut yang kehilangan keseimbangan, tapi pariwisata juga ikut tekor. Di era digital, netizen mungkin lebih tertarik selfie bareng penyu daripada bareng pak RT.

Kejahatan lintas negara ini bukan sekadar soal uang. Ini soal tanggung jawab, ekologi, dan akal sehat. KKP, PSDKP, TNI, dan Polis Diraja Malaysia sudah memberi sinyal kuat jangan coba-coba main-main sama penyu. Mereka bukan hanya makhluk Tuhan, tapi juga investasi masa depan.

Sebagai warga waras yang masih bisa bedakan antara telur dan telur-teluran, kita wajib jadi bagian dari solusi. Edukasi, pengawasan, dan bahkan banyolan pun bisa jadi senjata melawan kejahatan ini.

Penutup “Kalau ingin rejeki bulat, bukan telur penyu yang harus dicari, tapi akhlak yang tidak kempes”

Ingat, bro, hidup itu seperti penyu pelan tapi pasti. tapi kalau digoreng pakai minyak dosa, ujung-ujungnya pahit juga.

Kalau kamu ketemu orang jualan telur penyu di pasar, jangan cuma foto buat konten TikTok. Laporkan!, karena cinta laut bukan hanya soal liburan, tapi juga tentang pilihan.

“Jangan sampai cucu kita nanti nanya ‘Kakek, penyu itu binatang apa sih?’ lalu kita cuma bisa jawab ‘dulu, cucu… dulu dia ada. Sekarang tinggal kenangan, Ddan gorengan.”[***]

Catatan Redaksi: Tulisan ini diangkat dari rilis resmi KKP tentang kasus penyelundupan telur penyu. Beberapa tokoh dan dialog fiktif ditambahkan untuk gaya naratif yang lebih ringan dan menghibur. Data, lokasi, serta kutipan pejabat KKP tetap sesuai fakta. Cerita ini bertujuan mengedukasi publik soal pentingnya menjaga kelestarian penyu.

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wow, Ada Kejadian Aneh, Jalan Aspal di 16 Ilir Terbelah, Mau Tahu ?

    Wow, Ada Kejadian Aneh, Jalan Aspal di 16 Ilir Terbelah, Mau Tahu ?

    • calendar_month Jumat, 14 Des 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.442
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Warga yang tengah beraktivitas di Pasar 16 Ilir digagetkan dengan kejadian aneh, pasalnya aspal di jalan tepatnya di depan Toko Baliza tersebut terbelah dan mengeluarkan lumpul warna pink. Peristiwa itu  terjadi sekitar pukul 14.00 WIB, Kamis [13/12/2018] dan langsung dilaporkan warga kepada Pemkot Palembang. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan (LHK) Kota Palembang, Faisal […]

  • Catat!! Bupati Muba Bakal Penuhi Permohonan Warga Babat Supat, Terkait Apa ?

    Catat!! Bupati Muba Bakal Penuhi Permohonan Warga Babat Supat, Terkait Apa ?

    • calendar_month Sabtu, 21 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 904
    • 0Komentar

    “Inilah salah satu tujuan kita melaksanakan Safari Jumat agar bisa mendengarkan secara langsung apa yang dikeluhkan masyarakat, yang menjadi prioritas masyarakat akan kita lakukan segera, kalau belum dibangun tahun ini akan kita anggarkan di tahun berikutnya,”

  • Gunakan Protokes Ketat, Gelar Seleksi Tilawatil Quran dan Hadits (STQH) 2021 STQH XXVI Tingkat Nasional  Bakal Berlangsung di Maluku

    Gunakan Protokes Ketat, Gelar Seleksi Tilawatil Quran dan Hadits (STQH) 2021 STQH XXVI Tingkat Nasional  Bakal Berlangsung di Maluku

    • calendar_month Selasa, 12 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 777
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN Agama akan menggelar Seleksi Tilawatil Quran dan Hadits (STQH) tahun 2021. STQH XXVI tingkat Nasional akan berlangsung di Maluku Utara, 14 – 23 Oktober 2021. Ajang dua tahunan ini akan diikuti 589 peserta dari 34 provinsi. Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin mengatakan bahwa STQH akan berlangsung dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat. “Kami telah […]

  • Digitalisasi Bagian Tiga Strategi Besar Pemerintah Pulihkan Perekonomian

    Digitalisasi Bagian Tiga Strategi Besar Pemerintah Pulihkan Perekonomian

    • calendar_month Kamis, 26 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.572
    • 0Komentar

    DIGITALISASI pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) termasuk dalam strategi besar ekonomi yang akan dilakukan pemerintah. Supaya, pemulihan perekonomian dalam negeri dapat segera pulih seperti sedia kala. Presiden Joko Widodo mengatakan, seluruh jajarannya kini berupaya optimal mengalihkan kegiatan para pelaku UMKM ke ruang digital. Sehingga, para pelaku UMKM dapat melakukan kegiatan dagangnya secara daring […]

  • Panwascam di OKI Ikuti Bimtek Pemetaan dan Pola Penyelesaian Pelanggaran Pemilu

    Panwascam di OKI Ikuti Bimtek Pemetaan dan Pola Penyelesaian Pelanggaran Pemilu

    • calendar_month Kamis, 7 Des 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 997
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Panitia pengawas pemilihan kecamatan (Panwascam) se-Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), mengikuti kegiatan bimbingan teknis yang diselenggarakan oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten OKI, di Hotel Cipta Kayuagung, Kamis (7/12/2023). Pada kegiatan yang mengambil tema “Peran Panwascam Dalam Pemetaan dan Pola Penyelesaian Penanganan Pelanggaran Pemilu Pada Pemilu Serentak Tahun 2024” ini hadir sebagai […]

  • Simak Langsung Arahan Menkeu dan Mendagri Terkait Lomba Inovasi Daerah Tatanan Normal Baru

    Simak Langsung Arahan Menkeu dan Mendagri Terkait Lomba Inovasi Daerah Tatanan Normal Baru

    • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 805
    • 0Komentar

    GUBERNUR Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru didampingi oleh Wakil Gubernur Provinsi Sumsel Mawardi Yahya, menggelar Rapat melalui video conference bersama Menteri Dalam Negeri RI Tito Karnavian, Menteri Keuangan RI Sri Mulyani dan Kementerian kesehatan RI serta seluruh kepala daerah dari 34 Provinsi. Bertempat di Ruang Command Center (29/5) Jum’at Siang, Video conference yang […]

expand_less
WordPress Archive Paymaster – Multipurpose Payment Gateway Payment Addon for UserPro Payna - Clean, Minimal WooCommerce Theme Payna – Minimal WooCommerce Theme PayPal Button – PayPal plugin for WordPress PayPal Connect Jetpack CRX Addon PayPal for NEX-Forms PayPal Payment Terminal WordPress PayPal PRO Payment Terminal Paytm Payment Gateway WooCommerce Plugin