Minggu, 27 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Peristiwa » Telur penyu & tukang nyelundup yang nyaris lulus jadi omelet Internasional

Telur penyu & tukang nyelundup yang nyaris lulus jadi omelet Internasional

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 21 Jul 2025
  • visibility 680
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kisah dagelan lintas lautan dan upaya menyelamatkan penyu dari nasib jadi sarapan Serikin

“Jangan mentang-mentang telur bentuknya bulat, lalu bisa keluyuran lintas negara kayak turis bawa koper!” ujar Bang Salim sambil menggoyang sendok kopi di warung pelabuhan.

WAJAHNYA serius, tapi bibirnya tak tahan untuk meringis, karena yang ia bicarakan bukan telur biasa, tapi telur penyu. Telur-telur eksotis yang lebih layak jadi bayi-bayi bersirip ketimbang menu sarapan di pasar gelap Serawak.

Ceritanya dimulai dari Pelabuhan Sintete, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Sabtu pagi (6/7), seorang petugas menemukan hal janggal sebuah peti kemas yang aromanya bukan aroma ekspor ikan asin atau kopi, melainkan amis-amis masa depan penyu yang kandas. Dalam peti itu, terselip 96.050 butir telur penyu jumlah yang jika dijadikan telur dadar bisa menyambung nyawa satu RT selama seminggu.

Dari hasil investigasi, ternyata pemilik operasi ini bukan sembarang orang. Salah satunya oknum TNI AD berinisial SD, dan satunya lagi ibu-ibu tangguh bernama MU, warga sipil yang tampaknya punya ‘startup telur’ lintas pulau.

“Dia udah nyelundup dari Tambelan ke Batam, terus muter ke Sintete. Tahun 2024 dia udah kayak ekspeditor telur profesional” jelas Ipunk, Direktur Jenderal PSDKP, dengan nada sinis tapi penuh semangat di konferensi pers.

“Kalau dihitung harga pasar di Serawak, itu senilai Rp1,1 miliar. Tapi kalau dihitung dari nilai ekologis dan potensi ekowisata, kerugiannya bisa sampai Rp9,6 miliar! Itu sudah termasuk potensi gagal selfie wisatawan karena penyu punah.”

“Telur penyu ini nggak punya paspor, tapi perjalanan mereka lebih panjang dari anak rantau,” cibir Ipunk. Dari Tambelan, Kepulauan Riau, telur-telur dikirim menggunakan kapal, mampir di Batam, lalu ‘transit’ di Sambas, sebelum akhirnya dipasarkan ke luar negeri, khususnya ke Pasar Serikin, Sarawak, Malaysia.

Tapi nasib memang suka ngasih bonus plot twist. Otoritas Malaysia lebih cepat geraknya. Di Jumat (11/07), empat WNI termasuk IEP (yang ternyata langganan beli dari MU) diciduk ketika menjajakan telur-telur itu di pasar tradisional Sarikin.

Bahkan otoritas Malaysia sempat geleng-geleng, “Kenapa telur yang mestinya menetas jadi penyu malah dijual kayak kacang rebus?” katanya mungkin dalam hati, karena kalau diucapkan dalam bahasa Melayu resmi, pasti terdengar lebih sopan.

“Lu bayangin, Lim. Dari Tambelan ke Serikin itu berapa ribu kilometer? Ini bukan telur ayam yang nyelundup lewat selokan!”

“Iya, bro. Ini udah kayak ‘Traveloka versi telur’. Harusnya kita booking aja si telur buat pulang kampung, minimal dia bisa menetas di kampung halaman,” timpal Bang Ucup sambil menyeruput kopi susu dan ngetawain realita.

“Tapi serius, Cup. Gua liat berita, itu bisa kena hukuman 8 tahun dan denda Rp1,5 miliar, loh!”

“Ya pantas. Biar kapok. Penyu bukan objek wisata perut, tapi makhluk hidup yang harus dijaga. Kalau terus-terusan diburu, nanti anak cucu kita tahunya penyu itu cuma dari stiker stasiun pengisian BBM!”

“Sekali layar terkembang, telur penyu jangan dijual ke seberang”

Begitulah kira-kira pepatah baru yang lahir dari kasus ini. Penyu bukan hanya hewan eksotik, tapi juga simbol ketekunan.

Bayangkan, mereka berenang ribuan mil hanya untuk bertelur di pantai yang sama tempat mereka lahir. Tapi manusia dengan mudah mencuri masa depan itu hanya untuk keuntungan sesaat.

Penyu bukan pecel lele. Telurnya bukan camilan. Dia bagian dari rantai kehidupan laut. Kalau punah, bukan cuma laut yang kehilangan keseimbangan, tapi pariwisata juga ikut tekor. Di era digital, netizen mungkin lebih tertarik selfie bareng penyu daripada bareng pak RT.

Kejahatan lintas negara ini bukan sekadar soal uang. Ini soal tanggung jawab, ekologi, dan akal sehat. KKP, PSDKP, TNI, dan Polis Diraja Malaysia sudah memberi sinyal kuat jangan coba-coba main-main sama penyu. Mereka bukan hanya makhluk Tuhan, tapi juga investasi masa depan.

Sebagai warga waras yang masih bisa bedakan antara telur dan telur-teluran, kita wajib jadi bagian dari solusi. Edukasi, pengawasan, dan bahkan banyolan pun bisa jadi senjata melawan kejahatan ini.

Penutup “Kalau ingin rejeki bulat, bukan telur penyu yang harus dicari, tapi akhlak yang tidak kempes”

Ingat, bro, hidup itu seperti penyu pelan tapi pasti. tapi kalau digoreng pakai minyak dosa, ujung-ujungnya pahit juga.

Kalau kamu ketemu orang jualan telur penyu di pasar, jangan cuma foto buat konten TikTok. Laporkan!, karena cinta laut bukan hanya soal liburan, tapi juga tentang pilihan.

“Jangan sampai cucu kita nanti nanya ‘Kakek, penyu itu binatang apa sih?’ lalu kita cuma bisa jawab ‘dulu, cucu… dulu dia ada. Sekarang tinggal kenangan, Ddan gorengan.”[***]

Catatan Redaksi: Tulisan ini diangkat dari rilis resmi KKP tentang kasus penyelundupan telur penyu. Beberapa tokoh dan dialog fiktif ditambahkan untuk gaya naratif yang lebih ringan dan menghibur. Data, lokasi, serta kutipan pejabat KKP tetap sesuai fakta. Cerita ini bertujuan mengedukasi publik soal pentingnya menjaga kelestarian penyu.

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Berbagi di Suasana Ramadhan dengan Anggota Pramuka

    Berbagi di Suasana Ramadhan dengan Anggota Pramuka

    • calendar_month Sabtu, 16 Apr 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 896
    • 0Komentar

    KAWARCAB Pramuka Palembang mendatangi Rizky Dwi Putra anggota Pramuka untuk diberi bantuan sembako.Hal tersebut terpantau saat Sekertaris Kwarcab Palembang, H. Edison berserta rombongan pengurus Pramuka Palembang menjumpai Rizky ke Kediamanya  di Jalan Sosial, Kecamatan Sukarami Kota Palembang. Terlihat, nenek dari Rizky terharu yang meneteskan air matanya lantaran kagum dengan solidaritas pramuka.“Ini merupakan bentuk solidaritas kita […]

  • Instruksikan OPD Percepat Realisasi Anggaran

    Instruksikan OPD Percepat Realisasi Anggaran

    • calendar_month Kamis, 8 Okt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.096
    • 0Komentar

    RANCANGAN Peraturan Daerah (Raperda) Tentang Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Sumsel tahun anggaran 2020 resmi disahkan pada rapat Paripurna ke XVII di ruang rapat Paripurna DPRD Sumsel, Rabu (7/10/2020). Pengesahan itu ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama antara Gubernur Sumsel H Herman Deru dan Ketua DPRD Sumsel Hj RA Anita Noeringhati yang disaksikan langsung oleh […]

  • PKS Targetkan Raih Suara 12 %

    PKS Targetkan Raih Suara 12 %

    • calendar_month Selasa, 9 Apr 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 939
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menargetkan dapat meraih suara 12 % di Pilpres dan Pileg 2019, jelas Ketua DPW Partai PKS, Ustadz Muhammad Toha S.Ag di sela-sela persiapan menyambut kehadiran Capres No urut 02 Prabowo Subianto untuk kampanye akbar di Benteng Kuto Besak (BKB) besok, Selasa (9/4/2019). “Kami tidak main-main, raihan itu bukan sekedar wacana, sebab […]

  • Koperasi Tak Lagi Jadul

    Koperasi Tak Lagi Jadul

    • calendar_month Sabtu, 3 Mei 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 845
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,- Dulu, koperasi di desa sering dianggap seperti ponsel jadul cukup untuk nelpon dan SMS, tapi gak bisa diajak video call. Fungsinya terbatas pula, hanya beli pupuk, ambil sembako, terus pulang. Tapi sekarang? Wah, KUD SBJ di Desa Serekah ini sudah kayak upgrade dari Nokia 3310 jadi iPhone 15!. Dan buktinya, pengurus barunya dikukuhkan langsung […]

  • 2 Kebudayaan OKI Diakui Kemendikbud Sebagai WBTB

    2 Kebudayaan OKI Diakui Kemendikbud Sebagai WBTB

    • calendar_month Selasa, 10 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 778
    • 0Komentar

        KEMENTERIAN Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia telah menetapkan Adat Perkawinan Mabang Handak dan Lelang Lebak Lebung sebagai Warisan Budaya Takbenda yang berasal dari Kabupaten Ogan Komering Ilir. Warisan Budaya Takbenda (WBTb) sendiri merupakan bagian dari kekayaan budaya Kabupaten Ogan Komering Ilir yang sarat akan makna dan nilai-nilai luhur sehingga diperlukan sosialisasi, edukasi, peningkatan […]

  • Festival Film Wartawan Indonesia (FFWI) Sediakan 30 Piala, Berikan Penilaian Karya Film Ditayangkan Di Media _Over The Top_  atau OTT, Ketua Pantia : Saya Kira Baru Pertama Kali Terjadi di Indonesia

    Festival Film Wartawan Indonesia (FFWI) Sediakan 30 Piala, Berikan Penilaian Karya Film Ditayangkan Di Media _Over The Top_  atau OTT, Ketua Pantia : Saya Kira Baru Pertama Kali Terjadi di Indonesia

    • calendar_month Minggu, 11 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 9.061
    • 0Komentar

    FESTIVAL  Film Wartawan Indonesia (FFWI) XI tahun ini akan menyediakan 30 piala bagi para pemenang dan piala khusus.  “Banyaknya piala ini sekaligus menjadi salah satu pembeda  FFWI dengan berbagai festival film lainnya,” kata Ketua Panitia FFWI, Wina Armada Sukardi, di Jakarta, Minggu [11/7/2021]. FFWI akan  memulai sejarah baru  dalam perfilman Indonesia, yakni tidak hanya menilai […]

expand_less
WordPress Archive Paymaster – Multipurpose Payment Gateway Payment Addon for UserPro Payna - Clean, Minimal WooCommerce Theme Payna – Minimal WooCommerce Theme PayPal Button – PayPal plugin for WordPress PayPal Connect Jetpack CRX Addon PayPal for NEX-Forms PayPal Payment Terminal WordPress PayPal PRO Payment Terminal Paytm Payment Gateway WooCommerce Plugin