Jumat, 16 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Peristiwa » Telur penyu & tukang nyelundup yang nyaris lulus jadi omelet Internasional

Telur penyu & tukang nyelundup yang nyaris lulus jadi omelet Internasional

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 21 Jul 2025
  • visibility 691
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kisah dagelan lintas lautan dan upaya menyelamatkan penyu dari nasib jadi sarapan Serikin

“Jangan mentang-mentang telur bentuknya bulat, lalu bisa keluyuran lintas negara kayak turis bawa koper!” ujar Bang Salim sambil menggoyang sendok kopi di warung pelabuhan.

WAJAHNYA serius, tapi bibirnya tak tahan untuk meringis, karena yang ia bicarakan bukan telur biasa, tapi telur penyu. Telur-telur eksotis yang lebih layak jadi bayi-bayi bersirip ketimbang menu sarapan di pasar gelap Serawak.

Ceritanya dimulai dari Pelabuhan Sintete, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Sabtu pagi (6/7), seorang petugas menemukan hal janggal sebuah peti kemas yang aromanya bukan aroma ekspor ikan asin atau kopi, melainkan amis-amis masa depan penyu yang kandas. Dalam peti itu, terselip 96.050 butir telur penyu jumlah yang jika dijadikan telur dadar bisa menyambung nyawa satu RT selama seminggu.

Dari hasil investigasi, ternyata pemilik operasi ini bukan sembarang orang. Salah satunya oknum TNI AD berinisial SD, dan satunya lagi ibu-ibu tangguh bernama MU, warga sipil yang tampaknya punya ‘startup telur’ lintas pulau.

“Dia udah nyelundup dari Tambelan ke Batam, terus muter ke Sintete. Tahun 2024 dia udah kayak ekspeditor telur profesional” jelas Ipunk, Direktur Jenderal PSDKP, dengan nada sinis tapi penuh semangat di konferensi pers.

“Kalau dihitung harga pasar di Serawak, itu senilai Rp1,1 miliar. Tapi kalau dihitung dari nilai ekologis dan potensi ekowisata, kerugiannya bisa sampai Rp9,6 miliar! Itu sudah termasuk potensi gagal selfie wisatawan karena penyu punah.”

“Telur penyu ini nggak punya paspor, tapi perjalanan mereka lebih panjang dari anak rantau,” cibir Ipunk. Dari Tambelan, Kepulauan Riau, telur-telur dikirim menggunakan kapal, mampir di Batam, lalu ‘transit’ di Sambas, sebelum akhirnya dipasarkan ke luar negeri, khususnya ke Pasar Serikin, Sarawak, Malaysia.

Tapi nasib memang suka ngasih bonus plot twist. Otoritas Malaysia lebih cepat geraknya. Di Jumat (11/07), empat WNI termasuk IEP (yang ternyata langganan beli dari MU) diciduk ketika menjajakan telur-telur itu di pasar tradisional Sarikin.

Bahkan otoritas Malaysia sempat geleng-geleng, “Kenapa telur yang mestinya menetas jadi penyu malah dijual kayak kacang rebus?” katanya mungkin dalam hati, karena kalau diucapkan dalam bahasa Melayu resmi, pasti terdengar lebih sopan.

“Lu bayangin, Lim. Dari Tambelan ke Serikin itu berapa ribu kilometer? Ini bukan telur ayam yang nyelundup lewat selokan!”

“Iya, bro. Ini udah kayak ‘Traveloka versi telur’. Harusnya kita booking aja si telur buat pulang kampung, minimal dia bisa menetas di kampung halaman,” timpal Bang Ucup sambil menyeruput kopi susu dan ngetawain realita.

“Tapi serius, Cup. Gua liat berita, itu bisa kena hukuman 8 tahun dan denda Rp1,5 miliar, loh!”

“Ya pantas. Biar kapok. Penyu bukan objek wisata perut, tapi makhluk hidup yang harus dijaga. Kalau terus-terusan diburu, nanti anak cucu kita tahunya penyu itu cuma dari stiker stasiun pengisian BBM!”

“Sekali layar terkembang, telur penyu jangan dijual ke seberang”

Begitulah kira-kira pepatah baru yang lahir dari kasus ini. Penyu bukan hanya hewan eksotik, tapi juga simbol ketekunan.

Bayangkan, mereka berenang ribuan mil hanya untuk bertelur di pantai yang sama tempat mereka lahir. Tapi manusia dengan mudah mencuri masa depan itu hanya untuk keuntungan sesaat.

Penyu bukan pecel lele. Telurnya bukan camilan. Dia bagian dari rantai kehidupan laut. Kalau punah, bukan cuma laut yang kehilangan keseimbangan, tapi pariwisata juga ikut tekor. Di era digital, netizen mungkin lebih tertarik selfie bareng penyu daripada bareng pak RT.

Kejahatan lintas negara ini bukan sekadar soal uang. Ini soal tanggung jawab, ekologi, dan akal sehat. KKP, PSDKP, TNI, dan Polis Diraja Malaysia sudah memberi sinyal kuat jangan coba-coba main-main sama penyu. Mereka bukan hanya makhluk Tuhan, tapi juga investasi masa depan.

Sebagai warga waras yang masih bisa bedakan antara telur dan telur-teluran, kita wajib jadi bagian dari solusi. Edukasi, pengawasan, dan bahkan banyolan pun bisa jadi senjata melawan kejahatan ini.

Penutup “Kalau ingin rejeki bulat, bukan telur penyu yang harus dicari, tapi akhlak yang tidak kempes”

Ingat, bro, hidup itu seperti penyu pelan tapi pasti. tapi kalau digoreng pakai minyak dosa, ujung-ujungnya pahit juga.

Kalau kamu ketemu orang jualan telur penyu di pasar, jangan cuma foto buat konten TikTok. Laporkan!, karena cinta laut bukan hanya soal liburan, tapi juga tentang pilihan.

“Jangan sampai cucu kita nanti nanya ‘Kakek, penyu itu binatang apa sih?’ lalu kita cuma bisa jawab ‘dulu, cucu… dulu dia ada. Sekarang tinggal kenangan, Ddan gorengan.”[***]

Catatan Redaksi: Tulisan ini diangkat dari rilis resmi KKP tentang kasus penyelundupan telur penyu. Beberapa tokoh dan dialog fiktif ditambahkan untuk gaya naratif yang lebih ringan dan menghibur. Data, lokasi, serta kutipan pejabat KKP tetap sesuai fakta. Cerita ini bertujuan mengedukasi publik soal pentingnya menjaga kelestarian penyu.

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cerita Uang yang Muter di Muba

    Cerita Uang yang Muter di Muba

    • calendar_month Minggu, 11 Jan 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 752
    • 0Komentar

    ADA satu suara yang ditunggu-tunggu warga Musi Banyuasin tiap akhir bulan, bukan pengumuman resmi, bukan pula suara ramai pasar. Bunyi itu singkat tapi sakti “ting!” Nah  itu, suara notifikasi gaji yang akhirnya cair. Bahkan begitu bunyi itu terdengar, ekspresi langsung berubah. Yang tadinya irit senyum, mendadak ramah. Yang kemarin bilang “lihat-lihat dulu” hari ini sudah […]

  • 8 Delegasi UID Iran Sambangi Gubernur Sumsel

    8 Delegasi UID Iran Sambangi Gubernur Sumsel

    • calendar_month Selasa, 4 Sep 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.109
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID Palembang – Gubernur Sumsel Alex Noerdin mengungkapkan dengan tegas mendukung  segala bentuk kerjasama yang terjalin antara Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang dan University of Islamic Denomination (UID) Iran. Pernyataan tersebut diungkapkan Alex di hadapan 8 orang delegasi UID Iran yang beraudiensi di Griya Agung Selasa (4/9/2018). Menurut Alex, sejak dulu bangsa Persia sudah […]

  • Wujudkan Indonesia Satu Data, Bupati Iskandar Ajak Warga OKI Sukseskan Program Regsosek 2022

    Wujudkan Indonesia Satu Data, Bupati Iskandar Ajak Warga OKI Sukseskan Program Regsosek 2022

    • calendar_month Minggu, 16 Okt 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 769
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co,id, OKI – Bupati Ogan Komering Ilir (OKI), H. Iskandar, SE menjadi orang pertama di Bumi Bende Seguguk yang di data oleh petugas Pendataan Awal Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) 2022. Regsosek merupakan program nasional pendataan sosial ekonomi masyarakat meliputi kondisi geografis,  perumahan, sanitasi air bersih, kepemilikan aset, kondisi kerentanan kelompok penduduk khusus, informasi geospasial, tingkat kesejahteraan, […]

  • Stok Pangan OKU Raya & OKI Aman Satu Tahun Kedepan

    Stok Pangan OKU Raya & OKI Aman Satu Tahun Kedepan

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.113
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel H. Herman Deru memastikan ketersediaan pangan khususnya beras di sejumlah daerah seperti di OKU Raya yang meliputi Kabupaten OKU, Kabupaten OKU Timur, OKU Selatan serta daerah lainnya seperti Kabupaten  OKI masih aman. Bahkan, persediaan beras tersebut diprediksi bisa bertahan sampai satu tahun kedepan. Hal itu terbukti setelah ia melakukan monitoring persediaan beras di […]

  • Peringati Hari Lahir Pancasila Bersama Presiden Jokowi Secara Virtual

    Peringati Hari Lahir Pancasila Bersama Presiden Jokowi Secara Virtual

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.143
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel Herman Deru mengikuti jalannya Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila, yang jatuh pada 1 Juni melalui Video Conference yang diselenggarakan oleh Badan Pembina Ideologi Pancasila bertempat di Command Center Kantor Gubernur Sumsel. Peringatan hari lahir Pancasila dipimpin langsung oleh Presdien RI Joko Widodo dan dihadiri Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin, Ketua MPR RI, Ketua […]

  • Kerjasama Intansi Terkait, Polda Lampung Siapkan Pengaman Nataru

    Kerjasama Intansi Terkait, Polda Lampung Siapkan Pengaman Nataru

    • calendar_month Senin, 6 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 810
    • 0Komentar

    JELANG Perayaan Natal dan Tahun Baru 2022, Polda Lampung mempersiapkan pengamanan bersama Intansi terkait. Kabid Humas Polda Lampung, Kombes. Pol. Zahwani Pandra Arsyad mengatakan, Polda Lampung akan bekerjasama dengan stakeholder terkait untuk pengaman Nataru. “Ya kita terus mempersiapkan pengamanan untuk menyambut Nataru, termasuk kita juga akan bekerjasama dengan stakeholder terkait terutama satgas Covid-19,” jelas Kabid […]

expand_less
WordPress Archive Paymaster – Multipurpose Payment Gateway Payment Addon for UserPro Payna - Clean, Minimal WooCommerce Theme Payna – Minimal WooCommerce Theme PayPal Button – PayPal plugin for WordPress PayPal Connect Jetpack CRX Addon PayPal for NEX-Forms PayPal Payment Terminal WordPress PayPal PRO Payment Terminal Paytm Payment Gateway WooCommerce Plugin