Jumat, 21 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Peristiwa » “Ketika Rendang Gosong Sebelum Sarapan, Drama Pagi Ini di Pasar Lemabang”

“Ketika Rendang Gosong Sebelum Sarapan, Drama Pagi Ini di Pasar Lemabang”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 17 Jul 2025
  • visibility 750
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUASANA pagi yang mulai panas, karena matahari mulai terasa terik memantulkan cahayanya ke bumi Palembang, meski demikian hawa dingin masih sedikit terasa, maklum semalam juga turun hujan.

Tapi di Jalan Yos Sudarso, tepat Pasar Lemabang, Palembang, Kamis [17 /7/ 2025],  sinar merah sudah lebih dulu menguasai langit bukan fajar, tapi kobaran api yang ngamuk dari Rumah Makan Padang Putra Minang, sekitar pukul 08.45 WIB, nasi padang belum sempat ditanak, rendang belum sempat dipanasin, tapi si jago merah sudah duluan menyantap atap rumah makan itu tanpa garpu dan etika.

Lemabang, yang biasanya sudah padat karena pasar tumpah ruah di kiri kanan jalan, seperti sayur mayur berebut tempat di kasur pengantin, kali ini benar-benar lumpuh.

Begitu pula jalan yang sempit seperti niat mantan ngajak balikan itu makin menyempit karena truk-truk tronton ikut parade pagi dari arah Pelabuhan Boom Baru.

Kombinasi maut, api, pasar, truk, dan rasa panik, kalau ini sinetron, ratingnya bisa ngalahin adegan tokoh utama ketabrak truk tapi hidup lagi di episode 400. “Payo cepat bawa banyotu, pake ember bae lah, yang penting biso padamke api ini!”, teriakan seorang pedagang sayur membelah kepulan asap, suaranya keras melebihi promo minyak goreng 2 liter Rp 20 ribu.

Ia lari-lari sambil nyangkul ember air, seperti tentara pasar yang bersenjatakan galon bekas, di belakangnya, warga ikut gerilya memadamkan api, entah dengan air, daun pisang, atau doa.

Polisi juga turun tangan, walau tangan mereka sibuk ngatur lalu lintas sambil jadi pawang kepanikan, sebagian berusaha memindahkan motor-motor yang diparkir sembarangan, sebagian lainnya melototi kabel-kabel listrik yang menggantung seperti mie instan tak jadi dimasak, rawan nyamber api.

Warga setempat, dengan mata yang masih ngantuk dan rambut acak-acakan, berdiri di pinggir jalan dengan muka cemas. Maklum, rumah makan itu ada di tengah kawasan padat, dan listrik di daerah situ sering nebeng tiang tetangga. Satu nyala api, bisa nyulut satu RT.

Enam unit mobil pemadam sudah stand-by, lengkap dengan selang dan baju ala astronot. Tapi karena jalanan macet seperti hati yang belum move on, mereka mesti nyempil-nyempil seperti pacar baru yang belum diterima keluarga. Untungnya, mereka cepat tanggap, karena kalau tidak, bukan cuma rumah makan yang gosong bisa-bisa rendang dimakamkan bersama bangunan.

“Api cepat, tapi semangat warga lebih cepat,” ujar seorang emak-emak sempat nonton peristiwa itu usai belanja yang pagi itu belum sempat pulang ke rumah,  tapi sudah sibuk jadi komentator lapangan.

Ia bilang, suasana seperti ini mengingatkannya pada zaman kecil saat lomba lari bawa karung, penuh semangat dan teriakan.

Sampai berita ini ditulis, penyebab kebakaran belum bisa dipastikan, apakah dari sambungan listrik?, kompor? atau dendam pribadi rendang terhadap dendeng? Yang jelas, rumah makan legendaris itu kini dilalap si jago merah yang lapar dipagi hari, harum daun jeruk dan santan kini digantikan oleh bau gosong dan plastik terbakar.

Peristiwa ini jadi pengingat bahwa keselamatan itu bukan cuma soal memasang alat pemadam api di dapur, tapi juga soal kebiasaan berjaga.

Pasar yang padat, kabel yang kusut, dan masak terkadang lengah,  kayak kisah percintaan di usia 30, dan akses jalan yang sempit membuat risiko makin besar. Namun di balik bencana, ada semangat gotong royong yang patut diacungi jempol dan ember.

Dalam dunia yang makin cepat seperti microwave, kejadian ini mengingatkan kita bahwa solidaritas warga adalah slow-cooker yang tetap hangat butuh waktu, tapi bikin hati adem,  seperti kata pepatah Minang, “Tataplah ke depan meski nasi hangus, karena kehidupan bukan cuma soal rendang”.

Jadi,  doakan semoga nantinya Rumah Makan Putra Minang bisa bangkit lagi seperti biasa, karena Palembang tanpa nasi padang, ibarat pempek idak becuko, masih bisa dimakan, tapi kurang mantap!”.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mantapkan Persiapan  International Triathlon

    Mantapkan Persiapan  International Triathlon

    • calendar_month Jumat, 24 Jan 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 788
    • 0Komentar

    SEKRETARIS Daerah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) H. Nasrun Umar memimpin langsung Rapat dengan Panitia Pelaksanaan Triathlon Februari mendatang,  bertempat di Ruang Rapat Bina Praja, kemarin. Dalam kesempatan itu Sekda Provinsi Sumsel didampingi langsung Ketua Penyelenggara Palembang Triatlon 2020, Ahmad Wazir Nopiadi Mawardi dan perwakilan ROCCA. Dari rapat tersebut diketahui Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) kembali ditunjuk […]

  • Alhamdulillah, Ibadah Umrah Dibuka 8 Januari, Ini Edaran Kemenag

    Alhamdulillah, Ibadah Umrah Dibuka 8 Januari, Ini Edaran Kemenag

    • calendar_month Jumat, 7 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 791
    • 0Komentar

    PERSIAPAN penyelenggaraan ibadah umrah di masa pandemi Covid-19 terus dilakukan. Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Hilman Latief mengatakan penyelenggaraan ibadah umrah akan kembali dibuka awal bulan ini. Namun, Hilman menegaskan bahwa penyelenggaraan umrah di masa pandemi harus mematuhi protokol kesehatan demi memberikan perlindungan kepada jemaah. “Pemberangkatan jemaah umrah rencananya akan kembali dibuka pada 8 […]

  • Terpaksa Mudik Libur Nataru, Wajib Miliki Sertifikat Vaksin

    Terpaksa Mudik Libur Nataru, Wajib Miliki Sertifikat Vaksin

    • calendar_month Senin, 29 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 679
    • 0Komentar

    KADIV Humas Polri, Irjen. Pol. Dr. Dedi Prasetyo, M.Hum., M.Si., M.M., mengungkapkan bahwa untuk warga yang terpaksa mudik pada saat Natal dan Tahun Baru (Nataru) wajib melapor ke posko PPKM Mikro. Selain itu, masyarakat yang mudik tersebut juga wajib mengantongi Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) yang menyatakan bahwa warga telah disuntik vaksin dosisi II dan […]

  • Bolehkah Anak Minum Kopi? Mulai Usia Berapa ?

    Bolehkah Anak Minum Kopi? Mulai Usia Berapa ?

    • calendar_month Selasa, 6 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 4.382
    • 0Komentar

    BOLEHKAH Anak Minum Kopi? Sekarang sudah banyak kopi “kekinian” yang dijual dengan harga terjangkau. Tidak hanya orang dewasa dan mahasiswa, remaja tanggung juga ikut mengonsumsinya. Bahkan, sepertinya tren peminum kopi semakin muda usianya. Anak-anak usia sekolah yang terbebani banyak PR pun mulai ikutan minum kopi. Lalu, bagaimana dengan anak-anak balita? Yang awalnya iseng-iseng mencicipi kopi […]

  • Alex Kumpulkan Seluruh Deputi Asian Games Palembang, Ada Apa ?

    Alex Kumpulkan Seluruh Deputi Asian Games Palembang, Ada Apa ?

    • calendar_month Selasa, 22 Mei 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 954
    • 0Komentar

    Jadi, jangan dihitung hanya pada saat perkiraan acara saja. Branding harus diperbaharui harus dilaksanakan.

  • Bermalam Minggu di Desa Kaliberau, Serap Aspirasi Hingga Maen Gaple Bareng Warga

    Bermalam Minggu di Desa Kaliberau, Serap Aspirasi Hingga Maen Gaple Bareng Warga

    • calendar_month Minggu, 15 Okt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.080
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Suasana Sabtu (14/10/2023) malam di Desa Kaliberau Kecamatan Bayung Lencir Kabupaten Muba tampak tak seperti biasanya. Puluhan warga, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Pemuda tampak berkumpul memadati halaman salah satu kediaman warga Desa Kaliberau. Wajar saja, suasana ramai tersebut rupanya dihadiri orang nomor wahid di Bumi Serasan Sekate yakni Pj Bupati Apriyadi Mahmud yang […]

expand_less
WordPress Archive Cuisine – WordPress Blog & Recipe Theme CulturePress – Art & Culture WordPress Theme Cupid- Creative Portfolio Elementor Template Kit Cured – One Page Medical Doctor WordPress Theme Curio – Responsive Minimal Blog Theme Curly – A Stylish WordPress Theme for Hairdressers and Hair Salons Custom Content Pack for Fusion Builder Custom Cursor Custom Fields for WooCommerce Checkout Block Custom Fields & Options Plugin for WordPress – Xbox Framework