Sabtu, 10 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Peristiwa » “Ketika Rendang Gosong Sebelum Sarapan, Drama Pagi Ini di Pasar Lemabang”

“Ketika Rendang Gosong Sebelum Sarapan, Drama Pagi Ini di Pasar Lemabang”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 17 Jul 2025
  • visibility 764
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUASANA pagi yang mulai panas, karena matahari mulai terasa terik memantulkan cahayanya ke bumi Palembang, meski demikian hawa dingin masih sedikit terasa, maklum semalam juga turun hujan.

Tapi di Jalan Yos Sudarso, tepat Pasar Lemabang, Palembang, Kamis [17 /7/ 2025],  sinar merah sudah lebih dulu menguasai langit bukan fajar, tapi kobaran api yang ngamuk dari Rumah Makan Padang Putra Minang, sekitar pukul 08.45 WIB, nasi padang belum sempat ditanak, rendang belum sempat dipanasin, tapi si jago merah sudah duluan menyantap atap rumah makan itu tanpa garpu dan etika.

Lemabang, yang biasanya sudah padat karena pasar tumpah ruah di kiri kanan jalan, seperti sayur mayur berebut tempat di kasur pengantin, kali ini benar-benar lumpuh.

Begitu pula jalan yang sempit seperti niat mantan ngajak balikan itu makin menyempit karena truk-truk tronton ikut parade pagi dari arah Pelabuhan Boom Baru.

Kombinasi maut, api, pasar, truk, dan rasa panik, kalau ini sinetron, ratingnya bisa ngalahin adegan tokoh utama ketabrak truk tapi hidup lagi di episode 400. “Payo cepat bawa banyotu, pake ember bae lah, yang penting biso padamke api ini!”, teriakan seorang pedagang sayur membelah kepulan asap, suaranya keras melebihi promo minyak goreng 2 liter Rp 20 ribu.

Ia lari-lari sambil nyangkul ember air, seperti tentara pasar yang bersenjatakan galon bekas, di belakangnya, warga ikut gerilya memadamkan api, entah dengan air, daun pisang, atau doa.

Polisi juga turun tangan, walau tangan mereka sibuk ngatur lalu lintas sambil jadi pawang kepanikan, sebagian berusaha memindahkan motor-motor yang diparkir sembarangan, sebagian lainnya melototi kabel-kabel listrik yang menggantung seperti mie instan tak jadi dimasak, rawan nyamber api.

Warga setempat, dengan mata yang masih ngantuk dan rambut acak-acakan, berdiri di pinggir jalan dengan muka cemas. Maklum, rumah makan itu ada di tengah kawasan padat, dan listrik di daerah situ sering nebeng tiang tetangga. Satu nyala api, bisa nyulut satu RT.

Enam unit mobil pemadam sudah stand-by, lengkap dengan selang dan baju ala astronot. Tapi karena jalanan macet seperti hati yang belum move on, mereka mesti nyempil-nyempil seperti pacar baru yang belum diterima keluarga. Untungnya, mereka cepat tanggap, karena kalau tidak, bukan cuma rumah makan yang gosong bisa-bisa rendang dimakamkan bersama bangunan.

“Api cepat, tapi semangat warga lebih cepat,” ujar seorang emak-emak sempat nonton peristiwa itu usai belanja yang pagi itu belum sempat pulang ke rumah,  tapi sudah sibuk jadi komentator lapangan.

Ia bilang, suasana seperti ini mengingatkannya pada zaman kecil saat lomba lari bawa karung, penuh semangat dan teriakan.

Sampai berita ini ditulis, penyebab kebakaran belum bisa dipastikan, apakah dari sambungan listrik?, kompor? atau dendam pribadi rendang terhadap dendeng? Yang jelas, rumah makan legendaris itu kini dilalap si jago merah yang lapar dipagi hari, harum daun jeruk dan santan kini digantikan oleh bau gosong dan plastik terbakar.

Peristiwa ini jadi pengingat bahwa keselamatan itu bukan cuma soal memasang alat pemadam api di dapur, tapi juga soal kebiasaan berjaga.

Pasar yang padat, kabel yang kusut, dan masak terkadang lengah,  kayak kisah percintaan di usia 30, dan akses jalan yang sempit membuat risiko makin besar. Namun di balik bencana, ada semangat gotong royong yang patut diacungi jempol dan ember.

Dalam dunia yang makin cepat seperti microwave, kejadian ini mengingatkan kita bahwa solidaritas warga adalah slow-cooker yang tetap hangat butuh waktu, tapi bikin hati adem,  seperti kata pepatah Minang, “Tataplah ke depan meski nasi hangus, karena kehidupan bukan cuma soal rendang”.

Jadi,  doakan semoga nantinya Rumah Makan Putra Minang bisa bangkit lagi seperti biasa, karena Palembang tanpa nasi padang, ibarat pempek idak becuko, masih bisa dimakan, tapi kurang mantap!”.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Karhutla Sumsel Tembus 1.723 Kejadian, 53 Titik Masih Terpantau, Kini Cipayung Plus Diajak Turun ke Posko

    Karhutla Sumsel Tembus 1.723 Kejadian, 53 Titik Masih Terpantau, Kini Cipayung Plus Diajak Turun ke Posko

    • calendar_month Selasa, 25 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 43
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Karhutla Sumsel masih menjadi ancaman di tengah musim kemarau. Hingga 23 Agustus 2026, BPBD Sumsel mencatat 1.723 kejadian kebakaran hutan dan lahan, dengan 53 titik masih terpantau di 13 kabupaten/kota. Angka itu menjadi bukti penanganan karhutla belum selesai. Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terus memperkuat operasi di lapangan, sekaligus membuka ruang bagi kelompok masyarakat untuk […]

  • Wagub Ingin ODP Covid-19 Nyaman di Wisma Atlet

    Wagub Ingin ODP Covid-19 Nyaman di Wisma Atlet

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 847
    • 0Komentar

    KETUA ODP Center, Wakil Gubernur Sumsel H.Mawardi Yahya  kembali datang ke Wisma Atlet untuk melakukan pengecekan ulang. Saat pengecekan, Wagub tampak didampingi Kepala Dinas Kesehatan Sumsel Dra Lesty Nurainy, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Yusuf Ahmad, serta Kepala Dinas Pariwisata Sumsel Aufa Syarkowi dan Dirut PT JSC Meina Fatriani Paloh. Tak hanya kamar di Wisma […]

  • Festival Rempah Sumsel 2020

    Festival Rempah Sumsel 2020

    • calendar_month Minggu, 25 Okt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 777
    • 0Komentar

    TIM  Penggerak PKK Sumsel melaksanakan ajang Festival Rempah Sumsel 2020  di halaman Istana Gubernur Griya Agung Palembang, menyusul Sumsel menyimpan kekayaan alam berupa tanaman rempah, baik yang berfungsi sebagai penyedap rasa masakan atau juga berfungsi sebagai obat-obatan alami atau herbal. Diharapkan dalam festival ini ada edukasi yang berkelanjutan terkait dengan jenis tanaman rempah termasuk manfaat […]

  • Asa Gub. Sumsel Kepada Menteri Kelautan & Perikanan

    Asa Gub. Sumsel Kepada Menteri Kelautan & Perikanan

    • calendar_month Selasa, 5 Nov 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 811
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel H.Herman Deru meminta Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Edhy Prabowo memprioritaskan pengembangan potensi perikanan di Sumsel. Hal itu diungkapkannya saat memberikan sambutan pada Peringatan Hari Nusantara  XIX oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumsel di Atrium OPI Mall Jakabaring, Senin (4/11/2019). Pada kesempatan itu HD berharap Menteri Kelautan dan Perikanan RI Edhy […]

  • Bantuan Gempa NTT 46,6 Ton Sasar Kebutuhan Perempuan dan Anak yang Kerap Terlewat

    Bantuan Gempa NTT 46,6 Ton Sasar Kebutuhan Perempuan dan Anak yang Kerap Terlewat

    • calendar_month Senin, 24 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 37
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Penanganan korban gempa M7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak hanya membutuhkan makanan dan air minum. Di tengah kondisi darurat, perempuan dan anak juga memiliki kebutuhan khusus yang tidak selalu masuk dalam daftar logistik utama. Kebutuhan itu mulai dari nutrisi untuk balita, popok dan pembalut, perlengkapan kebersihan, pakaian, hingga kebutuhan yang berkaitan dengan […]

  • Boleh Jadi Contoh…Siswa MAN)  2 Kota Malang Berhasil Bawa Pulang 7 Medali Emas di Ajang UMSIDA CUP 2022

    Boleh Jadi Contoh…Siswa MAN)  2 Kota Malang Berhasil Bawa Pulang 7 Medali Emas di Ajang UMSIDA CUP 2022

    • calendar_month Selasa, 23 Agt 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 500
    • 0Komentar

    Siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN)  2 Kota Malang berhasil membawa pulang tujuh medali emas pada UMSIDA CUP 2022. Ajang kejuaraan Taekwondo ini diadakan oleh Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) di Gor Smanor Sidoarjo, 18-20 Agustus 2022. Kepala MAN 2 Kota Malang, Mohammad Husnan mengapresisasi prestasi siswanya. Dia mengatakan, prestasi ini bukan hanya bermanfaat untuk para pemenang, akan tetapi […]

expand_less
WordPress Archive Cuisine – WordPress Blog & Recipe Theme CulturePress – Art & Culture WordPress Theme Cupid- Creative Portfolio Elementor Template Kit Cured – One Page Medical Doctor WordPress Theme Curio – Responsive Minimal Blog Theme Curly – A Stylish WordPress Theme for Hairdressers and Hair Salons Custom Content Pack for Fusion Builder Custom Cursor Custom Fields for WooCommerce Checkout Block Custom Fields & Options Plugin for WordPress – Xbox Framework