Sabtu, 17 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sumsel » Hotspot Sumsel Anjlok dari 165 Jadi 120, Tapi Masih Tertinggi Kedua di Tengah Karhutla

Hotspot Sumsel Anjlok dari 165 Jadi 120, Tapi Masih Tertinggi Kedua di Tengah Karhutla

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 6 Sep 2026
  • visibility 41
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Jumlah hotspot di Sumatera Selatan (Sumsel) memang berkurang dalam sehari. Namun, penurunannya belum membuat provinsi ini keluar dari radar utama pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pada 5 September 2026, masih terdeteksi 120 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi atau high confidence di wilayah Sumsel.

Angka itu turun 45 titik dibanding sehari sebelumnya yang mencapai 165 hotspot. Meski berkurang cukup banyak, Sumsel tetap berada di posisi kedua dengan jumlah hotspot terbanyak di antara enam provinsi yang menjadi wilayah prioritas penanganan karhutla.

Posisi teratas masih ditempati Kalimantan Tengah dengan 178 hotspot. Di bawah Sumsel ada Kalimantan Barat sebanyak 54 titik, Kalimantan Selatan 14 titik, Riau 12 titik, dan Jambi enam titik.

Jika dibandingkan kondisi sehari sebelumnya, sebagian besar wilayah prioritas memang mengalami penurunan. Secara nasional, jumlah hotspot high confidence turun dari 818 menjadi 558 titik pada pemantauan 5 September.

Tetapi angka nasional itu belum bisa dibaca sebagai tanda persoalan karhutla sudah selesai. Di lapangan, petugas masih harus memastikan titik-titik yang terpantau satelit benar-benar aman, terutama pada kawasan yang sebelumnya mengalami kebakaran.

Untuk Sumsel, perhatian tersebut terasa penting, karena jumlah hotspot yang tersisa masih cukup tinggi.

Tim gabungan tetap melakukan patroli dan pengecekan ke lapangan, termasuk pemadaman pada lokasi yang ditemukan terbakar serta pendinginan di area yang sudah ditangani.

Kondisi asap juga menjadi bagian yang terus dipantau. Di Palembang, jarak pandang di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II sempat berada di sekitar 5 kilometer pada siang 5 September dengan kondisi berasap.

Pada malam hari, jarak pandang membaik menjadi 10 kilometer atau lebih dan cuaca tercatat berawan.

Perubahan dalam hitungan jam itu menunjukkan bahwa kondisi udara tidak selalu bergerak searah dengan jumlah hotspot. Asap, angin, kelembapan, dan keadaan atmosfer dapat membuat jarak pandang berubah dengan cepat.

Hal serupa terlihat di Kalimantan Barat. Jumlah hotspot di provinsi itu turun cukup tajam, dari 124 menjadi 54 titik, setelah sebagian wilayah mendapat hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada malam sebelumnya. Namun, asap masih terpantau di sejumlah tempat.

Pada malam 5 September, jarak pandang di Pontianak tercatat sekitar 2 kilometer dengan kondisi berasap. Di Putussibau, kondisi bahkan lebih terbatas, dengan jarak pandang sekitar 1 kilometer dan masih diselimuti asap.

Turunnya hotspot belum serta-merta membuat operasi dihentikan. Pada lahan gambut, misalnya, api yang terlihat padam masih bisa menyisakan bara di bawah permukaan. Petugas perlu melakukan mopping up dan pendinginan untuk mencegah api kembali muncul.

Pengendalian karhutla saat ini melibatkan Manggala Agni Kementerian Kehutanan bersama TNI, Polri, BNPB, BMKG, BPBD, pemerintah daerah, masyarakat, dunia usaha, serta unsur lainnya.

Dukungan dari udara juga tetap berjalan. Sebanyak 53 armada disiapkan untuk operasi di enam provinsi prioritas, dengan 34 armada menjalankan water bombing dan 19 lainnya digunakan untuk patroli udara sekaligus mendukung Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Pengerahan armada tidak dilakukan secara seragam, melainkan mengikuti perkembangan di masing-masing wilayah. Pemantauan hotspot, kondisi api, cuaca, hujan, kualitas udara, hingga jarak pandang menjadi bahan untuk menentukan lokasi yang perlu mendapat penanganan lebih dulu.

Kementerian Kehutanan juga mengingatkan bahwa hotspot bukan berarti satu titik pasti merupakan lokasi kebakaran. Data tersebut merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang ditangkap satelit dan tetap membutuhkan pemeriksaan di lapangan.

Dengan 120 hotspot yang masih terdeteksi, Sumsel belum sepenuhnya bisa mengendurkan kewaspadaan. Penurunan angka menjadi perkembangan positif, tetapi pekerjaan di lapangan tetap diperlukan untuk memastikan api tidak kembali menyala dan dampak asap tidak meluas.

Masyarakat pun diingatkan tidak menggunakan api untuk membuka atau membersihkan lahan. Bagi warga yang berada di wilayah dengan paparan asap, informasi mengenai kualitas udara dan jarak pandang perlu terus diperhatikan sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Padang Ingin Tiru 2 Sektor Ini kepada  Palembang

    Padang Ingin Tiru 2 Sektor Ini kepada  Palembang

    • calendar_month Sabtu, 12 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 979
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kota Padang, Sumatera Barat berkunjung ke Pemerintah Kota /Pemkot Palembang guna belajar terkait sektor pariwisata religius dan pengolahan Sampah. Kunjungan tersebut di Wakili Asisten I Padang Sumatera Barat (Sumbar) Edi Hasymi dan diterima Sekretaris Daerah [Sekda] Pemkot Palembang, Drs Ratu Dewa, kemarin. Ratu Dewa mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Padang ingin berkerja sama meniru sektor […]

  • Ibu-ibu Muba Diajak Pengajian Istiqamah Khatam Al-Qur’an di Bulan Ramadhan

    Ibu-ibu Muba Diajak Pengajian Istiqamah Khatam Al-Qur’an di Bulan Ramadhan

    • calendar_month Selasa, 5 Apr 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 729
    • 0Komentar

    WAKIL Ketua I TP PKK Muba Susy Imelda Beni didampingi Ketua DWP Kabupaten Muba Hj Asna Aini Apriyadi dan anggota Majelis Ta’lim lainnya menjalankan pengajian Al –Qur’an  bertempat di Pendopoan Griya Bumi Serasan Sekate, Selasa (5/4/2022).   Anggota DPRD Provinsi Sumsel ini juga mengajak para ibu-ibu majelis ta’lim di Bumi Serasan Sekate untuk bersama-sama bersyukur […]

  • Peringati HUT Bhayangkara Ke-74, Bupati Muba Apresiasi Seluruh Jajaran Polres Muba

    Peringati HUT Bhayangkara Ke-74, Bupati Muba Apresiasi Seluruh Jajaran Polres Muba

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2020
    • account_circle Aan
    • visibility 1.006
    • 0Komentar

    TERCIPTANYA keamanan dan kondusifitas Kabupaten Muba tidak dapat dipisahkan dari sinergi Forkopimda Muba serta komitmen warga masyarakat Bumi Serasan Sekate untuk menciptakan lingkungan Kabupaten Muba menjadi semakin lebih baik. Kapolres Muba AKBP Yudhi Surya Markus Pinem SIK mengatakan keamanan dan kondusifitas Kabupaten Muba semakin baik dan meningkat, hal ini terjadi selain peran serta jajaran anggota […]

  • Update COVID-19 Muba: Bertambah 7 Kasus Sembuh, 2 Positif dan Tidak Ada Meninggal

    Update COVID-19 Muba: Bertambah 7 Kasus Sembuh, 2 Positif dan Tidak Ada Meninggal

    • calendar_month Rabu, 8 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 865
    • 0Komentar

    GUGUS Tugas Penanganan COVID-19 Muba, mengkonfirmasikan bahwa ada penambahan 7 kasus sembuh dan 2 positif pada Rabu. “Ada penambahan 7 kasus sembuh dan 2 positif per 8 September 2021,” ungkap Jubir Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Seftiani Peratita SS MKes. Sefti merinci, adapun penambahan kasus positif diantaranya kasus 2889 Laki-laki usia 39 tahun asal Lais, […]

  • Cerita Kartini Tak Hanya Berkebaya, Tapi Juga Berencana!

    Cerita Kartini Tak Hanya Berkebaya, Tapi Juga Berencana!

    • calendar_month Selasa, 22 Apr 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 839
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Kalau Kartini masih hidup dan punya akun Instagram, bisa jadi caption-nya hari ini begini “Bukan cuma emansipasi, tapi juga edukasi reproduksi. Salam KB, gaes!” Ya, dalam rangka memperingati Hari Kartini 2025, Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) membuktikan bahwa merayakan perempuan bukan cuma soal bunga dan selendang batik. Tapi juga soal rahim yang […]

  • Kepiawaian Petarung MTsN Lingga di Ajang Silat internasional Hingga Raih Medali Perak

    Kepiawaian Petarung MTsN Lingga di Ajang Silat internasional Hingga Raih Medali Perak

    • calendar_month Minggu, 23 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 6.544
    • 0Komentar

    PETARUNG MTsN Lingga kembali menampilkan kepiawaiannya di ajang silat internasional hingga meraih medali perak. Apsu Prisehelvia Tri Putri, mewakili Indonesia di kancah dunia setelah menang sejak tingkat kabupaten hingga nasional. Berlaga di ajang yang diikuti atlet dari beberapa negara, Apsu berhasil meraih medali perak di kategori jurus tunggal yang diselenggarakan secara virtual. Negara-negara pesaing yang […]

expand_less
WordPress Archive YITH WooCommerce Tab Manager Premium YITH WooCommerce Terms and Conditions Popup Premium YITH WooCommerce Uploads Premium YITH WooCommerce Waiting List Premium YITH WooCommerce Watermark Premium YITH WooCommerce Wishlist Premium YITH WooCommerce Zoom Magnifier Premium YITH WordPress Test Environment Premium Yoast Local SEO Premium Yoast News SEO Premium