Sabtu, 26 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sumsel » Hotspot Sumsel Anjlok dari 165 Jadi 120, Tapi Masih Tertinggi Kedua di Tengah Karhutla

Hotspot Sumsel Anjlok dari 165 Jadi 120, Tapi Masih Tertinggi Kedua di Tengah Karhutla

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 6 Sep 2026
  • visibility 25
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Jumlah hotspot di Sumatera Selatan (Sumsel) memang berkurang dalam sehari. Namun, penurunannya belum membuat provinsi ini keluar dari radar utama pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pada 5 September 2026, masih terdeteksi 120 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi atau high confidence di wilayah Sumsel.

Angka itu turun 45 titik dibanding sehari sebelumnya yang mencapai 165 hotspot. Meski berkurang cukup banyak, Sumsel tetap berada di posisi kedua dengan jumlah hotspot terbanyak di antara enam provinsi yang menjadi wilayah prioritas penanganan karhutla.

Posisi teratas masih ditempati Kalimantan Tengah dengan 178 hotspot. Di bawah Sumsel ada Kalimantan Barat sebanyak 54 titik, Kalimantan Selatan 14 titik, Riau 12 titik, dan Jambi enam titik.

Jika dibandingkan kondisi sehari sebelumnya, sebagian besar wilayah prioritas memang mengalami penurunan. Secara nasional, jumlah hotspot high confidence turun dari 818 menjadi 558 titik pada pemantauan 5 September.

Tetapi angka nasional itu belum bisa dibaca sebagai tanda persoalan karhutla sudah selesai. Di lapangan, petugas masih harus memastikan titik-titik yang terpantau satelit benar-benar aman, terutama pada kawasan yang sebelumnya mengalami kebakaran.

Untuk Sumsel, perhatian tersebut terasa penting, karena jumlah hotspot yang tersisa masih cukup tinggi.

Tim gabungan tetap melakukan patroli dan pengecekan ke lapangan, termasuk pemadaman pada lokasi yang ditemukan terbakar serta pendinginan di area yang sudah ditangani.

Kondisi asap juga menjadi bagian yang terus dipantau. Di Palembang, jarak pandang di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II sempat berada di sekitar 5 kilometer pada siang 5 September dengan kondisi berasap.

Pada malam hari, jarak pandang membaik menjadi 10 kilometer atau lebih dan cuaca tercatat berawan.

Perubahan dalam hitungan jam itu menunjukkan bahwa kondisi udara tidak selalu bergerak searah dengan jumlah hotspot. Asap, angin, kelembapan, dan keadaan atmosfer dapat membuat jarak pandang berubah dengan cepat.

Hal serupa terlihat di Kalimantan Barat. Jumlah hotspot di provinsi itu turun cukup tajam, dari 124 menjadi 54 titik, setelah sebagian wilayah mendapat hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada malam sebelumnya. Namun, asap masih terpantau di sejumlah tempat.

Pada malam 5 September, jarak pandang di Pontianak tercatat sekitar 2 kilometer dengan kondisi berasap. Di Putussibau, kondisi bahkan lebih terbatas, dengan jarak pandang sekitar 1 kilometer dan masih diselimuti asap.

Turunnya hotspot belum serta-merta membuat operasi dihentikan. Pada lahan gambut, misalnya, api yang terlihat padam masih bisa menyisakan bara di bawah permukaan. Petugas perlu melakukan mopping up dan pendinginan untuk mencegah api kembali muncul.

Pengendalian karhutla saat ini melibatkan Manggala Agni Kementerian Kehutanan bersama TNI, Polri, BNPB, BMKG, BPBD, pemerintah daerah, masyarakat, dunia usaha, serta unsur lainnya.

Dukungan dari udara juga tetap berjalan. Sebanyak 53 armada disiapkan untuk operasi di enam provinsi prioritas, dengan 34 armada menjalankan water bombing dan 19 lainnya digunakan untuk patroli udara sekaligus mendukung Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Pengerahan armada tidak dilakukan secara seragam, melainkan mengikuti perkembangan di masing-masing wilayah. Pemantauan hotspot, kondisi api, cuaca, hujan, kualitas udara, hingga jarak pandang menjadi bahan untuk menentukan lokasi yang perlu mendapat penanganan lebih dulu.

Kementerian Kehutanan juga mengingatkan bahwa hotspot bukan berarti satu titik pasti merupakan lokasi kebakaran. Data tersebut merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang ditangkap satelit dan tetap membutuhkan pemeriksaan di lapangan.

Dengan 120 hotspot yang masih terdeteksi, Sumsel belum sepenuhnya bisa mengendurkan kewaspadaan. Penurunan angka menjadi perkembangan positif, tetapi pekerjaan di lapangan tetap diperlukan untuk memastikan api tidak kembali menyala dan dampak asap tidak meluas.

Masyarakat pun diingatkan tidak menggunakan api untuk membuka atau membersihkan lahan. Bagi warga yang berada di wilayah dengan paparan asap, informasi mengenai kualitas udara dan jarak pandang perlu terus diperhatikan sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perpisahan Siswa Kelas XII SMAN 2

    Perpisahan Siswa Kelas XII SMAN 2

    • calendar_month Senin, 21 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 920
    • 0Komentar

    SETELAH mengumumkan kelulusan siswa secara daring, kali ini SMA Negeri 2 Kayuagung juga menggelar acara perpisahan siswa Kelas XII atau Kelas 3 secara virtual dalam masa pembatasan sosial berskala besar atau PSBB pada, Senin (21/3/22). Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Kayuagung, Arminadi MM mengatakan, siswa Kelas XII telah menyelesaikan pendidikannya selama tiga tahun dan dinyatakan […]

  • Pj Bupati Muba Apriyadi Surati Menteri dan Panggil Perusahaan Terkait Soal Ini

    Pj Bupati Muba Apriyadi Surati Menteri dan Panggil Perusahaan Terkait Soal Ini

    • calendar_month Minggu, 30 Apr 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.023
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Pj Bupati Muba Apriyadi Surati Menteri dan memanggil  Perusahaan menyusul rusaknya jalan di Desa Macang Sakti-Mangunjaya di Kecamatan Babat Toman dan Sanga Desa serta warga Desa Bumi Kencana dan Panca Tunggal Kecamatan Sungai Lilin.   Kerusakan jalan tersebut membuat warga kesal dan mengancam memasang portal bagi truk perusahaan yang melintasi ruas jalan ke […]

  • 52 Mahasiswa Akper Muba Di Wisuda

    52 Mahasiswa Akper Muba Di Wisuda

    • calendar_month Kamis, 28 Nov 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 935
    • 0Komentar

    AKADEMI keperawatan  Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin menggelar prosesi wisuda XIV angkatan 2018/2019, sebanyak 52 mahasiswa, di Opprom Pemkab Muba, Kamis (28/11/2019).   52 orang mahasiswa/mahasiswi ini terdiri dari 12 laki-laki dan 40 orang perempuan, dengan lulusan terbaik bernama Selvy Dwi Indriyani, 3,56, Aki Darki IPK 3,55, dan Rosmalinda IPK 3,53.   Wisuda ke-16 Akper Pemkab […]

  • Gubernur Ajak Daerah Lebih Agresif Tangani COVID-19

    Gubernur Ajak Daerah Lebih Agresif Tangani COVID-19

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 892
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel Herman Deru mengajak daerah lebih agresif lagi dalam penanganan Corona /COVID-19 menyusul adanya warga Sumsel yang meninggal  disebabkan virus tersebut. Hal itu disampaikannya saat menggelar Video Conference bersama Bupati dan Walikota se-Sumsel di ruang Command Centre Setda Provinsi Sumsel, Selasa (24/3/2020). Menurutnya, saat ini sedikitnya ada 189 negara telah terpapar Covid-19. Di Indonesia […]

  • Mawardi Yahya Minta RSI Siti Khadijah Makin Profesional

    Mawardi Yahya Minta RSI Siti Khadijah Makin Profesional

    • calendar_month Sabtu, 29 Feb 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.931
    • 0Komentar

    MEMPERINGATI hari ulang tahun yang ke – 40, Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Khadijah menggelar upacara bendera dipusatkan di lapangan RSI Siti Khadijah, dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Sumatera Selatan Mawardi Yahya bertindak sebagai pembina upacara, pada Jumat (28/2/2020). Dalam amanatnya pada upacara bendera, Wagub Mawardi berharap RSI Siti Khadijah dapat terus meningkatkan pelayanan kepada […]

  • Kolaborasi Pertagas dan Petro Muba Bangun Kilang LPG

    Kolaborasi Pertagas dan Petro Muba Bangun Kilang LPG

    • calendar_month Rabu, 19 Jun 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.633
    • 0Komentar

    BUPATI Musi Banyuasin [Muba] Dodi Reza Alex Noerdin sudah pasang kuda-kuda dan siap membawa bisnis sektor migas Muba di kancah nasional dengan melakukan pengelolaan jangka panjang kekayaan sumber daya energi dan mineral (ESDM) di Muba. Dampaknya diyakini sangat besar,   karena selain menambah pundi-pundi Pendapatan Asli Daerah [PAD]. Disisi lain, juga  bisa ikut andil menekan impor LPG Gas. […]

expand_less
WordPress Archive YITH WooCommerce Tab Manager Premium YITH WooCommerce Terms and Conditions Popup Premium YITH WooCommerce Uploads Premium YITH WooCommerce Waiting List Premium YITH WooCommerce Watermark Premium YITH WooCommerce Wishlist Premium YITH WooCommerce Zoom Magnifier Premium YITH WordPress Test Environment Premium Yoast Local SEO Premium Yoast News SEO Premium