Minggu, 6 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sumsel » Hotspot Sumsel Anjlok dari 165 Jadi 120, Tapi Masih Tertinggi Kedua di Tengah Karhutla

Hotspot Sumsel Anjlok dari 165 Jadi 120, Tapi Masih Tertinggi Kedua di Tengah Karhutla

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month 52 menit yang lalu
  • visibility 5
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Jumlah hotspot di Sumatera Selatan (Sumsel) memang berkurang dalam sehari. Namun, penurunannya belum membuat provinsi ini keluar dari radar utama pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pada 5 September 2026, masih terdeteksi 120 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi atau high confidence di wilayah Sumsel.

Angka itu turun 45 titik dibanding sehari sebelumnya yang mencapai 165 hotspot. Meski berkurang cukup banyak, Sumsel tetap berada di posisi kedua dengan jumlah hotspot terbanyak di antara enam provinsi yang menjadi wilayah prioritas penanganan karhutla.

Posisi teratas masih ditempati Kalimantan Tengah dengan 178 hotspot. Di bawah Sumsel ada Kalimantan Barat sebanyak 54 titik, Kalimantan Selatan 14 titik, Riau 12 titik, dan Jambi enam titik.

Jika dibandingkan kondisi sehari sebelumnya, sebagian besar wilayah prioritas memang mengalami penurunan. Secara nasional, jumlah hotspot high confidence turun dari 818 menjadi 558 titik pada pemantauan 5 September.

Tetapi angka nasional itu belum bisa dibaca sebagai tanda persoalan karhutla sudah selesai. Di lapangan, petugas masih harus memastikan titik-titik yang terpantau satelit benar-benar aman, terutama pada kawasan yang sebelumnya mengalami kebakaran.

Untuk Sumsel, perhatian tersebut terasa penting, karena jumlah hotspot yang tersisa masih cukup tinggi.

Tim gabungan tetap melakukan patroli dan pengecekan ke lapangan, termasuk pemadaman pada lokasi yang ditemukan terbakar serta pendinginan di area yang sudah ditangani.

Kondisi asap juga menjadi bagian yang terus dipantau. Di Palembang, jarak pandang di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II sempat berada di sekitar 5 kilometer pada siang 5 September dengan kondisi berasap.

Pada malam hari, jarak pandang membaik menjadi 10 kilometer atau lebih dan cuaca tercatat berawan.

Perubahan dalam hitungan jam itu menunjukkan bahwa kondisi udara tidak selalu bergerak searah dengan jumlah hotspot. Asap, angin, kelembapan, dan keadaan atmosfer dapat membuat jarak pandang berubah dengan cepat.

Hal serupa terlihat di Kalimantan Barat. Jumlah hotspot di provinsi itu turun cukup tajam, dari 124 menjadi 54 titik, setelah sebagian wilayah mendapat hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada malam sebelumnya. Namun, asap masih terpantau di sejumlah tempat.

Pada malam 5 September, jarak pandang di Pontianak tercatat sekitar 2 kilometer dengan kondisi berasap. Di Putussibau, kondisi bahkan lebih terbatas, dengan jarak pandang sekitar 1 kilometer dan masih diselimuti asap.

Turunnya hotspot belum serta-merta membuat operasi dihentikan. Pada lahan gambut, misalnya, api yang terlihat padam masih bisa menyisakan bara di bawah permukaan. Petugas perlu melakukan mopping up dan pendinginan untuk mencegah api kembali muncul.

Pengendalian karhutla saat ini melibatkan Manggala Agni Kementerian Kehutanan bersama TNI, Polri, BNPB, BMKG, BPBD, pemerintah daerah, masyarakat, dunia usaha, serta unsur lainnya.

Dukungan dari udara juga tetap berjalan. Sebanyak 53 armada disiapkan untuk operasi di enam provinsi prioritas, dengan 34 armada menjalankan water bombing dan 19 lainnya digunakan untuk patroli udara sekaligus mendukung Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Pengerahan armada tidak dilakukan secara seragam, melainkan mengikuti perkembangan di masing-masing wilayah. Pemantauan hotspot, kondisi api, cuaca, hujan, kualitas udara, hingga jarak pandang menjadi bahan untuk menentukan lokasi yang perlu mendapat penanganan lebih dulu.

Kementerian Kehutanan juga mengingatkan bahwa hotspot bukan berarti satu titik pasti merupakan lokasi kebakaran. Data tersebut merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang ditangkap satelit dan tetap membutuhkan pemeriksaan di lapangan.

Dengan 120 hotspot yang masih terdeteksi, Sumsel belum sepenuhnya bisa mengendurkan kewaspadaan. Penurunan angka menjadi perkembangan positif, tetapi pekerjaan di lapangan tetap diperlukan untuk memastikan api tidak kembali menyala dan dampak asap tidak meluas.

Masyarakat pun diingatkan tidak menggunakan api untuk membuka atau membersihkan lahan. Bagi warga yang berada di wilayah dengan paparan asap, informasi mengenai kualitas udara dan jarak pandang perlu terus diperhatikan sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peremajaan Sawit Rakyat di Muba Terluas Se-Indonesia

    Peremajaan Sawit Rakyat di Muba Terluas Se-Indonesia

    • calendar_month Selasa, 29 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 931
    • 0Komentar

    SEJAK telah dilaunching Replanting /  Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) yang pertama di Indonesia oleh Presiden Republik Indonesia Ir Joko Widodo pada tanggal 13 Oktober 2017 lalu di Kabupaten Musi Banyuasin. Saat ini jumlah pekebun yang telah melakukan Peremajaan Sawit Rakyat sudah mencapai 5.155 perkebunan dengan luasan 11.380 hektare yang tergabung dalam 17 koperasi dan direncanakan […]

  • Kemenhub Siap Kendalikan Transportasi di Masa Sebelum, Selama, dan Sesudah Peniadaan Mudik, Untuk Apa ?

    Kemenhub Siap Kendalikan Transportasi di Masa Sebelum, Selama, dan Sesudah Peniadaan Mudik, Untuk Apa ?

    • calendar_month Minggu, 25 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.066
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN Perhubungan siap menerapkan pengendalian transportasi di masa sebelum, selama dan sesudah peniadaan mudik, menindaklanjuti SE Satgas no 13 tentang Peniadaan Mudik Idul Fitri dan Upaya Pengendalian Covid-19 Selama Bulan Ramadhan beserta adendumnya yang telah diterbitkan Satgas Penanganan Covid 19. Khusus untuk pengendalian di masa pelarangan mudik, telah dituangkan dalam Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor […]

  • Analisa Gempa Magnitudo M5,8 Kota Bitung Kemarin,  BNPB Fenomena Gempa Bumi Nggak Bisa Diprediksi, Di Imbau Tetap Siap Siaga

    Analisa Gempa Magnitudo M5,8 Kota Bitung Kemarin,  BNPB Fenomena Gempa Bumi Nggak Bisa Diprediksi, Di Imbau Tetap Siap Siaga

    • calendar_month Selasa, 12 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.118
    • 0Komentar

    GEMPA  bumi magnitudo (M)5,8 memicu guncangan dengan tingkat sedang yang dirasakan warga Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara. Peristiwa ini terjadi pada Senin malam (11/10), pukul 19.34 WIB. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bitung melaporkan warganya merasakan guncangan selama 2 – 4 detik. Guncangan yang dirasakan tersebut sempat membuat warga setempat panik hingga keluar rumah. […]

  • BERITA FOTO : Kemarau, Polda Sumsel Salurkan Air Bersih untuk Warga Perum Pesona Harapan Jaya-Nirwana Kalidoni

    BERITA FOTO : Kemarau, Polda Sumsel Salurkan Air Bersih untuk Warga Perum Pesona Harapan Jaya-Nirwana Kalidoni

    • calendar_month Jumat, 6 Okt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 858
    • 0Komentar

        Sumselterkini.co.id, – Polda Sumsel melalui Dirbinmas menyalurkan sebanyak 7 ribu liter air bersih untuk warga Perum Pesona Harapan Jaya Tahap I, II, III, Nirwana RT 50 Jalan Azhari, Kelurahan Kalidoni, Kecamatan Kalidoni Palembang dan sekitarnya, Jumat [6/10/2023].     Penyaluran bantuan air bersih tersebut diberikan langsung  Dir Binmas Polda Sumsel Kombes Pol Sofyan […]

  • Hasil Sensus 2020, BPS Sumsel Catat 8.467.432, Rasio Jenis Kelamin 104 Lebih Banyak Laki-laki

    Hasil Sensus 2020, BPS Sumsel Catat 8.467.432, Rasio Jenis Kelamin 104 Lebih Banyak Laki-laki

    • calendar_month Sabtu, 6 Feb 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.130
    • 0Komentar

    KEPALA BPS Provinsi Sumsel, Endang Tri Wahyuningsih mengatakan, bahwa hasil sensus penduduk 2020 di Provinsi Sumsel tercatat sebesar 8.467.432. Dengan rasio jenis kelamin 104 lebih banyak laki-laki. Artinya, terdapat 104 laki-laki per 100 perempuan di Sumsel pada  Tahun 2020.  Selain itu, dalam pertumbuhan penduduk di Sumsel rata-rata 1,25 persen. Angka ini menurutnya menurun dibanding dengan sensus penduduk […]

  • Delapan Fraksi DPRD Sampaikan Pemandangan Umum Terhadap R-APBDP TA 2020 Kabupaten Muba

    Delapan Fraksi DPRD Sampaikan Pemandangan Umum Terhadap R-APBDP TA 2020 Kabupaten Muba

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 795
    • 0Komentar

    BUPATI Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin diwakili Wakil Bupati Musi Banyuasin Beni Hernedi menghadiri Rapat Paripurna Masa Persidangan III Rapat ke-20 dalam rangka Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Muba terhadap Raperda tentang APBD Perubahan (R-APBDP) Kabupaten Muba Tahun Anggaran 2020, di Ruang Rapat Paripurna DPRD Muba, Selasa (21/7/2020). Dalam rapat yang dipimpin Ketua DPRD […]

expand_less
WordPress Archive YITH WooCommerce Tab Manager Premium YITH WooCommerce Terms and Conditions Popup Premium YITH WooCommerce Uploads Premium YITH WooCommerce Waiting List Premium YITH WooCommerce Watermark Premium YITH WooCommerce Wishlist Premium YITH WooCommerce Zoom Magnifier Premium YITH WordPress Test Environment Premium Yoast Local SEO Premium Yoast News SEO Premium