Selasa, 20 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Peristiwa » Anak Krakatau Masih Aktif, Abu Tembus 15.000 Kaki, Menkes Ingatkan Warga soal Bahaya Ini

Anak Krakatau Masih Aktif, Abu Tembus 15.000 Kaki, Menkes Ingatkan Warga soal Bahaya Ini

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 7 Sep 2026
  • visibility 41
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Aktivitas Gunung Anak Krakatau masih menjadi perhatian pada Senin (7/9/2026). Meski episode erupsi menerus berlangsung sekitar 25 jam telah berakhir, aktivitas vulkaniknya belum sepenuhnya mereda.

Di saat aktivitas gunung masih dipantau, abu vulkanik juga terus bergerak mengikuti arah angin. Bahkan, berdasarkan pemantauan terbaru, abu terdeteksi hingga ketinggian 15.000 kaki atau sekitar 4,57 kilometer, sehingga membuat kewaspadaan belum bisa diturunkan.

Bahkan masyarakat di wilayah yang terdampak abu diminta untuk tetap mengikuti perkembangan resmi dan membatasi aktivitas di luar rumah bila tidak ada keperluan mendesak.

Abu Anak Krakatau Terpantau hingga 15.000 Kaki

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperbarui informasi sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau pada Senin.

Dari hasil pemantauan, abu vulkanik teramati hingga ketinggian 15.000 kaki. Pada lapisan tersebut, abu bergerak ke arah barat mengikuti angin dengan kecepatan sekitar 15 knot.

Analisis citra satelit Himawari-9 menunjukkan sebaran abu pada lapisan permukaan hingga 15.000 kaki meluas ke arah barat daya hingga barat laut.

Sejumlah wilayah yang masuk dalam area pemantauan antara lain Banten, Jawa Barat bagian barat-selatan, Lampung dan Bengkulu, termasuk wilayah perairan di sekitarnya.

Pada lapisan atmosfer yang lebih tinggi, sebaran abu juga terpantau hingga sekitar 50.000 kaki atau 15,24 kilometer dan bergerak menuju wilayah Samudra Hindia.

Pergerakan abu menjadi perhatian, karena tidak hanya berdampak terhadap masyarakat di darat, tetapi juga aktivitas penerbangan.

Delapan Bandara Sempat Ditutup

Dampak sebaran abu vulkanik bahkan membuat sejumlah bandara mengambil langkah antisipasi. BMKG melaporkan delapan bandara di Pulau Jawa dan Sumatra sempat mengalami penutupan sementara akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Langkah itu dilakukan guna mengutamakan keselamatan penerbangan mengingat keberadaan abu vulkanik di udara dapat membahayakan operasional pesawat.

BMKG juga telah menerbitkan puluhan informasi cuaca signifikan untuk penerbangan sejak aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau meningkat pada 4 September.

Keadaan itu juga menjelaskan, meskipun erupsi menerus telah berakhir, dampaknya masih bisa meluas mengikuti kondisi atmosfer dan arah angin.

Erupsi Menerus Berakhir, Aktivitas Masih Tinggi

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan episode erupsi menerus Gunung Anak Krakatau yang dimulai pada Jumat (4/9/2026) pukul 23.07 WIB berakhir pada Minggu (6/9/2026) pukul 00.04 WIB.

Dengan demikian, fase erupsi menerus tersebut berlangsung sekitar 25 jam. Namun, berakhirnya fase tersebut bukan berarti Gunung Anak Krakatau sudah sepenuhnya tenang.

Setelah erupsi menerus berakhir, gunung masih terlihat aktivitas erupsi Stromboliannya. Aktivitas kegempaannya juga masih tergolong tinggi.

Dalam pemantauan terbaru, tercatat sejumlah gempa yang berkaitan dengan aktivitas vulkanik, mulai dari gempa erupsi, gempa hembusan, gempa low frequency, gempa hybrid hingga tremor menerus.

Sehingga, potensi terjadinya letusan kembali masih menjadi perhatian. Badan Geologi juga masih mempertahankan status Gunung Anak Krakatau pada Level III atau Siaga.

Masyarakat dan wisatawan diminta tidak mendekati pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau dalam radius 3 kilometer.

Potensi bahaya yang perlu diwaspadai meliputi lontaran batu pijar dan hujan abu lebat. Apabila erupsi menerus kembali terjadi, potensi aliran lava juga tetap diperhitungkan.

Menkes Sudah Ingatkan Bahaya Abu Vulkanik

Sehari sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin telah mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap ringan paparan abu vulkanik.

Dalam konferensi pers pada Minggu (6/9/2026), Budi meminta masyarakat di wilayah terdampak mengurangi aktivitas di luar rumah.

Jika tidak ada keperluan mendesak, warga dianjurkan tetap berada di dalam rumah. Sementara bagi masyarakat yang harus keluar, penggunaan masker dan pelindung mata menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko paparan abu.

Menurut Budi, abu vulkanik dapat menimbulkan gangguan kesehatan akut, terutama pada saluran pernapasan, mata dan kulit.

Gangguan mungkin muncul antara lain Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), iritasi mata hingga gangguan pada kulit.

Kelompok yang perlu mendapat perhatian lebih adalah anak-anak, lanjut usia serta masyarakat yang memiliki penyakit pernapasan dan kardiovaskular kronis.

Budi juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengucek mata ketika terkena abu. Jika abu masuk ke mata, warga diminta segera membersihkannya menggunakan air. Apabila keluhan berlanjut, masyarakat dapat mendatangi puskesmas atau fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

“Kalau debu sudah masuk ke mata, jangan dikucek. Bersihkan dengan air,” ujar Budi dalam keterangannya.

Kemenkes Siagakan Layanan Kesehatan

Untuk mengantisipasi dampak kesehatan akibat paparan abu, Kementerian Kesehatan telah mengaktifkan Health Emergency Operating Center (HEOC) dari tingkat pusat hingga wilayah terdampak.

Dinas kesehatan di daerah terdampak juga diminta memastikan puskesmas dan rumah sakit siap menangani kemungkinan peningkatan pasien.

Kebutuhan medis seperti masker medis dan N95, oksigen beserta konsentrator, nebulizer, obat untuk gangguan pernapasan serta obat tetes mata dan salep untuk kulit juga disiapkan.

Masyarakat yang telah beraktivitas di luar rumah juga dianjurkan segera membersihkan tubuh dan mengganti pakaian agar partikel abu yang menempel tidak terus terpapar.

Warga Diminta Tetap Tenang

Di tengah perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau, masyarakat diminta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.

Pemerintah terus melakukan pemantauan bersama sejumlah lembaga, termasuk BMKG, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Masyarakat diminta mengandalkan informasi dari kanal resmi pemerintah dan mengikuti arahan petugas di lapangan.

Berakhirnya erupsi menerus selama sekitar 25 jam memang menjadi perkembangan penting. Namun, aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berlangsung dan abu vulkanik masih dapat menyebar mengikuti kondisi angin.

Warga di wilayah terdampak sebaiknya tetap tenang, membatasi aktivitas di luar rumah, menggunakan masker bila harus keluar serta melindungi mata dari paparan abu.

Untuk saat ini, status Gunung Anak Krakatau masih Level III atau Siaga, sehingga perkembangan aktivitas gunung tersebut masih akan terus dipantau dan dievaluasi. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • OKU Jadi Daerah Lumbung Pangan di Sumsel

    OKU Jadi Daerah Lumbung Pangan di Sumsel

    • calendar_month Senin, 7 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.883
    • 0Komentar

    PERTANIAN merupakan salah satu sektor andalan di Sumsel. Sebab itu, Gubernur Sumsel H Herman Deru gencar menggenjot pengembangan lahan pertanian sehingga sehingga produksi hasil pertanian di Sumsel terus meningkat. Hal itu juga dilakukan guna mewujudkan kembali cita-cita Sumsel sebagai lumbung pangan nasional. “Keberhasilan pertanian di lahan yang ada irigasinya tentu itu hal biasa. Namun, jika […]

  • Pengerjaan pembangunan Sungai Sekanak Lambidaro tahap II dimulai

    Pengerjaan pembangunan Sungai Sekanak Lambidaro tahap II dimulai

    • calendar_month Senin, 6 Jun 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.410
    • 0Komentar

    PEMKOT Palembang  mulai melanjutkan kembali pembangunan Sungai Sekanak Lambidaro tahap II setelah pengerjaan proyek yang pertama sepanjang 2,5 km selesai. Proyek tahap II itu dimulai dari Palembang Indah Mall (PIM) hingga ke kantor DPRD Sumsel.   Hal tersebut disampaikan langsung oleh Walikota Palembang, H. Harnojoyo saat meninjau langsung lokasi Sungai Sekanak Lambidaro di Jalan Radial […]

  • Cerita dari Balik Meja Kredit Bank Sumsel Babel [Bunga Turun, ASN Senyum]

    Cerita dari Balik Meja Kredit Bank Sumsel Babel [Bunga Turun, ASN Senyum]

    • calendar_month Rabu, 28 Mei 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.141
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Kalau dulu ada pepatah lama, “jangan berhutang kalau tak sanggup bayar,” sekarang boleh kita revisi sedikit, “boleh berhutang asal bunganya jinak seperti kucing kampung yang udah kenyang.” Nah, inilah yang sedang dilakukan Bank Sumsel Babel. Dalam gaya bahasa ekonomi yang sederhana, mereka turunkan suku bunga pinjaman bagi ASN menjadi setara 5,1 persen flat. […]

  • Pangdam Minta Personel Harus Selalu Siaga Antisipasi Karhutla, Kebakaran Jangan Terulang Lagi

    Pangdam Minta Personel Harus Selalu Siaga Antisipasi Karhutla, Kebakaran Jangan Terulang Lagi

    • calendar_month Rabu, 14 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 874
    • 0Komentar

    Pangdam II/Swj Mayjen TNI Agus Suhardi mengatakankan, kepada setiap personel yang terlibat dalam pelaksanaan latihan harus siap digerakan setiap saat dalam penanggulangan Karhutlah yang berada di wilayah Provinsi Sumsel. Oleh karena itu pada latihan kali ini, dititik beratkan kepada materi bantuan TNI kepada pemerintah daerah dalam penanggulangan bencana Karhutla terutama pada pengerahan unsur TNI seperti […]

  • Kementrian Ini Kasih Warisan kepada Pemrov. Sumsel, Apa Itu ?

    Kementrian Ini Kasih Warisan kepada Pemrov. Sumsel, Apa Itu ?

    • calendar_month Sabtu, 14 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 889
    • 0Komentar

    Maka pemanfaatanya akan lebih maksimal untuk menampung  stok  barang berupa surplus pangan  di Sumsel.

  • Warga & Gajah, Siapa Mengalah?[Ketika Alam Minta Dipahami]

    Warga & Gajah, Siapa Mengalah?[Ketika Alam Minta Dipahami]

    • calendar_month Sabtu, 24 Mei 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 812
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Kalau ada lomba adu sabar antar-makhluk hidup, bisa jadi petani di Air Sugihan bakal menang telak. Bayangkan, sudah susah payah nandur padi, tinggal nunggu masa panen, eh… datang kawanan gajah, bukan buat numpang lewat, tapi langsung gelar piknik di tengah sawah. Gajah-gajah itu bukan sekadar bertamu, tapi datang dengan rombongan lengkap kayak study […]

expand_less
WordPress Archive HTML5 File Upload HTML5 Video Player with Playlist & Multiple Skins HTML5 Video Player WordPress Plugin Hub – HTML Responsive Multi-Purpose Template Hub - Responsive Multi-Purpose WordPress Theme Hubhood - Directory & Listing WordPress Theme Hudebia – Restaurant WordPress Theme Hugge – Elementor WooCommerce WordPress Theme Huka – Shisha Bar & Hookah Lounge WordPress Theme Humani – Nonprofit & Charity WordPress Theme