Senin, 28 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Peristiwa » Anak Krakatau Masih Aktif, Abu Tembus 15.000 Kaki, Menkes Ingatkan Warga soal Bahaya Ini

Anak Krakatau Masih Aktif, Abu Tembus 15.000 Kaki, Menkes Ingatkan Warga soal Bahaya Ini

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 7 Sep 2026
  • visibility 26
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Aktivitas Gunung Anak Krakatau masih menjadi perhatian pada Senin (7/9/2026). Meski episode erupsi menerus berlangsung sekitar 25 jam telah berakhir, aktivitas vulkaniknya belum sepenuhnya mereda.

Di saat aktivitas gunung masih dipantau, abu vulkanik juga terus bergerak mengikuti arah angin. Bahkan, berdasarkan pemantauan terbaru, abu terdeteksi hingga ketinggian 15.000 kaki atau sekitar 4,57 kilometer, sehingga membuat kewaspadaan belum bisa diturunkan.

Bahkan masyarakat di wilayah yang terdampak abu diminta untuk tetap mengikuti perkembangan resmi dan membatasi aktivitas di luar rumah bila tidak ada keperluan mendesak.

Abu Anak Krakatau Terpantau hingga 15.000 Kaki

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperbarui informasi sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau pada Senin.

Dari hasil pemantauan, abu vulkanik teramati hingga ketinggian 15.000 kaki. Pada lapisan tersebut, abu bergerak ke arah barat mengikuti angin dengan kecepatan sekitar 15 knot.

Analisis citra satelit Himawari-9 menunjukkan sebaran abu pada lapisan permukaan hingga 15.000 kaki meluas ke arah barat daya hingga barat laut.

Sejumlah wilayah yang masuk dalam area pemantauan antara lain Banten, Jawa Barat bagian barat-selatan, Lampung dan Bengkulu, termasuk wilayah perairan di sekitarnya.

Pada lapisan atmosfer yang lebih tinggi, sebaran abu juga terpantau hingga sekitar 50.000 kaki atau 15,24 kilometer dan bergerak menuju wilayah Samudra Hindia.

Pergerakan abu menjadi perhatian, karena tidak hanya berdampak terhadap masyarakat di darat, tetapi juga aktivitas penerbangan.

Delapan Bandara Sempat Ditutup

Dampak sebaran abu vulkanik bahkan membuat sejumlah bandara mengambil langkah antisipasi. BMKG melaporkan delapan bandara di Pulau Jawa dan Sumatra sempat mengalami penutupan sementara akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Langkah itu dilakukan guna mengutamakan keselamatan penerbangan mengingat keberadaan abu vulkanik di udara dapat membahayakan operasional pesawat.

BMKG juga telah menerbitkan puluhan informasi cuaca signifikan untuk penerbangan sejak aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau meningkat pada 4 September.

Keadaan itu juga menjelaskan, meskipun erupsi menerus telah berakhir, dampaknya masih bisa meluas mengikuti kondisi atmosfer dan arah angin.

Erupsi Menerus Berakhir, Aktivitas Masih Tinggi

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan episode erupsi menerus Gunung Anak Krakatau yang dimulai pada Jumat (4/9/2026) pukul 23.07 WIB berakhir pada Minggu (6/9/2026) pukul 00.04 WIB.

Dengan demikian, fase erupsi menerus tersebut berlangsung sekitar 25 jam. Namun, berakhirnya fase tersebut bukan berarti Gunung Anak Krakatau sudah sepenuhnya tenang.

Setelah erupsi menerus berakhir, gunung masih terlihat aktivitas erupsi Stromboliannya. Aktivitas kegempaannya juga masih tergolong tinggi.

Dalam pemantauan terbaru, tercatat sejumlah gempa yang berkaitan dengan aktivitas vulkanik, mulai dari gempa erupsi, gempa hembusan, gempa low frequency, gempa hybrid hingga tremor menerus.

Sehingga, potensi terjadinya letusan kembali masih menjadi perhatian. Badan Geologi juga masih mempertahankan status Gunung Anak Krakatau pada Level III atau Siaga.

Masyarakat dan wisatawan diminta tidak mendekati pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau dalam radius 3 kilometer.

Potensi bahaya yang perlu diwaspadai meliputi lontaran batu pijar dan hujan abu lebat. Apabila erupsi menerus kembali terjadi, potensi aliran lava juga tetap diperhitungkan.

Menkes Sudah Ingatkan Bahaya Abu Vulkanik

Sehari sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin telah mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap ringan paparan abu vulkanik.

Dalam konferensi pers pada Minggu (6/9/2026), Budi meminta masyarakat di wilayah terdampak mengurangi aktivitas di luar rumah.

Jika tidak ada keperluan mendesak, warga dianjurkan tetap berada di dalam rumah. Sementara bagi masyarakat yang harus keluar, penggunaan masker dan pelindung mata menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko paparan abu.

Menurut Budi, abu vulkanik dapat menimbulkan gangguan kesehatan akut, terutama pada saluran pernapasan, mata dan kulit.

Gangguan mungkin muncul antara lain Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), iritasi mata hingga gangguan pada kulit.

Kelompok yang perlu mendapat perhatian lebih adalah anak-anak, lanjut usia serta masyarakat yang memiliki penyakit pernapasan dan kardiovaskular kronis.

Budi juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengucek mata ketika terkena abu. Jika abu masuk ke mata, warga diminta segera membersihkannya menggunakan air. Apabila keluhan berlanjut, masyarakat dapat mendatangi puskesmas atau fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

“Kalau debu sudah masuk ke mata, jangan dikucek. Bersihkan dengan air,” ujar Budi dalam keterangannya.

Kemenkes Siagakan Layanan Kesehatan

Untuk mengantisipasi dampak kesehatan akibat paparan abu, Kementerian Kesehatan telah mengaktifkan Health Emergency Operating Center (HEOC) dari tingkat pusat hingga wilayah terdampak.

Dinas kesehatan di daerah terdampak juga diminta memastikan puskesmas dan rumah sakit siap menangani kemungkinan peningkatan pasien.

Kebutuhan medis seperti masker medis dan N95, oksigen beserta konsentrator, nebulizer, obat untuk gangguan pernapasan serta obat tetes mata dan salep untuk kulit juga disiapkan.

Masyarakat yang telah beraktivitas di luar rumah juga dianjurkan segera membersihkan tubuh dan mengganti pakaian agar partikel abu yang menempel tidak terus terpapar.

Warga Diminta Tetap Tenang

Di tengah perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau, masyarakat diminta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.

Pemerintah terus melakukan pemantauan bersama sejumlah lembaga, termasuk BMKG, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Masyarakat diminta mengandalkan informasi dari kanal resmi pemerintah dan mengikuti arahan petugas di lapangan.

Berakhirnya erupsi menerus selama sekitar 25 jam memang menjadi perkembangan penting. Namun, aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berlangsung dan abu vulkanik masih dapat menyebar mengikuti kondisi angin.

Warga di wilayah terdampak sebaiknya tetap tenang, membatasi aktivitas di luar rumah, menggunakan masker bila harus keluar serta melindungi mata dari paparan abu.

Untuk saat ini, status Gunung Anak Krakatau masih Level III atau Siaga, sehingga perkembangan aktivitas gunung tersebut masih akan terus dipantau dan dievaluasi. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bikin Iri, Solo Ngegas, Palembang Masih Nyetel Kopling: Saatnya Ekraf Kita Pindah Gigi!

    Bikin Iri, Solo Ngegas, Palembang Masih Nyetel Kopling: Saatnya Ekraf Kita Pindah Gigi!

    • calendar_month Rabu, 25 Jun 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 796
    • 0Komentar

    KALAU Solo sudah sampai Jakarta bawa rombongan pengembang game lokal (bukan buat liburan ke Ancol ya, ini serius!), Palembang baru sibuk urus festival pempek dengan lomba tebak isi cuko. Bukan kita anti pempek, lho. Tapi, ekonomi kreatif itu bukan cuma soal kuliner, masa dari 16 subsektor ekraf, kita masih mentok di kemplang dan kerupuk? Coba  […]

  • Galaxy A34 5G, Andalan Si Pemburu Foto Malam Estetik

    Galaxy A34 5G, Andalan Si Pemburu Foto Malam Estetik

    • calendar_month Kamis, 19 Okt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 4.365
    • 0Komentar

    Dengan kemampuan nightography, Galaxy A34 5G memungkinkan pengguna menghasilkan foto dan video yang awesome dalam kondisi low light   Pengguna media sosial di Indonesia mencapai 167 juta orang atau sekitar 60% lebih dari total populasi.1 Pengguna medsos di Indonesia termasuk aktif, dengan mengakses media sosial rata-rata 3 jam 18 menit setiap harinya dan mereka suka mencari […]

  • Teknologi Digital Bisa Bikin UMKM Naik Kelas

    Teknologi Digital Bisa Bikin UMKM Naik Kelas

    • calendar_month Kamis, 30 Agt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 867
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, JAKARTA – Chief Corporate Affairs Go-Jek Nila Marita mengatakan, teknologi digital membuka peluang UMKM untuk bisa naik kelas. Seperti yang dilakukan UMKM yang tergabung dalam ekosistem Go-Jek. Teknologi yang ditawarkan UMKM berhasil memperluas akses pasar dan menjangkau lebih dari 96 juta konsumen yang telah mengunduh aplikasi Go-Jek. “Tahun ini, Go-Jek berkomitmen akan terus meningkatkan […]

  • Jadi Pilot Project WBS KPK RI, Gubernur : Daerah Tak Boleh Tutupi Pengelolaan Keuangan

    Jadi Pilot Project WBS KPK RI, Gubernur : Daerah Tak Boleh Tutupi Pengelolaan Keuangan

    • calendar_month Kamis, 5 Nov 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 788
    • 0Komentar

      PEMERINTAH Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menjadi yang pertama di Indonesia yang akan menerapkan Whistleblower System (WBS) atau Sistem Pengungkap Fakta dalam upaya pengungkapan korupsi.   Menyusul telah ditunjuknya Sumsel sebagai pilot project oleh  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI yang ditandai dengan Penandatangan Naskah Perjanjian Kerjasama KPK RI dan Pemprov Sumsel tentang Penanganan Pengaduan dalam […]

  • Instruksikan Rumah Sakit Tambah Ruang ICU

    Instruksikan Rumah Sakit Tambah Ruang ICU

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 977
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Provinsi Sumsel tengah fokus melakukan berbagai cara guna penanganan Covid-19 di Sumsel. Terlebih saat ini, penularan wabah tersebut kian masif dari masyarakat ke masyarakat lainnya. Gubernur Sumsel H. Herman pun mengistruksikan agar setiap rumah sakit menambah ruang Intensive Care Unit (ICU) sebagai tempat untuk merawat pasien Covid-19 yang kondisi kesehatannya menurun drastis. “Saya intruksikan […]

  • Danrem Gapo Bagikan Sembako bagi Warga Terdampak Covid 19

    Danrem Gapo Bagikan Sembako bagi Warga Terdampak Covid 19

    • calendar_month Jumat, 23 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 865
    • 0Komentar

    KOMANDAN Korem (Danrem) 044/Gapo, Brigjen TNI Jauhari Agus Suraji S.I.P.,S.Sos bersama Irwasda Polda Sumsel, kembali salurkan bantuan Sembako kepada masyarakat kurang mampu yang terdampak Covid-19 pada saat penerapan PPKM di perketat, Kamis (22/7). Pembagian sembako yang juga didampingi Kasiintel Kasrem 044/Gapo, Kasiops Kasrem 044/Gapo, Kasiter Kasrem 044/Gapo, Karo SDM Polda Sumsel, Dirintelkam Polda Sumsel tersebut, […]

expand_less
WordPress Archive HTML5 File Upload HTML5 Video Player with Playlist & Multiple Skins HTML5 Video Player WordPress Plugin Hub – HTML Responsive Multi-Purpose Template Hub - Responsive Multi-Purpose WordPress Theme Hubhood - Directory & Listing WordPress Theme Hudebia – Restaurant WordPress Theme Hugge – Elementor WooCommerce WordPress Theme Huka – Shisha Bar & Hookah Lounge WordPress Theme Humani – Nonprofit & Charity WordPress Theme