Minggu, 18 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Peristiwa » Anak Krakatau Masih Aktif, Abu Tembus 15.000 Kaki, Menkes Ingatkan Warga soal Bahaya Ini

Anak Krakatau Masih Aktif, Abu Tembus 15.000 Kaki, Menkes Ingatkan Warga soal Bahaya Ini

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 7 Sep 2026
  • visibility 39
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Aktivitas Gunung Anak Krakatau masih menjadi perhatian pada Senin (7/9/2026). Meski episode erupsi menerus berlangsung sekitar 25 jam telah berakhir, aktivitas vulkaniknya belum sepenuhnya mereda.

Di saat aktivitas gunung masih dipantau, abu vulkanik juga terus bergerak mengikuti arah angin. Bahkan, berdasarkan pemantauan terbaru, abu terdeteksi hingga ketinggian 15.000 kaki atau sekitar 4,57 kilometer, sehingga membuat kewaspadaan belum bisa diturunkan.

Bahkan masyarakat di wilayah yang terdampak abu diminta untuk tetap mengikuti perkembangan resmi dan membatasi aktivitas di luar rumah bila tidak ada keperluan mendesak.

Abu Anak Krakatau Terpantau hingga 15.000 Kaki

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperbarui informasi sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau pada Senin.

Dari hasil pemantauan, abu vulkanik teramati hingga ketinggian 15.000 kaki. Pada lapisan tersebut, abu bergerak ke arah barat mengikuti angin dengan kecepatan sekitar 15 knot.

Analisis citra satelit Himawari-9 menunjukkan sebaran abu pada lapisan permukaan hingga 15.000 kaki meluas ke arah barat daya hingga barat laut.

Sejumlah wilayah yang masuk dalam area pemantauan antara lain Banten, Jawa Barat bagian barat-selatan, Lampung dan Bengkulu, termasuk wilayah perairan di sekitarnya.

Pada lapisan atmosfer yang lebih tinggi, sebaran abu juga terpantau hingga sekitar 50.000 kaki atau 15,24 kilometer dan bergerak menuju wilayah Samudra Hindia.

Pergerakan abu menjadi perhatian, karena tidak hanya berdampak terhadap masyarakat di darat, tetapi juga aktivitas penerbangan.

Delapan Bandara Sempat Ditutup

Dampak sebaran abu vulkanik bahkan membuat sejumlah bandara mengambil langkah antisipasi. BMKG melaporkan delapan bandara di Pulau Jawa dan Sumatra sempat mengalami penutupan sementara akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Langkah itu dilakukan guna mengutamakan keselamatan penerbangan mengingat keberadaan abu vulkanik di udara dapat membahayakan operasional pesawat.

BMKG juga telah menerbitkan puluhan informasi cuaca signifikan untuk penerbangan sejak aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau meningkat pada 4 September.

Keadaan itu juga menjelaskan, meskipun erupsi menerus telah berakhir, dampaknya masih bisa meluas mengikuti kondisi atmosfer dan arah angin.

Erupsi Menerus Berakhir, Aktivitas Masih Tinggi

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan episode erupsi menerus Gunung Anak Krakatau yang dimulai pada Jumat (4/9/2026) pukul 23.07 WIB berakhir pada Minggu (6/9/2026) pukul 00.04 WIB.

Dengan demikian, fase erupsi menerus tersebut berlangsung sekitar 25 jam. Namun, berakhirnya fase tersebut bukan berarti Gunung Anak Krakatau sudah sepenuhnya tenang.

Setelah erupsi menerus berakhir, gunung masih terlihat aktivitas erupsi Stromboliannya. Aktivitas kegempaannya juga masih tergolong tinggi.

Dalam pemantauan terbaru, tercatat sejumlah gempa yang berkaitan dengan aktivitas vulkanik, mulai dari gempa erupsi, gempa hembusan, gempa low frequency, gempa hybrid hingga tremor menerus.

Sehingga, potensi terjadinya letusan kembali masih menjadi perhatian. Badan Geologi juga masih mempertahankan status Gunung Anak Krakatau pada Level III atau Siaga.

Masyarakat dan wisatawan diminta tidak mendekati pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau dalam radius 3 kilometer.

Potensi bahaya yang perlu diwaspadai meliputi lontaran batu pijar dan hujan abu lebat. Apabila erupsi menerus kembali terjadi, potensi aliran lava juga tetap diperhitungkan.

Menkes Sudah Ingatkan Bahaya Abu Vulkanik

Sehari sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin telah mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap ringan paparan abu vulkanik.

Dalam konferensi pers pada Minggu (6/9/2026), Budi meminta masyarakat di wilayah terdampak mengurangi aktivitas di luar rumah.

Jika tidak ada keperluan mendesak, warga dianjurkan tetap berada di dalam rumah. Sementara bagi masyarakat yang harus keluar, penggunaan masker dan pelindung mata menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko paparan abu.

Menurut Budi, abu vulkanik dapat menimbulkan gangguan kesehatan akut, terutama pada saluran pernapasan, mata dan kulit.

Gangguan mungkin muncul antara lain Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), iritasi mata hingga gangguan pada kulit.

Kelompok yang perlu mendapat perhatian lebih adalah anak-anak, lanjut usia serta masyarakat yang memiliki penyakit pernapasan dan kardiovaskular kronis.

Budi juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengucek mata ketika terkena abu. Jika abu masuk ke mata, warga diminta segera membersihkannya menggunakan air. Apabila keluhan berlanjut, masyarakat dapat mendatangi puskesmas atau fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

“Kalau debu sudah masuk ke mata, jangan dikucek. Bersihkan dengan air,” ujar Budi dalam keterangannya.

Kemenkes Siagakan Layanan Kesehatan

Untuk mengantisipasi dampak kesehatan akibat paparan abu, Kementerian Kesehatan telah mengaktifkan Health Emergency Operating Center (HEOC) dari tingkat pusat hingga wilayah terdampak.

Dinas kesehatan di daerah terdampak juga diminta memastikan puskesmas dan rumah sakit siap menangani kemungkinan peningkatan pasien.

Kebutuhan medis seperti masker medis dan N95, oksigen beserta konsentrator, nebulizer, obat untuk gangguan pernapasan serta obat tetes mata dan salep untuk kulit juga disiapkan.

Masyarakat yang telah beraktivitas di luar rumah juga dianjurkan segera membersihkan tubuh dan mengganti pakaian agar partikel abu yang menempel tidak terus terpapar.

Warga Diminta Tetap Tenang

Di tengah perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau, masyarakat diminta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.

Pemerintah terus melakukan pemantauan bersama sejumlah lembaga, termasuk BMKG, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Masyarakat diminta mengandalkan informasi dari kanal resmi pemerintah dan mengikuti arahan petugas di lapangan.

Berakhirnya erupsi menerus selama sekitar 25 jam memang menjadi perkembangan penting. Namun, aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berlangsung dan abu vulkanik masih dapat menyebar mengikuti kondisi angin.

Warga di wilayah terdampak sebaiknya tetap tenang, membatasi aktivitas di luar rumah, menggunakan masker bila harus keluar serta melindungi mata dari paparan abu.

Untuk saat ini, status Gunung Anak Krakatau masih Level III atau Siaga, sehingga perkembangan aktivitas gunung tersebut masih akan terus dipantau dan dievaluasi. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cegah Penyebaran Covid, Kapolda Lampung Cek Kegiatan di Lokasi Vaksinasi Keliling

    Cegah Penyebaran Covid, Kapolda Lampung Cek Kegiatan di Lokasi Vaksinasi Keliling

    • calendar_month Selasa, 3 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 674
    • 0Komentar

    BERTEMPAT disebuah kafe di Jalan Soekarno-Hatta, Bandarlampung, Kapolda Lampung, Irjen. Pol. Drs. Hendro Sugiatno, M.M., didampingi oleh Pejabat Utama (PJU) Polda Lampung melaksanakan pengecekan gerai vaksinasi mobil keliling yang targetnya sekitar 500 orang, dengan pendaftaran menggunakan sistem online agar tidak terjadi kerumunan. Kapolda Lampung mengaku senang pada hari ini pelaksanaan vaksinasi berjalan dengan baik, tidak […]

  • “Menperin Ngajak Orang Turki Bikin Galangan Kapal, Keramik, Traktor, sampe Powership: Indonesia Siap Jadi Gudang Serbaguna Asia!”

    “Menperin Ngajak Orang Turki Bikin Galangan Kapal, Keramik, Traktor, sampe Powership: Indonesia Siap Jadi Gudang Serbaguna Asia!”

    • calendar_month Selasa, 23 Sep 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.499
    • 0Komentar

    BAYANGIN ya, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita lagi tour dunia ala artis K-Pop, bedanya, kalau boyband kasih fan service, Pak Agus kasih janji investasi. Kali ini panggungnya di Turki, ketemu perusahaan-perusahaan top, tujuannya jelas bukan nyari kebab gratis, tapi nyari partner buat ngangkat level manufaktur Indonesia. Perusahaan gede yang urus energi, kapal, sampe real estate, […]

  • AN Cup 2019, Abdizal Terharu Al-Ghafari Dinobatkan Jadi Pemain Terbaik

    AN Cup 2019, Abdizal Terharu Al-Ghafari Dinobatkan Jadi Pemain Terbaik

    • calendar_month Senin, 11 Feb 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 952
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, OKI – Suasana haru menyelimuti pemasangan rompi kepada pemain terbaik Alex Noerdin Cup 2019 di Stadion Segitiga Emas, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), minggu (10/2/2019) . Romli tidak kuasa menahan air matanya kala mendengar panitia menyebutkan nama anaknya Abdizal Al-Ghifari dinobatkan sebagai pemain terbaik Alex Noerdin Cup 2019. “Saya terharu dan tidak menyangka anak saya […]

  • OKI -BSB sepakat bantu pensiunan ASN agar mandiri

    OKI -BSB sepakat bantu pensiunan ASN agar mandiri

    • calendar_month Selasa, 15 Okt 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.021
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (Pemkab OKI) bersama Bank Sumsel Babel menandatangani kesepakatan bersama program purna ASN mandira. Program ini bertujuan membantu para pensiunan ASN agar tidak bergantung pada dana pensiun dan menjadi beban keluarga di masa purna tugas.   Kepala BKPP OKI Mauliddini SKM M.Si menjelaskan, program purna ASN mandira bertujuan memberikan […]

  • Polda Sumsel Tertibkan Hiburan Malam di Kampung Baru, 49 Orang Positif Narkoba

    Polda Sumsel Tertibkan Hiburan Malam di Kampung Baru, 49 Orang Positif Narkoba

    • calendar_month Senin, 5 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.039
    • 0Komentar

    POLDA Sumatera Selatan menertibkan tempat hiburan malam Teratai Putih atau yang dikenal dengan kampung baru di Jalan Teratai Putih, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Sukarami, Palembang, Minggu (04/07/3021). Kegiatan ini dilakukan dengan sasaran memburu peredaran narkotika sekaligus menegakkan kepatuhan protokol kesehatan. Ditresnarkoba Polda Sumsel bersama Brimobda Polda Sumsel, , mengamankan 171 orang pengunjung dari dua tempat hiburan […]

  • Rakor Pengendalian Inflasi dengan Mendagri, Muba Sebut 5 Komoditas Ini Perlu Perhatian

    Rakor Pengendalian Inflasi dengan Mendagri, Muba Sebut 5 Komoditas Ini Perlu Perhatian

    • calendar_month Selasa, 12 Sep 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.049
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin mengikuti Rapat Koordinasi Terkait Pembahasan Langkah Konkret Pengendalian Inflasi di Daerah Tahun 2023 Secara Virtual, di Ruang Rapat Randik Setda Kabupaten Muba, Senin (11/9/2023). Rapat koordinasi ini dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dan hadir langsung di Ruang Rapat Kemendagri, Plt Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Adininggar Widyasanti, […]

expand_less
WordPress Archive HTML5 File Upload HTML5 Video Player with Playlist & Multiple Skins HTML5 Video Player WordPress Plugin Hub – HTML Responsive Multi-Purpose Template Hub - Responsive Multi-Purpose WordPress Theme Hubhood - Directory & Listing WordPress Theme Hudebia – Restaurant WordPress Theme Hugge – Elementor WooCommerce WordPress Theme Huka – Shisha Bar & Hookah Lounge WordPress Theme Humani – Nonprofit & Charity WordPress Theme