Minggu, 16 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Perbankan & Keuangan » Visa-Free Economy, Saat Dompet Digital Lebih Cair dari Politik

Visa-Free Economy, Saat Dompet Digital Lebih Cair dari Politik

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 30 Agt 2025
  • visibility 892
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SEANDAINYA anda berdiri di bandara, paspor di tangan, wajah agak panik, karena antrean imigrasi panjang seperti antre minyak goreng subsidi. Sementara di layar ponsel, dompet digital Anda baru saja “cling” menerima transfer dari teman di luar negeri. Ironis ya? Masuk negara orang masih ditanyai petugas imigrasi, tapi uang Anda sudah lebih dulu melintasi perbatasan tanpa visa, tanpa stempel, tanpa “selamat datang”.

Inilah fenomena baru visa-free economy, kalau dulu pepatah bilang “uang tak mengenal batas”, sekarang benar-benar nyata. Dompet digital, QRIS lintas negara, dan blockchain sudah seperti pesulap, melipat jarak dan menyulap sekat-sekat geopolitik menjadi hanya sebaris kode transaksi.

Politik antarnegara kadang rumit, penuh drama dan negosiasi, satu pertemuan Internasional bisa molor karena debat soal kursi atau urutan bicara. Tapi dompet digital? Dia tidak peduli siapa presidennya, siapa menterinya, atau kursinya ditaruh di sebelah mana. Yang penting saldo cukup, QR ditembak, transaksi jalan.

Dompet digital itu ibarat tetangga yang nggak pernah ikut rapat RT, tapi paling rajin pinjem-meminjem panci. Diam-diam dia justru lebih produktif. Sementara politisi masih ribut soal siapa yang harus salam duluan, uang di dompet digital sudah berpindah lintas benua dengan kecepatan cahaya.

Pepatah Jawa bilang, “yen ono dalan cilik, nggo wae sing penting tekan tujuan” (kalau ada jalan kecil, ya dipakai saja, yang penting sampai tujuan). Nah, dompet digital itulah jalan kecil yang jadi jalan tol baru. Paspor bisa dihambat visa, politik bisa disandera kepentingan, tapi uang selalu cari celah.

Lucunya, kita sering lebih percaya transfer instan dibanding janji pejabat. Kalau dompet digital bilang “saldo sudah masuk”, ya sudah masuk. Nggak perlu Panitia Khusus atau Rapat Dengar Pendapat, sementara kalau politisi bilang “besok harga turun”, kadang yang turun malah daya beli rakyatnya.

Blockchain itu sistemnya transparan, semua transaksi tercatat, tidak bisa dihapus, bandingkan dengan diplomasi perjanjian ditandatangani, tapi besok bisa dianulir dengan alasan “perubahan situasi”. Blockchain tidak pernah PHP. Diplomasi?, seringkali PHP level Internasional.

Di sinilah letak filosofi visa-free economy uang jadi duta besar yang paling setia, tidak ada isu SARA, tidak ada konflik batas wilayah. Yang ada cuma kode unik dan saldo yang berpindah. Kalau dulu Bung Karno pidato keras melawan imperialisme, sekarang generasi Perry Warjiyo melawan dominasi dolar lewat QRIS cross-border dan Digital Rupiah, perlawanan sunyi, tapi dampaknya nyata.

Dompet digital ini mirip air, air bisa merembes, masuk lewat celah sekecil apa pun. Bisa jadi embun, bisa jadi banjir, sama halnya uang digital, bisa jadi rejeki kecil berupa cashback, bisa juga jadi tsunami transaksi lintas negara. Bedanya, kalau air harus tunduk gravitasi, dompet digital hanya tunduk pada jaringan internet.

Atau kita ibaratkan seperti burung merpati pos zaman dulu, kalau dulu kirim surat lewat merpati, sekarang kirim uang lewat server. Sama-sama melintasi batas negara, cuma merpati harus istirahat di atap rumah, sedangkan server cukup pakai pendingin ruangan.

Kita boleh ngakak membandingkan dompet digital dengan politik, tapi ada pesan serius kedaulatan ekonomi digital itu penting, jangan sampai kita cuma jadi pasar. Kalau dompet digital asing lebih populer dari karya anak bangsa, ya kita bisa keok di kandang sendiri. Pepatah Minang bilang, “kok indak pandai manyaok, urang kampuang awak nan mambuanyo”, kalau tidak pandai meracik, orang lain yang akan menikmatinya.

Artinya, kalau kita tidak serius membangun sistem pembayaran nasional yang kuat, dompet digital asing akan panen cuan dari tanah kita, sementara kita hanya jadi penonton.

Visa-free economy adalah kenyataan, uang digital sudah melintasi batas lebih cepat daripada turis backpacker. Tapi politik? masih sibuk ribut kursi rapat, saling lempar pantun, kadang malah perang urat saraf.

Kita butuh belajar dari uang digital sederhana, cair, tidak ribet, tidak baper, kalau politik bisa meniru fleksibilitas dompet digital, mungkin dunia lebih adem.

Pada akhirnya, pepatah lama tetap berlaku “di mana ada kemauan, di situ ada jalan”. tapi di era digital ini, pepatah baru muncul “di mana ada jaringan internet, di situ ada jalan transaksi”

Jadi, saat paspor masih diribetin visa, biarkanlah dompet digital jadi pahlawan lintas batas, karena di era modern ini, uang justru lebih cair dari politik  dan itulah cermin masa depan ekonomi kita.[****]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Safari Jumat & Sosialisasi Protokes

    Safari Jumat & Sosialisasi Protokes

    • calendar_month Sabtu, 12 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 723
    • 0Komentar

    SAFARI jumat dilakukan Gubernur Sumsel Herman Deru dimanfaatkan juga untuk  mensosialisasikan  warga Sumsel untuk mematuhi protokol kesehatan. Tak terkecuali dalam kegiatan  safari  jumat seperti yang  dilakukannya di Masjid Ar-Rahman jalan Veteran Kecamatan Ilir Timur I Palembang, Jumat (11/9/2020). Dihadapan para jemaah masjid Ar-Rahman tersebut, Gubernur Herman Deru menyebut mematuhi protokol krsehatab merupakan salah satu  adaptasi […]

  • Melalui Program Satu Desa Satu Rumah Tahfidz, Gubernur Buktikan Sumsel Cinta Al-Qur’an 

    Melalui Program Satu Desa Satu Rumah Tahfidz, Gubernur Buktikan Sumsel Cinta Al-Qur’an 

    • calendar_month Sabtu, 16 Jan 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 831
    • 0Komentar

    Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel)  H Herman Deru menyambut baik program wakaf Al-Qur’ an dan pembinaan dari Komunitas Riau Mengaji yang di bawah  asuhan  Ustadz kondang Ahmad Al-Habsyi. Dia menilai program yang muaranya pada peningkatan dalam  membaca Al-Qur’an dikalangan  generasi muda tersebut,  dapat dikolaborasikan dengan program Pemprov Sumsel yaitu satu desa satu rumah tahfidz yang dalam […]

  • Mapillu-PWI OKI Ajak Masyarakat Pemilu Damai

    Mapillu-PWI OKI Ajak Masyarakat Pemilu Damai

    • calendar_month Selasa, 16 Apr 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.078
    • 0Komentar

    Sumselterkini,co,id.Kayuagung – Dalam upaya memberikan pendidikan politik bagi masyarakat, serta mengumpulkan informasi terkait proses penyelenggaraan pemilu, keberadaan Masyarakat dan Pers Pemantau Pemilu Persatuan Wartawan Indonesia Ogan Komering Ilir (Mappilu PWI OKI) juga untuk memastikan proses Pemilu Pemilihan Presiden dan Pemilihan Legislatif 2019 berjalan jujur dan adil. Ketua Mapillu-PWI OKI Bambang Samudera, mengajak masyarakat turut menciptakan pemilu damai, […]

  • 7 Kepala Daerah Di Sumsel Dilantik, Begini Pesan Alex

    7 Kepala Daerah Di Sumsel Dilantik, Begini Pesan Alex

    • calendar_month Selasa, 18 Sep 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 928
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Sedikitnya tujuh kepala daerah di Provinsi Sumatera Selatan yang memenangkan Pilkada  pada 27 Juli lalu di daerahnya resmi dilantik Gubernur Sumsel Alex Noerdin,di Palembang Sport Convention Center (PSCC) pada Selasa (18/9/2018). Pelantikan tersebut diiringi dengan pembacaan sumpah. Ketujuh pasang pemenang pilkada serentak itu ada tiga kepala daerah yang menjabat dua periode yakni, […]

  • Cara Samsung Dukung Dunia Esports & Game

    Cara Samsung Dukung Dunia Esports & Game

    • calendar_month Sabtu, 8 Jul 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 811
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Samsung -Esports dan game online telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Dari apa yang tadinya dipandang sebagai hobi khusus yang dimainkan di kafe gaming, kamar kost, dan kamar tidur, kini esports telah menjadi kekuatan global dengan ribuan pemain – dan penonton – yang berpartisipasi dalam acara-acara berskala besar yang terorganisir. Ekspansi ini sebagian […]

  • Covid Melandai,  Walikota Palembang Optimistis PAD Capai Target

    Covid Melandai, Walikota Palembang Optimistis PAD Capai Target

    • calendar_month Kamis, 16 Jun 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.447
    • 0Komentar

    KASUS Covid yang mulai melandai di Kota Palembang berdampak pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) kota ini sehingga Pemkot optimistis target akan tercapai. Wali Kota Palembang, H.Harnojoyo, mengatakan, berdasarkan data evaluasi PAD Kota Palembang oleh Badan Pengelolaan Pajak Daerah (BPPD) Kota Palembang, hingga Juni ini menunjukan rasio 50 persen dari target PAD tahun 2022 Rp 1 […]

expand_less
WordPress Archive TaxPay – Advisor & Financial Consulting Elementor Template Kit Tayta – Single Property & Apartment Complex Theme TazZA – Organic Food Elementor Template Kit Team Booking – WordPress Booking and Appointment Scheduling System Team Builder — Meet The Team WordPress Plugin Team Grid – Team Member Showcase WordPress Plugin & Team Editor Team Member Carousel Addon For Elementor Team Showcase | WordPress Plugin Teamber | Team Member Collection for Elementor Teamer – SEO Marketing Elementor Template Kit