Selasa, 20 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Perbankan & Keuangan » “Mahaputera & Makroprudensial – Bintang di Dada, Stabilitas di Ujung Neraca”

“Mahaputera & Makroprudensial – Bintang di Dada, Stabilitas di Ujung Neraca”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 26 Agt 2025
  • visibility 748
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KALAU ada pepatah Jawa bilang “Urip kuwi mung mampir ngombe” (hidup itu hanya mampir minum), maka di dunia perbankan pepatahnya mungkin begini “Ekonomi kuwi mung mampir goyah”. Begitu pula ada krisis global, suku bunga Amerika batuk, pasar keuangan kita ikut pilek. Nah, di tengah gampangnya ekonomi ini masuk angin, hadir sosok yang sudah terbiasa jadi “dokter jaga IGD” bernama Perry Warjiyo, Gubernur Bank Indonesia.

Kini, Perry bukan hanya dapat ucapan terima kasih, tapi juga Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera Utama dari Presiden Prabowo Subianto. Biasanya, penghargaan ini identik dengan tokoh politik, sosial, atau budaya. Tapi kali ini, spotlight jatuh ke urusan makroprudensial, istilah yang kalau disebut di warung kopi bisa bikin orang salah kira “Itu makanan apa obat batuk, Bang?”

Padahal, makroprudensial adalah tameng penting agar sistem keuangan tidak roboh, Bank Indonesia lewat kebijakan ini memastikan jangan sampai bank jor-joran kasih kredit, lalu ujung-ujungnya kolaps rame-rame kayak domino ambruk. Jadi, BI bukan sekadar “penjaga kurs dan bunga”, tapi juga arsitek ketahanan finansial nasional.

Bayangkan dulu, zaman kita masih harus bawa dompet tebal, receh seribuan numpuk di kantong celana, kalau duduk bunyinya kayak angklung. Lalu, datanglah inovasi sistem pembayaran digital QRIS. Hari ini, beli cilok atau bayar parkir bisa tinggal scan barcode. Itu bukan sulap, tapi hasil dorongan kebijakan BI di bawah Perry.

Tak hanya itu, inflasi yang sering bikin emak-emak di pasar uring-uringan karena harga cabe naik, juga bisa dijaga supaya tidak lari kencang kayak kuda lepas tali. Stabilitas harga dan kurs rupiah adalah hasil kerja sunyi yang jarang masuk headline, tapi efeknya terasa sampai dapur rumah tangga.

Kalau boleh jujur, penghargaan Mahaputera ini bukan cuma tanda bintang di dada Perry, tapi juga bintang pengakuan  kebijakan moneter yang kadang ribet istilahnya itu sebenarnya punya dampak sehari-hari buat rakyat kecil.

Bayangkan ekonomi sebagai sebuah pertandingan sepak bola. Pemerintah main jadi penyerang lewat kebijakan fiskal, belanja infrastruktur, kasih subsidi, bikin lapangan kerja. Nah, BI dengan makroprudensial jadi penjaga gawang. Tugasnya memastikan jangan sampai ada serangan balik krisis yang bikin gawang ekonomi jebol.

Seperti kiper legendaris Gianluigi Buffon, Perry Warjiyo kadang harus loncat kanan-kiri menghadapi tendangan bebas dari globalisasi. Dolar AS menguat? BI harus tanggap. Harga komoditas goyah? BI siaga. Bahkan saat fintech dan crypto mulai bikin dunia keuangan goyang, BI hadir dengan aturan agar sistem tetap aman.

Oleh sebab itu, makanya penghargaan Mahaputera kali ini unik, jarang ada bintang kehormatan yang dianugerahkan karena urusan “makroprudensial”. Padahal inilah fondasi supaya bank tidak jebol, kredit tidak macet massal, dan rakyat tetap bisa tidur nyenyak.

Memang, bicara ekonomi sering bikin dahi berkerut, tapi mari kita santai sedikit, misalnya begini, kalau ekonomi nasional diibaratkan warung pecel lele, maka BI adalah tukang parkirnya. Tukang parkir tidak ikut masak, tapi kalau dia lalai, bisa-bisa motor hilang, parkiran berantakan, dan orang malas mampir lagi. Jadi, jangan remehkan peran tukang parkir.

Begitu juga makroprudensial, ia bukan headline seksi, tapi jadi pengawal senyap, dan kini, dengan Mahaputera di dada Perry, kita diingatkan bahwa jasa-jasa seperti ini ternyata punya nilai besar bagi bangsa.

Kita sering terlalu fokus ke kurs rupiah atau bunga pinjaman, padahal, stabilitas keuangan jauh lebih luas. Tanpa kebijakan makroprudensial, sektor perbankan bisa seperti rumah kartu angin krisis sedikit saja, ambruk semua.

Bintang Mahaputera untuk Perry Warjiyo mengajarkan satu hal, penghargaan tertinggi bangsa ini tak melulu untuk pidato politik atau jasa militer, tapi juga untuk kerja-kerja teknokratis yang membosankan di mata awam, namun menyelamatkan kita dari bencana.

Akhirnya, penghargaan ini menjadi refleksi bahwa menjaga ekonomi tidak cukup dengan jargon “stabilitas harga”. Ada kerja panjang di balik layar dari digitalisasi pembayaran, literasi keuangan, hingga merancang regulasi makroprudensial.

Seperti pepatah kuno bilang, “Bintang tak akan redup hanya karena malam terlalu pekat”. begitu pula penghargaan Mahaputera untuk Perry Warjiyo simbol bahwa kerja serius, meski sunyi, tetap akan mendapat tempat di panggung bangsa.

Dan bagi kita rakyat jelata?, pesannya sederhana, kalau tukang parkir saja bisa bikin warung pecel lele ramai, apalagi Gubernur BI yang mengawal triliunan rupiah. Jadi mari belajar menghargai kerja yang kadang tidak kelihatan, tapi efeknya terasa ke isi dompet kita.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pesan Unsur Pimpinan DPRD Muba untuk Warganya Via Siaran Radio Gema Randik

    Pesan Unsur Pimpinan DPRD Muba untuk Warganya Via Siaran Radio Gema Randik

    • calendar_month Rabu, 6 Apr 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 734
    • 0Komentar

    DALAM rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1443 Hijriyah, salah satu unsur pimpinan DPRD Kabupaten Muba, Wakil Ketua II Irwin Zulyani SH menyampaikan ucapan selamat menunaikan ibadah puasa bagi masyarakat yang menjalankan. Pihaknya mewakili instansi DPRD Muba turut memohon maaf kepada masyarakat di Muba . “Atas nama DPRD Muba kami juga mengimbau kepada masyarakat muba untuk […]

  • Tindak Tegas Koruptor Dana Pembangunan Masjid Sriwijaya

    Tindak Tegas Koruptor Dana Pembangunan Masjid Sriwijaya

    • calendar_month Kamis, 11 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.524
    • 0Komentar

    AKHIR -akhir ini kita dikejutkan dengan fenomena dugaan dana pembangunan masjid sriwijaya telah dikorupsi oleh oknum yang tidak mempunyai hati nurani. Pembangunan Masjid Sriwijaya merupakan masjid yang diekspektasikan akan menjadi masjid terbesar dan termegah di Asia Tenggara. Namun hal ini bertolak belakang dengan realita yang dihadapi. Masjid itu sekarang hanya berdiri beberapa tiang penyangga dan […]

  • Kajari Muba : Ayo Kita Vaksin, Vaksinasi Aman & Halal 

    Kajari Muba : Ayo Kita Vaksin, Vaksinasi Aman & Halal 

    • calendar_month Rabu, 10 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.085
    • 0Komentar

    JAJARAN Kejaksaan Negeri (Kejari) Musi Banyuasin (Muba), mengikuti rangkaian vaksin COVID-19.  Pelaksanaan vaksinasi ini dipimpin langsung Kajari Muba, Marcos MM Simare Mare, SH MHum diikuti para Kasi, Kasubag dan dilanjutkan oleh seluruh pegawai dan staf honorer. “Hari ini seluruh pegawai Kejari Muba sudah melaksanakan vaksin tahap pertama. Efeknya secara umum seperti gejala mengantuk, lapar, dan […]

  • Percayakan Atlet Muda di Kejuaraan Super Series Badminton Gubernur Cup 2021 Zona 6, Ratu Dewa : Optimistis, Lihat Palembang Cup Sebelumnya, Mereka Punya Prestasi

    Percayakan Atlet Muda di Kejuaraan Super Series Badminton Gubernur Cup 2021 Zona 6, Ratu Dewa : Optimistis, Lihat Palembang Cup Sebelumnya, Mereka Punya Prestasi

    • calendar_month Selasa, 28 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 758
    • 0Komentar

    PALEMBANG  optimistis kirim atlet mudanya untuk mengikuti Super Series Badminton Gubernur Cup 2021 Zona 6.Super Series Gubernur Cup diadakan oleh Gubernur Sumatra Selatan untuk mengembangkan potensi para pebulutangkis muda. Laga Badminton ini dikhususkan untuk para atlit yang menduduki bangku sekolah SMP dan SMA berdomisili Sumatra Selatan. Ratu Dewa yang merupakan Ketua Persatuan Badminton Seluruh Indonesia […]

  • Menteri Kabinet Indonesia Maju Apresiasi Program TJSL Pertamina

    Menteri Kabinet Indonesia Maju Apresiasi Program TJSL Pertamina

    • calendar_month Rabu, 10 Mei 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.040
    • 0Komentar

      Hari pertama pembukaan side event ASEAN Summit 2023 di Waterfront Labuan Bajo, booth Pertamina yang membawa program TJSL dibanjiri kunjungan Menteri Kabinet Indonesia Maju.   Di antaranya Menteri BUMN, Menteri Perdagangan, Menteri PUPR, Menteri Parekraf dan Wakil Menteri Parekraf. Dalam kunjungan secara bergiliran tersebut, rombongan menyampaikan apresiasi atas program Desa Wisata  Pertamina yang ditampilkan […]

  • Berpisah..

    Berpisah..

    • calendar_month Minggu, 8 Mar 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.124
    • 0Komentar

     PADA angin aku bercerita Pada sunyinya malam aku mengadu Dibawah pelukan ibukota, Masih teringat memori yang hampir sirna Menawarkan sedikit luka yang datang  Menawarkan rindu yang tak terhalang oleh waktu. berawal kita bertemu tanpa arah kita berpisah.   Penulis  : Aqila Ajeng Pratiwi Pelajar   : Kelas XI Ponpes  Terpadu Ulul Abshor  Semarang, Jateng  

expand_less
WordPress Archive Buny – Kids Store and Baby Shop WordPress Theme Burger Food Truck – Popup Restaurant Elementor Template Kit Burgos – Street Food Elementor Template Kit Burgos – Street Food WordPress Theme Burgry – Burger & Fast Food Restaurant Elementor Template Kit Burido – Minimal Multipurpose WordPress Theme Burst – Creative Design Agency WordPress Theme Burto – Saas & Digital Agency Elementor Template Kit Buruh – Laser Cutting & Engineering Company Elementor Template Kit Buruhan | A Portfolio Theme for Freelancers and Agencies