Minggu, 27 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Perbankan & Keuangan » “48 Tahun Pasar Modal RI, Literasi Investasi Masih Payah?”

“48 Tahun Pasar Modal RI, Literasi Investasi Masih Payah?”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 11 Sep 2025
  • visibility 1.269
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PASAR modal Indonesia sudah 48 tahun usianya, inilah ironinya, hampir setengah abad seharusnya udah masuk fase mapan, punya rumah, anak kuliah, dan tabungan aman di bank. Tapi kenyataannya? Masih banyak masyarakat bingung cara beli saham, salah paham bedain reksa dana sama dana darurat, bahkan ada yang lebih paham harga skin Mobile Legends ketimbang harga saham BRI.

Nah, kira-kira begitu kondisi pasar modal Indonesia,  “Diaktifkan kembali” sejak 1977, tapi sampai 2025 ini, literasi keuangan masyarakat kita masih bisa dibilang payah.

Ibarat ikut arisan RT, masih banyak yang bingung, “Ini arisan buat tabungan apa buat modal belanja?”. Apalagi kalau udah ngomongin saham, reksa dana, atau kripto, jangan-jangan yang kita beli bukan saham, tapi malah token parkir Indomaret.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sadar banget masalah ini, makanya mereka bareng Bursa Efek Indonesia (BEI), Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) bikin acara Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT) 2025 di Samarinda. Tujuannya? Ya biar anak muda, santri, sampai pengusaha lokal di Kalimantan Timur nggak bingung lagi bedain antara trading sama trending.

Mari kita jujur, setelah 48 tahun, jumlah investor Indonesia memang naik drastis, dari yang dulu cuma ribuan, sekarang sudah belasan juta. Tapi, coba cek data, mayoritas masih investor pemula yang baru buka rekening tapi nggak tahu mau ngapain.

Ibarat punya treadmill di rumah, tapi dipake cuma buat jemuran, semangat di awal, tapi nggak ngerti cara manfaatinnya.

Inilah PR besar pasar modal kita literasi finansial nggak secepat pertumbuhan jumlah investor. Banyak yang buka akun saham gara-gara ikut tren, bukan karena paham risiko. Bahasa kerennya Fear of Public Opinion (FOPO) alias, kalau teman kos bilang saham A lagi naik, ya ikut beli. Hasilnya? bukannya cuan, malah ambyar.

Di Universitas Mulawarman, Kepala Eksekutif OJK, Hasan Fawzi, langsung kasih wejangan ke ratusan mahasiswa. katanya, literasi itu modal utama sebelum berinvestasi.

“Kalau mau beli saham jangan cuma ikut-ikutan. Kenali dulu produknya, pahami risikonya, dan jangan terjebak FOPO,” ujarnya dalam rilis resmi dilaman data.ojk.go.id, kamis (11/9/2025).

Pesan ini sederhana, tapi dalem, sama kayak pesan ibu waktu kita mau nikah, “Jangan cuma lihat cantiknya, nak. Kenali juga keluarganya.” Nah, dalam investasi pun gitu. Jangan cuma lihat grafiknya hijau, tapi cek dulu perusahaan di baliknya.

Hasan juga ngasih contoh kalau sudah paham saham, jangan langsung loncat ke kripto tanpa belajar. Ibaratnya, baru bisa naik sepeda ontel, langsung mau balapan MotoGP.

Banyak anak muda yang kejebak karena mikir kripto itu jalan pintas jadi sultan, padahal kenyataannya, lebih banyak yang jadi “korban chart merah” ketimbang “crazy rich dadakan”.

Di sinilah literasi penting, bukan berarti dilarang investasi, tapi jangan nyemplung ke kolam dalam kalau baru bisa berenang gaya batu.

Menariknya, SEPMT ini nggak cuma nyasar mahasiswa, ada juga sosialisasi pasar modal syariah buat ratusan santri. Edukasi tentang saham syariah, reksa dana syariah, sampai perlindungan aset sesuai prinsip halal.

Lucunya, bayangin santri yang biasanya ngaji kitab kuning, sekarang ikut coaching clinic IPO, dari “jual kitab” bisa jadi “jual saham”. Keren kan?

Ini menunjukkan bahwa pasar modal bukan lagi milik “orang kota” atau “orang kaya”, tapi bisa diakses siapa saja. Termasuk anak pesantren di Samarinda.

Selain mahasiswa dan santri, OJK juga ngajak perusahaan lokal di Kaltim buat go public. Pesannya jelas IPO itu bukan cuma cari modal, tapi juga reputasi dan keberlanjutan bisnis.

Ibarat nikah resmi di KUA, bukan cuma legalitas, tapi juga bentuk komitmen jangka panjang. Jadi, kalau perusahaan lokal mau lebih besar, pasar modal bisa jadi jalan tol buat ekspansi.

Apalagi, Kalimantan Timur sekarang jadi spotlight karena ada proyek Ibu Kota Nusantara (IKN). Bayangin kalau perusahaan lokal bisa IPO, reputasi mereka bisa melesat, bukan cuma di Samarinda, tapi se-Indonesia.

Nah, balik lagi ke pertanyaan utama, kenapa sudah 48 tahun, literasi pasar modal masih rendah? jawabnya mungkin mindset masyarakat masih konsumtif, banyak orang lebih suka beli iPhone kredit daripada investasi di saham, kurangnya edukasi sejak dini.

Mata pelajaran keuangan di sekolah masih sebatas “cara hitung bunga tabungan”, belum sampai “cara pilih saham bluechip”, citra pasar modal masih elit.Banyak yang mikir main saham itu buat orang kaya, padahal sekarang modal Rp100 ribu pun bisa beli. Fenomena FOMO dan FOPO, banyak investor pemula yang lebih percaya grup WhatsApp daripada riset resmi.

Dari Samarinda, ada satu pesan moral penting,  investasi itu bukan sprint, tapi marathon. Nggak ada jalan pintas jadi kaya, semua butuh proses belajar, trial-error, dan kesabaran.

Ibarat masak mie instan, kalau airnya belum mendidih, jangan maksain masukin mie. Ntar malah setengah matang dan rasanya aneh. Begitu juga dengan investasi, kalau belum matang literasi, jangan maksa masuk pasar modal.

Setelah 48 tahun, pasar modal Indonesia memang tumbuh pesat, tapi literasi masih jadi pekerjaan rumah besar. OJK lewat SEPMT di Samarinda sudah ambil langkah serius, dari mahasiswa, santri, sampai pengusaha lokal semua diajak melek investasi.

Tapi, tugas ini nggak bisa ditanggung OJK sendirian, butuh dukungan kampus, pesantren, media, dan tentu saja kita semua, karena di era digital ini, literasi finansial bukan sekadar tahu cara cuan, tapi juga cara melindungi diri dari jebakan tren dan investasi bodong.

Jadi, kalau ditanya lagi “48 Tahun Pasar Modal RI, Literasi Investasi Masih Payah?”. Jawabannya, iya, tapi masih bisa diperbaiki asal kita mau belajar.

Dan ingat, kalau mau investasi, jangan cuma karena kata tetangga atau grup WA, karena, seperti kata pepatah modern “Lebih baik ketinggalan cuan daripada nyemplung rugi berjamaah”.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemprov Sumsel Raih Opini WTP

    Pemprov Sumsel Raih Opini WTP

    • calendar_month Senin, 28 Mei 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.019
    • 0Komentar

    Kedepan akan dilakukan langkah-langkah perbaikan yang lebih optimal agar tidak terulang lagi di tahun yang akan datang.

  • Mengenang Pengabdian Alm Harmoko, Terima Kasih atas Karya dan Dedikasinya untuk Indonesia

    Mengenang Pengabdian Alm Harmoko, Terima Kasih atas Karya dan Dedikasinya untuk Indonesia

    • calendar_month Senin, 5 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 880
    • 0Komentar

    MENTERI Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate bersama keluarga besar Kementerian Kominfo berduka atas wafatnya Menteri Penerangan Republik Indonesia periode 1983-1997, Harmoko. Menteri Johnny menyampaikan belasungkawa dan duka cita mendalam, serta mendoakan mendiang beristirahat dengan tenang. “Saya berdoa kiranya almarhum Bapak H Harmoko, Menteri Penerangan sekaligus Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia ke-10 dengan Masa […]

  • Ini Perdana, KB2SI Sumsel Bantu Dua Masjid di Sukabumi Jabar

    Ini Perdana, KB2SI Sumsel Bantu Dua Masjid di Sukabumi Jabar

    • calendar_month Minggu, 21 Feb 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 874
    • 0Komentar

    Komunitas Bisnis Berbasis Syariah Indonesia (KB2SI) yang berkantor pusat di Palembang, belum lama ini menyerahkan bantuan kepada dua masjid di Desa Ciheulang, Sukabumi Jawa Barat, (Rabu, 17/02/2021). Bantuan untuk Masjid Jami Miftahul Huda, KB2SI membantu berupa pembuatan sumur, instalasi tempat wudhu. Sementara bantuan berupa Cat diberikan untuk Masjid Ar-Rohman, yang keduanya berada di Desa Ciheulang, […]

  • Diduga Korsleting Listrik, 1 Rumah Dilalap Si Jago Merah

    Diduga Korsleting Listrik, 1 Rumah Dilalap Si Jago Merah

    • calendar_month Senin, 20 Mei 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 894
    • 0Komentar

    BABAT TOMAN – Saat sedang khusyuk menjalankan ibadah sholat Tarawih warga Kecamatan Babat Toman dikejutkan dengan kobaran api yang melalap kediaman Rozali warga RT 02 RW 01 Kelurahan Babat Toman Kecamatan Babat Toman,kemarin. Peristiwa itu sekitar pukul 19.50 WIB sehingga membuat warga yang sedang berada di masjid membubarkan diri dan langsung gotong-royong ikut serta memadamkan api yang meratakan […]

  • Selain Memenangkan Penghargaan Best Choice of the Year, MSI Luncurkan Beragam Casing, Solusi Liquid Cooler,Motherboard yang Akan Pemenuhi Kebutuhan Gamer

    Selain Memenangkan Penghargaan Best Choice of the Year, MSI Luncurkan Beragam Casing, Solusi Liquid Cooler,Motherboard yang Akan Pemenuhi Kebutuhan Gamer

    • calendar_month Jumat, 2 Jun 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 980
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – MSI, brand gaming global terkemuka, tengah bersiap untuk memamerkan produk terbarunya di Computex 2023. Pada kesempatan ini, MSI merilis case PC baru, yaitu MPG GUNGNIR 300R AIRFLOW, liquid cooler MAG CORELIQUID E series dengan peningkatkan efisiensi pendinginan, motherboard back-connect yang dinanti-nantikan, serta motherboard Intel Z790 MAX series yang diperkuat, yang telah dipersiapkan sepenuhnya. […]

  • Ini Pernyataan Sikap Bersama 5 Lembaga Terkait Pemberantasan Pinjaman Online Ilegal 

    Ini Pernyataan Sikap Bersama 5 Lembaga Terkait Pemberantasan Pinjaman Online Ilegal 

    • calendar_month Sabtu, 21 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.185
    • 0Komentar

    RAKYAT  yang dirugikan oleh pinjaman online ilegal, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), Kepolisian Republik Indonesia (Polri), Kementerian Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia (Kominfo) dan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia (Kemenkop UKM) memberikan pernyataan bersama komitmen memperkuat langkah-langkah pemberantasan pinjaman onlineilegal. Pernyataan bersama oleh lima kementerian dan lembaga ini dilakukan pada hari […]

expand_less
WordPress Archive Gymax – Gym & Fitness Elementor Template Kit GymBase – Gym Fitness WordPress Theme GymBase – Responsive Gym Fitness WordPress Theme Gymfito – Fitness and Gym WordPress Gymmy – Fitness & Gym Elementor Template Kit Gymna – Fitness & Gym Elementor Template Kit Gymness – Sport & Fitness Elementor Template Kit Gymniac – Fitness & Exercise Equipment Store Elementor Template Kit Gymo – Gym & Fitness WordPress Theme Gympact – Fitness & Gym Elementor Template Kit