Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » Tiga Dosa Pendidikan Tak Boleh Ada di Sekolah Rakyat

Tiga Dosa Pendidikan Tak Boleh Ada di Sekolah Rakyat

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 4 Sep 2025
  • visibility 777
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BICARA soal Sekolah Rakyat, jangan bayangkan suasana belajar kaku macam di film-film zaman Belanda, di mana murid duduk tegak dengan pensil seujung jari dan papan tulis masih pakai kapur putih bikin tangan kayak habis ngulek kelapa. Sekolah Rakyat ini bukan cuma sekolah, tapi rumah harapan anak-anak kecil yang dulunya menganggap sekolah itu barang mewah.

Makanya ketika Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) membuka pelatihan bendahara dan tata usaha Sekolah Rakyat, beliau melempar satu kalimat yang bikin saya mikir lama “Ada tiga dosa pendidikan yang tidak boleh ada di Sekolah Rakyat, yakni perundungan, kekerasan fisik maupun seksual, dan intoleransi atau radikalisme”

Nah, tiga dosa ini kalau dibiarkan, bisa bikin sekolah yang mestinya jadi taman bermain ilmu, malah berubah jadi arena gladiator, sinetron horor, atau bahkan kompor penyulut kebencian.

Pernah nggak, waktu SD ada teman yang hobinya manggil orang pakai nama bapaknya? Atau main “ciyeee” tiap ada yang jalan bareng lawan jenis? Nah itu contoh kecil perundungan yang sering dianggap lucu padahal bisa bikin hati korban kayak kerupuk kena kuah rawon lembek, hancur, dan nggak enak ditelen.

Bullying itu ibarat rayap di kayu. Dari luar masih keliatan kokoh, padahal dalamnya kropos. Anak yang kena bullying bisa kehilangan percaya diri, malas sekolah, bahkan putus sekolah. Kalau dibiarkan, Sekolah Rakyat bisa jadi Sekolah Ribut.

Kata pepatah Jawa, ajining diri ana ing lathi, harga diri seseorang ada di lidahnya, jadi kalau mulut kita suka nyakitin orang lain, sama saja kita sedang mengobral harga diri sendiri.

Nah ini lebih gawat lagi. Kekerasan di sekolah kadang muncul dengan dalih “mendisiplinkan murid”. Padahal, mencubit, memukul, atau bahkan pelecehan, itu bukan mendidik tapi melukai.

Bayangin anak kecil yang baru belajar baca-tulis, tapi sudah diajari rasa sakit oleh gurunya sendiri. Itu sama saja kayak kita mau bikin rendang tapi berasnya dimasak di panci, hasilnya bukan rendang, tapi bubur gosong.

Sekolah itu tempat menumbuhkan semangat, bukan tempat menumbuhkan trauma, Sekolah Rakyat harus jadi ruang aman, bukan ring tinju.

Kalau dua dosa tadi sudah berbahaya, yang ini lebih ngeri lagi, intoleransi, bayangin anak-anak diajari sejak dini kalau temannya yang berbeda agama nggak boleh main bareng, atau temannya yang berbeda suku dianggap musuh. Waduh, negara bisa bubar sebelum waktunya!

Sekolah Rakyat justru harus jadi tempat anak-anak belajar bahwa Indonesia itu mini market besar: ada banyak rasa, banyak warna, tapi tetap satu rak yang sama, kalau cuma jual satu rasa doang, yang beli pasti bosan.

Pepatah bilang, lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya, justru keindahan negeri ini ada pada perbedaan. Kalau semuanya sama, itu namanya bukan Indonesia, tapi fotokopian.

Kalau dipikir-pikir, tiga dosa pendidikan ini kayak tiga jebakan Batman, kalau kena satu aja, masa depan anak bisa berubah jalur. Bayangin kalau tiap sekolah ada bullying, kekerasan, dan intoleransi, hasilnya bukan generasi emas, tapi generasi emosi, gampang marah, gampang minder, gampang terprovokasi.

Padahal kata Gus Ipul, “Setiap rupiah di Sekolah Rakyat adalah harapan”, nah kalau harapan itu rusak gara-gara tiga dosa tadi, sama aja kayak kita naruh tabungan di celengan, eh bocor dimakan tikus.

Gus Ipul menegaskan, Sekolah Rakyat ini bukan proyek biasa, tapi proyek masa depan bangsa, makanya semua pengelolaan baik uang, administrasi, maupun suasana sekolah harus dijaga dengan integritas.

Kalau ada tanda-tanda tiga dosa tadi, jangan diem aja, laporkan, cegah, dan bereskan bersama karena anak-anak yang sekolah di Sekolah Rakyat itu bukan cuma murid, tapi juga pemegang saham masa depan Indonesia.

Sekolah Rakyat bisa jadi tempat lahirnya generasi baru yang cerdas, berani, dan berakhlak, asal tiga dosa pendidikan dijauhkan. Ingat, bullying itu bukan guyonan, kekerasan itu bukan disiplin, intoleransi itu bukan keyakinan.

Kata pepatah, guru kencing berdiri, murid kencing berlari, kalau sekolah salah arah, murid bisa lebih parah. Tapi kalau sekolah benar, murid bisa lebih hebat dari gurunya.

Jadi mari kita rawat Sekolah Rakyat ini dengan penuh kasih sayang, karena seperti pesan Gus Ipul “Kita tidak sedang mengelola anggaran belanja, tapi sedang mengelola harapan anak-anak bangsa”.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hadiri HUT Kota Prabumulih, Dorong Bupati/Wako Prioritaskan Program Kesejahteraan Masyarakat 

    Hadiri HUT Kota Prabumulih, Dorong Bupati/Wako Prioritaskan Program Kesejahteraan Masyarakat 

    • calendar_month Senin, 18 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 593
    • 0Komentar

    GUBERNUR Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) H Herman Deru mendorong kepala daerah  memprioritaskan program pembangunan yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat. Hal ini, Menurut dia yang menjadi tolak ukur kesusksesan seorang kepala daerah adalah tercapainya kesejahteraan rakyat yang ditandai dengan turunnya angka kemiskinan. “Saya ingin kita samakan persepsi. Tolak ukur kesusksesan suatu daerah bukan hanya pembangunan fisik […]

  • Asiknya Pakai Samsung Galaxy M14 5G dengan Baterai Super Besar 6.000mAh

    Asiknya Pakai Samsung Galaxy M14 5G dengan Baterai Super Besar 6.000mAh

    • calendar_month Kamis, 4 Mei 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.084
    • 0Komentar

    Samsung Galaxy M14 5G Tahun 2023, Samsung kembali menghadirkan Galaxy M series dengan baterai lebih besar. Samsung Galaxy M14 5G, yang diluncurkan baru-baru ini, sudah dilengkapi baterai besar 6.000mAh dengan daya tahan luar biasa. Pada sebuah pengujian, Galaxy M14 ini memiliki waktu standby dan waktu layar yang panjang. Dengan satu kartu SIM dan koneksi internet […]

  • KUR Perumahan, Dari Pondasi Rumah ke Pondasi Ekonomi Rakyat

    KUR Perumahan, Dari Pondasi Rumah ke Pondasi Ekonomi Rakyat

    • calendar_month Senin, 22 Sep 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.029
    • 0Komentar

    ADA pepatah bilang, “rumahku adalah istanaku”. Nah, kalau istana cuma bisa dimiliki raja, rumah subsidi bisa dimiliki rakyat jelata lewat program KUR Perumahan. Jangan salah, dari tembok bata yang tampak sederhana itu bisa lahir perputaran ekonomi yang bikin kepala pengamat ekonomi manggut-manggut, sekaligus bikin pedagang warteg di dekat proyek perumahan ikut tersenyum lebar. Menteri Perumahan […]

  • Wejangan khusus untuk stakeholders penyelenggara perhajian di Indonesia dari Kemenag

    Wejangan khusus untuk stakeholders penyelenggara perhajian di Indonesia dari Kemenag

    • calendar_month Senin, 16 Des 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.378
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Menteri Agama Nasaruddin Umar menekankan agar semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan haji untuk menjadikan penyelenggaraan ibadah haji yang terbaik. Jangan pernah ada yang membisniskan jemaah haji. Ini merupakan hajat besar dalam penyelenggaraan rukun Islam yang kelima. Menag memberi wejangan khusus untuk stakeholders penyelenggara perhajian di Indonesia. Menag minta semua pihak menjaga kesucian […]

  • Ini Bidang Pekerjaan Yang Perlu Dialihkan ke Robot di Era Startup, Bagaimana dengan Manusia?

    Ini Bidang Pekerjaan Yang Perlu Dialihkan ke Robot di Era Startup, Bagaimana dengan Manusia?

    • calendar_month Kamis, 13 Des 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.051
    • 0Komentar

    DALAM beberapa dekade terakhir, robot mengambil alih pekerjaan di balik layar, seperti di pabrik atau pun gudang. Namun, kini pekerja robot semakin terlihat di era berkembangnya startup. Mereka muncul di restoran, kedai kopi, rumah sakit, bahkan kantor. Startup ingin menarik perhatian dan modal dari investor pada tahap awal. Pendanaan untuk startup pekerja robot pun melonjak. […]

  • Motivasi Peserta SKB CPNS Provinsi Sumsel

    Motivasi Peserta SKB CPNS Provinsi Sumsel

    • calendar_month Rabu, 9 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 864
    • 0Komentar

    WAKIL Gubernur Sumsel H. Mawardi Yahya secara resmi membuka Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) CPNS Pemerintah Provinsi Sumsel formasi tahun 2019 di Ruang Serbaguna CAT Kantor Regional VII BKN Palembang, Rabu (9/9/2020). Pada kesempatan itu Wagub memberikan motivasi kepada seluruh peserta SKB CPNS untuk dapat melaksanakan ujian secara baik dan maskimal, sehingga ujian ini dapat diselesaikan […]

expand_less
WordPress Archive WooCommerce Composite Products Plugin WooCommerce Composite Products | WooCommerce Product Bundles WooCommerce Conditional Content WooCommerce Conditional Shipping and Payments WooCommerce ConstantContact Integration WooCommerce Contactless Delivery WooCommerce Cost of Goods WooCommerce Countdown Timer – Flash Sales & Price Discount Plugin WooCommerce Coupon Campaigns WooCommerce Courier Center Voucher & Label