Minggu, 11 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » Tiga Dosa Pendidikan Tak Boleh Ada di Sekolah Rakyat

Tiga Dosa Pendidikan Tak Boleh Ada di Sekolah Rakyat

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 4 Sep 2025
  • visibility 798
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BICARA soal Sekolah Rakyat, jangan bayangkan suasana belajar kaku macam di film-film zaman Belanda, di mana murid duduk tegak dengan pensil seujung jari dan papan tulis masih pakai kapur putih bikin tangan kayak habis ngulek kelapa. Sekolah Rakyat ini bukan cuma sekolah, tapi rumah harapan anak-anak kecil yang dulunya menganggap sekolah itu barang mewah.

Makanya ketika Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) membuka pelatihan bendahara dan tata usaha Sekolah Rakyat, beliau melempar satu kalimat yang bikin saya mikir lama “Ada tiga dosa pendidikan yang tidak boleh ada di Sekolah Rakyat, yakni perundungan, kekerasan fisik maupun seksual, dan intoleransi atau radikalisme”

Nah, tiga dosa ini kalau dibiarkan, bisa bikin sekolah yang mestinya jadi taman bermain ilmu, malah berubah jadi arena gladiator, sinetron horor, atau bahkan kompor penyulut kebencian.

Pernah nggak, waktu SD ada teman yang hobinya manggil orang pakai nama bapaknya? Atau main “ciyeee” tiap ada yang jalan bareng lawan jenis? Nah itu contoh kecil perundungan yang sering dianggap lucu padahal bisa bikin hati korban kayak kerupuk kena kuah rawon lembek, hancur, dan nggak enak ditelen.

Bullying itu ibarat rayap di kayu. Dari luar masih keliatan kokoh, padahal dalamnya kropos. Anak yang kena bullying bisa kehilangan percaya diri, malas sekolah, bahkan putus sekolah. Kalau dibiarkan, Sekolah Rakyat bisa jadi Sekolah Ribut.

Kata pepatah Jawa, ajining diri ana ing lathi, harga diri seseorang ada di lidahnya, jadi kalau mulut kita suka nyakitin orang lain, sama saja kita sedang mengobral harga diri sendiri.

Nah ini lebih gawat lagi. Kekerasan di sekolah kadang muncul dengan dalih “mendisiplinkan murid”. Padahal, mencubit, memukul, atau bahkan pelecehan, itu bukan mendidik tapi melukai.

Bayangin anak kecil yang baru belajar baca-tulis, tapi sudah diajari rasa sakit oleh gurunya sendiri. Itu sama saja kayak kita mau bikin rendang tapi berasnya dimasak di panci, hasilnya bukan rendang, tapi bubur gosong.

Sekolah itu tempat menumbuhkan semangat, bukan tempat menumbuhkan trauma, Sekolah Rakyat harus jadi ruang aman, bukan ring tinju.

Kalau dua dosa tadi sudah berbahaya, yang ini lebih ngeri lagi, intoleransi, bayangin anak-anak diajari sejak dini kalau temannya yang berbeda agama nggak boleh main bareng, atau temannya yang berbeda suku dianggap musuh. Waduh, negara bisa bubar sebelum waktunya!

Sekolah Rakyat justru harus jadi tempat anak-anak belajar bahwa Indonesia itu mini market besar: ada banyak rasa, banyak warna, tapi tetap satu rak yang sama, kalau cuma jual satu rasa doang, yang beli pasti bosan.

Pepatah bilang, lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya, justru keindahan negeri ini ada pada perbedaan. Kalau semuanya sama, itu namanya bukan Indonesia, tapi fotokopian.

Kalau dipikir-pikir, tiga dosa pendidikan ini kayak tiga jebakan Batman, kalau kena satu aja, masa depan anak bisa berubah jalur. Bayangin kalau tiap sekolah ada bullying, kekerasan, dan intoleransi, hasilnya bukan generasi emas, tapi generasi emosi, gampang marah, gampang minder, gampang terprovokasi.

Padahal kata Gus Ipul, “Setiap rupiah di Sekolah Rakyat adalah harapan”, nah kalau harapan itu rusak gara-gara tiga dosa tadi, sama aja kayak kita naruh tabungan di celengan, eh bocor dimakan tikus.

Gus Ipul menegaskan, Sekolah Rakyat ini bukan proyek biasa, tapi proyek masa depan bangsa, makanya semua pengelolaan baik uang, administrasi, maupun suasana sekolah harus dijaga dengan integritas.

Kalau ada tanda-tanda tiga dosa tadi, jangan diem aja, laporkan, cegah, dan bereskan bersama karena anak-anak yang sekolah di Sekolah Rakyat itu bukan cuma murid, tapi juga pemegang saham masa depan Indonesia.

Sekolah Rakyat bisa jadi tempat lahirnya generasi baru yang cerdas, berani, dan berakhlak, asal tiga dosa pendidikan dijauhkan. Ingat, bullying itu bukan guyonan, kekerasan itu bukan disiplin, intoleransi itu bukan keyakinan.

Kata pepatah, guru kencing berdiri, murid kencing berlari, kalau sekolah salah arah, murid bisa lebih parah. Tapi kalau sekolah benar, murid bisa lebih hebat dari gurunya.

Jadi mari kita rawat Sekolah Rakyat ini dengan penuh kasih sayang, karena seperti pesan Gus Ipul “Kita tidak sedang mengelola anggaran belanja, tapi sedang mengelola harapan anak-anak bangsa”.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sarip Petir, Kisah TKI Antargalaksi [BAB 8- Kampanye Lidah Kampung: Sarip & Sate Kejujujuran]

    Sarip Petir, Kisah TKI Antargalaksi [BAB 8- Kampanye Lidah Kampung: Sarip & Sate Kejujujuran]

    • calendar_month Rabu, 9 Jul 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 789
    • 0Komentar

    PAGI-pagi benar, Sarip sudah duduk di depan kontrakan orbit sambil kipas-kipas sate. Bukan sembarang sate. Ini Sate Kejujujuran, resep warisan Kakeknya yang dulu pernah bikin lurah ngaku punya dua istri setelah makan satu tusuk. Bruntalox datang bawa banner kampanye seadanya, dari spanduk bekas diskon Alfamart Planet. “Sarip for Ketua Serikat Buruh Galaksi Barat. Lidah Kampung, […]

  • Linggau Sumbang Penurunan Angka Kemiskinan di Sumsel

    Linggau Sumbang Penurunan Angka Kemiskinan di Sumsel

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.173
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel H. Herman Deru komitmen mendorong kemajuan Kota Lubuklinggau sehingga kesejahteraan masyarakat akan semakin meningkat. Hal itu disampaikannya saat menerima kunjungan Walikota Lubuklinggau Prana Putra Sohe di ruang tamu Gubernur Sumsel, kemarin. Menurut HD, dalam hal mensejahterakan masyarakat dibutuhkan kerja yang konkrit. Dimana semua pihak dari berbagai kalangan termasuk masyarakat harus saling mendukung dan […]

  • Polisi : Pesinetron Steve Emmanuel Tidak Akan Direhabilitasi Terkait Kasus Kepemilikan Narkoba

    Polisi : Pesinetron Steve Emmanuel Tidak Akan Direhabilitasi Terkait Kasus Kepemilikan Narkoba

    • calendar_month Senin, 14 Jan 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.088
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Jakarta –Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat AKBP Erick Frendriz menyebut pesinetron Steve Emmanuel tidak akan direhabilitasi terkait kasus kepemilikan narkoba jenis kokain yang diselundupkan dari Belanda. “Steve tidak direhabilitasi, karena alat buktinya sudah cukup,” kata AKBP Erick Frendriz di Jakarta, Minggu. AKBP Erick mengatakan, pihaknya tengah merampungkan berkas perkara Steve agar […]

  • Luncurkan Program Langit Biru, Pertamina Sumbagsel Perbaiki Kualitas Udara

    Luncurkan Program Langit Biru, Pertamina Sumbagsel Perbaiki Kualitas Udara

    • calendar_month Minggu, 12 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 785
    • 0Komentar

    PT PERTAMINA wilayah operasi Sumatera bagian selatan (Sumbagsel) meluncurkan Program Langit Biru (PLB) di 30 kota, sebagai upaya mewujudkan kualitas udara yang lebih baik. Dalam keterangan tertulis pada Sabtu (11/9/2021), Pejabat Sementara Manajer Komunikasi, Relasi dan Tangung Jawab Sosial PT Pertamina wilayah Sumbagsel Agustina Mandayati mengatakan, sejumlah 30 kota itu meliputi beberapa wilayah di Provinsi […]

  • Jialyka Maharani Nilai Kaum Muda Itu Aset Negara

    Jialyka Maharani Nilai Kaum Muda Itu Aset Negara

    • calendar_month Kamis, 25 Okt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.316
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Kaum muda, adalah aset penting bagi bangsa dan negara ini, baik dalam setiap proses pembangunan suatu negara dan merupakan pilar -pilar bangsa yang kokoh, untuk membentuk karakter bangsa. Berangkat dari potensi inilah, Jialyka Maharani, menilai kaum muda harus memiliki tempat atau saran yang bisa menyalurkan adrenalin dan kratifitasnya, di masa – masa […]

  • Alhamdulillah, Gaji ke-13 PNS Muba Cair Hari Ini

    Alhamdulillah, Gaji ke-13 PNS Muba Cair Hari Ini

    • calendar_month Senin, 10 Agt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 937
    • 0Komentar

    KABAR gembira bagi Aparatur Sipil Negeri (ASN) Pemkab Musi Banyuasin (Muba), bahwa pembayaran Gaji 13 dibayar mulai hari ini, Senin, 10 Agustus 2020. Kabar gembira tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Muba, Mirwan Susanto SE MM. Dikatakan Mirwan, berdasarkan PP Nomor 44 tahun 2020 tentang gaji, pensiun, tunjangan […]

expand_less
WordPress Archive WooCommerce Composite Products Plugin WooCommerce Composite Products | WooCommerce Product Bundles WooCommerce Conditional Content WooCommerce Conditional Shipping and Payments WooCommerce ConstantContact Integration WooCommerce Contactless Delivery WooCommerce Cost of Goods WooCommerce Countdown Timer – Flash Sales & Price Discount Plugin WooCommerce Coupon Campaigns WooCommerce Courier Center Voucher & Label