Kamis, 15 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » PKKMB Aman & Nyaman, Selamat Tinggal Plonco, Selamat Datang Sambutan Hangat

PKKMB Aman & Nyaman, Selamat Tinggal Plonco, Selamat Datang Sambutan Hangat

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 14 Agt 2025
  • visibility 796
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

– “Mahasiswa baru kini disambut senyum, bukan suruh push-up, orientasi kampus berubah jadi ajang edukasi, bukan intimidasi”

DULU, awal masuk kuliah itu rasanya seperti ikut wajib militer versi anak kos. Ada baris-berbaris di bawah terik matahari, ada senior yang suaranya menggelegar seperti toa masjid di pagi buta, dan ada daftar bawaan absurd, map warna ungu, kacang rebus tiga biji, plus foto presiden dicetak di kertas A4. Katanya sih buat “melatih kekompakan”. Padahal yang kompak justru kulit muka kita yang gosong bareng-bareng.

Tapi itu cerita tempo doeloe., zaman ketika ospek masih disamakan dengan “ujian ketahanan fisik” ketimbang pengenalan kampus. Sekarang, di era PKKMB Aman dan Nyaman, mahasiswa baru tak lagi disambut dengan bentakan, tapi dengan senyuman. Tidak ada lagi cerita dipaksa jalan jongkok keliling lapangan sambil bawa galon. Sebagai gantinya, ada seminar inspiratif, tur kampus yang nyaman, dan sesi kenalan yang bikin akrab tanpa harus malu-malu kucing.

Seperti pepatah lama bilang, “Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya”. Begitu pula kampus sekarang, bukan zamannya lagi menggodok mental mahasiswa baru dengan teriak-teriak atau nyuruh push-up di parkiran.

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Khairul Munadi, sudah menegaskan PKKMB adalah pintu gerbang akademik, bukan ring tinju.

Kalau dulu mahasiswa baru diuji mental dengan “tugas unik” macam membawa batu bata dibungkus kado, kini tugasnya lebih beradab, misalnya membuat esai tentang visi hidup, atau membuat poster anti-bullying. Senior zaman dulu mungkin akan bilang, “Ah, nggak seru.” Tapi justru di situlah serunya, karena kampus mulai paham bahwa membentuk karakter tidak harus lewat intimidasi.

Misalnya, seperti cerita kisah fiksi ini (tapi mirip kenyataan) sebut saja namanya Rani, mahasiswa baru dari Lampung yang berangkat kuliah ke Jakarta.

Dia sempat deg-degan mendengar cerita kakaknya soal ospek, katanya, “Nanti kamu pasti disuruh joget di depan umum, Ran.” Tapi ternyata, di hari pertama PKKMB 2025, yang menyambutnya adalah pembawa acara ceria, panitia ramah, dan dosen yang membahas etika akademik sambil bercanda.

Rani pun bengong sambil berpikir, “Lho, kok malah kayak ikut seminar motivasi?, mana bentakan seniornya?” panitia menjawab dengan senyum. “Di sini nggak ada perploncoan. Ran, kita mau kamu betah”, seperti kata pepatah, “Air beriak tanda tak dalam, sambutan ramah tanda kampus aman”.

Kampus yang aman dan nyaman adalah investasi jangka panjang, mahasiswa baru yang disambut dengan rasa hormat akan merasa punya ikatan emosional dengan almamaternya, dari ikatan itulah lahir loyalitas, motivasi, dan rasa tanggung jawab.

Coba, jika PKKMB masih diisi bentakan dan hukuman fisik, mahasiswa akan memulai kuliah dengan perasaan terancam, bukan bersemangat,  dan, seperti pepatah Jawa bilang, “Witing tresno jalaran saka kulino”, rasa cinta tumbuh karena terbiasa, kalau dari awal sudah terbiasa disambut hangat, mahasiswa akan jatuh cinta pada kampusnya, bukan malah mencari cara cepat-cepat pulang ke rumah.

Ganti tradisi

Direktur Belmawa, Beny Bandanadjaja, juga menegaskan paradigma lama harus ditinggalkan. Tidak ada lagi “penggodokan” lewat kekerasan fisik atau verbal. PKKMB harus jadi ruang pembinaan, bukan ajang unjuk kuasa.

Kalau mau bikin mahasiswa tangguh, bukan dengan teriak-teriak di kupingnya, tapi dengan memberi pengetahuan dan keterampilan. Ibarat menanam pohon, kalau bibitnya disiram dengan air bersih dan dijaga dari hama, pohon itu akan tumbuh kokoh, tapi kalau dari awal sudah dipukul-pukul pakai kayu, ya bisa patah sebelum berbuah.

Buat mahasiswa baru, kampus itu seperti rumah kedua bedanya, di sini semua penghuninya punya laptop, dan wifi jadi sumber kehidupan. PKKMB yang aman dan nyaman ibarat pesta penyambutan di rumah baru. Ada yang ngasih tahu di mana dapurnya (baca: kantin), di mana ruang tamunya (baca: aula), dan di mana kamar pribadinya (baca: ruang belajar).

Kalau pesta penyambutannya menyenangkan, penghuni barunya akan betah, kalau resepsinya penuh bentakan, ya… siap-siap saja besok pintunya diketuk tukang ojek online karena penghuninya kabur.

Larangan perploncoan bukan cuma soal “mengurangi drama ospek”. Ini tentang menjaga martabat manusia. Tidak ada orang yang terhormat, karena merendahkan orang lain. Dalam lingkungan akademik, nilai ini harus jadi pondasi, sebab, kampus bukan sekadar pabrik ijazah, tapi tempat pembentukan karakter.

Kata pepatah, “Kalau ingin cepat, berjalanlah sendiri, kalau ingin jauh, berjalanlah bersama-sama” PKKMB yang sehat mengajarkan mahasiswa baru untuk berjalan bersama, saling menghargai, dan membangun relasi positif, karena perjalanan kuliah itu panjang, dan tidak ada yang mau menempuhnya sambil menggendong trauma.

Transformasi PKKMB dari era perploncoan ke era aman dan nyaman adalah langkah maju yang layak diapresiasi. Dari sekadar ajang “uji nyali” menjadi momen “uji solidaritas”. Dari intimidasi menjadi edukasi.

Oleh karena itu, sambutan hangat akan melahirkan generasi yang kuat, kekuatan yang dibentuk bukan dari fisik yang dipaksa jongkok lima menit, tapi dari rasa percaya diri, integritas, dan kemampuan beradaptasi.

Mahasiswa baru adalah tamu istimewa kampus, mereka datang dengan mimpi, harapan, dan rasa penasaran. Jangan sambut mereka dengan bentakan atau tugas aneh-aneh, sambutlah dengan senyum, bimbingan, dan rasa hormat.

Karena, seperti pepatah Melayu bilang, “Kalau tak kenal maka tak sayang, kalau sudah sayang maka akan menjaga”. PKKMB adalah kesempatan emas untuk membuat mereka kenal dan sayang pada kampusnya. Dan kalau sudah sayang, mereka akan menjaga nama baik almamater sampai kapan pun.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perlu Didukung Bersama, FORNAS Sejalan Dengan DBON

    Perlu Didukung Bersama, FORNAS Sejalan Dengan DBON

    • calendar_month Minggu, 26 Jun 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 5.632
    • 0Komentar

    KETUA Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Pusat, Hayono Isman, menilai Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS) ke-VI Palembang 2022 sangat tepat sebagai implementasi Perpres Nomor 86 Tahun 2021 tentang Desain Besar Olahraga Nasional (DBON), dan Undang-Undang Keolahragaan Nomor 11 Tahun 2022 sehingga perlu didukung bersama. Hal itu disampaikan langsung oleh Hayono Isman saat memberikan pengarahan pada […]

  • Di Vaksinasi Lagi, Walikota : Yang Sudah Diprioritaskan Jangan Menunda, Ini Pengakuannya Setelah Ikut Vaksin tahap II

    Di Vaksinasi Lagi, Walikota : Yang Sudah Diprioritaskan Jangan Menunda, Ini Pengakuannya Setelah Ikut Vaksin tahap II

    • calendar_month Jumat, 29 Jan 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.087
    • 0Komentar

    INI kali kedua, Walikota Palembang Harnojoyo disuntik vaksin di Rumah Sakit BARI Palembang. Vaksinasi ia lakukan, sudah menjadi kewajiban, karena sudah masuk daftar prioritas. “Tidak ada gejala apapun yang dirasakan hingga usai proses vaksinasi tahap kedua yang telah dijalaninya. Artinya setelah yang pertama selesai, yang kedua juga gejalanya tidak ada sama sekali,” kata Harnojoyo usai […]

  • Ekonomi Haji-Umrah Tembus Rp80 Triliun, UMKM Madiun Bersiap Rebut Peluang

    Ekonomi Haji-Umrah Tembus Rp80 Triliun, UMKM Madiun Bersiap Rebut Peluang

    • calendar_month Sabtu, 15 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 52
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Expo UMKM Haji dan Umrah 2026 akan membawa peluang baru bagi pelaku usaha daerah, pasalnya digelar di Kota Madiun pada 25–27 September 2026, ajang ini menjadi salah satu upaya mempertemukan UMKM dengan pasar ekonomi haji dan umrah yang nilainya diperkirakan mencapai lebih dari Rp80 triliun setiap tahun. Persiapan kegiatan tersebut mulai dimatangkan melalui koordinasi […]

  • Pusri Gandeng Kejati, Hukum Jadi ‘Bodyguard’ Ketahanan Pangan

    Pusri Gandeng Kejati, Hukum Jadi ‘Bodyguard’ Ketahanan Pangan

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – PT Pusri Palembang mengambil langkah strategis untuk menjaga kelancaran operasi dan ketahanan pangan di Sumatera Selatan dengan menjalin kerja sama bersama Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan (Kejati Sumsel). Kesepakatan Bersama itu ditandatangani pada 11 Februari oleh Direktur Utama Pusri, Maryono, dan Kepala Kejati Sumsel, Dr. Ketut Sumedana, di Graha Pupuk Sriwidjaja. Kesepakatan ini menempatkan […]

  • Bybit Luncurkan Akun Trading Terpadu, Ubah Pengalaman Trading untuk Investor

    Bybit Luncurkan Akun Trading Terpadu, Ubah Pengalaman Trading untuk Investor

    • calendar_month Sabtu, 28 Jan 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.486
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,DUBAI, UNITED ARAB EMIRATES –  Bybit, bursa cryptocurrency ketiga yang paling banyak dikunjungi di dunia, dengan gembira mengumumkan peluncuran akun perdagangan terpadu (UTA) barunya, yang memungkinkan investor untuk berdagang di berbagai pasar dari satu Akun.   UTA Bybit adalah pemutakhiran all-in-one yang dioptimalkan untuk pengalaman perdagangan yang lancar bagi para pedagang. Ini memberi semua klien […]

  • Sumsel Berhasil Tingkat Leterasi Masyarakat, Purpesnas Bantu Mobil Perpustakaan Keliling

    Sumsel Berhasil Tingkat Leterasi Masyarakat, Purpesnas Bantu Mobil Perpustakaan Keliling

    • calendar_month Kamis, 10 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 809
    • 0Komentar

    MENINDAKLANJUTI arahan  dan komitmen Gubernur Sumsel Herman Deru, untuk meningkatkan literasi bagi masyarakat Sumsel, Ketua TP PKK Sumsel Hj Febrita Lustia Herman Deru memimpin delegasi Sumsel yang terdiri dari Duta Literasi Sumsel Ratu Tenny Leriva, beserta para Bunda/Bapak Literasi se-Sumsel serentak berkunjung ke Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI, Kamis (10/2). Selain bersilaturahmi kunjungan tersebut juga untuk […]

expand_less
WordPress Archive WooCommerce Page Builder For Elementor WooCommerce PagSeguro WooCommerce Partial COD – Payment Gateway Restrictions & Fees WooCommerce Partial Orders WooCommerce Password Protected Categories, Products & Pages Plugin WooCommerce Pay Your Price WooCommerce Payment Checkout Plugin: Offline Credit Card Checkout Method WooCommerce Payment Gateway Based Fees WooCommerce Payment Gateways Reporting System WooCommerce PayPal Adaptive Payments