Rabu, 12 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » Tak Hanya Teori, Kurikulum Baru Ini Bikin Lulusan Langsung Siap Kerja

Tak Hanya Teori, Kurikulum Baru Ini Bikin Lulusan Langsung Siap Kerja

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
  • visibility 38
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PEMERINTAH memperkuat pendidikan vokasi berbasis industri untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) yang mampu bersaing di tengah kebutuhan industri yang terus berkembang. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga daya saing sektor manufaktur nasional sekaligus mengurangi kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan dunia kerja.

Melalui kerja sama Indonesia dan Swiss, Kementerian Perindustrian menghadirkan Industrial-Based Curriculum (IBC), sebuah kurikulum terintegrasi yang dirancang agar lulusan pendidikan vokasi tidak hanya memahami teori di ruang kelas, tetapi juga memiliki keterampilan yang benar-benar dibutuhkan industri.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, sektor industri manufaktur masih menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Pada triwulan I 2026, industri pengolahan tercatat berkontribusi sebesar 19,07 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional dan tumbuh 5,04 persen secara tahunan.

Menurut Agus, pertumbuhan tersebut harus didukung oleh SDM industri yang kompeten dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Karena itu, pemerintah terus memperkuat pendidikan vokasi berbasis kebutuhan industri agar lulusan lebih siap menghadapi persaingan kerja.

“Pemerintah terus menyiapkan SDM industri yang kompeten, adaptif terhadap teknologi, dan mampu bersaing di tingkat global,” ujar Agus dalam keterangannya, belum lama ini.

Ia menambahkan, persaingan industri global tidak hanya ditentukan oleh teknologi dan investasi, tetapi juga kualitas tenaga kerja. Industri membutuhkan lulusan yang mampu bekerja cepat, memahami kebutuhan lapangan, dan mengikuti perkembangan teknologi modern.

Penguatan pendidikan vokasi tersebut dilakukan melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) yang membawahi berbagai unit pendidikan vokasi di Indonesia. Salah satu langkah yang kini dikembangkan adalah penggunaan aplikasi Industrial-Based Curriculum (IBC).

Kepala BPSDMI Doddy Rahadi menjelaskan, aplikasi IBC memudahkan satuan pendidikan dalam menyusun kurikulum berbasis industri secara lebih terintegrasi. Sistem ini mencakup proses perencanaan, pemantauan, hingga dokumentasi kebutuhan kompetensi tenaga kerja.

Menurut Doddy, kehadiran aplikasi tersebut juga membuka ruang lebih luas bagi dunia industri untuk ikut terlibat langsung dalam penyusunan kurikulum pendidikan vokasi.

“Aplikasi IBC memudahkan unit pendidikan vokasi dalam perencanaan dan pengelolaan kurikulum berbasis industri secara lebih terstruktur dan terintegrasi,” kata Doddy.

Selain sekolah, industri juga dapat memberikan masukan, validasi, hingga evaluasi terhadap Job Occupational Analysis (JoA) yang menjadi dasar penyusunan kurikulum. Dengan sistem yang terdigitalisasi, kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri diharapkan berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri (PPPVI) Wulan Aprilianti Permatasari mengatakan, kurikulum berbasis industri menjadi salah satu langkah penting untuk memperkuat hubungan antara pendidikan dan kebutuhan dunia usaha.

Menurutnya, selama ini masih banyak lulusan yang kesulitan masuk ke dunia kerja karena kompetensi yang dimiliki belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan industri.

“Melalui aplikasi IBC, proses penyusunan kurikulum berbasis industri diharapkan lebih efektif, efisien, dan berdampak nyata bagi kesiapan lulusan,” ujar Wulan.

Program Manager Swisscontact Daniel Weibel menilai, salah satu tantangan terbesar pendidikan saat ini adalah adanya kesenjangan antara pembelajaran di sekolah dan kebutuhan dunia kerja yang terus berubah.

Karena itu, IBC hadir untuk memastikan kurikulum pendidikan benar-benar selaras dengan kebutuhan industri. Dengan pendekatan tersebut, lulusan diharapkan tidak hanya memiliki pengetahuan dasar, tetapi juga siap langsung bekerja ketika lulus.

Kerja sama Indonesia dan Swiss dalam pengembangan pendidikan vokasi ini telah berjalan sejak 2018 melalui program Swiss Skills for Competitiveness (SS4C). Hingga kini, puluhan Job Occupational Analysis (JoA) Chart dari berbagai sektor telah disusun sebagai dasar pengembangan kurikulum berbasis industri di Indonesia. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gempa Talamau, Tim ERG Turun ke Pasaman

    Gempa Talamau, Tim ERG Turun ke Pasaman

    • calendar_month Sabtu, 26 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 726
    • 0Komentar

    TIM cepat tanggap darurat PT Bukit Asam yang tergabung dalam Emergency Rescue Group (ERG) berangkat membantu warga yang terdampak. Keberangkatan tim itu sebagai bentuk perhatian dan kepedulian kepada sesama insan yang mengalami bencana gempa di Talamau, Pasaman Barat, Sumatera Barat. Tim ERG yang terdiri dari PTBA, PT Pama Persada Nusantara (PAMA), PT Satria Bahana Sarana […]

  • Pandemi COVID-19 Melandai, Pemerintah Mulai Fokus di Bidang Ini

    Pandemi COVID-19 Melandai, Pemerintah Mulai Fokus di Bidang Ini

    • calendar_month Sabtu, 17 Des 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.953
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Jakarta – Seiring dengan melandainya pandemi COVID-19, prioritas pemerintah di bidang kesehatan bergeser menjadi peningkatan kualitas layanan kesehatan masyarakat. Di antaranya berupa revitalisasi fasilitas kesehatan hingga program yang bersifat promotif preventif, restrukturisasi rumah sakit di seluruh Indonesia, membangun industri kesehatan, mengembangkan kecukupan sumber daya manusia (SDM) kesehatan, dan memperbaiki sistem pembiayaan kesehatan. Kementerian Kesehatan […]

  • Pendidikan Politik: Kunci Cerdas Dalam Memilih Pemimpin dan Mencegah Janji Palsu

    Pendidikan Politik: Kunci Cerdas Dalam Memilih Pemimpin dan Mencegah Janji Palsu

    • calendar_month Selasa, 1 Okt 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 941
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Menjelang setiap pemilihan umum, baik di tingkat lokal maupun nasional, kampanye politik menjadi ajang utama bagi calon pemimpin untuk mengemukakan janji-janji mereka. Program-program yang ditawarkan biasanya mencakup berbagai bidang seperti ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial. Namun, sering kali setelah terpilih, janji-janji yang diucapkan dalam masa kampanye tak terealisasi. Fenomena ini memunculkan pertanyaan […]

  • Sekda Muba Salurkan Bantuan Kepada Warga Korban Banjir

    Sekda Muba Salurkan Bantuan Kepada Warga Korban Banjir

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2020
    • account_circle Asri
    • visibility 914
    • 0Komentar

    DENGAN didampingi Perangkat Daerah diantaranya Plt Kepala BPBD Muba Indita Purnama SSos, Perwakilan Dinas Sosial Muba Putra Sumito Camat Sanga Desa Sugand AP MSi, dan Kepala Desa Air Balui Arminto, Sekretaris Daerah Kabupaten Musi Banyuasin Drs H Apriyadi MSi melakukan peninjauan dan pemberian bantuan sembako kepada korban banjir di Trans SP I dan SP II […]

  • Pisah Sambut Kabag Ops Polres Muba

    Pisah Sambut Kabag Ops Polres Muba

    • calendar_month Selasa, 1 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.017
    • 0Komentar

    PERGANTIAN jabatan resmi dilakukan di lingkungan Polres Muba yakni Kabag Ops Polres Muba dari yang sebelumnya dijabat Kompol Erwin S Manik SH SIk MH berganti ke Kompol Erlangga SE. Senin (30/9/2019) malam keduanya mengelar kegiatan pisah sambut di rumah makan KPK Sekayu. Bahkan di sela momen haru tersebut, Kompol Erwin S. Manik SH S.Ik MH mendapatkan […]

  • Kolaborasi OKI dan BPPT Kembangkan Sistem Siaga Dini Karhutbunlah, Bisa Diakses Pakai Android Lagi, Coba Dech!!

    Kolaborasi OKI dan BPPT Kembangkan Sistem Siaga Dini Karhutbunlah, Bisa Diakses Pakai Android Lagi, Coba Dech!!

    • calendar_month Rabu, 5 Des 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 944
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, KAYUAGUNG – Badan Penelitian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bersama Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mengembangkan sistem peringatan dini kebakaran hutan kebun dan lahan berbasis multi tasking bernama Sistem Pemeringkatan Bahaya Kebakaran (SPBK) atau Fire Danger Rating System (FDRS). Ir. Yudhi Antasena, M. Sc. Direktur Pusat Teknologi Pengembangan Sumberdaya Wilayah Badan Pengkajian dan Penerapan […]

expand_less
WordPress Archive GravityView – Ratings & Reviews GravityView – Social Sharing & SEO Great Lotus – Buddhist Temple Template Kit Grecko | Business WordPress Theme Green Box for WordPress – Manage and Sell Banners Green Donations for WordPress – Accept and Manage Donations Green Earth – Environmental WordPress Theme Green Grocery – Grocery Store Organic Food WordPress Theme Green Lawn – Landscaping WordPress Theme Green Lines for WordPress – Manage and Sell Ad Lines